Anda di halaman 1dari 11

BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

KABUPATEN INDRAMAYU
Kegiatan Pengelolaan Penyusunan Data
Profil Desa dan Kelurahan Tahun 2015
 Entry data Potensi dan Tingkat Perkembangan
Desa/Kelurahan oleh Pokja Tingkat Desa di Fasilitasi
Kecamatan dan Kabupaten.
 Mengadakan pelatihan Tata cara pengisian data profil Desa
dan Kelurahan
 Sosialisasi profil Desa dan Kelurahan.
 Penguatan dan Pengisian Form DDK (Data Dasar
Keluarga).
 Penguatan penggalian sumber data di lapangan
Substansi Profil Desa dan Kelurahan sesuai Peraturan
Menteri Dalam Nomor 12 Tahun 2007
tentang Pedoman Penyusunan dan Pendayagunan Data Profil Desa dan
Kelurahan
 Data Dasar Keluarga,
yaitu data yang berisikan profil keluarga yang meliputi data SDM, aset ekonomi dan sosial, kualitas
hidup dalam bidang kesehatan, ekonomi dan pendidikan serta peranserta sebagai warga negara,
anggota lembaga kemasyarakatan dan berbagai permasalahan kesejahteraan keluarga dan sosial yang
secara nyata terjadi di setiap keluarga.
Data dasar keluarga ini adalah untuk menyediakan data base kualitas hidup manusia Indonesia pada
tingkat keluarga, RT, RW, Dusun dan Lingkungan.
 Data Potensi Desa/Kelurahan,
Mencakup segala potensi yang dimiliki desa, yaitu: sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber
daya kelembagaan dan sumber daya prasarana dan sarana.
Melalu Data potensi ini akan diketahui tipologi dari masing-masing desa dan potensi yang akan
dikembangkan.
 Data Tingkat Perkembangan Desa/Kelurahan,
berisikan tingkat keberhasilan kegiatan pembangunan kelurahan yang dilakukan selama satu tahun
dan selama lima tahun. Dari hasil evaluasi keberhasilan kegiatan pembangunan selama satu tahun,
akan diperoleh status perkembangan desa yaitu: cepat berkembang, berkembang, lamban
berkembang, dan kurang berkembang. Sedangkan untuk (5) lima tahun akan diperoleh klasifikasi
desa Swadaya, Swakarya dan Swasembada.
Klasifikasi Tingkat Perkembangan Desa
Untuk Klasifikasi Tingkat Perkembangan Desa Tahunan:
 Kurang Berkembang:
Jika hasil analisis dari 10 (sepuluh) indikator tersebut kurang dari 30% dari skor maksimal (4426)
 Lamban Berkembang:
Jika hasil analisis dari 10 (sepuluh) indikator tersebut mencapai 30%-60% dari skor maksimal (4426)
 Berkembang:
Jika hasil analisis dari 10 (sepuluh) indikator tersebut lebih dari 60%-90% dari skor maksimal (4426)
 Cepat Berkembang:
Jika hasil analisis dari 10 (sepuluh) indikator tersebut lebih dari 90% dari skor maksimal (4426)

 Untuk Klasifikasi Tingkat Perkembangan Desa Lima Tahunan:


