Anda di halaman 1dari 39

INDIKATOR MUTU

KEPERAWATAN
OLEH
Rahmat,S.Kep.,Ners.,M.Kep.
Pasien Safety Isu

2.9% samapai 53%-58%


3.7% dapat dicegah
kesalahan
medik

8.8%-13.6%
medication error 180.000
menyebabkan kematian /thn
kematian akabiat cedera
introgenik 25% dapat di cegah
PENGERTIAN MUTU DITERAPKAN DALAM
PELAYANAN KEPERAWATAN
1. Caring yg merupakan fokus/inti dari keperawatan
2. Bersifat relatif untuk setiap klien , dan selalu berubah
dari waktu kewaktu dg kepuasan yang harus dicapai
sesui dg standar profesional
3. Berupa kepuasan yang harus dicapai sesuai standar
operasional
4. Berupa pengawasan diperlukan dalam lingkungan
yang kompetitif
5. Merupakan tatangan yang harus diterima dan dipenuhi
oleh keperawatan
TANTANTANGAN GLOBALISASI
DIBIDANG KESEHATAN
 50% Pasien internasional yang beruobah di
Singapura adalah Warga Negara Indonesia
 Jumlah pasien Indonesia yang berobat ke
Malaysia 12.000 orang pertahan
 Belum Kompetitifnya asuransi dan penyedia
pelayanan kesehatan dalam memberikan
layanan
 Dan mutu pelayanan kesehatan indonesia yang
dianggap belum berstandar internasional
PENGERTIAN MUTU
1. Kesesuaikan dengan kebutuhan pasar atau konsumen
(Deming)
2. Kepuasan pelangan sepenuhnya yaitu sesuai dengan
apa yang diharapkan konsumen atas suatu produk (
Feigenbaun)
3. Pemenuhan terhadap kebuthan / keperluana sesuai
dengan apa yang dipersyaratkan atau distandarkan (
Crosby)
4. Produk yang berorientasi pada pelanggan (Martinich)
5. Kemampuan dari suatu produk atau pelayanan dalam
memenuhi kebuthan kebuthan pelanggan
Tujuan Umum :
Terpantaunya praktik pelayanan keperawatan yang
bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan
Tujuan Khusus :
1. Dipahaminya konsep mutu pelayanan keperawatan
2. Dipahaminya indikatoar klinik pelayanan keperawatan
3. Diterapkannya indikotor klinik dalam pelaksanaan
pelayanan keperawatan
4. Dapat ditetapkan tingkat kualitas pelayanan
keperawatan
Ruang lingkup pedoman indikator
mutu
Ruang lingkup pedoman indikator mutu pelayanan
keperawatan klinik di sarana kesehatan meliputi
: konsep mutu, indikator klinik, indikator klinik
mutu pelayanan keperawatan yang terdiri dari :
Keselamatan pasien ( dekubitus, kesalahan
pemberian obat, pasien jatuh cidera pengikatan
keterbatasan perawatan diri kepuasan pasien,
kenyamanan ( nyeri) kecemasan, dan
pengetahuan serta cara pengukurannya.
Pengertian Mutu secara Umum
 Kesesuaian dengan kebutuhan pasar atau konsumen
(deming)
 Kepuasan pelanggan sepenuhnya yaitu sesuai dengan
apa yang diharapkan konsumen atas suatu produk
(Feigenbaun)
 Pemenuhan aterhadap kebuthan /Keperluan sesuai
dengan apa yang dipersyaratkan atau distandarkan
(crosby)
 Produk yang berorientasi pada pelanggan ( Maratinich,
1997:563)
 Kemampuan dari suatu produk atau pelayanan dalam
memenuhi kebutuhan-kebutuhan pelangan (Jay Heizer &
Berry Render, 2001:171)
Pengertian mutu secara luas
 Caring yang merupakan fokus/inti dari
keperawatan
 Bersifat relatif untuk setiap klien, dinamis dan
selalu berubah.
 Berupa kepuasan yang harus dicapai sesuai
dengan standar operasional
 Berupa pengawasa dimana diperlukan dalam
lingkungan yang kompetitif
 Merupakan tentangan yang harus diterima dan
dipenuhi oleh perawat
Tiga area tanggung jawab mutu
dalam pelayanan keperawatan
1. Pasien
2. Praktisi
3. Profit/pembiayaan
Indikator klinik keperawatan
Pengertian :
- Indikator : pengukuran tidak langsung suau peristiwa
atau kondisi.
- Indikator juga mempunyai arti variabel yang
menunjukkan suatu kecendrungan sistem yang dapat
dipergunakan untuk mengukur perubahan (Green,1992)
- Indikator adalah variabel untuk mengukur suatu
perubahan baik langsung maupun tidak langsung (WHO,
1981)
Indikator klinik keperawatan adalah suatu variabel untuk
mengukur dan mengevaluasi kualitas pelayanan
keperawatan dan berdampak terhadap pelayanan
kesehatan
Karakteristik dari suatu indikator :
 Sahih ( valid)
 Dapat dipercaya (reliable)
 Peka ( sensitive)
 Spesifik ( specific )
 Berhubungan (relevan)
Jenis Indikator
1. Keselamatan pasien (patient safety)
2. Keterbatasan perawatan diri
3. Kepuasan pasien
4. Kecemasan
5. Kenyamanan
6. Pengetahuan
Tiga Area Tg Jw Mutu

