Anda di halaman 1dari 43

‫الر ِحي ِْم‬

َّ ‫الر ْح َم ِن‬َّ ِ‫ــــــــــــــــــم هللا‬


ِ ‫ِب ْس‬
‫ع ِل ْمنِ ْي َما يَ ْنفَعُنِ ْي َو ِز ْدنِ ْي ِع ْل ًما‬
َ ‫علَّ ْمتَنِ ْي َو‬
َ ‫اَللَّ ُه َّم ا ْنفَ ْعنِ ْي ِب َما‬
Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma fa’ni bima’allamtani, wa ‘allimni
maa yanfa’unii, wa zidni ‘ilmaa

“Ya Allah, berikanlah manfaat kepadaku dengan apa-apa yang Engkau


ajarkan kepadaku, dan ajarkanlah aku apa-apa yang bermanfaat bagiku
dan tambahkanlah ilmu kepadaku”. (HR at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
PARTNERSHIPS – FORMATION,
OPERATIONS, AND CHANGES
IN OWNERSHIP INTERESTS
(PART 3) – LIKUIDASI
PERSEKUTUAN
PEMBUBARAN PERSEKUTUAN
ADA EMPAT JENIS PEMBUBARAN PERSEKUTUAN
1.Dissociation/Pengunduran diri
2.Dissolution/Pembubaran
3.Termination/Terminasi
4.Liquidation/Likuidasi.
Dissociation

 Dissociation adalah konsep hukum untuk pengunduran diri sekutu


karena meninggal, pensiun atau pengunduran diri secara sukarela atau
tidak sukarela.

 Tidak semua dissociation menimbulkan pembubaran persekutuan.


Banyak dissociation hanya melibatkan pembelian kepemilikan sekutu
yang mengundurkan diri dibandingkan melakukan terminasi atau
likuidasi.
Dissolution

 Dissolution merupakan pengakhiran persekutuan pada akhir masa atau


tujuan persekutuan atau dengan persetujuan tertulis dari seluruh
sekutu.

 Dissolution juga termasuk perubahan hubungan antar sekutu karena


ada sekutu baru yg masuk persekutuan
Termination & Liquidation

 Termination merupakan akhir dari fungsi bisnis normal sebuah


persekutuan, persekutuan tidak lagi mengalami kesinambungan usaha
pada saat penghentian.

 Liquidation merupakan penjualan aktiva persekutuan, pembayaran


kewajiban dan pembagian aktiva tersisa kepada masing-masing sekutu
PEMBUBARAN PERSEKUTUAN
Pembubaran ada 2 jenis yaitu, :
a. Pembubaran persekutuan dari segi hukum (Perubahan surat
perjanjian/akte pendirian), tetapi kegiatan Perusahaan tetap
dilanjutkan, ini disebut disolution.
b. Pembubaran Persekutuan dengan menghentikan kegiatan dan
penutupan Perusahaan atau disebut Liquidasi (Liquidation).
Penyebab utama pembubaran
 Seorang sekutu baru diterima atau seorang sekutu
mengundurkan diri.
 Pesyaratan tertentu yg diemban persekutuan telah terpenuhi
(selesai)
 Seluruh sekutu sepakat membubarkan persekutuan.
 Persekutuan atau seorang sekutu mengalami kebangkrutan
Penyebab utama pembubaran
 Adanya keputusan pengadilan:
 Seorang sekutu dinyatakan tidak waras.
 Seorang sekutu melakukan pelanggaran serius terhadap perjanjian
persekutuan.
 Pengadilan menetapkan bahwa operasi persekutuan mungkin
hanya akan menimbulkan kerugian
Definisi likuidasi
 Likuidasi menurut Floyd A.Beams (1988) adalah “suatu proses yang
meliputi merubah aktiva non kas menjadi kas, mengakui laba atau rugi dari
proses merubah aktiva non kas menjadi kas, melunasi kewajiban firma,
dan akhirnya membagi semua kas yang dimiliki kepada masing-masing
anggota sekutu sesuai dengan saldo modalnya”.

 Sedangkan menurut Harry Simon (1990) likuidasi adalah proses


merealisasikan aktiva non kas menjadi uang kas, menyelesaikan dengan
para kreditur dan pembagian sisa aktiva kepada kelompok-kelompok
pemilikan.