 Swadaya:
Jika hasil analisis dari 10 (sepuluh) indikator tersebut kurang dari 60% dari skor maksimal (22130)
 Swakarya:
Jika hasil analisis dari 10 (sepuluh) indikator tersebut mencapai 60%-80% dari skor maksimal(22130)
 Swasembada:
Jika hasil analisis dari 10 (sepuluh) indikator tersebut lebih dari 80% dari skor maksimal (22130)
Variabel Tingkat Perkembangan Desa
 Perkembangan Kependudukan
 Ekonomi Masyarakat;
 Pendidikan Masyarakat;
 Kesehatan Masyarakat;
 Keamanan Dan Ketertiban;
 Kedaulatan Politik Masyarakat;
 Peran serta Masyarakat Dalam Pembangunan;
 Lembaga Kemasyarakatan;
 Kinerja Pemerintahan Desa Dan Kelurahan;
 Pembinaan Dan Pengawasan.
Profil Desa dan Kelurahan Kab. Indramayu
Tahun 2014
 Progres pengentrian Data profil Desa dan Kelurahan untuk
Kabupaten Indramayu per tanggal 29 Desember 2014 sejumlah
100 %.
 Berdasarkan Tipologinya, Kabupaten Indramayu terdiri dari
Tipologi Desa Persawahan sebanyak 259 Desa, Pesisir 39 Desa,
Perindustrian/Jasa 14 Desa dan Kehutanan 4 Desa dan Ladang
1 Desa.
 Berdasarkan Tingkat Perkembangan Desa, Kabupaten
Indramayu terdapat 6 Desa Swasembada, Desa 100 Desa
Swakarya dan 211 Desa Swadaya.
Manfaat Data Profil Desa dan Kelurahan
Peranan Data Profil Desa dan Kelurahan dalam Perencanaan Pembangunan
 Penetapan prioritas pembangunan.
Sesuai karakteristik potensi unggulan desa yang tergambar dalam profil desa dan kelurahan dapat
menjadi dasar penetapan prioritas pembangunan di RPJMDesa , seperti desa persawahan, desa
pesisir, desa wisata, desa perkebunan, dan lain sebagainya.
 Penentuan kawasan pengembangan desa.
Salah satu hasil pendataan profil desa dan kelurahan adalah diketahuinya tipologi desa yang
diperoleh dari hasil pengolahan data primer tentang potensi sumber daya alam. Dengan tipologi
desa tersebut dapat ditentukan kawasan pengembangan potensi desa ke depan. Desa yang
mempunyai tipologi yang sama dapat terapkan pembangunan yang berbasis kawasan.
 Pengembangan instrumen perencanaan pembangunan.
Adanya tipologi desa juga akan membantu unit kerja lain di luar Pemerintah Desa untuk
merumuskan instrumen perencanaan program pembangunan yang diarahkan kepada masyarakat
menjadi lebih tepat sasaran dan komprehensif. Setiap unit kerja pemerintah sebagai user atau
pengguna data profil desa dan kelurahan bebas untuk memanfaatkan data profil dalam
mengembangkan program kerja masing-masing.
 Pengembangan model pembangunan berdasarkan pendekatan partisipatif.
Data profil desa dan kelurahan yang disusun oleh masyarakat dan pemerintahan desa diantaranya
memuat potensi , permasalahan dan kebutuhan masyarakat. Dengan menggunakan data profil desa
dan kelurahan, berarti masyarakat telah sejak awal dikutsertakan dalam proses perencanaan
pembangunan.Hal ini tentunya akan mendorong masyarakat untuk semakin berinisiatif dan
berkreasi guna mewujudkan desa sesuai yang diinginkan.
Agenda Ke Depan Pendayagunaan Profil
Desa dan Kelurahan
 Perlunya Komitmen yang tinggi dari Pemerintah Daerah untuk menata kembali struktur
pendataan, teknik pengumpulan dan pengolahan serta analisis dan publikasi data profil
Desa dan Kelurahan.

 Fasilitasi Pemerintah Pusat dan Daerah untuk menempatkan data profil desa dan
kelurahan sebagai input utama dalam manajemen pembangunan, pemerintahan dan
pembinaan kemasyarakatan.

 Pendayagunaan Data Profil Desa/Kelurahan untuk menyusun perencanaan program-


progam pembangunan desa baik Perencanaan tingkat Pusat/Provinsi/Daerah melalui
pembedaan jenis program yang dibutuhkan sesuai tipologi dan masalah desa, serta
mengembangkan masyarakat sesuai potensi modal sosial dan fisik yang dimiliki masing-
masing desa.
UU NO. 6 TH 2014 TTG DESA
BAB IX
PEMBANGUNAN DESA DAN PEMBANGUNAN
KAWASAN PERDESAAN
Bagian Ketiga
Sistem Informasi Pembangunan Desa dan
Pembangunan Kawasan Perdesaan
Pasal 86
1) Desa berhak mendapatkan akses informasi melalui sistem
informasi Desa yang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota.
2) Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib mengembangkan
sistem informasi Desa dan pembangunan Kawasan Perdesaan.
3) Sistem informasi Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
meliputi fasilitas perangkat keras dan perangkat lunak,
jaringan, serta sumber daya manusia.
4) Sistem informasi Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
meliputi data Desa, data Pembangunan Desa, Kawasan
Perdesaan, serta informasi lain yang berkaitan dengan
Pembangunan Desa dan pembangunan Kawasan Perdesaan.
5) Sistem informasi Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dikelola oleh Pemerintah Desa dan dapat diakses oleh
masyarakat Desa dan semua pemangku kepentingan.
6) Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan informasi
perencanaan pembangunan Kabupaten/Kota untuk Desa.
TERIMA KASIH