Anda di halaman 1dari 31

CASE THT

ANIKA ISTIKA
030.14.016
PEMBIMBING
Dr. Sevi Aristya Sp.THT, KL

KEPANITRAAN KLINIK ILMU PENYAKIT THT


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BUDHI ASIH JAKARTA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI
4 JUNI-21 JULI 2018
PENDAHULUAN
Sudden sensorineural hearing loss
(SSNHL)  bentuk sensasi
subjektif kehilangan pendengaran
sensorineural pada satu atau
kedua telinga yang berlangsung
secara cepat dalam periode 72
jam, dengan kriteria audiometri
berupa penurunan pendengaran
≥30 dB sekurang-kurangnya pada
3 frekuensi berturut-turut, yang
menunjukkan adanya abnormalitas
pada koklea, saraf auditorik, atau
pusat persepsi dan pengolahan
impuls pada korteks auditorik di
otak.
Vertigo  perasaan atau
sensasi tubuh yang berputar
terhadap lingkungan atau
sebaliknya, lingkungan sekitar
kita rasakan berputar.
ANAMNESIS

• Identitas

– Nama : Tn. Maryanto


– Umur : 51 tahun
– Jenis Kelamin : Laki-laki
– Pekerjaan : Karyawan Swasta
– No. RM : 01138797
– Agama : Islam
Keluhan • Telinga kanan berdengung sejak satu
minggu yang lalu
Utama
Keluhan • Kepala terasa berputar
• Telinga seperti terdapat suara angin
Tambahan • Badan terasa ingin jatuh
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

• Pasien datang ke poli THT RSUD Budhi Asih dengan keluhan telinga kanan berdengung sejak
satu minggu yang lalu. Keluhan telinga kanan berdengung baru pertama kali dirasakan oleh
pasien, keluhan dirasakan semakin memberat sehingga pasien mengeluhkan adanya penurunan
pendengaran. Tidak terdapat adanya cairan yang keluar dari telinga yang dikeluhkan. Keluhan
terjadi secara tiba-tiba setelah pasien pulang bekerja. Keluhan dirasakan pasien cukup sering
timbul dan tidak membaik. Pasien mengeluhkan telinga kanan terasa tidak nyaman, namun
telinga kiri tidak ada keluhan.
• Selain itu pasien juga mengeluhkan kepala terasa berputar. Saat kepala berputar pasien
merasakan ingin muntah dan mual. Keluhan dirasakan saat pasien melihat pandangan apapun.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

• Pasien belum pernah mengalami keluhan telinga berdengung seperti ini sebelumnya dan tidak
terdapat riwayat DM, hipertensi, asma dan penyakit jantung.
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

• Tidak ada yang mengalami hal seperti ini


• Tidak ada riwayat penyakit di bidang THT
RIWAYAT PENGOBATAN

• Pasien sebelumnya sudah berobat ke puskesmas namun tidak ada perbaikan


RIWAYAT KEBIASAAN

• Pasien tidak memiliki kebiasaan merokok, meminum obat-obatan jangka lama


RIWAYAT LINGKUNGAN DAN EKONOMI

• Pasien mengatakan lingkungan rumah pasien tidak padat penduduk dan layak huni
PEMERIKSA AN
FISIK
STATUS GENERALIS
Keadaan Umum Tampak Sakit Sedang

Kesadaran Compos Mentis


KEPALA Normocefali, rambut hitam distribusi merata
MATA CA -/-, SI -/-, pupil bulat, isokor, refleks cahaya langsung dan
tidak langsung +/+
LEHER Pembesaran KGB (-), pembesaran tiroid (-)

THORAKS Simetris, suara nafas vesikuler +/+, Rhonki -/-, wheezing -/-, BJ
I-II reg, m(-), g(-)
ABDOMEN Supel, Timpani, Nyeri tekan (–)

