Anda di halaman 1dari 24

STATUS D KTER MUDA

KEPANITRAAN KLINIK
AYUDHIA GIOVANNY HALIM
FARID RAHMAN
MAIMUNAH
TANIA JANNAH

BAGIAN/SMF ILMU PENYAKIT THT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNLAM / RSUD ULIN BANJARMSIN
PENDAHULUAN
Benda asing didalam suatu organ ialah benda yang berasal dari luar
tubuh atau dari dalam tubuh,yang dalam keadaan normal tidak ada
Padat (terrdiri dari zat organik seperti kacang-kacangan,
tulang dan zat anorganik seoerti paku, jarum, peniti, batu

Benda asing Cair (terdiri dari yang bersifat iritatif seperti zat kimia dan
eksogen benda cair bersifat non-iritatif yaitu cairan dengan pH 7,4

Corpus gas
alienum

Berupa sekret kental, darah atau bekuan darah, nanah, krusta,


Benda asing
perkijuan, membran difteri, bronkolit, cairan amnion,
endogen
mekonium
ETIOLOGI & FAKTOR PREDISPOSISI
Faktor yang mempermudah terjadinya aspirasi
Kegagalan
faktor mekanisme
proteksi
kejiwaan yang
normal

Ukuran dan Proses


bentuk serta Faktor Faktor menelan Faktor
yang belum
sifat benda fisik personal sempurna kecerobohan
asing
pada anak

Faktor Medikal
dan
dental surgikal
PATOFISIOLOGI
• Benda asing mati di hidung → edema & inflamasi mukosa hidung,
ulserasi, epistaksis, jar.granulasi
→ sinusitis.
• • Benda asing hidup → reaksi inflamasi & iritasi.
• • Benda asing organik (kacang) → mempunyai sifat higroskopik
(lebih berbahaya !)
→ iritasi mukosa → edema mukosa
& meradang → jar.granulasi →
gejala sumbatan ↑ → laringotrakeo
bronkitis.
→ bersifat radiolusen
• • Benda asing anorganik → bersifat radioopak
STATUS PENDERITA
NAMA Nn. F
UMUR 18 tahun
JENIS KELAMIN Perempuan

SUKU Jawa
Alamat Jl. Kelayan B Gang Ampalam Banjarmasin
RMK 00-00-01
ANAMNESIS
Keluhan Utama
• Batuk berdahak putih bercampur darah

Riwayat Penyakit
• Os mengaku batuk dengan dahak putih bercampur darah sejak sehari SMRS. Bercak darah berupa garis-
garis merah pada dahak. Batuk sudah dirasakan penderita sejak 10 hari SMRS, sifatnya jarang dan hilang
timbul. Penderita mengaku tertelan jarum pentul, 10 hari yang lalu pada waktu memasang jilbab sambil
bergurau di sekolah, kemudian penderita mengalami batuk keras sebentar secara mendadak, diikuti
dengan muntah. Namun setelah itu penderita tidak mengeluh apapun. Selanjutnya penderita masih
mengikuti kegiatan di sekolah seperti biasanya. Penderita tidak melaporkan ke orang tua karena dirasakan
sudah tidak didapatkan keluhan dan penderita berpikir jarum pentul nantinya akan keluar sendiri lewat
batuk. Setelah ada keluhan batuk dengan dahak putih bercampur darah kemudian penderita mengaku ke
orang tuanya kalau tertelan jarum pentul, dan selanjutnya penderita dibawa ke RS
• Tidak didapatkan keluhan nyeri dada, maupun sesak nafas. Penderita juga tidak mengeluh pusing, demam
atau menggigil. Tidak didapatkan penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan. serta tidak ada
keluhan keringat malam. Tidak didapatkan keluhan di bidang pencernaan seperti mual, muntah dan buang
air besar dalam batas normal. Tidak didapatkan keluhan di bidang perkemihan dan buang air kecil dalam
batas normal.
• Os mengaku aktifitas sehari-hari mulai terganggu
• Riwayat trauma disangkal
• Riwayat operasi hidung atau THT lain disangkal
ANAMNESIS
Riwayat Penyakit
• Keluhan gangguan pendengaran (-), telinga berdenging (-), pusing berputar (-), keluar cairan dari
telinga (-)
• Keluhan hidung tersumbat (-) penciuman berkurang (-) perdarahan (-) secret (-) bersin-bersin (-)

Riwayat Penyakit Dahulu


• Riwayat penyakit serupa (-)
• Riwayat alergi (-)
• Riwayat penyakit tuberkulosis (-)
• HT (-)
• DM(-)

Riwayat Penyakit Keluarga

Keluhan serupa disangkal, alergi dingan dan debu (-), riwayat penyakit
tuberkulosis (-)
PEMERIKSAAN
Vital Tampak sakit
Sign sedang

Composmentis

110/70 mmHg

88x/m

18 x/m

36,8 c

97% tanpa O2
PEMERIKSAAN
Status
Lokalis TELINGA
I : kelainan kongenital (-/-) hiperemi (-/-) tampak lapang
P : nyeri tekan aurikula (-/-) nyeritekan tragus (-/-)
O : serumen minimal (+/+), MT intak (+/+), mukosa MAE normal (+/+)
Test Pendengaran
Rhinne : (+/+)
Waber : tidak ada lateralisasi
Swachbach : SD pemeriksa/ SD pemeriksa
Status
Lokalis HIDUNG
I : deformitas (-/-) hiperemis (-/-) massa (-/-)hipertofi conca (-/-)
P : nyeri tekan sinus maxillaris, etmoidalis, frontalis (-/-) nyeri ketok (-/-) krepitasi (-/-)
Vestibulum : vibrise (-/-) ada, radang (-/-) sempit (-/-)
Cavum nasi : sempit (-/-)
Conca Inferior : secret (-/-)sedikit/sedikit, bau (-/-) ukuran e/e, waran merah muda/merah muda,
permukaan licin/licin, edem (-/-)
Conca media : ukuran e/e warna merah muda/ merah muda, permukaan licin/licin, edem (-/-)
Massa : (-/-)

