Anda di halaman 1dari 15

BAB 1

PRODUKSI TANAMAN : DULU,


SEKARANG, DAN AKAN DATANG
Seni dan sains tentang produksi tanaman senantiasa berubah, seringkali dalam
cara yg revolusioner: metode baru ttg tanam, kultivasi, konservasi tanah, panen,
penyimpanan, dan pemasaran; metode baru pengendalian hama-penyakit; pupuk
dan cara aplikasi baru dan lebih baik; permintaan baru; standar hidup baru, yang
lebih tinggi dan lebih baik bagi petani – kesemuanya mengarah pada pencapaian
cara hidup yang lebih baik bagi semua orang. Progres pada saat ini mencapai
suatu keadaan mendatar dan masih tetap di situ, seolah-olah istirahat sejenak, dan
kemudian bergerak ke depan dan naik ke level ketinggian yang tidak bisa dicapai.
Dinamisme terus-menerus bekerja.
Progres produksi tanaman tumbuh raksasa menembus batas-batas baru
melalui aplikasi ilmu pengetahuan ilmiah dan usaha keras.
Produksi tanaman yang membaik berkaitan dengan penerapan yang
berhasil dari ilmu pengetahuan dasar botani dalam banyak fase-fasenya, dari
kimia, fisika, dan ekonomi. Itu mengikuti kebangkitan dalam penemuan-penemuan
baru, perbaikan mesin dan peralatan, varietas tanaman dan paket bercocok-tanam
baru dan lebih baik, dan berwawasan prinsip-prinsip bisnis.
OUTPUT USAHATANI
• Peningkatan dalam jumlah orang yang ditanggung oleh produksi seorang
pelaku usahatani merupakan bukti jelas dari peningkatan efisiensi pertanian.
• Mekanisasi, khususnya penggunaan traktor, telah memberikan peningkatan
besar dalam efisiensi.
• Dengan peningkatan dlm penggunaan mesin menjadikan penurunan dlm
jumlah petani dan peningkatan dlm ukuran usahatani.
• Konsumsi konsumer diperbaiki dengan pangan lebih banyak dan lebih baik.
• Sementara konsumsi pangan yang lebih mahal meningkat.
• Peningkatan efisiensi usahatani, seiring dengan berkurangnya jumlah petani
yang bekerja dlm produksi pangan sejalan dengan peningkatan yang cepat
penduduk urban.

KELUARGA TANI
• Dg penurunan jumlah petani dan unit usahatani, dan dg usahatani menjadi
lebih besar dlm ukuran, ada kekhawatiran yang terekspresikan bhw keluarga
petani itu akan menghilang. Kekhawatiran ini tdk berdasar.
• McElveen menyatakan bhw jumlah jam-orang yang diperlukan merupakan
ukuran yg lbh baik untuk ukuran usahatani dari pada luas lahan.
• Peningkatan dalam ukuran usahatani itu dlm keselarasan dg peningkatan
cepat dalam peningkatan mekanisasi usahatani.
• Power dan peralatan modern membuat usahatani menjadi praktis untuk
tenaga kerja yang sama untuk mengerjakan luasan yang lebih besar, dan
petani memperoleh keuntungan dari kesempatan ini.

PRODUKSI PANGAN
• Merupakan bisnis yang kompleks, memerlukan banyak skill (biologi,
agronomi, mekanik, dan pemasaran)
• Menanam tanaman pangan merupakan prioritas yang utama.
• Jika diasumsikan bhw luas tanam akan relatif tetap, maka sumber
peningkatan produksi pangan secara domestik akan lahir dari :
1) Makin lebih besarnya hasil pangan per satuan luas
2) Makin lebih banyak ternak karena lebih banyak pakan
3) Makin lebih banyak pangan per satuan hewan ternak.
• Peningkatan dari sumber itu dapat dan akan diamankan dengan riset
biologik dan agronomik yang lebih intensif atas masalah-masalah yang
terkait dengan tanah, tanaman, ternak, dan pengendalian hama-penyakit,
dan dengan pemakaian penemuan-penemuan secara ekstensif.

