Anda di halaman 1dari 7

IBU HAMIL DENGAN

HIV
Pengertian
HIV
HIV merupakan singgakata
n dari Human Immunodefis
iensy Virus adalah virus ya
ng menyerang dan merusa
k system kekebalan tubuh
sehingga kita tidak bisa be
Penularan HIV
• Hubungan seks, hubungan seks dengan orang
yang mengidap penyakit HIV/AIDS,
• Berhubungan seks dengan pasangan yang berg
anti – ganti dan tidak menggunakan alat pelin
dung (kondom).
• Kontak darah/luka dan tranfusi darah yang sud
ah tercemar dari virus HIV
• Penggunaan jarum suntik, jarum tindik atau ja
rum pembuat tato, secara bersama atu berga
ntian dengan orang yang mengidap HIV
• Dari ibu yang terinfeksi HIV kepada bayi yang d
ikandungnya
Nutrisi Ibu Hamil ya
ng mengidap HIV
Wanita dengan HIV/Aids sebaiknya beristirah
at yang cukup, melakukan olahraga secara te
ratur, lebih dari hanya sekedar jalan kaki, ma
kan – makanan yang sehat, meminum obat d
engan trpat wakru dan menempatkan kebutu
han diri sendiri pada prioritas tinggi.
Ibu hamil memerlukan banyak nutrisi
untuk ibu dan bayi, kekurangan nutrisi lebih r
entan terhadap infeksi. Pada saat hamil, asipa
n gizi ditingkatkan 300 kalori dan 10 gram pr
otein perhari. Sebaiknya berat badan mening
kat 25 -35 pon selam hamil. 5 pon pada trise
mester pertama, 10 – 15 pada trisemester ke
dua, dan 15 pon pada trisemester ketiga. Asu
pan vitamin ekstra, mineral, ion, cairan, serat
Upaya Mencegah atau upa
ya mengecilkan risiko penu
laran HIV pada anak
Ibu hamil yang mengidap HIV harus mengonsumsi obat ARV segera
tanpa memperhitungkan CD4 dan umur kehamilan ibu tersebu serta
pengobatan ARV ini dilakukan seumur hidupnya.
Melakukan konsultasi secara rutin
Persalinan ibu hamil yang mengidap HIV dapat melakukan dengan m
elahirkan secara pervaginam sesuai instruksi dokter membolehkan a
tau tidak. Tetapi bagi ibu hamil pengidap HIV lebih baik mehalirkan s
ecara cecar sesaria.
Semua ibu hamil dengan HIV diberi konseling dan pelayanan KB post
partum. Semua metode kontrasepsi dapat digunakan oleh perempu
an pengidap HIV, kecuali kotrasepsi hormonal tertentu yang dapat m
engurangi efektivitas ARV
Asi ekskulisif dapat diberikan dengan mengikuti syarat – syarat terte
ntu atau bisa menggunakan susu formula
Konseling pemberian profilaksis – ARV pada anak
Thank you!