TRANSLUMINASI : SR :normal
SM :normal
PEMERIKSAAN

Status TENGGOROK
RONGGA MULUT

Lokalis Bibir : Mukosa lembab


Gingiva : Hiperemis (-) Stomatitis (-) ulkus (-)
Lidah : Deviasi (-) Stomatitis (-) ulkus (-) massa (-)
Palatum : Hiperemis (-) simetris (+) edem (-) ulkus (-)
Uvula : terletak ditengah ulkus, ulkus (-)

FARING
I : hiperemis (-) arcus faring simetris, massa (-)
REFLEKS MUNTAH (+)
PEMERIKSAAN
Status TENGGOROK
TONSIL
Ukuran : T1/T1
Lokalis Warna : Hiperemis/Hiperemis (-/-)
Permukaan : Licin/licin
Kripta : Ada pelebaran
detritus : -/-
Eksudat : -/-

KELENJAR GETAH BENING


I : tidak ada pembesaran
P : tidak ada pembesaran
LARING
Laringoskopi indirecta
Pada pita suara simetris, tidak ada paresis, tidak ada nodul atau tumor
KEKERAPAN
• 50% persen dari kasus benda asing di saluran napas terjadi pada anak 4
tahun
• Bayi dibawah 1 tahun, gawat napas karena aspirasi benda asing penyebab
utama kematian
• Umur 2-4 sering aspirasi kacang atau biji tumbuhan karena belum memiliki
gigi molar yang lengkap dan belum dapat mengunyah dengan baik. Serta
sering pada hidung karena cenderung memasukkan benda ke rongga
hidung
• Benda asing bronkus paling sering berada di bronkus kanan, karena
bronkus utama kanan lebih besar, mempunyai aliran udara lebih besar
dan membentuk sudut lebih kecil terhadap trakea dibandingkan dengan
bronkus utama kiri
GEJALA DAN TANDA
• Gejala sumbatan benda asing di sal.napas,
• tergantung pada : - lokasi benda asing
- derajat sumbatan (total atau sebagian)
- sifat, bentuk dan ukuran benda asing.
• Tiga stadium gejala aspirasi benda asing :
• • Stadium I : - batuk-batuk hebat secara tiba-tiba
- rasa tercekik
- rasa tersumbat
- bicara gagap
- obstruksi jalan napas
• Stadium II : - gejala stadium I + interval asimtomatik
• Stadium III : - obstruksi
- erosi
- infeksi
- hemoptisis
- pneumonia
- abses paru
GEJALA-GEJALA ASPIRASI BENDA ASING
• Jika BA masuk ke hidung, timbul : - hidung tersumbat
- rinore unilateral yg kental & bau
- nyeri dan demam kadang2
• • Jika BA di orofaring dan hipofaring, timbul : - odinofagia
• BA tersangkut di sinus piriformis Jackson’s sign
• • Jika BA masuk ke laring, timbul : - rasa tercekik
- rasa tersumbat
- batuk-batuk
- sesak napas
- stridor
• • Jika BA menutup laring secara total + 3 menit, maka timbul
Asfiksia Sianose
• • Jika BA masuk ke trakea : - batuk berulang-ulang
- BA bergerak naik turun sesuai
pernapasan
- audible slap
- palpatory thud
- asthmatoid wheeze
• • BA lebih cenderung masuk ke bronkus kanan daripada kiri,
karena : - sudut deviasi bronkus kanan < kiri
- diameter bronkus kanan > kiri
- udara masuk ke bronkus kanan > kiri.
ASSESSMENT
DIAGNOSIS

PENUNJANG
PEMERIKSAAN
Corpus alienum 1.Foto thoraks
pada saluran
pernapasan 2.FOB (Fiber
Optic
Bronchoscopy)
PEMERIKSAAN

Penunjang
Foto Thoraks
menunjukkan corpus alienum
di hemitorak kanan bawah

FOB
menunjukkan mukosa edema dan
hiperemis, tampak korpus alineum
jarum pentul disegmen posterobasal
lobus inferior menancap dengan
kepala jarum lebih distal
DIAGNOSIS
• Diagnosis
• • Anamnesis
• • Pem. fisik auskultasi & palpasi
• • Pem. Penunjang : x-foto
video fluoroskopi
laboratorium : darah
• • Diagnosis pasti bronkoskopi
PLANNING
• Ekstraksi corpus alienum
• IVFD RL + Ketorolac 1 amp 20 tetes/menit
• Inj. Ceftriaxone 2 x 1 gram
• Inj. Metil prednisolon 2 x 125 mg

• Evaluasi tanda-tanda perdarahan


PENATALAKSANAAN
• BA di hidung : - ekstraksi BA dgn pengait / haak
• • BA di laring : - sumbatan total Heimlich maneuver
- ekstraksi BA secara laringoskopi dgn cunam.
• • BA di trakea : - ekstraksi BA secara bronkoskopi dgn cunam
- jika bronkoskopi (-) trakeostomi.
• • BA di bronkus : - ekstraksi BA secara bronkoskopi dgn cunam,
tindakan ini HARUS SEGERA dilakukan !
- servikotomi atau torakotomi
SEKIAN
TERIMAKASIH