RISET DAN PRODUKSI PANGAN


• Peran riset dalam memenuhi kebutuhan pertanian masa depan menurut
Shaw :
1) Jumlah penduduk akan terus bertambah
2) Kita tidak ingin terjadi deteriorasi dalam diet masyarakat
3) Kita perlu untuk meningkatkan produksi pertanian, membuat penggunaan
produk yang dihasilkan lebih baik, dan memperbaiki distribusi (Cari Data
kebutuhan pangan nasional dan proyeksi ke depan).
4) Perbaikan yang berarti dlm teknologi pertanian sekarang akan diperlukan
jika bangsa ini membutuhkan produk pertanian.
• Peningkatan produksi per satuan luas agaknya akan stagnan hingga ada
perkembangan teknologi baru yang terjadi untuk meningkatkannya ke level
yang lebih tinggi.
• Sbg contoh klasik peningkatan hasil per satuan luas dari hasil riset adalah
jagung hibrida.
• Kerja kita ke depan, melibatkan pencegahan penurunan produksi,
meningkatkan produksi dimanapun yang mungkin, menghidarkan
kehilangan dan cacat dalam produk selama penanganan dan pemasaran,
dan melakukan penggunaan semua produk pertanian menjadi lebih baik.
• Dlm upaya untuk meningkatkan produksi, kekuatan riset selalu dihadapkan
dengan kekuatan yang berlawanan spt hama, penyakit, gulma, kekeringan,
kerusakan tanah, parasit, nematoda, busuk, dan limbah.
SUMBER TANAMAN BUDIDAYA
• Para peneliti telah berupaya keras untuk melakukan perbaikan dan
mengadaptasikan berbagai jenis tanaman dari berbagai penjuru dunia untuk
memenuhi kebutuhan bangsa
• Banyak tanaman budidaya di negeri ini yang asalnya dari negara lain, spt :
Asal-usul Tanaman yang ada di Indonesia
Jenis Tanaman Asal Negara/Wilayah Waktu
Padi :
- Oryza sativa indica India, Myanmar, Thailand 100-800 SM
- Oryza sativa javonica Cina Selatan 3000 SM
Jagung Amerika Tengah (Mexico Bag Selatan) + 10.000 th yl
Kedelai Cina bagian tengah 1100 SM
Kacang tanah Amerika Selatan (Bollivia, Peru, Masuk Ind abad-17
Brazilia)
Singkong Amerika Latin (Brazilia) Dibawa ol Portugis
Ubi jalar Amerika Tengah Mask abad-16
Kentang Amerika Selatan (Peg. Andes, Masuk Ind abad-18
perbatasan Peru dan Bollivia)
Kelapa sawit Afrika barat Masuk Ind 1900-an
Cengkeh Cina Jaman VOC
Karet Amerika Selatan
Kelapa Lembah Andes (Kolumbia), Asia Sltn
PERUBAHAN PERTANIAN
• Sejak tahun 1850, pertanian mengalami suatu revolusi :
Pertanian telah mengalami transformasi dari pekerjaan yang sederhana, perintis, dan
gurem menjadi suatu bisnis modern yang terorganisasi berbasis scientific, kapitalistik,
dan komersial; bersamaan dengan itu industri dengan pasti mengalami perubahan dari
pekerjaan tangan di rumahan menjadi produksi mesin di pabrik; dan pasar lokal telah
mengalami transformasi ke pasar global. Revolusi 3 kali lipat dalam pertanian, industri,
dan perniagaan ini merupakan kunci untuk mengkaji sejarah perkembangan pertanian.
• Revolusi itu membawa pergeseran dalam kependudukan: penduduk pedesaan
persentasenya semakin berkurang, sementara penduduk urban bertambah.
• Malthus (1789) membuat prediksi bhw pertumbuhan penduduk cenderung
meningkat melebihi ketersediaan pangan.
• Para ahli terilhami untuk membuat terobosan guna mengatasi kelangkaan
pangan.
• Salah satu terobosan yang sgt terkenal adalah revolusi hijau (Green Revolution).
• Lintasan teknologi utama pada revolusi hijau tahun 1960-an adalah modifikasi
arsitektur tanaman dan karakter fisiologi.
• Teknologi tsb berhasil mendorong peningkatan produktivitas bbrp tanaman
serealia spt gandum, padi, jagung, dan sorgum.
• Revolusi hijau merupakan faktor utama yg memungkinkan sejumlah negara,
termasuk Indonesia, untuk meningkatkan produksi padi dan jagung pada tahun
1970an sampai 1980an.
FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI TANAMAN
• Produksi tanaman bergantung pada banyak faktor
• Faktor-faktor itu sebagian dapat dikendalikan oleh petani, sementara yang
lainnya tidak.
• Bebarapa faktor yang dpt dikendalikan:
– memilih benih dari varietas yg baik,
– memilih lahan yang sesuai,
– pemupukan yang bijaksana,
– penerapan sistem pertanaman yang baik, dan
– Pengolahan tanah yang bijak.
• Faktor yang sering tdk dapat dikendalikan:
– Cuaca
– Hama
– Penyakit, dsb.
• Nampak bhw besarnya produksi tanaman kadang-kadang ditentukan oleh
faktor-faktor di luar pengendalian petani.
• Petani juga dapat menguji pengaruh yang cukup penting terhadap hasil
tanaman.
PENGARUH PRODUKSI TANAMAN THD KEMAKMURAN

