Anda di halaman 1dari 16

AMELOBLASTOMA

=
ADAMANTINOMA
AMELOBLASTOMA MANDIBULA
AMELOBLASTOMA MAKSILA
TUMOR ODONTOGENIK
PENDAHULUAN

 Tumor jinak yg tumbuh dr sisa epitel paradental


 Bentuknya padat/kistik, sering tumbuh pd mandibula
daerah molar atau premolar dan kadang pd maksila
 Tumor membentuk rongga dan merusak jaringan
sekitarnya, akhirnya hanya diliputi oleh selapis
dinding tipis yg berkrepitasi bila ditekan
 Awalnya padat ttp dg degenerasi kistik menyebabkan
menjadi lbh lunak
 Terdiri dr kelompok epitel yang tumbuh berkelompok
atau massa yg berasal dr email embrional
 Dapat tumbuh menjadi ganas meskipun jarang
PENYEBAB
 Etiologi pasti ?
 Diduga :
 Iritasi dental sewaktu tumbuh
 Injuri pd mulut dan rahang
 Infeksi, inflamasi
 Kurang protein dan mineral
 Penyebab jadi ganas ?

GEJALA
 Tumor tumbuh lambat cenderung tumbuh terus dan akan kambuh bl
pengangkatan tidak sempurna.
 Pembesaran rahang bawah secara pelan2, nyeri ringan pd keadaan
lanjut
patofisiologi

 Sel malassez inaktif ► trauma pascapencabutan ►


ekspresi berlebihan protein anti-apoptosis ► sel
malassez aktif ► proliferasi abnormal ► penghancuran
jaringantulang ►ameloblastoma
Tipe ameloblastoma

Secara klinis untuk tujuan perawatan ameloblastoma dibagi


3, yaitu:
A. Tipe solid atau multikistik
B. Tipe unikistik
C. Tipe ekstraosseus atau periferal
Tipe ameloblastoma

A. Tipe solid atau multikistik


B. Tipe unikistik
C. Tipe ekstraosseus atau periferal
A. Tipe solid atau multikistik

 Terjadi pada usia dekade 3-7


 Tidak ada predileksi jenis kelamin yg signifikan
 85% terjadi di mandibula dan 15% terjadi dimaksila
 Pembengkakan atau ekspansi rahang lambat.
 Asimptomatik , rasa sakit dan parastesia jarang terjadi
bahkan pada tumor yang besar
 Gamb.histologis: bervariasi ► folikular,pleksiform dan sel
granular
 Tumbuh invasif secara lokal
 Indikasi untuk perawatan radikal ► reseksi mandibula
 Rekurensi 50%
B. Tipe Unikistik

 Pada pasien muda, 50% pasien pada dekade kedua.


 > 90% pada mandibula
 umumnyamembentuk kista dentigerous secaraklinis
maupun secara radiografis
 Sulit didiagnosakarena kebanyakanameloblastoma
memiliki komponen kista.
 Umumnya menyerang bagian posterior.
 Kurang agresif
 Indikasi untuk perawatan radikal ► osteotomiperiferal
C. Tipe Ektraosseus atau Periferal

 Terjadi pada gingiva atau mukosa alveolar


 Umumnyatidak sakit, kaku, pertumbuhan eksofitik halus
atau granular.
 Terjadi pada usia 9-92 tahun
 Terjadi pada mandibula, dari bagian ramus
anteriormandibula sampai foramen mandibula
 Bersifat jinak, tidak mengalami rekurensi setelah eksisi
 Indikasi untuk perawatan eksisi lokal dengan
mengikutsertakan sebagian kecil dari margin jaringan
yang normal
INSIDEN
 Pria = wnita
 Sering pd usia 30 th
 Predileksi molar ke3 bawah
 Semua ras

DIAGNOSIS BANDING
 Odontoma keras :
 Berasal dr gigi : email, dentin dan cemen
 Tumbuh ekpansi langsung
 Kista dentigerus
 Osteosarkoma :
 Tumor dr sel tulang
 Didptkan tanda2 keganasan
ameloblastoma
DIAGNOSIS

 Ax dan Dp
 X-foto polos, CT scan, MRI
1.Perawatan konservatif (rekurensi 55-90%)
 Enukleasi, kuret
 Indikasi: penderita usia muda danameloblastoma
unikistik
2. Perawatan radikal
 Reseksi segmental, hemimandibulektomi,reseksi
marginal (reseksi enblok)
 Indikasi: ameloblastoma tipe solid dengantipe yang
tidak jelas, lesi dengan gambaransoap bubble, lesi yang
tidak efektif denganpenatalaksanaan konservatif
danameloblastoma ukuran besar
X-ray ameloblastoma
prognosis

Prognosis BURUK
 Rekurensi tinggi
 Terapi Konservatif : 55-90%
 Terapi Radikal : 4,5%