Anda di halaman 1dari 26

OLEH:

HJ. LUTFIAH, SKM, MM


Dalam budaya konsultasi keperawatan itu
membutuhkan tingkat kepekaan yang tinggi,
pengetahuan dan orang-orang yang
berkompeten. Seorang perawat harus memiliki
pengetahuan yang tinggi dan skill diantaranya
kemampuan berkomunikasi yang interaktif,
pemahaman terhadap kebudayaan manusia.
Budaya administrasi keperawatan sangat
penting untuk memasuki lingkungan hidup
manusia yang mana terdapat banyak perbedaan
dan kepercayaan. Yang mana dibutuhkan untuk
menghormati dan memahami perbedaan setiap
manusia di berbagai macam Ras, suku, dan
organisasi.
 Prosesbertanya dan menerima informasi dari
ahlinya seputar hal kesehatan sang pasien.

 TujuanKonsultasi adalah Menyediakan


pertolongan bagi sasaran dengan berfokus
kepada hubungan antarmanusia,membantu
sasaran untuk menciptakan persepsi,serta
mengetahui kegiatan dilingkungannya.
 Sasaran dari upaya konsultasi peningkatan
kesehatan masyarakat adalah idividu,
keluarga, kelompok, dan masyarakat baik
yang sehat ataupun yang sakit
atau yang mempunyai masalah kesehatan
karena ketidaktahuan,
ketidakmauan, serta ketidakmampuan
prioritas pelayanan perawatan
kesehatan masyarakat difokuskan pada
keluarga rawan.
 Keluarga rawan yaitu :
 Ibu hamil tertentu yang belum ANC
 Ibu nifas yang persalinannya di tolong oleh dukun
dan neonatusnya
 Balita tertentu
 Penyakit kronis menular yang tidak bisa
diintervensi oleh program
 Penyakit endemis
 Penyakit kronis tidak menular
 Kecacatan tertentu mental atau fisik
 Keluarga dengan resiko tinggi :
Ibu hamil dengan masalah gizi
Ibu hamil dengan resiko tinggi perdarahan,
infeksi, dan hipertensi
Balita dengan BGM
Neonatus dengan BBLR
Usia lanjut jompo
Kasus percobaan bunuh diri
 Perawat dapat melakukan kegiatan-kegiatan
konsultasi dalam meningkatkan derajat
kesehatan di dalam masyarakat.
a. Memberikan asuhan keperawatan kepada
individu, keluarga, dan
kelompok khusus melalui "home care"
b. Penyuluhan kesehatan
c. Konsultasi dan problem solving
d. Bimbingan
e. Melaksanakan rujukan
f. Penemuan kasus
g. Sebagai penghubung antara masyarakat
dengan unit kesehatan
h. Melaksanakan asuhan keperawatan
komunitas
i. Melaksanakan koordinasi dalam berbagai
kegiatan asuhan keperawatan
j. Kerja sama lintas program dan lintas
sektoral
k. Memberikan tauladan
l. Ikut serta dalam penelitian
I. Pengertian Peran dan Konselor
Peran merupakan seperangkat tingkah laku
yang diharapkan oleh orang lain terhadap
seseorang sesuai dengan kedudukan didalam
sebuah sistem sedangkan konselor yaitu orang
yang memerlukan konseling terhadap masalah
yang dialami untuk mengambil keputusan yang
dianggap terbaik bagi dirinya.
 Konseling adalah kegiatan percakapan tatap
muka 2 arah antara klien dengan petugas
kesehatan (perawat) yang bertujuan
memberikan bantuan mengenai berbagai hal
yang ada kaitannya dengan penyakit,
sehingga klien mampu mengambil keputusan
sendiri mengenai trapiotik apa yang terbaik
bagi dirinya.
II. Tujuan Perawat Sebagai Konselor
Perawat sebagai konselor mempunyai
tujuan membantu klien dalam memilih
keputusan yang akan diambil terhadap
penyakit yang dideritanya. Untuk
mempermudah didalam mengambil
keputusan klien wajib mempertanyakan
langkah – langkah yang akan diambil
terhadap dirinya.
III. Syarat Seorang Konselor
Perawat konselor perlu memiliki dan memenuhi
persyaratan antara lain :
1.Mempunyai minat dan sikap positif terhadap
penyakit yang diderita.
2.Memiliki pengetahuan teknis mengenai
perjalanan suatu penyakit.
3.Menguasai dasar – dasar teknis konseling.
4.Memiliki keterampilan.
Keperibadian serta sikap yang kondusif untuk
terciptanya interaksi yang adekuat antara
konselor dengan klien sangat diperlukan didalam
mempermudah melakukan proses pelayanan
keperawatan secara profesional.
IV. Sikap Yang Diperlukan Konselor
Sikap seorang konselor didalam melakukan
pelayanan terhadap kilen diwaktu terjadinya
komseling antara lain : sabar, ramah, empati dan
terbuka, menghargai pendapat klien, duduk sejajar
dan memposisikan dirinya sejajar dengan klien,
menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah
mengerti, tidak menilai dan bisa menerima klien
apa adanya, mampu membina hubungan antara
konselor dengan klien, dapat menemukan
kepercayaan dari klien yang dibantunya,
memberikan informasi yang lengkap dan rasional
kepada klien, menghindari pemberian info yang
berlebihan, hanya memberikan informasi yang
dibutuhkan oleh klien, membantu klien untuk
mengerti dan mengingat.
V. Pelayanan Keperawatan
Pelayanan keperawatan berupa bantuan,
diberikan karena adanya kelemahan fisik dan
mental, keterbatasan pengetahuan serta kurangnya
kemampuan menuju kepada kemampuan
melaksanakan kegiatan hidup sehari – hari secara
mandiri. Pada hakikatnya kegiatan / tindakan
keperawatan bersifat membantu (assistive in
nature). Perawat membantu klien mengatasi efek -
efek dari masalah – masalah sehat maupun sakit
(health illness problems) pada kehidupan sehati –
darinya.
VI. Keperawatan
Keperawatan berpandangan bahwa manusia
dan kemanusiaan merupakan titik sentral upaya
pembangunan dengan tujuan menjunjung tinggi
nilai – nilai kemanusiaan sesuai dengan pancasila
dan undang – undang dasar 1945. bertolak dari
pandangan ini disusun paradigma keperawatan
yang terdiri atas 4 fokus keperawatan, antara
lain :
1. Manusia
2. Kesehatan(pengobatan)
3. Mayarakat &Lingkungan
4. Keperawatan
Karakteristik Praktik Keperawatan
Profesional :
1. Otoritas (autority)
Yaitu memiliki kewenangan sesuai dengan
keahliannya yang akan mempengaruhi proses
asuhan melalui peran professional.
2. Akuntabilitas (accountability)
Yaitu tanggung gugat terhadap apa yang
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan hukum
yang berlaku dan bertanggung jawab kepada
klien diri sendiri dan profesi serta mengambil
keputusan yang berhubungan dengan asuhan.
3. Pengambilan keputusan yang mandiri
(independent decision making)
Yaitu sesuai dengan kewenangannya yang
dilandasi oleh pengetahuan yang kokoh dan
menggunakan pendekatan yang ilmiah dalam
membuat keputusan pada setiap tahap proses
keperawatan dalam menyelesaikan masalah
klien.
4. Kolaborasi (collaboration)
Yaitu dapat bekerjasama baik lintas program
maupun lintas sector dengan mengadakan
hubungan klien dengan berbagai disiplin dalam
mengakses masalah klien.
5. Pembelaan / dukungan (advocacy)
Yaitu bertindak demi hak klien untuk
mendapatkan asuhan yang bermutu dengan
mengadakan interaksi untuk kepentingan atau
demi klien, dalam mengatasi masalahnya serta
berhadapan dengan pihak – pihak lain yang lebih
luas (system at large).
6. Fasilitas (facilitas)
Yaitu mampu memberdayakan klien dalam
upaya meningkatkan derajat kesehatannya
dengan memaksimalkan potensi dari organisasi
dan sistem klien – keluarga (client – family
system) dalam asuhan (chaskailggo).
VIII. Tindakan Mandiri Perawat Profesional
(Independen)