• Secara umum kemakmuran dan kemajuan suatu komunitas dipengaruhi oleh


keberhasilan / kegagalan produksi tanaman.
• Yang dikehendaki dari produksi tanaman itu adalah bhw produsen menerima
keuntungan yang memadai dan harga bagi konsumen cukup adil (terjangkau).
• Overproduksi maupun underproduksi dapat mendatangkan malapetaka,
pertama kepada petani dan selanjutnya kepada negara/bangsa itu.
• Besarnya tanaman yang diproduksi atau harga relatif yang diterima mereka,
dapat mempengaruhi bisnis dlm beberapa cara:
1) Produk tanaman mempengaruhi daya beli masyarakat
2) Kesanggupan petani beserta rekanannya membayar kredit dlm bisnis tergantung
pada keuntungan yang dapat diperoleh dari produksi tanaman itu.
3) Perdagangan eksport tergantung pada besarnya tanaman diproduksi
4) Kepentingan transportasi dipengaruhi oleh besaran dan distribusi produk tanaman
5) Industri yg menggunakan produk tanaman sbg bahan baku dipengaruhi oleh
banyaknya produk tanaman itu.
• Petani menyadari, bhw jika ingin makmur, mereka mesti memproduksi
tanaman sepadan dengan permintaan dan sesuai kondisi ekonomi setempat.
• Seringkali mereka secara sadar mengikuti rotasi dan praktek lain yang bijak
sewaktu-waktu saja tetapi tidak sanggup untuk waktu yang lama.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA PRODUK TANAMAN
Selain subsidi, harga produk pertanian dipengaruhi oleh :
1) Suplai (penawaran) di tangan
2) Prospektif produksi saat ini
3) Daya beli konsumen

• Terlalu banyak produk tanaman dari satu musim panen ke musim panen
berikutnya mengakibatkan penurunan harga per unit, sedangkan suplai yang
lebih sedikit dari biasanya memgakibatkan harga meningkat.
• Jika luas tanam dan kondisi cuaca mengindikasikan bhw produksi tanaman
akan berada di atas rata-rata, maka pembelian akan terbatas dan harga jatuh.
• Jika indikasi produksi tanaman di bawah rata-rata, maka ada kompetisi aktif
untuk suplai yang tersedia, dan harga meningkat.
• meskipun suplai di tangan di bawah normal dan prospektif hasil kurang dari
rata-rata, harga produk tidak perlu naik jika daya beli konsumen di bawah
normal.
PRODUKSI PANGAN MURAH UNTUK MASA DEPAN
• Dengan meningkatnya jumlah penduduk, pangan murah untuk masa depan
merupakan suatu pertimbangan penting.
• Dalam rangka memproduksi produk tanaman yang menguntungkan dan pada
saat yg sama tersedia bagi konsumen pada harga yang terjangkau, ada
beberapa faktor yang harus difikirkan :
1) Memelihara produktivitas tanah
2) Memakai cara bercocok tanam yang telah diperbaiki
3) Memakai benih yang baik dari varietas unggul
4) Pengendalian hama dan penyakit
5) Memakai tenaga kerja ekonomis
• Tanah produktif merupakan yang terpenting dalam produksi tanaman yg
ekonomis
• Petani yang berusahatani pada lahan yang sgt produktif kurang dipengaruhi
oleh fluktuasi ekstrim dlm nilai tanaman dan oleh variasi iklim dari pada yang
pada lahan kurang produktif.
• Dalam batas tertentu satuan biaya produksi menurun sejalan peningkatan
hasil per satuan luas.
• Di bwh kondisi iklim yang sgt merugikan, produksi tanaman mungkin terjamin
dari tanah sgt produktif.
• Cara bercocok tanam yang baik perlu untuk produksi yang tinggi
• Kultur yang baik mendorong pelepasan unsur hara, aerasi tanah, konservasi
kelembaban tanah, destruksi gulma, dan pencegahan erosi.
• Penggunaan benih yang baik dari varietas-varietas berdaya hasil tinggi dan
teradaptasi merupakan salah satu cara terbaik untuk memproduksi tanaman
skala besar.
• Kerusakan/kerugian tanaman oleh musuh tertentu adalah sgt besar.
• Kerugian besar itu dapat dikurangi dengan penerapan cara pengendalian yang
bijaksana.
• Tingginya biaya tenaga kerja dan sulitnya menjamin kesejahteraan pekerja
telah mengakibatkan meningkatnya penggunaan mesin; pada gilirannya mesin
meningkatkan output per pekerja, menurunkan jumlah pekerja yang
dibutuhkan, meningkatkan output usahatani total, dan menurunkan biaya
satuan.
• Tren ke depan mekanisasi lebih besar tentunya terus berlanjut.
• Setiap traktor diestimasi menghemat 850 jam orang, atau 85 hari kerja setiap
tahun.
HUBUNGAN UMUM PRODUKSI TINGGI DENGAN KEUNTUNGAN