Pasien Praktisi Profit/pembiayaan

Asuhan Kep Penampilan/Kinerja Pembiayaan kep


Indikator Klinik Keperawatan
Indikator : pengukuran tidak langsung suatu
peristiwa tau kondisi, BB
Indikator juga mempunyai arti variabel menujukan
satu kecenderungan sistem yang dapat
dipergunakan untuk mengukur perubahan (
Greeen 1992)
Indikator klinik adalan ukuran kuantitas sebagai
pedomana untuk mengukur dan mengevaluasi
keualitas asuhan pasien dan berdampak pada
pelayanan
Karakteristik dari suatu indikator
1. Valid
2. Reable
3. Sensitive
4. Specific
5. Relevan
Keselamatan pasien ( Pasien
safety)
a. Angka kejadian dekubitus
b. Angka kejadian keselahan pada
pemberian obat oleh perawat
c. Angka kejadian pasien jatuh
d. Angka kejadian cedera akibat restrain
 Indikator klinik keperawatan : suatu
variabel unt. Mengukur dan mengevaluasi
kualitas pelayanan keperawatan dan
berdampak terhadap pelayanan kesehatan
Jenis indikator
1. Keselamatan pasien ( patient safety)
2. Keterbatasan perawatan diri
3. Kepuasan pasien
4. Kecemasan
5. Kenyaman
6. Pengetahuan
A. Angka Kejadian Dekubitus

Jumlah kejadian dekubitus x 100 %


Jumlah pasien berisiko terjadi dekubitus

a. Usia lanjut
b. Ketidak mampuan bergerak pd bag tertentu
c. Malnutrisi/Obesitas
d. Berbaring lama penekanan lebih 2 jam di TT
e. Penggnaan korsi roda
f. Mengalami kondisi kronis : DM, Penyakit vaskuler
g. Inkontinentia Urie, alvi
Lokasi presure ulcer yang sering
terjadi
 Belakang kepala
 Sikut
 Sacrum dan coccyx
 Tumid
 Trochanter
Kejadian salah pemberian obat

• Salah pasien, Salah nama, tidak sesuai dgn MR


• Salah waktu :
a. Terlambat pemberian obat (30 meni stlh jadual
b. Terlalu cepat (30 men sbln jadual
c. Obat stop tetap dilanjutkan
3. Salah cara ( rute) Oral, iv, im,sc, supp, drip
b. Angka kejadian pada pemberian
obat
Angka KTD dalam pemberian obat :
Jl ps yg terkena KTD dlm pemberian obat X 100% =
Jumlah psn pada hari tersebut

Angka KNC dlm pemberian obat :


