Anda di halaman 1dari 9

Dosen pengampu; Dr.Yasaratodo Wau, M,Pd.

Kelompok 3:
1). Ade Wiranda
2). Indah sintia
3). Nelvi Murniwati Mendrofa
4). Ririn Salsalita br. Kemit
Bahasa
Bahasa (language) merupakan sebarang bentuk komunikasi
diantara orang-orang, baik yang bersifat verbal atau pun gerak isyarat
dan sikap, penggunaan lambang-lambang dalam komunikasi (kamus
umum psikologi).
Beberapa bentuk bahasa yang digunakan sehari-hari adalah :
- Bahasa lisan
-Bahasa tulisan
-Bahasa tubuh atau isyarat
Tahapan Perkembangan Bahasa
Secara umum, perkembangan keterampilan berbahasa pada individu dapat
dibagi kedalam empat komponen, yaitu :
1. Fonologi
2. Semantik
3. Tata Bahasa
4. Prakmatik
tahapan perkembangan bahasa dapat dibedakan ke dalam tahap-tahap
berikut ini :
• Tahap pralinguistik atau meraban (0,3-1,0 tahun)
• Tahap holofrastik atau kalimat satu kata (1,0-1,8 tahun)
• Tahap kalimat dua kata (1,6-2,0 tahun)
• Tahap pengembangan tata bahasa awal (2,0-5,0 tahun)
• Tahap pengembangan tata bahasa lanjutan (5,0-10,0 tahun)
• Tahap kompetensi lengkap (11,0 tahun-dewasa)
Karakteristik Perkembangan Bahasa Remaja

Bahasa remaja adalah bahasa yang telah berkembang


dilingkungan remaja dan dengan demikian bahasa remaja
terbentuk dari kondisi lingkungan.
Pengaruh pergaulan di dalam masyarakat (teman
sebaya) terkadang cukup menonjol, sehingga bahasa anak
(remaja) menjadi lebih diwarnai pola bahasa pergaulan
yang berkembang di dalam kelompok sebaya.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Perkembangan Bahasa :
1. Umur Anak
2. Kondisi Lingkungan
3. Kecerdasan Anak
4. Status Sosial Ekonomi Keluarga
5. Kondisi Fisik
•Perbedaan Individual dalam Kemampuan
dan Perkembangan Bahasa
Menurut Chomsky (Woolfolk, dkk. 1984) anak dilahirkan ke
dunia telah memiliki kapasitas berbahasa. Akan tetapi seperti
dalam bidang yang lain, faktor lingkungan akan mengambil
peranan yang cukup menonjol, mempengaruhi perkembangan
bahasa anak tersebut. Mereka belajar makna kata dan bahasa
sesuai dengan apa yang mereka dengar, lihat dan mereka hayati
dalam hidupnya sehari-hari. Perkembangan bahasa anak terbentuk
oleh lingkungan yang berbeda-beda.
Berpikir dan berbahasa merupakan dua aktivitas
yang saling melengkapi dan terjadi dalam waktu yang
relatif bersamaan. Seringkali dikatakan oleh banyak
orang bahwa kemampuan berpikir seseorang
menentukan dan sekaligus dapat memahami dari
kemampuan bahasanya. Sebaliknya kemampuan bahasa
seseorang merupakan pencerminan dari kemampuan
berpikir seseorang.
Salah satu penyebab tidak diragukan lagi paling umum dan
paling serius adalah ketidakmampuan mendorong/memotivasi anak
berbicara, bahkan pada saat anak mulai berceloteh.
Perkembangan berbicara merupakan suatu proses yang sangat
sulit dan rumit. Terdapat beberapa kendala yang sering kali dialami
oleh anak, antara lain:
1. Anak cengeng
2. Anak sulit memehami isi pembicaraan orang lain
Agar kemampuan berbahasa remaja dapat berkembang secara
optimal, sejak dini anak perlu diperkenalkan dengan lingkungan
yang memiliki kemampuan berbahsaa yang variatif. Situasi yang
menunjang perkembangan bahasa juga perlu diciptakan dan
dikembangkan oleh para guru di sekolah. Di sisi lain, masyarakat
perlu memberikan dukungan yang bersifat kondisi psikologi dan
sosiokultural bagi perkembangan bahasa remaja. Lingkungan
keluarga, sekolah, maupun masyarakat sangat perlu menciptakan
suasana yang dapat membesarkan hati atau mendorong anak atau
remaja untuk berani mengomunikasikan pikiran-pikirannya.