Anda di halaman 1dari 48

IKM

KAIDAH DASAR BIOETIK


Non-Maleficence
Prinsip gawat darurat, atau dokter menghindarkan
diri dari tindakan yang dapat memperburuk dan
membuat kondisi pasien lebih jelek atau dalam posisi
yang tidak menguntungkan (first DO NO HARM).
Justice
Tindakan yang memegang prinsip SAMA RATA, tidak
membeda- bedakan pasien atas dasar SARA, status
sosial, dll. Termasuk melindungi kelompok yang
rentan.
Autonomy
Dokter wajib menghormati MARTABAT dan HAK
manusia, terutama hak untuk menentukan nasibnya
sendiri.
Pasien diberi hak untuk berpikir secara logis dan
membuat keputusan sesuai dengan keinginannya
sendiri.
Beneficence
Prinsip bioetik dimana seorang dokter melakukan
suatu tindakan untuk KEPENTINGAN PASIEN.
Biasanya dalam kasus di mana dokter memiliki
banyak pilihan, sehingga dapat memutuskan mana
yang paling baik untuk pasien
INFORMED CONSENT
Informed Consent
Persetujuan yang diberikan pasien setelah diberi
penjelasan mengenai tindakan, tujuan, dan efek
samping, komplikasi, alternatif, serta risiko jika tidak
menjalani operasi.
Expressed Consent
Informed consent yg dinyatakan secara eksplisit, baik
dalam bentuk tertulis (writen consent – tanda tangan
surat persetujuan) maupun dalam bentuk lisan (oral
consent – “ya dok, saya setuju”)
Implied Consent/Presumed Consent
Informed consent yang diberikan secara implisit
(tersirat) oleh pasien
Informed Refusal
Penolakan tindakan medis, karena hakikatnya adalah
Hak asasi seseorang untuk menentukan apa yg
hendak dilakukan terhadap dirinya.
Care
Provider

Manager Decision
maker

Communi Communi
ty leader cator
Care Provider
Penanganan menyeluruh: fisik, mental, dan sosial.
Preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Pengobatan yang diterima pasien adalah yang
terbaik (highest quality).
Decision Maker
Mempertimbangkan: cost effective, benefit-risk
(manfaat- risiko).
Penerapan teknologi penunjang secara etik.
Communicator
Promosi individu, keluarga, dan komunitas menuju
gaya hidup sehat.
Memberdayakan masyarakat menjadi partner dalam
promosi kesehatan.
Community Leader
Mampu menempatkan diri sehingga mendapatkan
kepercayaan masyarakat.
Mampu menemukan kebutuhan kesehatan bersama
individu dan masyarakat.
Mampu melaksanakan program sesuai kebutuhan
kesehatan masyarakat.
Manager
Bekerjasama harmonis dengan individu, organisasi,
dan bidang nonmedis untuk kebutuhan pasien dan
komunitas.
Memanfaatkan data kesehatan dengan tepat.
DOKTER KELUARGA
Holistik
Komprehensif
Patient Centered
Seluruh Usia
Mengutamakan Pencegahan
TIPE
KELUARGA
Pasangan baru menikah (tanpa anak).

Keluarga dengan bayi (anak tertua 0-30 bulan).

Keluarga dengan anak prasekolah (anak tertua 30 bulan-5 tahun).

Keluarga dengan anak usia sekolah (anak tertua 6-12 tahun).

Keluarga dengan remaja (anak tertua 13-20 tahun).

Keluarga dengan dewasa muda (anak pertama mulai meninggalkan rumah hingga anak terakhir).

Keluarga paruh-baya (tidak ada anak tinggal serumah hingga masa pensiun).

Aging family members (masa pensiun hingga kematian).

SIKLUS HIDUP KELUARGA


• Health promotion
Primer • Specific protection

• Early diagnosis
Sekunder • Promp treatment

• Disability Limitation
Tersier • Rehabilitation

LEVEL OF PREVENTION
• Sasaran langsung dari
Primer promosi kesehatan

• Tokoh yg dihormati/disegani
Sekunder oleh sasaran primer

• Pembuat keputusan, penentu


Tersier kebijakan

SASARAN PROMOSI KESEHATAN


Kendali dokter
Kendali pasien

Rendah Tinggi
Rendah DEFAULT PATERNALISTIK
Tinggi KONSUMERISTIK MUTUALISME

HUBUNGAN DOKTER-PASIEN
Denial

Acceptance Anger

Depression Bargaining

STAGE OF TERMINAL ILLNES


Physical Barriers Cultural Barriers Language/
Semantic Barriers

Perceptual Interpersonal Gender Barriers


Barriers Barriers

Emotional/
Psychological
BARRIERS OF
Barriers COMMUNICATION
Identifikasi masalah
pada suatu
komunitas.