 Realisasi  Pencairan Aktiva menjadi uang kas


LANGKAH-LANGKAH LIKUIDASI PERSEKUTUAN

PEMBUBARAN PERSEKUTUAN
• Menghitung dan menyusun L/R dan neraca persekutuan
sampai saat likuidasi .
• Menjual semua aktiva. Apabila nilai realisasi penjualan
tidak sama dengan nilai buku maka selisihnya adalah L/R
realisasi. L/R realisasi ini dibagikan kepada para sekutu
sesuai dengan ratio pembagian L/R
• Melunasi semua hutang kepada pihak ketiga
• Membagi sisa kas yang masih ada kepada para anggota
persekutuan
PEMBUBARAN PERSEKUTUAN
Urutan distribusi :
• Jumlah yang terhutang kepada kreditur bukan anggota
• Jumlah yang terhutang kepada anggota selain dari hak atas
modal
• Jumlah yang menjadi hak anggota, berkenaan dengan
modal yang dalam persekutuan
Metode likuidasi

1. Likuidasi sekaligus (Tunggal)


Pembagian kepada para sekutu dapat dilakukan setelah seluruh
aktiva direalisasikan sehingga diketahui Laba rugi realisasi
atau
Pembagian kas hanya dilakukan sekali, yaitu setelah semua aktiva non
kas dapat direalisir. Saldo kas yang ada dibagikan kepada semua sekutu
sesuai dengan saldo modal masing-masing sekutu setelah
diperhitungkan dengan L/R realisasi dan hutang-piutangnya kepada
persekutuan.
Contoh
Persekutuan HOCKS dengan sekutu Harley, Oky, Kristian dan Samuel
membagi laba atau rugi dengan ratio 20:25:35:20, pada awal tahun 2007
persekutuan tersebut sepakat untuk dilikuidasi. Neraca persekutuan per
Desember 2006 adalah :

14
15
Jika dalam likuidasi tersebut semua aktiva non kas (piutang,persediaan
dan peralatan ) dapat direalisasi sebesar Rp.350.000.000. Semua utang
dilunasi dan sisa kas dibagikan kepada para sekutu sesuai dengan ratio
laba atau rugi.
Buatlah laporan likuidasi dan jurnal yang diperlukan?

16
Jurnal

17
18
PEMBUBARAN PERSEKUTUAN
Apabila ada sekutu yang modalnya defisit (minus) maka
sekutu yang bersangkutan harus menyetor kas sebesar
defisit modalnya. Bila secara pribadi dalam keadaan tidak
mampu, maka kewajibannya akan ditanggung oleh sekutu
yang lain.
Contoh Lain:
Persekutuan A,B,C dinyatakan akan dilikuidasi. Pembagian L/R

PEMBUBARAN PERSEKUTUAN
persekutuan masing-masing adalah = 30% : 30% : 40%. Neraca
per 10 Maret 2011, sesaat sebelum likuidasi sebagai berikut :
AKTIVA PASIVA

Kas 213.000 Hutang Dagang 138.000


Aktiva lain-lain 340.000 Hutang kpd C 65.000
Modal A 100.000
Modal B 100.000
Modal C 150.000
Jumlah 553.000 Jumlah 553.000

Aktiva dapat dijual dengan harga 300.000.


Buatlah laporan likuidasi dan jurnal yang diperlukan?
Contoh lain (lagi) :
Persekutuan ABC dilikuidasi tgl 1 Mei 2007, semua aktiva non kas dijual
seharga Rp 75.000.

Kas Rp10.000
Aktiva non kas 90.000
Kewajiban Rp40.000
Hutang kpd C 4.000
Modal A (40%) 34.000
Modal B (40%) 10.000
Modal C (20%) 12.000

Buatlah laporan likuidasi dan jurnal yang diperlukan?


Metode likuidasi

2. Likuidasi Bertahap
Pendistribusian kas kepada sekutu pada saat kas tersedia selama
proses likuidasi, dimana seluruh keuntungan dan kerugian likuidasii
direalisasikan
atau
Apabila pelaksanaan likuidasi memerlukan waktu yang lama, maka
pembayaran kembali kepada para pemilik dapat dilakukan secara bertahap
sesuai jumlah uang kas yang tersedia, setelah semua kewajiban kepada
kreditur dibayar lunas.
PEMBUBARAN PERSEKUTUAN
Ada 2 (dua) metode yang dipakai untuk menentukan besarnya
pembayaran kembali hak penyertaan anggota :
• Besarnya pembayaran ditentukan secara periodik atau setiap
kali aktiva dapat direalisasikan (dijual)
• Menyusun rencana prioritas pembayaran kepada anggota
sebelum proses likuidasi berlangsung, sehingga pembayaran
dapat segera dilakukan sesuai jumlah uang yang tersedia
Contoh :
 ABD adalah anggota-anggota persekutuan yang membagi R/L 3 : 2 : 5.
 Neraca per 31 Desember 1998 yang disusun sesaat sebelum likuidasi
adalah :
Persekutuan ABD