Adalah aktivitas keperawatan yang dilaksanakan


atas inisiatif perawat itu sendiri dengan dasar
pengetahuan dan keterampilannya.dalam hal ini
perawat menentukan bahwa klien membutuhkan
intervensi keperawatan yang pasti, salah satunya
adalah membantu memecahkan masalah yang
dihadapi atau mendelegasikan pada anggota
keperawatan yang lain dan bertanggung jawab atas
keputusan dan tindakannya (akuntabilitas).
 Kerjasama dengan klien salah satu upaya untuk
pemenuhan kebutuhan klien, membela
kepentingan klien dan membantu klien
memahami semua info dan upaya kesehatan yang
diberikan oleh tim kesehatan dengan pendekatan
tradisional maupun professional.
 Tindakan keperawatan kolaboratif
(interdependen adalah aktivitas yang
dilaksanakan atas kerja sama dengan pihak lain /
tim kesehatan lain. Terkadang tindakan ini
menimbulkan adanya tumpang tindih
pertanggung jawaban diantara personal
kesehatan dan hubungan langsung kolega antara
profesi kesehatan.
X. Tanggung Jawab Perawat.
1. Meningkatkan kesehatan
2. mencegah penyakit
3. memulihkan kesehatan
4. mengurangi penderitaan
1. Melakukan pengkajian kep
2. Merumuskan diagnosis kep
3. Menyusun rencana tindakan kep
4. Melaksanakan tindakan kep
5. Melaksanakan evalusi terhadap tindakan
6. Mendokumentasi hasil kep
7. Melakukan kegiatan konseling kes kepada system klien
8. Melaksanakan tindakan medis sebagai pendelegasian
berdasarkan kemampuan
9. Melakukan tindakan diluar kewenangan dalam kondisi
darurat yang mengancam nyawa sesuai ketentuan
yang berlaku disarana kesehatan.
10. Dalam kondisi tertentu, dimana tindakan ada tenaga
yang kompeten. Perawat berwenang melaksanakan
tindakan kes diluar kewenangan.

Anda mungkin juga menyukai