EKSTREMITAS deformitas (-), edema (-),


akral hangat
PEMERIKSAAN
TELINGA PEMERIKSAAN TELINGA

KANAN KIRI

BENTUK TELINGA LUAR NORMOTIA NORMOTIA

DAUN TELINGA NYERI TARIK (-) NYERI TARIK (-)


NYERI TEKAN (-) NYERI TEKAN (-)

RETROAURIKULER FISTEL (-) HEMATOM FISTEL (-)


(-) JEJAS (-) HEMATOM (-)
JEJAS (-)
LIANG TELINGA

LAPANG/SEMPIT LAPANG LAPANG

WARNA EPIDERMIS HIPEREMIS (-) HIPEREMIS (-)

SEKRET (-) (-)

SERUMEN (-) (-)

KELAINAN LAIN (-) (-)


PEMERIKSAAN TELINGA

• Membran Timpani • Membran Timpani


Intak Intak
• Hiperemis (-) • Hiperemis (-)
(+) RINNE (-)

Terdapat
(-) WEBBER
lateralisasi

Tidak dilakukan Tidak dilakukan


SCHWABACH
PEMERIKSAAN HIDUNG

KND KNS
• Bentuk hidung normal • Bentuk hidung normal
Tidak ada deformitas Tidak ada deformitas
Tidak ada nyeri tekan Tidak ada nyeri tekan
• Dahi tidak tampak • Dahi tidak tampak
kemerahan, dan tidak kemerahan, dan tidak
ada nyeri tekan ada nyeri tekan
RINOSKOPI ANTERIOR

KND KNS
• Kavum nasi lapang • Kavum nasi lapang
• Konka inferior eutrofi, • Konka inferior eutrofi,
tidak tampak hiremis tidak tampak hiremis
• Konka media eutrofi, • Konka media eutrofi,
tidak tampak hiremis tidak tampak hiremis
• Meatus nasi tidak • Meatus nasi tidak
tampak sekret tampak sekret
• Sekret – • Sekret –
PEMERIKSAAN FARING
Arkus faring Simetris
Mukosa faring Tidak ada kelainan, edema (-)
Dinding faring Hiperemis (+),PND(-)
Uvula Ditengah
Tonsil palatina
•Besar T1-T1
•Warna Hiperemis (-)
Tidak melebar
•Kripta (-)
•Detritus (-)
•Perlekatan
• Pemeriksaan keseimbangan
- Gaze test : -
- Head impuls : -
- Stepping test: deviasi ke kiri >45°, tidak maju >1 meter
- Tes Dix Hall Pike : tidak ada kelainan
PEMERIKSAAN PENUNJANG
AD: 76,25 db (Tuli konduktif
berat)

AS: 17,5 db (Ambang dengar


dalam batas normal)
RESUME
Pasien datang ke poli THT RSUD Budhi Asih dengan keluhan telinga berdengung sejak satu minggu yang
lalu. Keluhan telinga berdengung baru pertama kali dirasakan oleh pasien, keluhan dirasakan semakin berat sehingga
pasien mengeluhkan adanya penurunan pendengaran. Pasien menjadi sulit mendengar setelah keluhan timbul secara
tiba-tiba. Keluhan dirasakan setelah pasien pulang bekerja dan terjadi secara mendadak. Keluhan yang dirasakan
pasien cukup sering timbul dan tidak membaik. Pasien mengeluhkan telinga kanan terasa tidak nyaman, namun tidak
terdapat keluhan pada telinga kiri.
Selain itu pasien juga mengeluhkan kepala terasa berputar saat melihat pandangan apapun. Saat kepala
berputar, pasien merasakan mual muntah beberapa kali. Keluhan mual muntah masih dirasakan hingga saat pasien
datang ke rumah sakit. Sebelumnya pasien telah berobat ke puskesmas namun tidak ada perbaikan. Pasien tidak
memiliki riwayat mengorek kuping serta meminum banyak obat-obatan. Pasien tinggal dilingkungan yang tidak
padat penduduk dan layak huni
Pada pemeriksaan fisik, pasien tampak sakit sedang dan kesadaran compos mentis. Pada pemeriksaan
Telinga, hidung dan tenggorok tidak terdapat kelainan Pada pemeriksaan penunjang audiometri, didapatkan telinga
kanan: 76,25 dB ( Tuli konduktif berat) sedangkan telinga kiri didapatkan 17,5 dB (ambang dengar dalam batas
normal)
DIAGNOSIS
• Sudden deafness AD
Diagnosis • Sudden vertigo
kerja perbaikan

• Presbikusis
Diagnosis
banding
TATA LAKSANA

• Non medikamentosa:
- edukasi pasien tentang diagnosa penyakit pasien
- hindari tempat bising
- tirah baring

• Medikamentosa:
- methyl prednisolon 1x64 mg tappering off
- lansoprazole 2x30 mg
- mecobalamin 3x 500mg
- tebokan 1x80 mg
PEMERIKSAAN ANJURAN

• CT-scan kepala: untuk menyingkirkan kelainan seperti neuroma akustik


• MRI
• Pemeriksaan laboratorium: menyingkirikan infeksi, hiperlipidemia, hipotiroidisme
PROGNOSIS
• Ad Vitam : ad bonam
• Ad Functionam : Dubia ad bonam
• Ad Sanationam : Dubia ad bonam
SUDDEN DEAFNESS
Infeksi
virus

Kelainan Kerusakan
vaskular etiologi membran
intrakoklea

Kelainan
etiologi
VERTIGO
• Abnormalitas dari organ- organ vestibuler ,visual ,ataupun sistem propiseptif. Labirin (organ
untuk ekuilibrium) terdiri atas 3 kanalis semisirkularis, yang berhubungan dengan rangsangan
akselerasi angular, serta utrikulus dan sakulus, yang berkaitan dengan rangsangan gravitasi dan
akselerasi vertikal. Rangsanganberjalan melalui nervus vestibularis menuju nukleus vestibularis
di batang otak, lalu menuju fasikulus medialis (bagian kranial muskulus okulomotorius),
kemudian meninggalkan traktus vestibulospinalis (rangsangan eksitasi terhadap otot-otot
ekstensor kepala, ekstremitas, dan punggung untuk mempertahankan posisi tegak tubuh).
Selanjutnya, serebelum menerima impuls aferen dan berfungsi sebagai pusat untuk integrasi
antara respons okulovestibuler dan postur tubuh.
ANALISIS KASUS
• SUDDEN DEAFNESS
Diagnosa ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang. Pada anamnesis diketahui keluhan pasien sudah sejak satu minggu dan awal timbul
keluhan secara tiba-tiba, hal ini menunjukkan bahwa keluhan pasien merupakan beberapa gejala
dari suddeng deafness. Pasien juga mengeluhkan rasa telinga kanan yang tidak nyaman disertai
bunyi suara seperti angin merupakan gejala dari suddeng deafness. Pada teori sudden deafness,
umumnya terjadi tuli sensorineural, hal ini sesuai dengan pemeriksaan penala pada pasien yaitu
terdapat lateralisasi ke telinga yang sehat (telinga kiri) pada tes weber, sedangkan pada tes rinne
(+) pada telinga kanan. Pada pemeriksaan penunjang dilakukan pemeriksaan audiometri yang
didapatkan hasil telinga kanan tuli konduktif berat, ambang dengar pada telinga kiri normal. Hasil
tes penala dan audiometri yang berbeda, mungkin disebabkan karena pada tes audiometri tidak
dilakukan efek masking.
• VERTIGO
Diagnosa ditegakan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik. Pada anamnesis diketahui keluhan
pasien yaitu ke kepala pusing berputar-putar saat melihat benda atau pandangan apapun hal ini
menunjukan bahwa keluhan pasien merupakan gejala dari vertigo. Pada pemeriksaan fisik
dilakukan stepping tes didapatkan hasil deviasi ke kiri >45° namun tidak maju >1 meter, sehingga
dari hasil tersebut didapatkan adanya gangguan keseimbangan.
TERIMA K ASIH