Anda di halaman 1dari 18

PETUNJUK TEKNIS

PENDAMPINGAN PELAKSANAAN PENERTIBAN


PEMANFAATAN RUANG

Direktorat Penertiban Pemanfaatan Ruang


Direktorat Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional
APA ITU
PENDAMPINGAN PELAKSANAAN
PENERTIBAN PEMANFAATAN RUANG?

Pendampingan pelaksanaan
penertiban pemanfaatan ruang
merupakan kegiatan mengawal
dan mengarahkan pemerintah
daerah dalam melaksanakan
penertiban pemanfaatan ruang
di daerah.
PEMERINTAH PUSAT MELAKSANAKAN PENDAMPINGAN
PENERTIBAN PEMANFAATAN RUANG DI DAERAH

Dalam rangka memberikan acuan dan tata cara dengan


harapan Pemerintah Daerah dapat melaksanakan
penertiban pemanfaatan ruang secara mandiri
KENAPA DIBUTUHKAN
JUKNIS
PENDAMPINGAN?

Karena belum adanya acuan dalam


pelaksanaan penertiban pemanfaatan
ruang di Daerah, sehingga diperlukan
acuan prosedur yang baku sebagai
dasar pelaksanaan penertiban
pemanfaatan ruang di Daerah.
SIAPA
PELAKSANANYA?
Tim pelaksana
adalah
Pemerintah
Pusat
Kedudukan masing-masing NSPK dalam
pelaksanaan penertiban pemanfaatan
ruang

Inventarisasi dan
Laporan pengelolaan pengaduan
Pengaduan Juknis Pengelolaan
Pelaporan dan Kasus pelanggaran terang,
Pengaduan Kasus pelanggaran terang, memenuhi unsusr pidana,
dan perlu dilakukan dan perlu dilakukan
Dalam hal diperlukan, penyidikan
dilakukan audit tata ruang pengenaan sanksi
administrasi
Rapermen Audit Tata Permen PPNS
Rapermen Pengenaan
Ruang
Sanksi Administrasi Rapermen Dukungan
pelaksanaan tugas dan
Perlindungan PPNS
Dalam hal daerah
memerlukan Juknis Penyidikan
pendampingan
Juknis pendampingan
pelaksanaan penertiban

Temuan langsung
oleh petugas

Hasil Pengawasan Teknis


Hasil Pengawasan Khusus
pelaksanaan inventarisasi kasus

pelaksanaan seleksi kasus

pengumpulan dan pendalaman materi, data dan


informasi

penyusunan kajian teknis dan kajian


hukum

TAHAPAN PENDAMPINGAN penetapan kesepakatan tindakan penertiban


PELAKSANAAN PENERTIBAN
PEMANFAATAN RUANG DI penyelenggaraan forum sosialisasi
DAERAH
pendampingan pelaksanaan pengenaan sanksi
pelaksanaan inventarisasi
kasus
Pelaksanaan inventarisasi kasus merupakan serangkaian proses
dan tindakan pengumpulan kasus yang berindikasi memiliki
unsur pelanggaran di bidang penataan ruang di daerah.
Indikasi kasus tersebut dapat diperoleh melalui:

1. pelaporan atau pengaduan dari masyarakat;

2. temuan oleh petugas yang membidangi pengendalian


pemanfaatan ruang; dan

3. hasil pengawasan penataan ruang, termasuk hasil audit


tata ruang.
pelaksanaan seleksi kasus
Pelaksanaan seleksi kasus merupakan tahap
pemilihan kasus yang akan dilakukan
pendampingan penertiban pemanfaatan ruang
berdasarkan kriteria yang disepakati
dengan pemerintah daerah.

Hasil seleksi kasus dituangkan ke dalam


berita acara hasil seleksi kasus.
pengumpulan dan
pendalaman materi, data
dan informasi
Pengumpulan dan pendalaman materi, data dan informasi dilakukan dengan
cara:

• Pengumpulan dokumen pendukung dilakukan dengan cara mengumpulkan


berkas atau mencatat kasus yang sedang didalami. Berkas atau catatan
kasus tersebut berupa:

1. rencana tata ruang;

2. izin pemanfaatan ruang;

3. data kepemilikan lahan; dan

4. hasil kajian atau penelitian.


pengumpulan dan
pendalaman materi, data
dan informasi
Survey lapangan dilakukan dengan cara melakukan pendataan dan

pencatatan yang diperlukan, melalui:

1. penentuan titik koordinat lokasi menggunakan Global Positioning


System (GPS) tracker;
2. pendokumentasian kondisi lapangan secara visual baik berupa foto
dan/atau video dari berbagai sisi;
3. pembuatan gambar 3 (tiga) dimensi kondisi pemanfaatan ruang dan
bangunan yang sesuai dengan skala yang proporsional; dan
4. pencarian keterangan dan informasi yang berisi kronologis kegiatan
pemanfaatan ruang dan data status kepemilikan lahan
pengumpulan dan
pendalaman materi, data
dan informasi
Wawancara dengan pihak terkait dilakukan
dengan cara meminta keterangan dari pihak
terkait. Pihak yang diwawancara, antara lain:
1.terduga;
2.pelapor atau pengadu;
3.saksi; dan
4.saksi ahli.
penyusunan kajian teknis dan
kajian hukum
Dalam laporan kajian teknis dan kajian hukum di dalamnya memuat:
1. data geografis dan adminitratif lokasi;
2. bentuk pelanggaran di bidang penataan ruang;
3. kronologis kasus pelanggaran di bidang penataan ruang;
4. pihak yang terlibat atau pihak yang diduga melakukan pelanggaran
di bidang penataan ruang;
5. delik pelanggaran yang disangkakan sesuai peraturan perundang-
undangan yang berlaku di bidang penataan ruang; dan
6. kesimpulan dan rekomendasi penanganan kasus
penetapan kesepakatan tindakan
penertiban
Penetapan kesepakatan tindakan penertiban merupakan komitmen
bersama dengan pemerintah daerah dalam penanganan kasus
pelanggaran di bidang penataan ruang dan didasarkan pada hasil
kajian teknis dan kajian hukum.

Penetapan kesepakatan tindakan penertiban dituangkan dalam


berita acara kesepakatan tindakan.
penyelenggaraan forum
sosialisasi
Penyelenggaraan forum sosialisasi dilakukan dengan cara
melakukan sosialisasi kepada pihak yang diduga terlibat dan
melakukan pelanggaran di bidang penataan ruang. Forum
sosialisasi diselenggarakan bersama dengan pemerintah daerah dan
dilaksanakan paling sedikit satu kali.
Pendampingan pelaksanaan pengenaan
sanksi
Pendampingan pelaksanaan pengenaan sanksi merupakan
pendampingan kepada pemerintah daerah dalam melaksanakan
pengenaan sanksi hasil kesepakatan tindakan penertiban.
Pengenaan sanksi dapat disertai dengan pemasangan papan
peringatan.
pendampingan pelaksanaan pengenaan
sanksi
Evaluasi pendampingan pelaksanaan penertiban pemanfaatan ruang

di daerah dilakukan melalui:

1. penilaian efektivitas pengenaan sanksi; dan

2. pemeriksaan kesesuaian kegiatan pendampingan pelaksanaan

penertiban pemanfaatan ruang dengan tahapan pendampingan

pelaksanaan penertiban pemanfaatan ruang sebagaimana diatur

dalam Petunjuk Teknis ini.