Neraca

Per 31 Desember 1998

(dalam ribuan rupiah)

Kas Rp. 1.000 Hutang Dagang Rp. 2.500

Aktiva non kas Rp. 12.000 Hutang kepada A Rp. 1.000

Modal A Rp. 2.000

Modal B Rp. 3.000

Modal D Rp. 4.500

Total aktiva Rp. 13.000 Total Hutang & Modal Rp.13.000


Januari 1999 – Transaksi :

Aktiva non kas denga nilai buku 5.000.000 dijual dengan harga 3.000.000,
bayar hutang sebagian (300.000) dan sisanya didistribusikan kepada anggota
yang paling minim resikonya.
Bulan Nilai buku aktiva yang dijual Harga Jual

Januari Rp. 5.000.000,- Rp. 3.000.000,-

Februari Rp. 4.000.000,- Rp. 2.000.000,-

Maret Rp. 3.000.000,- Rp. 1.000.000,-


Berdasarkan soal diatas dapat dibuat jurnal sebagai berikut:

a. Mencatat realisasi aktiva non kas menjadi kas pada bulan Januari
1999

Kas 3.000.000
Modal A 600.000
Modal B 400.000
Modal D 1.000.000
Aktiva non kas 5.000.000
b. Mencatat pembayaran hutang kepada kreditur

Hutang Dagang 2.500.000


Kas 2.500.000

c. Mencatat pembayaran kembali hak penyertaan anggota tahap I


(DK).

Hutang kepada A 300.000


Modal B 1.200.000
Kas 1.500.000
Februari 1999 – Transaksi :

Aktiva non kas dengan nilai buku 4.000.000 dijual dengan harga 2.000.000,
sisanya didistribusikan kepada anggota
Bulan Nilai buku aktiva yang dijual Harga Jual
Bulan Nilai buku aktiva yang dijual Harga Jual
Januari Rp. 5.000.000,- Rp. 3.000.000,-
Januari Rp. 5.000.000,- Rp. 3.000.000,-
Februari Rp. 4.000.000,- Rp. 2.000.000,-
Februari Rp. 4.000.000,- Rp. 2.000.000,-
Maret Rp. 3.000.000,- Rp. 1.000.000,-
Maret Rp. 3.000.000,- Rp. 1.000.000,-
d. Mencatat realisasi aktiva non kas pada bulan Februari 1999.

Kas 2.000.000
Modal A 600.000
Modal B 400.000
Modal D 1.000.000
Aktiva non kas 4.000.000
e. Mencatat distribusi kas (DK)

Hutang kepada A 600.000


Modal B 400.000
Modal D 1.000.000
Kas 2.000.000
Maret 1999 – Transaksi :

Aktiva non kas denga nilai buku 3.000.000 dijual dengan harga 1.000.000,
bayar hutang (jika ada) dan sisanya didistribusikan kepada anggota
Bulan Nilai buku aktiva yang dijual Harga Jual

Januari Rp. 5.000.000,- Rp. 3.000.000,-


Bulan Nilai buku aktiva yang dijual Harga Jual
Februari Rp. 4.000.000,- Rp. 2.000.000,-
Januari Rp. 5.000.000,- Rp. 3.000.000,-
Maret Rp. 3.000.000,- Rp. 1.000.000,-
Februari Rp. 4.000.000,- Rp. 2.000.000,-

Maret Rp. 3.000.000,- Rp. 1.000.000,-


f. Mencatat realisasi aktiva non kas pada bulan Maret 1999.

Kas 1.000.000
Modal A 600.000
Modal B 400.000
Modal D 1.000.000
Aktiva non kas 3.000.000
g. Mencatat Distribusi Kas

Hutang kepada A 100.000


Modal A 200.000
Modal B 200.000
Modal D 500.000
Kas 1.000.000
3 : 2 : 5

Keterangan Kas Aktiva Hutang Hutang Modal

non kas Dagang kepada A A B D

Saldo sebelum likuidasi 1.000 12.000 2.500 1.000 2.000 3.000 4.500

Jan : Realisasi aktiva non kas 3.000 (5.000) (600) (400) (1.000)

4.000 7.000 2.500 1.000 1.400 2.600 3.500

Byr. Hutang kpd kreditur (2.500) (2.500)

1.500 7.000 - 1.000 1.400 2.600 3.500

Distribusi kas (Skedul 1) (1.500) (300) (1.200)

7.000 - 700 1.400 1.400 3.500

Feb : Realisasi aktiva non kas 2.000 (4.000) (600) (400) (1.000)

2.000 3.000 - 700 800 1.000 2.500

Distribusi kas (Skedul 2) (2.000) (600) (400) (1.000)

- 3.000 - 100 800 600 1.500

Mar : Realisasi aktiva non kas 1.000 (3.000) (600) (400) (1.000)

1.000 100 200 200 500

Distribusi Kas (1.000) (100) (200) (200) (500)


Contoh Lain :

Kas Rp10.000
Aktiva non kas 90.000
Kewajiban Rp40.000
Hutang kpd C 4.000
Modal A (40%) 34.000
Modal B (40%) 10.000
Modal C (20%) 12.000

Buatlah laporan likuidasi dan jurnal yang diperlukan?


Proses likuidasi dilakukan dari bulan Mei – Juli, Diasumsikan ada pencadangan
kas yg tidak dibagikan sebesar Rp10.000 utk beban likuidasi.
 Transaksi bulan Mei:
1. Aktiva dg nilai buku Rp55.000 dijual dg harga Rp45.000
2. Kewajiban kpd kreditur eksternal dibayarkan
3. Kewajiban kepada kreditur internal dibayarkan (Jika cukup)
4. Kas yg tersedia dibagikan
 Transaksi bulan Juni:
1. Aktiva dg nilai buku Rp30.000 dijual dg harga Rp15.000
2. Kas yg tersedia dibagikan
 Transaksi bulan Juli:
1. Sisa aktiva dijual pada nilai bukunya
2. Biaya likuidasi aktual sebesar Rp7.500 dibayarkan
3. Sisa kas tersedia dibayarkan kpd sektu yg berhak
Buatlah laporan likuidasi dan jurnal yang diperlukan?
Contoh Lain (lagi) :

PEMBUBARAN PERSEKUTUAN
X dan Y adalah anggota persekutuan. Pembagian L/R masing-masing anggota
adalah : 60% : 40%. Neraca per 1 Maret 2011 sesaat sebelum likuidasi adalah:
AKTIVA HUTANG & MODAL

Kas 163.000 Hutang Dagang 318.000


PEMBUBARAN PERSEKUTUAN
Aktiva lain-lain 655.000 Hutang kpd Y 50.000

Modal X 250.000

Modal Y 200.000

Jumlah 818.000 Jumlah 818.000


Proses likuidasi berlangsung sejak tanggal 1 Juni 2011 adalah :

PEMBUBARAN PERSEKUTUAN
• 5 Juni, dapat dijual aktiva yang mempunyai nilai buku 300.000
dengan harga 270.000.
• Bulan Agustus , aktiva dengan nilai buku 200.000 dapat dijual dengan
harga 225.000.
• Bulan Desember 2011, aktiva sebesar nilai buku 155.000 dapat dijual
seharga 140.000

Buatlah laporan likuidasi dan jurnal yang diperlukan?


SELESAI
ُ ْْ ُ َُ‫سَ َ ْْ ِِ ُُ َك َوأ‬
‫ُ ِإلَ ْْ َك‬ ْ َ ‫ش َه ُد أ َ ْن الَ ِإلهَ ِإالَّ أ َ ْنتَ أ‬
ْ َ ‫س ْب َحانَ َك اللَّ ُه َّم َو ِب َح ْم ِد َك أ‬
ُ
َ‫ب ْالعَالَ ِمين‬ ِ ‫ْال َح ْمدُ ِ ََّلِلِ َر‬
Subhaanakallohumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha iilaa anta
astaghfiruka wa atuubu ilaik. Alhamdulillaahirabbil’alamiin.

“Maha Suci Engkau ya Allah, segala pujian untuk-Mu, aku bersaksi


bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Ya
Allah, ampunilah dosaku dan terimalah taubatku. Segala puji bagi Allah
yang menguasai seru sekalian alam.” (HR. Tirmidzi, Shahih)