Jl ps yg terkena KNC dlm pemberian obat X 100%=
Jml. Pasien pada hari tersebut
4. Salah dosis :
a. Dosis berlebih dari yg di R/dr
b. Dosis kurang dari R /dr
5. Salah obat : obat yg diberikan tdk sesuai
dg R/dr
6. Salah dokumentasi :
Dokumentasi tidak sesuai dengan yang
dilaksanakan
c. Angka kejadian pasien jatuh
Jumlah pasien jatuh x 100 %
Jumlah pasien yang beresiko jatuh

Pasien jatuh adalah jatuhnya pasien di unit perawatan


pada saat istirahat maupun saat pasien terjaga yang
tidak disebabkan oleh serangan stroke, eplillepsy
seizure, bahaya karena terlalu banyak aktivitas

Angka kejadian pasien jatuh adalah presentasi jumlah


insidensi pasien jatuh yang terjadi di unit perawatan
pada periode waktu tertentu setiap bulan
Pasien beresiko jatuh : dikatagorikan pasien
mempunyai satu atau lebih daktor
beresiko jatuh pada saat pengkajian :
A. Faktor resiko intrinsik
B. 1. Karakteristik pasien dan fungsi fisik
umum
C. Diagnosis/ perubahan fisik
D. Medikasi dan interaksi obat
E. Kondisi mental/gangguan alkohol
b. Faktor extrinsik
Karakteristik lingkungan
1. Tingkat pencahayaan
2. Permukaan lantai
3. Furnitur
4. Ketinggian TT, kunci TT
5. Call bell
6. Penggunaan alat bantu
7. Lama dirawat
D. Angka kejadian cidera akibat
restrain
Jumlah pasien akibat cidera restrain X 100%
Jumlah total pasien yg dipasang restrain
Perhatian pada restrain
 Sirkulasi ektrimitas adekuat tidak
 Ada atau tidak ganggguan ektrimitas
 Keluarga mengerti tentang perlunya
restrain
 Jangan posisikan supine posiion
 Cek Posisi restrain
 Jangan diipasang pada ectrimitas yg tidak
bisa bergerak
II. Angka keterbatasan perawatan diri

Angka tidak terpenuhinya kebutuhan mandi


berpakaian, eliminasi, yg disebabkan oleh
ketebatasan diri

Angka tdk terpenuhi kebutuhan diri (mandi, toilet


pd tingkat ketergantungan, partial. Total :

Jml ps yg tdk terpenuhi keb diri X 100 %


Jml ps Dirawat dg tingkat keterg Partial Total
Tingkat tidak terpenuhinya kebutuhan pasien terhadap kebutuhan diri
untk mandi, berpakaian dan toileting (eliminasi)
Cara Penghitungan
- Mengisi format sub indikator sesuai dengan kriteria
- Sub indikator harus terisi seluruhnya
- Dilakukan pada survey waktu tertentu
- Dilakukan penjumlahan pasien yang tidak terpenuhi kebutuhannya

Sub indikator tidak terpenuhinya perawatan diri adalah


- Madi : kulit, gigi, mata, rambut, tdaik bau badan, perineum bersih
- Berpakaian dan berpakaian : Baju bersih dan kering, rambut rapih ,
wajah segar
- Toileting : Berkemih (BAK) dan Defekasi BAB) pola normal
III. Tingkat kepuasan pasien dan keluarga thd pelayanan
keperawatan

 Angka kepuasan :
Jml Ps yg menyatakan puas thd yng Kep X 100%
Jml Ps yg dilakukan survey pada periode ttt

Kepuasan pasien adalah


a. Terpenuhinya kebutuhan pasien/keluarga terhadap pelayanan
keperawatan yang diharapkan
b. Persentase kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan

Elemen indikator adalah kriteria yang memperlihatkan tingkatan kepuasan


pasien

Elemen indikator pada survey terdiri dari :


a. Kelengkapan dan ketetapan informasi
b. Penurunan kecemasan
c. Perawat trampil profesional
d. Pasien merasa nyaman
IV. Kenyamanan
a. Angka tata laksana nyeri :

b. Persentase ps. Nyeri yg terdokumentasi dlm


askep

Jm total ps Nyeri yg terdokumentasi X 100%


Jmlh total ps per periode waktu ttt

Persentase tata laksana ps Nyeri :