• Hampir tdk terkira merosotnya harga produk tanaman bilamana terjadi sedikit
saja produksi lebih besar dari normal, ini mengindikasikan bhw metode
bercocok tanam yang dipraktekan sekarang sudah cukup baik dan perbaikan
tidak perlu dilakukan.
• Produksi tanaman dalam besaran abnormal melebihi permintaan pasar,
mengakibatkan kelebihan suplai dari permintaan, yang mengakibatkan
kurangnya kompetisi untuk produk tsb dan berkorelasi dengan penurunan
harga.
• Kondisi demikian dpt diperbaiki dengan sistem pemasaran yang lebih baik, yang
meliputi : Penyimpanan produk dan penempatannya di pasar secara lebih sesuai
kebutuhan, akan menghilangkan penumpukan persediaan dan akibat yang
membahayakannya.
• Pendapatan petani khususnya ditentukan oleh volume produksi, harga yg
diterima, dan biaya yang dia keluarkan.
• Dalam batas kekuatannya, petani mampu untuk meningkatkan volume
produksinya melalui cara bercocok tanam yang lebih baik dan luas tanam yang
lebih besar.
• Namun tdk banyak petani yang dapat melakukannya atas harga “kecuali bicara”.
METODE YANG PALING PRODUKTIF BELUM TENTU PALING MENGUNTUNGKAN

• Sejauh mana anjuran untuk meningkatkan hasil dengan metode yang lebih baik
merupakan suatu masalah praktis.
• Tingkat intensitas yang tepat untuk digunakan dalam produksi tanaman dpt
ditemukan hanya melalui determinasi yang akurat dari titik dimana intensitas
yang meningkat itu gagal untuk munutupi biaya.
• Aplikasi sejumlah pupuk tertentu mungkin perlu untuk menjamin keuntungan
dari suatu tanaman, dan jumlah yang lebih banyak atau grade yg lebih baik dari
pupuk mungkin secara material meningkatkan hasil, namun penggunaannya
blm bisa dibenarkan jika peningkatan hasil itu tdk lebih besar dari pada biaya
extra yang timbul.
• Tingkat intensifikasi untuk dipraktekan dlm memproduksi tanaman ditentukan
oleh harga jual produk.
• Tujuan petani bukan untuk memproduksi hasil sebesar-besarnya, tetapi untuk
memperoleh hasil yang memberikan keuntungan terbesar.
• Petani hanya memiliki satu cara untuk memperbaiki standar hidupnya, yaitu
dengan meningkatkan efisiensi usahanya.
MASA DEPAN PRODUKSI TANAMAN

• Sudah barang tentu peningkatan populasi akan meningkatkan permintaan akan


pangan, tetapi tidak dalam jaminan harga tinggi, kemakmuran, dan keuntungan
yang tinggi.
• Untuk setiap orang penambahan populasi, ada tercipta satu kebutuhan untuk 1
ton tambahan pangan tiap tahun.
• Untuk Indonesia :
– Berapa kebutuhan per kapita
– Berapa jumlah penduduk saat ini
– Berpapa pertambahan penduduk tiap tahun
– Berapa kebutuhan penambahan penyediaan pangan tiap tahun.
• Tantangan bagi agronomis dan petani adalah untuk memenuhi peningkatan
permintaan akan pangan itu.
• Banyak hal telah membantu :
– Varietas tanaman diperbaiki
– Penggunaan kapur dan pupuk dlm jumlah lebih banyak
– Pengedalian hama dan penyakit yang lebih baik
– Pengembangan pemberantasan gulma
– Meningkatkan dan perbaikan mesin pertanian
– Perluasan jaringan listrik ke pedesaan
– Dll.