Anda di halaman 1dari 21

SUBINVOLUSI UTERI

SUCI RAMADHANI P
1840312452
Preseptor :
PENDAHULUAN

Proses alamiah Berlangsung


yang dialami oleh
NIFAS seorang wanita kira-kira 6
setelah persalinan minggu
PENDAHULUAN

Dalam masa nifas terjadi perubahan alat-alat genitalia yang


dalam keseluruhannya disebut involusi

Proses involusi uterus, didahului oleh kontraksi-kontraksi uterus


yang kuat, yang menyebabkan berkurangnya peredaran darah
dalam alat tersebut

Apabila proses involusi tidak terjadi sebagaimana


mestinya, sehingga proses pengecilannya terlambat
maka keadaan ini disebut subinvolusi uterus.
SUBINVOLUSI
UTERUS

terjadi penurunan
kontraksi uterus sehingga
pembuluh darah yang lebar
tidak menutup sempurna

perdarahan terus
menerus
PENDAHULUAN
• Membahas mengenai definisi, epidemiologi,etiologi,
faktorrisiko, patofisiologi, diagnosis, tatalaksana,
Batasan
Penulisan komplikasi, dan prognosis subinvolusi uteri.

• Untuk menambah pengetahuan pembaca dan penulis


Tujuan mengenai subinvolusi uteri
Penulisan

• Menggunakan metode tinjauan pustaka yang merujuk


Metode dari berbagai literatur.
Penulisan
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
Involusi Uteri
 merupakan suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi
sebelum hamil dengan berat sekitar 60 gram (Pada saat post
partum, berat uterus kira-kira 1.000 gr)

 Proses ini dimulai segera setelah plasenta lahir akibat


kontraksi otot-otot polos uterus.

 Uterus biasanya kembali ke ukuran semula setelah sekitar 4


bulan
Dalam 2 atau 3 hari setelah
persalinan, desidual yang tersisa di
dalam uterus berdiferensiasi menjadi
dua lapisan.

Lapisan basal yang berdekatan


Lapisan superficial menjadi
dengan miometrium yang
nekrotik dan terlepas dalam
berisi fundus kelenjar
bentuk lokia
endometrium tetap utuh dan
merupakan sumber
endometrium baru
Definisi Subinvolusi Uteri

kegagalan perubahan fisiologis sistem


reproduksi pada masa nifas yang terjadi
pada setiap organ dan saluran
reproduktif untuk kembali ke keadaan
sebelum hamil.
tinggi fundus uteri dan berat uterus menurut masa involusi

Berat
Involusi Tinggi Fundus Uteri
Uterus

Bayi Lahir Setinggi umbilicus 1000 gram

Plasenta lahir 2 jari dibawah umbilicus 750 gram

1 minggu Pertengahan pusat simfisis 500 gram

2 minggu Tidak teraba diatas simfisis 350 gram

6 minggu Bertambah kecil 50 gram

8 minggu Sebesar normal 30 gram


Proses involusi
1. Autolysis

2. Atrofi Jaringan

3. Efek Oksitosin
Faktor Predisposisi

Kurang Terdapat bekuan


Seksio Sesaria darah yang tidak
mobilisasi keluar.

Terdapat sisa
Status gizi ibu nifas plasenta dan
buruk (kurang gizi) Usia selaputnya dalam
uterus

Ibu tidak menyusui Terjadi infeksi pada


bayinya Paritas endometrium.
Patofisiologi
sehingga pembuluh
kontraksi darah yang lebar
uterus tidak menutup
menurun sempurna

menyebabkan infeksi
maupun inflamasi Terjadi
pada bagian rahim
terkhususnya
pendarahan
endometrium terus menerus

Sehingga,
proses involusi
setelah nifas
terganggu
Manifestasi Klinis

 Fundus uteri letaknya tetap tinggi didalam abdomen/pelvis dari yang


diperkirakan/penurunan fundus uteri lambat dan tonus uterus lembek.

 Keluaran lochia seringkali gagal berubah dari bentuk rubra ke bentuk


serosa, lalu ke bentuk lochia alba.

 Lochia bisa tetap dalam bentuk rubra dalam waktu beberapa hari
postpartum/lebih dari 2 minggu pasca nifas

 Lochia bisa lebih banyak daripada yang diperkirakan

 Leukore dan lochia berbau menyengat, bisa terjadi jika ada infeksi.
Diagnosis
Anamnesis Pem.Fisik Pem. Penunjang

1. Keadaan ibu
1. Identitas pasien 2. Tanda – tanda vital
2. Keluhan 3. Payudara 1. USG
3. Riwayat penyakit 4. Uterus 2. Radiologi
4. Riwayat penyakit Meliputi: fundus uteri 3. Laboratoriu
keluarga serta konsistensinya
4. Pemeriksaan
5. Riwayat obstetric
- Riwayat menstruasi 5.Lochia patologi
- Riwayat perkawinan 6. Perineum jaringan
- Riwayat hamil 7. Vulva endometrium
8. Kandung kemih
Penatalaksanaan
 Antibiotik

 Pemberian uterotonika
- Oksitosin
- Metilergonovine 0,2 mg setiap 3 sampai 4 jam selama
24 sampai 48 jam

 Pemberian transfusi

 Dilakukan kuretase bila disebabkan karena


tertinggalnya sisa-sisa plasenta
Jenis dan Cara Oksitosin Ergometrin Misoprostol

IV: infus 20 unit dalam 1


liter larutan garam IM atau IV (secara Oral 600 mcg
Dosis dan cara fisiologis dengan 60 perlahan): 0,2 mg atau rektal 400
pemberian awal tetes/ menit mcg
IM: 10 unit

IV: infus 20 unit dalam 1 Ulangi 0,2 mg 400 mcg 2-4 jam
liter larutan garam IM setelah 15 menit. setelah dosis
Dosis lanjutan fisiologis dengan 40 Jika masih diperlukan, awal
tetes/ menit beri IM/IV setiap 2-4
jam

Dosis maksimal Tidak lebih dari 3 liter Total 1mg atau 5 dosis. Total 1200mcg
per hari larutan dengan oksitosin atau 3 dosis

Kontra indikasi Tidak boleh Preeklampsia, Nyeri kontraksi


atau hati-hati memberi IV secara hipertensi asma
cepat atau bolus
Komplikasi
Perdarahan Post Partum

Prognosis
BAIK : apabila tindakan segera dilakukan
serta perdarahan akibat subinvolusi uteri segera dihentikan.
BAB 3. Kesimpulan
Involusi atau pengerutan uterus merupakan suatu proses
dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil dengan
berat sekitar 60 gram.

Apabila terjadi penghentian atau retardasi involusi maka


disebut dengan subivolusi uterus

Faktor predisposisi terjadinya subinvolusi uteri yaitu:


laktasi, mobilisasi dini, gizi, paritas, seksio sesaria,
terdapat sisa plasenta dan selaputnya dalam uterus,
terjadi infeksi pada endometrium
BAB 3. Kesimpulan

Dalam menegakkan diagnosis perlu dilakukan anamnesia,


pemeriksaan fisik, dan penunjang ditandai dengan terlambatnya
kembali ukuran uterus dari waktu normal

Penatalaksaannya tergantung dari penyebabnya dan


komorbid dapat diberikan antibiotik, uterotonika,
transfusi, dan kuretase jika disebabkan karena
tertinggalnya sisa-sisa plasenta
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai