Anda di halaman 1dari 18

KOMPLEMENTER

DALAM NIC NOC


 INTAN SARI (P07120216007)
 ANASARI (P07120216008)
 MANIK JUNI A.D (P07120216009)
JENIS-JENIS TERAPI
PENGERTIAN TERAPI KOMPLEMENTER YANG
KOMPLEMENTER DAPAT DIAKSES
KEPERAWATAN

PENERAPAN TERAPI
KLASIFIKASI TERAPI
KOMPLEMENTER PADA
KOMPLEMENTER
PERAWATAN LANSIA

PENGGUNAAN TERAPI PENGAPLIKASIAN


KOMPLEMENTER DALAM KOMPLEMENTER DALAM NIC
KEPERAWATAN NOC
komplementer tradisional – alternatif adalah
pengobatan non konvensional yang
ditujukan untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat meliputi upaya
promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif
yang diperoleh melalui pendidikan
terstruktur dengan kualitas, keamanan dan
efektifitas yang tinggi berlandaskan ilmu
pengetahuan biomedik
• Terapi pikiran, tubuh ( mind – body terapies)
1

• Terapi berbasis biologi ( biologokalli based terapies)


2

• Terapi manipulatife dan berbasis tubuh (manipulatife


3 and body based terapies)

4 • Terapi energi yang termasuk dalam kategori energi


hayati bioelektro magnetic (energi and biofild terapies)
Adanya kenyakinan bahwa terapi biomedis tidak menyentuh seluruh dominan yang
dimiliki individu

Adanya efek biomedis yang dianggap lebih buruk daripada efek terapi yang
diharapkan

penyedia layanan kesehatan yang peduli (caring);


pengakuan dan perlakuan secara utuh atau holistis

pengakuan dan perlakuan secara utuh atau holistis


keterlibatan dalam pengambilan keputusan untuk menangani masalah kesehatan
keterlib
yang di hadapi.

peningkatan pergeseran budaya yang menggunakan pelayanan kesehatan selain


sistem biomedis.
Terapi komplementer Fundamental of nursing
keperawatan Nightingale menjelaskan beberapa
menyerahkan penggunaan prinsip terapi
penggunaan terapi komplementer seperti
komplementer dalam pijat (massage), panas dan
perawatan klien dingin, dan gizi.

Pada akhir 1950-an, proses keperawatan


diperkenalkan dengan menggunakan 5
langkah pendekatan pemecahan masalah
untuk keperawatan yaitu pengakajian,
diagnosis keperawatan, perencanaan,
intervensi, dan evaluasi.
MEDITASI DAN
TERAPI RELAKSASI
PERNAPASAN

MEMBATASI MASUKAN
RANGSANGAN DENGAN
MERUPAKAN BAGIAN
PERHATIAN LANGSUNG
DARI PENURUNAN UMUM
PADA SUATU
KOGNITIF, FISIOLOGIS,
RANGSANGAN YANG
DAN STIMULASI PERILAKU
BERULANG ATAU TETAP
IMAJINASI HYPNOTOUCH NURSING

MENGGUNAKAN KESADARAN
PIKIRAN UNTUK
MENCIPTAKAN GAMBARAN
MENTAL AGAR
SUATU INTERVENSI
MENSTIMULASI PERUBAHAN KEPERAWATAN DENGAN
FISIK DALAM TUBUH, SENTUHAN HYPNOSIS
MEMPERBAIKI
KESEJAHTERAAN, DAN
MENINGKATKAN KESADARAN
DIRI.
PENERAPAN TERAPI
KOMPLEMENTER PADA
PERAWATAN LANSIA
GANGGUAN SISTEM
MUSKULOSKELETAL DAN
INTEGUMEN : OSTEOPOROSIS

TEKNIK TERAPI KOMPLEMENTER

1. MENJAGA KEBUGARAN JASMANI


2. MENGANGKAT DAN MENGANGKUT
3. PERLINDUNGAN SENDI
4. KONSERVASI ENERGI
5. PENINGKATAN KEKUATAN OTOT
GANGGUAN PERSEPSI-
SENSORI : DEMENSIA

KONSEP PENANGANAN NON-FARMAKOLOGIS MENGGUNAKAN


REKREASI TERAPEUTIK.

AKTIVITAS-AKTIVITAS YANG MEMILIKI DAMPAK TERAPEUTIK


(KUSUMOPUTRO & SIDIARTO, 2006) DIANTARANYA:

1. REMINISENSI
2. ORIENTASI REALITAS
3. STIMULASI KOGNITIF
4. STIMULASI SENSORIK
5. STIMULASI FISIK (BERUPA GERAK DAN LATIHAN OTAK, GLO)
GANGGUAN KONSEP
DIRI : DEPRESI

TERAPI KOMPLEMENTER

1. TERAPI REKREASI

TERAPI REKREASI YANG DIBERIKAN KEPADA LANSIA AKAN


MEMENGARUHI KONDISI FISIK DAN PSIKIS LANSIA

TUJUAN TERAPI REKREASI


1. MENCIPTAKAN DAN MEMBINA HUBUNGAN MANUSIA
2. MEMPERTAHANKAN NILAI – NILAI BUDAYA.
3. MENIMBULKAN KESENANGAN DAN KEPUASAN KARENA
DAPAT MEMENUHI RASA INGIN TAHU.
4. MEMULIHKAN KESEHATAN JASMANI DAN ROHANI.
GANGGUAN SISTEM
PENCERNAAN : GASTRITIS

PENGOBATAN DENGAN TERAPI KOMPLEMENTER :


1. TERAPI RELAKSASI NAFAS DALAM

MANFAAT TERAPI RELAKSASI NAFAS DALAM


a. LANSIA MENDAPATKAN PERASAAN YANG NYAMAN DAN
TENANG
b. MENGURANGI NYERI
c. LANSIA TIDAK MENGALAMI STRESS
d. MELEMASKAN OTOT MENGURANGI KECEMASAN YANG
MEMBURUK PERSEPSI NYERI
e. MENIMBULKAN EFEK DISTRAKSI