Anda di halaman 1dari 13

SOSIALISASI NSPK

BIDANG PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG


DAN PENGUASAAN TANAH

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/


Badan Pertanahan Nasional
Direktorat Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah

YO G YA K A R TA , 1 6 - 1 8 J U L I 2 0 1 8
1. ERA PENGENDALIAN : APA ITU?
Tahap Perencanaan tata ruang hampir selesai dengan telah terbitnya
PENGATURAN 1. 33 Perda RTRW Provinsi dari 34 Provinsi (97,05%)
2. 381 Perda RTRW Kabupaten dari 415 Kabupaten (91,80%)
3. 88 Perda RTRW Kota dari 93 Kota (94,62%)

Perencanaan Pemanfaatan
Tata Ruang Ruang

Pengendalian
Pemanfaatan
PEMBINAAN Ruang PENGAWASAN

Tahap Pemanfaatan :
SISTEM PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG 1. Indikasi Program ≅ RPJMN Provinsi, RPJM Kab/Kota
2. Ijin lokasi pembangunan
PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG
1. Pengendalian Pemanfaatan Ruang yaitu upaya untuk mewujudkan tertib tata ruang.

2. Tertib tata ruang terdiri dari:


a. Pengawasan penataan ruang nasional dan daerah:
Pengawasan teknis dan pengawasan khusus
melalui

pemantauan dan evaluasi


b. Perangkat Pengendalian Pemanfaatan Ruang

3. Perangkat Pengendalian pemanfaatan ruang dilaksanakan melalui :


a. Peraturan Zonasi
b. Perizinan
c. Pemberian insentif dan disinsentif
d. Pengenaan Sanksi
INSTRUMEN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG

Penetapan
Peraturan Zonasi Perizinan Pemberian Insentif
dan Disinsentif

berisi …
INSENTIF (sesuai/mendorong)
berupa …
 Ketentuan kegiatan dan penggunaan Keringanan pajak, Pemberian
lahan (ITBX: Intensif, Terbatas, kompensasi, Pembangunan serta
RTRW:
Bersyarat, dan Xdilarang) pengadaan infrastruktur,
 Izin Prinsip,
 Intensitas pemanfaatan ruang (KDRH, Kemudahan prosedur perijinan,
 Izin Lokasi,
KDB, KLB, GSB), Subsidi silang, imbalan sewa ruang, urun
 Ketentuan tata bangunan saham, dll
 sarana dan prasarana minimal,
 Izin Penggunaan Pemanfaaatan
 ketentuan pelaksanaan
Ruang, (termasuk perubahan) DISINSENTIF (menyimpang)
Materi pilihan: Pengenaan pajak yang tinggi sesuai
a. Ketentuan tambahan RDTR dan PZ biaya mengatasi dampak, pembatasan
b. Ketentuan Khusus  Izin Mendirikan Bangunan, penyediaan infrastruktur, pengenaan
c. Standar Teknis  Izin Lainnya terkait Pemanfaatan kompensasi, penalti, dll
d. Ketentuan Pengaturan Zonasi Ruang.
INSTRUMEN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG

Pengenaan
Sanksi

Pelanggaran di bidang penataan ruang,


ADMINISTRATIF
yang meliputi:
a. peringatan tertulis;
PIDANA
a. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai a. Pidana penjara paling lama 3
b. penghentian sementara
dengan rencana tata ruang; tahun; dan denda paling
kegiatan;
b. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai banyak Rp. 500.000.000
c. penghentian sementara
dengan izin pemanfaatan ruang yang b. Pidana penjara paling lama 8
pelayanan umum;
diberikan oleh pejabat berwenang; tahun; dan denda paling
d. penutupan lokasi;
c. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai banyak Rp. 1.500.000.000
e. pencabutan izin;
dengan persyaratan izin yang diberikan c. Pidana penjara paling lama
f. pembatalan izin;
oleh pejabat yang berwenang; dan/ 15 tahun; dan denda paling
g. pembongkaran bangunan;
atau banyak Rp. 5.000.000.000
h. pemulihan fungsi ruang;
d. menghalangi akses terhadap kawasan dan/atau
yang dinyatakan oleh peraturan perundang- i. denda administratif.
undangan sebagai milik umum. PERDATA
NSPK UNTUK PELAKSANAAN PENGENDALIAN LEBIH EFEKTIF
A. Pengendalian Pemanfaatan Ruang
1. Pengendalian Pemanfaatan Ruang
1) Permen ATR/Kepala BPN no 9 tahun 2017 tentang Pedoman Pemantauan dan Evaluasi
Pemanfaatan Ruang
2) Rapermen ATR/Kepala BPN tentang Perizinan
3) Rapermen ATR/Kepala BPN tentang Peraturan Zonasi
4) Rapermen ATR/Kepala BPN tentang Insentif/Disinsentif
5) Rapermen Rencana Teknis Antara/Interim Development Plan (IDAP)
2. Penertiban Pemanfaatan Ruang
1) Permen ATR/Kepala BPN no 3 tahun 2017 tentang PPNS Penataan Ruang
2) Permen ATR/Kepala BPN no 17 tahun 2017 tentang Pedoman Audit Tata Ruang
3) Rapermen ATR/Kepala BPN tentang Pelindungan dan Pelaksanaan tugas PPNS
4) Rapermen Rapermen ATR/Kepala BPN tentang Pengenaan Sanksi Administratif bidang
Penataan Ruang
5) Petunjuk Teknis Standar Operasional Pengelolaan Pengaduan Pelanggaran Pemanfaatan
Ruang
6) Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pendampingan Penertiban Pemanfaatan Ruang di Daerah
Lanjutan NSPK Untuk Pelaksanaan Pengendalian Lebih Efektif

B . P e n g e n d a l i a n P e n g u a s a a n Ta n a h
1. Pengendalian dan Pemantauan Pertanahan
1) Raperpres tentang Percepatan Penetapan Lahan Sawah Berkelanjutan dan Pengendalalian Alih
Fungsi Lahan Sawah
2) Rapermen ATR/Kepala BPN tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah
3) Rapermen ATR/Kepala BPN tentang Pengendalian dan Pemantauan Pertanahan
2. Penertiban Tanah Terlantar
1) Revisi PP no.11/2010 tentang Penertiban Tanah Terlantar
2) Rapermen Revisi Perkaban no.4/2010 tentang Tata Cara Penertiban Tanah Terlantar dan
No.5/2011 tentang Tata Cara Pendayagunaan Tanah Negara Bekas Tanah Terlantar
PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG DAN PENGUASAAN TANAH :
INTEGRASI TATA RUANG DAN PERTANAHAN
ATR/BPN

PENGATURAN

Hak atas tanah yang


berkualitas

PELAKSANAAN PENATAAN
RUANG

PENATAGUNAAN
Perencanaan Pemanfaatan PEMBERIAN /

TANAH
PENDAFTARAN RUANG & TANAH
• Rencana Tata Ruang
HAK ATAS YANG
Ruang Nasional • Program
TANAH MEMAKMURKAN
• Provinsi Pembangunan
• Kab/Kota • Ijin Lokasi
• RDTR TIB
PPNS / Gakum

DAL Pengendalian

Efektif??
Monev / Pemanfaatan Pengendalian dan
Pencegah Ruang Pemantauan Pertanahan
• Peraturan Zonasi
• Evaluasi HAT (Prona, HGU/HGB, Hak
• Perizinan Milik)
• Insentif/Disinsentif • Evaluasi Tanah Pertanian dan Non
• Sanksi Pertanian (LP2B, Kaw. Industri, Kaw.
Pertambangan)

PENGAWASAN PEMBINAAN
Penertiban dan Pendayagunaan
Tanah Terlantar
• Potensi dan Penetapan Tanah
Terlantar
• Pendayagunaan Tanah Terlantar
• Maksimal manfaat dari HAT
SEBARAN PPNS PENATAAN RUANG 2017
Status PPNS Penataan Ruang Status Penyertaan PPNS BPN
2009 s.d. September 2017 2006 s.d. 2009

