Anda di halaman 1dari 19

“BINTANG DAN GALAKSI”

NAMA : R I L I S E N I AT I B E TA L I N O
S TA M BU K : A 2 4 1 1 6 0 6 9
KELAS :FISIKA C 2016
PROGRAM STUDI: PENDIDIKAN FISIKA
DINAMIKA PARTIKEL

PEMBANGKITAN
ENERGI

KLASIFIKASI
BINTANG

BINTANG GANDA
PEMBANGKITAN ENERGI
Matahari menghasilkan energinya dari
reaksi fusi.
Reaksi fusi adalah reaksi yang
menggabungkan atom kecil menjadi atom
besar, dalam hal ini adalah peleburan 4
atom Hidrogen menjadi 1 atom Helium.

Perhitungan kita atas tekanan dan suhu


di bagian inti Matahari juga
menyimpulkan bahwa tekanan dan suhu
di bagian inti cukup panas dan padat
untuk dapat memicu reaksi fusi
KLASIFIKASI BINTANG

Klasifikasi Harvard (kelas spektrum)

Klasifikasi Yerkes (kelas luminositas)


Klasifikasi Harvard (kelas spektrum)

sisten-asisten Pickering, Williamina Fleming, Annie


Jump Cannon, Antonia Maury, dan Henrietta Swan
Leavitt kemudian memulai sebuah proyek skala besar
pengklasifikasian spektrum bintang.
daftar kelas bintang dari yang paling panas hingga
yang paling dingin (dengan massa, radius dan
luminositas dalam satuan Matahari) :
CIRI-CIRI DARI TIAP KELAS

Bintang kelas O adalah bintang yang paling panas, temperatur


permukaannya lebih dari 25.000 Kelvin. Bintang deret utama
kelas O merupakan bintang yang tampak paling biru, walaupun
sebenarnya kebanyakan energinya dipancarkan pada panjang
gelombang ungu dan ultraungu. Dalam pola spektrumnya garis-
garis serapan terkuat berasal dari atom Helium yang terionisasi
1 kali (He II) dan karbon yang terionisasi dua kali (C III).
Bintang kelas B adalah bintang yang cukup panas
dengan temperatur permukaan antara 11.000 hingga
25.000 Kelvin dan berwarna putih-biru. Dalam pola
spektrumnya garis-garis serapan terkuat berasal dari
atom Helium yang netral. Garis-garis Balmer untuk
Hidrogen (hidrogen netral) tampak lebih kuat
dibandingkan bintang kelas O.
Bintang kelas A memiliki temperatur permukaan antara
7.500 hingga 11.000 Kelvin dan berwarna putih. Karena
tidak terlalu panas maka atom-atom hidrogen di dalam
atmosfernya berada dalam keadaan netral sehingga garis-
garis Balmer akan terlihat paling kuat pada kelas ini.
Beberapa garis serapan logam terionisasi, seperti
magnesium, silikon, besi dan kalsium yang terionisasi satu
kali (Mg II, Si II, Fe II dan Ca II) juga tampak dalam pola
spektrumnya.
Bintang kelas F memiliki temperatur permukaan 6000
hingga 7500 Kelvin, berwarna putih-kuning.
Spektrumnya memiliki pola garis-garis Balmer yang
lebih lemah daripada bintang kelas A. Beberapa garis
serapan logam terionisasi, seperti Fe II dan Ca II dan
logam netral seperti besi netral (Fe I) mulai tampak.
Bintang kelas G mungkin adalah yang paling banyak
dipelajari karena Matahari adalah bintang kelas ini.
Bintang kelas G memiliki temperatur permukaan
antara 5000 hingga 6000 Kelvin dan berwarna kuning.
Garis-garis Balmer pada bintang kelas ini lebih lemah
daripada bintang kelas F, tetapi garis-garis ion logam
dan logam netral semakin menguat.
Bintang kelas K berwarna jingga memiliki temperatur
sedikit lebih dingin daripada bintang sekelas Matahari,
yaitu antara 3500 hingga 5000 Kelvin. Alpha Centauri
B adalah bintang deret utama kelas ini. Beberapa
bintang kelas K adalah raksasa dan maharaksasa,
seperti misalnya Arcturus. Bintang kelas K memiliki
garis-garis Balmer yang sangat lemah.
Bintang kelas M adalah bintang dengan populasi paling
banyak. Bintang ini berwarna merah dengan temperatur
permukaan lebih rendah daripada 3500 Kelvin. . Garis-
garis serapan di dalam spektrum bintang kelas M terutama
berasal dari logam netral. Garis-garis Balmer hampir tidak
tampak. Garis-garis molekul Titanium Oksida (TiO) sangat
jelas terlihat. Bintang kelas M adalah sekitar 78% dari
seluruh populasi bintang deret utama.
Klasifikasi Yerkes (kelas luminositas)

Klasifikasi Yerkes, disebut juga sebagai klasifikasi


MKK dari inisial para pengembangnya pada tahun
1943, yaitu William Wilson Morgan, Phillip C. Keenan
dan Edith Kellman dari Observatorium Yerkes.
Klasifikasi ini mendasarkan diri pada ketajaman garis-
garis spektrum yang sensitif pada gravitasi permukaan
bintang.
KLASIFIKASI YERKES

 0 maha raksasa (hypergiants)


(penambahan yang dilakukan
belakangan)
 I maharaksasa (supergiants)
 II raksasa terang (bright giants)
 III raksasa (giants)
 IV sub-raksasa (subgiants)
 V deret utama atau katai (main
sequence atau dwarf)
 VI sub-katai (subdwarfs)
 VII katai putih (white dwarfs)
Bintang Ganda

Bintang ganda itu adalah sistem


yang terdiri atas dua buah bintang
yang terikat satu sama lain secara
gravitasional. Bintang ganda untuk
pertama kali diamati dengan
teleskop oleh astronom Italia
bernama Riccoli pada tahun 1650.
DAFTAR PUSTAKA

 Borrero, F., Hess, F. S., Kunsze, J. H. G., Leslie, S. A.,


Manga, S. L. M., Sharp, L., Snow, T., & Zike, D. 2008.
Earth Science: Geology, The Environment, and The
Universe. Columbus: McGraw-Hill
 https://id.wikipedia.org/wiki/Klasifikasi_bintang
 https://langitselatan.com/2008/01/23/begini-cara-
kerja-bintang-bagian-2-sumber-energi-bintang/
 http://hansgunawan-
astronomy.blogspot.com/2010/12/tipe-tipe-galaksi.html
 http://imararayhan.blogspot.com/2013/05/asal-mula-
terbentuk-nya-galaksi.html