Follow-up. Tentukan prioritas


masalah.

Implementasi solusi. Analisis penyebab


masalah.

Memilih/menentukan
alternatif solusi
pemecahan masalah.
DIAGNOSIS KOMUNITAS
Fisik

Ergonomi Kimia

Psikososial Biologi

POTENSIAL BAHAYA
RUJUKAN ANTAR INSTANSI
RUJUKAN ANTAR
DOKTER
Kader, Cakupan Program tambahan
Jenis
penyelenggaraan program dan dana sehat
Pratama
(Merah)
<5 <50% Tidak ada
Madya
(Kuning)
Purnama
≥5, Ada, <50%
(Hijau)
penyelenggaraan >50%
Mandiri >8x/tahun Ada, >50%
(Biru)

JENIS POSYANDU
STATISTIK VITAL
• Upaya aktif di puskesmas untuk melengkapi imunisasi
Backing Fighting dasar pada anak usia <3 tahun. terutama pada anak
yg tidak mencapai UCI

• Wilayah yg memerlukan intervensi cepat untuk


Crash Program mencegah KLB

Pekan Imunisasi • Imunisasi massal serentak, dalam waktu singkat tanpa


memandang status imunisasi sebelumnya
Nasional

• Imunisasi tambahan massal serentak pada kelompok


Catch up campaign umur dan wilayah tertentu

Outbreak Response • Imunisasi dalam penanganan KLB, sesuai dengan


situasi epidemiologis masing2
Imunity/ORI

PROGRAM IMUNISASI TAMBAHAN


• Kejadian penyakit yg berlangsung
Endemi secara menetap, sudah dapat diprediksi
sebelumnya

• Kejadian penyakit yg baru, meningkat,


Epidemi atau tidak dapat diprediksi sebelumnya

• Epidemi yg menyebar secara luas ke


Pandemi negara lain, benua, bahkan seluruh
dunia

• Kejadian jarang yg terjadi dalam


Sporadis periode waktu yg tidak tertentu

ENDEMI, EPIDEMI, PANDEMI, SPORADIS


RISET DAN BIOSTATISTIK
Desain Penelitian
 Case report
 Case series
Observasional  Cross sectional
 Case control
 Cohort

Intervensi
Desain Penelitian
Relative Risk dan Odds Ratio
Uji diagnostik
Pengujian satu alat baru terhadap alat ukur lainnya
yg dinyatakan sebagai gold standar
Jenis Variabel

Variabel
bebas

Variabel Variabel
perancu terikat
Skala Pengukuran Variabel

• Rasio: tidak bisa nilai minus (BB,


TB)
Numerik • Interval: bisa nilai minus (suhu)

• Nominal: sederajat (jenis


kelamin, hidup-mati)
Kategorik • Ordinal: bertingkat (baik-
sedang-buruk, stadium penyakit
Populasi dan Sampel

Populasi Target
• Kumpulan individu yang dibatasi kriteria klinis dan
demografis.
Populasi Terjangkau
• Kumpulan individu yang dibatasi tempat dan waktu.

Sampel
• Berasal dari populasi terjangkau yang memenuhi
kriteria seleksi (kriteria inklusi, eksklusi, dan drop-out).
Metode Pengambilan Sampel
Probability sampling

Nonprobability sampling
Simple random Convenient/accident
sampling sampling

Systematic
Consecutive sampling
random sampling
Stratified Purposive/judgmental
random sampling sampling

Simple cluster
sampling Snowball sampling
Metode Pengambilan Sampel
Analisis Bivariat

Komparatif
Korelatif
Analisis Bivariat Komparatif

Pastikan yang Tentukan variabel Tentukan jenis dan


diminta adalah uji bebas dan jumlah variabel
komparatif tergantung bebas

Tentukan uji Tentukan apakah


Tentukan jenis
hipotesis yang berpasangan/tidak
sesuai variabel tergantung
Berpasangan
Analisis Bivariat Komparatif
Variabel tergantung

Jumlah variabel bebas Jenis variabel Tidak berpasangan


tergantung berpasangan
Variabel 2 kelompok Nominal Chi square McNemar
bebas :
kategorik Ordinal Mann Wilcoxon
Whitney
Numerik T-Unpair T-pair

>2 Nominal Chi square Cochran


kelompok
Ordinal Kruskal-wallis Friedman

Numerik ANOVA Related-


ANOVA
Analisis Bivariat Korelatif
TERIMA KASIH
Dr. Fathul Yasin