PNS
700 PNS
AKTIF
TOTAL TOTAL 325
AKTIF
PPNS = PPNS =
777 383
ORANG ORANG
MUTASI 50

PENSIUN 24
PENSIUN 58
MENINGGAL 3
Lanjutan Sebaran PPNS Penataan Ruang 2017

29

27 50
2
12
20
6 13 15
1
21 16 24
8
7 10
38
7
11 21
50
26 45 17 31 16
52
30
8
27
17
36 7
20

57 : PPNS Pusat

Sebaran PPNS Penataan Ruang hingga tahun 2017 (Tanpa PPNS BPN)
KE DEPAN: 2018 - 2025
NO URAIAN RINCIAN KEGIATAN
A. Pengendalian Pemanfaatan Ruang

1 INSTRUMEN LENGKAP Pengendalian pemanfaatan Instrumen Lengkap Pengendalian di Pulau Sumatera, Pulau Jawa-Bali, Pulau Kalimantan, Pulau
ruang Sulawesi, Kepualauan Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, dan Papua.

a. Penyusunan Instrumen Lengkap (Pilot Project) pada TA 2018 berada di:


3 (Tiga) KEK, 5 (Lima) PSN, 5 (Lima) Kawasan Perbatasan.
b. Instrumen Lengkap Pengendalian dan Sertifikasi Situ, Danau, Embung, Waduk (SDEW)
8 (Delapan) Daerah Aliran Sungai (DAS)

2 PEMANTAUAN DAN EVALUASI Pemanfaatan Ruang Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Kepulauan Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku

3 PEMBERDAYAAN KELOMPOK MASYARAKAT Pada 18 (Delapan Belas) Kabupaten Kota


Pengendalian Pemanfaatan Ruang

B. Penertiban Pemanfaatan Ruang

1 AUDIT Tata Ruang Pada Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua

2 OPERASIONALISASI DAN PEMBINAAN PPNS 1) Pembentukan PPNS baru


Penataan Ruang 2) Pendaftaran kembali PPNS dan Konfirmasi Kesediaan
3) Peningkatan Kapasitas PPNS
4) Pelantikan PPNS yang belum (cuci gudang)
5) Bantuan operasional PPNS Daerah dengan pola Beauty Contest
6) Pembentukan sekretaris PPNS Daerah di Kanwil

3 PENGAWASAN PENGAMATAN PENELITIAN DAN Pada Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua
PEMERIKSAAN (WASMALITRIK) Indikasi
Pelanggaran Pemanfaatan Ruang
4 Fasilitasi Penertiban/PENEGAKAN HUKUM Pada Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua
Lanjutan KE DEPAN: 2018 - 2025

NO URAIAN RINCIAN KEGIATAN


C. Pengendalian dan Pemantauan Pertanahan

Rekomendasi Tanah Terindikasi Terlantar


1 dan HGU Habis di 5 Provinsi Bangka Belitung, Lampung, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan
(2018 – 2025)

Penetapan dan Pengendalian Alih Fungsi


2 Pulau Jawa, Bali, NTB, Sumbar
Lahan Sawah Berkelanjutan di 8 provinsi

D. Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar

1. Penetapan/Revitalisasi Indikasi Tanah Terlantar;


Penertiban dan Pendayagunaan Tanah
1 2. Penertiban Tanah Terlantar 50 (Lima Puluh) Bidang;
Terlantar
3. Pendayagunaan Tanah Terlantar 50 (Lima Puluh) Bidang.
PENUTUP
16 NSPK ini merupakan dasar / fundamental dari keberhasilan kegiatan
Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah, sehingga
pemahaman dan motivasi dari para pihak merupakan suatu keniscayaan
untuk menyambut era pengendalian pemanfaatan ruang dan
Penguasaan Tanah di Provinsi DIY dan bagi Indonesia untuk
mewujudkan TERTIB TATA RUANG dan TERTIB PERTANAHAN