Jm total tin per seb respon nyeri X 100%
Jml tot ps Terdokumentasinyeri skala > 4 per periode
tt
- Tindakan perawat adalah berbagai tindakan
keperawatan yang dilakukan oleh perawat untuk
merespon nyeri sesuai ambang skala yang ditetapkan
dan sesuai dengan rencana perawatan yagn dibuat,
termasuk kunjungan yang dilakukan oleh tenaga
kesehatan lain

- Nyeri adalah sensasi atau perasaan tidak naymana yang


bersifat subjektif yang diutarakan/digambarkan oleh
pasien dan perlu ditangani/dilakukan tatalaksana nyeri

- Untuk tujuan indikator ini yang dimaksud dengan


tindakan adalah berbai tindakan yang dilakukan sebagai
respon terhadap ambang nyeri pada skala nyeri 4 atau
lebih tidak termasuk follow up pengkajian karena
termasuk pada kewajiban
b. Angka kenyamanan pasien :
Jml Ps dg Nyeri terkontrol X 100 %
Jml Ps Yg terdok Nyeri per periode ttt

Nyeri adalah suatu kondisi yang lebih dari sekedar sensasi


tunggal yang disebabkan oleh stimulus tertentu, bersifat
subjektif dan sangat individual

Pasien dengan nyeri terkontrol adalah pasien yang


menunjukan skala nyeri dibawah 4 sampai dengan 0
pada skala 0-10 atau dengan gold standard : pasien
menyatakan tidak merasakan nyeri, tidak ada ketakutan,
kecemasan dan depresi setelah diberikan tindakan
keperawatan selama periode waktu tertentu
VI Pengetahuan
A. Pengetahuan ttg perawatan penyakitnya

Jumlah ps yg kurang pengatahuan X 100%


Jumlah ps yang dirawat pada periode ttt

Indikator ini menunjukkan kemungkinan masalah dalam memberikan


informasi pengatahuan kepada pasien di ruang perawatan
informasi yang diterima oleh pasien berhubungan dengan kondisi
dan perawatan yang diterimannya
Pengetahuan adalah kemampuan pasen mengatahui informasi tentang
perawatan penyakitnya
Jumlah pasien yang kurang pengetahuan adalah jumlah pasien yang
setelah dikaji menunjukkan bahwa pasien / keluarga kurang
pengetahuan tentang penyakitnya dan perawatannya
Jumlah pasien yang dirawat pada periode tertentu adalah jumlah
pasien yang dirawat di ruang tertentu dan dihitung pada periode
tertentu
b. Perencanaan pasien pulang ( discharge planning )

Jml ps yg tidk dibuat dp pd Periode ttt X 100%


Jml Ps Yg dirawat pada periode ttt

Discharge planning adalah suatu proses yang dipakai


sebagai pengambilan keputusan dalam hal memenuhi
kebutuhan pasien untuk kesempurnaan kepindahan
pasien dari satu temapat perawatan ke temapat lainnya

Jumlah pasien yang tidak dibuat discarge planning pada


periode tertentu adalah jumlah pesien yang dirawat
pada periode tertentu tidak dibuatkan discharge
planning

Jumlah pasien yang dirawat pada periode tertentu adalah


jumlah pasien yang dirawat pada periode tertentu
V. Angka kejadian cemas

Angka kejadian cemas pada ruang rawat umum


Jumlah ps cemas X 100%
Jumlah ps yg dirawat

Cemas adalah perasaan was-was, kuatir atau tidak nyaman


sakan akan terjadi suatu yang dirasakan sebagai
ancaman

Jumlah pasien cemas adalah total/jumlah pasien cemas


berdasarkan hasil identifikasi pasien cemas

Jumlah pasien yang dirawat adalah total/jumlah pasien


dirawat di sarana kesehatan selama periode waktu
tertentu setiap bulan
SEMOGA
BERMANFAAT