Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN KASUS

Missed abortion
Identitas Pasien
 Nama : Ny. K
 Usia : 20 th
 Alamat : Dawungan, kec. Salaman
 Agama : ISLAM
 Suku : Jawa
 Status : Menikah, G1P0A0
Anamnesis
 Keluhan Utama:
Nyeri perut bagian bawah sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit.

 Riw. Penyakit Sekarang:


Pasien rujukan puskesmas Borobudur dengan keterangan G1P0 A0, hamil
17+2 minggu dan missed abortion. keluhan Nyeri perut disertai dengan
keluar flek kecoklatan dan pronkol-pronkol dari jalan lahir (sedikit), lemas
(+), mual (+), muntah (+). Cairan ketuban (-), lendir (-).
 Riw. Peny. Dahulu

 Riwayat Hipertensi : disangkal


 Riwayat DM : disangkal
 Riwayat Asma : disangkal
 Riwayat Alergi : disangkal
 Riwayat Dispepsia : disangkal
 Riwayat Hepatitis : disangkal
 Riwayat Batuk lama, TBC : disangkal
 Riwayat Berpergian ke luar kota : disangkal
 Riwayat Rawat inap : riw. Dirawat dengan leptospirosis di RSUD TIDAR
bulan Februari 2019, selama 13 hari
 Riw. Peny. Keluarga

 Riwayat Hipertensi : disangkal


 Riwayat DM : disangkal
 Riwayat Asma : disangkal
 Riwayat Alergi : disangkal
 Riwayat Hepatitis : disangkal
 Riwayat Batuk lama, TBC : disangkal
Riw. Lain
 Riw. Menikah 1x
 Riw. KB(-
 Riw. ANC (+) di puskesmas
 Riw. Obstetri : hamil saat ini
 USG ( +) 2 April 2019 di Puskesmas Borobudur
Pemeriksaan Fisik
 Kesadaran : Composmentis
 Tekanan darah : 124/83mmHg
 Nadi : 113
 Pernapasan : 20
 Suhu : 36,4˚C
 BB : 48 kg
 TB : 150 cm
Pemeriksaan Obstetri
 Inspeksi: datar, supel, linea nigra (-), striae gravidarum (-), luka bekas sc (-).

Palpasi
 TFU : ½ simfisis-pusat
 DJJ : tidak dilakukan
 HIS : 1x/10’
Pemeriksaan Dalam
 Perdarahan(-),
vulva/uretra tidak ada kelainan, dinding
vagina dalam batas normal, serviks lunak, tebal,
pembukaan 2 cm, STLD(+), ketuban keruh (-)
Pemeriksaan Penunjang
 Hb 11,8
 Leukosit 8.200
 Eritrosit 3.8
 Hematokrit 34.0
 Trombosit 303.000
 HIV Non Reaktif
 HbsAg Non Reaktif
Diagnosa
 Missed Abortion
Tata laksana
 IVFD RL
 Induksi misoprostol 200 Mcg/4 jam

 Pro kuretase

 Cefadroxil
 Asam mefenamat
 Methyl Ergometrin
Diagnosa

 Post
kuretase a.i. Abortus inkomplit dgn riw. Induksi
misoprostol 200mcg P0A1
Follow up
s o a p
2/04/2019 Nyeri perut bagian TD : 100/70 mmHg G1P0A0, UK 17+2 mgg dengan -observasi ttv dan perdarahan
bawah, keluar darah N : 82 missed abortion -Induksi misoprostol 200mcg/ 4
dari vagina(-) RR : 20 jam
S : 36,6

VT Ø: 2cm
Keluar jaringan, darah (+)
3/04/2019 Mules seperti ingin BAB, TD : 80/ 60 mmHg G1P0A0, UK 17+2 mgg dengan -Cefadroxil 3x500mg
ada yang keluar dari N : 96 missed abortion → abortus -Asam mefenamat 3x1
jalan lahir RR : 22 inkomplit - pro kuretase
S : 36,4

VT Ø: 2cm
Keluar jaringan, darah (+)
TD : 100/74 mmHg Post kuretase a.i. abortus -Cefadroxil 3x500mg
N : 95 inkomplit -Asam mefenamat 3x1
RR : 19 -methylergometrin
S : 37 -

4/04/2019 keluhan membaik TD : 100/74 mmHg Post Kuretase a.i. Abortus


N : 95 Inkomplit dgn Riw. Induksi
RR : 19 Misoprostol 200mcg P0A1
S : 37
Abortus
Abortus

Abortus dapat didefinisikan sebagai adanya ancaman atau


pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar
kandungan.

WHO menetapkan batas usia kehamilan kurang dari 20


minggu atau berat janin kurang dari 500 gram.

Williams Obstetrics 25th ed, 2018


Faktor predisposisi
 Faktor fetal berupa kelainan genetik (kromosom)
 Faktor maternal
 Infeksi
 Kelainan hormonal seperti hipotiroidisme
 Diabetes mellitus
 Malnutrisi
 Penggunaan obat-obatan
 Merokok
 Konsumsi alkohol
 Faktor immunologis dan defek anatomis
 Inkompetensia serviks (penipisan dan pembukaan serviks sebelum waktu in partu, umumnya
pada trimester kedua)
 Faktor paternal  kelainan sperma
Klasifikasi
Manifestasi klinis
 Perdarahan pervaginam dari bercak hingga berjumlah banyak
 Perut nyeri dan kaku
 Pengeluaran sebagian produk konsepsi
 Serviks dapat tertutup maupun terbuka
 Ukuran uterus lebih kecil dari yang seharusnya

Diagnosis ditegakkan dengan bantuan pemeriksaan ultrasonografi.


Tatalaksana Umum
 Penilaian secara cepat  tanda-tanda vital (nadi, tekanan darah,
pernapasan, suhu)

 Periksa tanda-tanda syok (akral dingin, pucat, takikardi, tekanan sistolik


<90 mmHg)

 Jika tidak terlihat tanda-tanda syok, tetap pikirkan kemungkinan


Tatalaksana Umum
 Bila terdapat tanda-tanda sepsis atau dugaan abortus dengan
komplikasi, berikan kombinasi antibiotika sampai ibu bebas demam
untuk 48 jam:
 Ampicillin 2 g IV/IM kemudian 1 g diberikan setiap 6 jam

 Gentamicin 5 mg/kgBB IV setiap 24 jam

 Metronidazol 500 mg IV setiap 8 jam

 Segera rujuk ibu ke rumah sakit


Tatalaksana Umum
 Semua ibu yang mengalami abortus perlu mendapat dukungan
emosional dan konseling kontrasepsi pasca keguguran

 Lakukan tatalaksana selanjutnya sesuai jenis abortus


Tatalaksana abortus iminens
Tatalaksana abortus insipiens
Tatalaksana abortus insipiens
Tatalaksana abortus inkomplit
Tatalaksana abortus inkomplit
Tatalaksana abortus komplit
Tatalaksana missed abortion
Tatalaksana missed abortion
Managemen nyeri

RCOG Green-top Guideline No. 63, 2015