Anda di halaman 1dari 16

Kelompok 9

Nama kelompok:
1. Feni Dian Safitri 161120001944
2. Asrofatul Faizah 161120001946
3. Nur Haris Abidin 161120001949
Pendahuluan
Pada umumnya piutang perusahaan timbul karena
terjadinya transaksi penjualan secara kredit barang-
barang yang dihasilkan perusahaan.
Penjualan secara kredit sering dilakukan perusahaan
dalam rangka meningkatkan jumlah penjualan hasil
produksinya dipasar, mengingat keadaan persaingan
yang semakin besar.
Pengertian

Anggaran Piutang adalah anggaran yang


merencanakan secara terperinci tentang jumlah
piutang perusahaan berserta perubahan-
perubahannya dari waktu ke waktu selama periode
yang akan datang.
Manfaat Anggaran Piutang
 Merupakan upaya untuk meningkatkan omzet
penjualan, sehingga dapat meningkatkan keuntungan.
 Pada jenis usaha tertentu, kredit jangka panjang dapat
menciptakan keuntungan tambahan tertentu bagi
perusahaan.
 Dapat mempererat hubungan dagang antara
perusahaan dengan relasinya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan
Anggaran Piutang
1. Volume Barang yang Dijual secara Kredit
 Volume barang yang dijual secara kredit lebih besar
daripada tunai dapat semakin memperbesar
anggaran dalam piutang usaha, dan sebaliknya.
Contoh: sebulan dijual barang Rp100.000 dengan
syarat 10% dibayar tunai dan 90% dilakukan secara
kredit. Dengan demikian, piutang usaha yang
tertanam 90% x Rp100.000 = Rp90.000,-
 Volume barang yang dijual secara kredit lebih kecil
daripada tunai dapat memperkecil anggaran dalam
piutang usaha. Contoh: sebulan dijual barang
Rp100.000 dengan syarat 90% dibayar tunai dan 10%
dilakukan secara kredit. Dengan demikian, piutang
usaha tertanam 10% x Rp100.000 = Rp10.000.
Kesimpulannya, semakin besar piutang usaha yang
tertanam semakin besar risiko dalam piutang.
2. Standar Kredit
Semakin longgar standar kredit yang diberikan maka
semakin besar piutang yang tertanam dan semakin
besar risiko kerugian piutang. Standar kredit yang
longgar dan ekstrem misalnya tidak perlu jaminan
kredit termasuk kredit atas barang yang dibeli, semua
orang boleh diberikan fasilitas kredit, tanpa batas.
Sebaliknya, semakin ketat standar kredit yang
diberikan maka semakin kecil piutang yang
dianggarkan dan semakin kecil risiko kerugian
piutang. Standar kredit yang ketat dan ekstrem artinya
calon debitur diseleksi secara ketat.
4. Pemberian Potongan
Pemberian potongan yang besar akan memperkecil
piutang usaha yang tetanam. Sebaliknya, pemberian
potongan yang kecil memperbesar piutang yang
tertanam.
Contoh:
Barang yang dijual Rp 100.000,-
Pembeliam tunai mendapat potongan 10% Rp 10.000,-
Uang yang harus dibayar pembeli Rp 90.000,-
Dengan demikian, penjualan secara tunai tidak
mengakibatkan timbulnya piutang, sedangkan
pembelian secara kredit (tanpa potongan)
mengakibatkan piutang usaha sebesar Rp100.000
Langkah-langkah dalam
penyusunan Anggaran Piutang
 Menentukan besarnya jumlah penjualan tunai dan
penjualan kredit yang dihasilkan oleh suatu perusahaan
dalam jangka waktu satu bulan atau triwulan
 Menentukan besarnya bad debts atau besarnya piutang
tidak tertagih yang harus dicadangkan biasanya dinyatakan
dalam presentase.
 Mengetahui term of kredit
misalnya: dalam pejualan kredit ditentukan bahwa
besarnya piutang yang diterima pada bulan tersebut
sebesar 80%, kemudian 10% pada satu bulan berikutnya
dan 10% lagi pada dua bulan berikutnya.
CONTOH
 . Rencana penjualan PT ABC untuk tahun 2014 adalah sebagai
berikut:
TRIWULAN PENJUALAN
TW 1 Rp 85.000.000
TW 2 Rp. 75.000.000
TW 3 Rp. 100.000.000
TW 4 Rp. 140.000.000

 Dari penjualan tersebut 30% merupakan penjualan Tunai. Untuk


penjualan tunai perusahaan memberikan potongan harga 5%.
Pola penerimaan piutang berdasarkan pengalaman perusahaan
dengan para debitur adalah:
 80% diterima pada Triwulan transaksi penjualan
 20% diterima pada triwulan berikutnya
 bad debt diperkirakan sebesar 1%
Data lain yang tersedia adalah:
Penjualan pada
TW III tahun 2013 adalah 61.000.000
TW IV tahun 2013 adalah 64.000.000
pola penerimaan piutang tahun 2013 sama dengan tahun
2014
Saldo kas awal tahun 2013 sama dengan tahun 2014
Rencana pengeluaran perusahaaan lainnya adalah:
Pada triwulan II perusahaan merencanakan membeli mesin
senilai Rp 20. juta
Pembelian material pada Tw II Rp 75.juta Tw III 120 juta dan pada
Tw IV Rp 95 juta
Rencana pembayaran deviden pada Tw IV sebesar Rp 40 juta
Rencana pelunasan hutang ke bank sebesar Rp 25 juta pada Tw I
Dari data diatas diminta:

1.Menyusun anggaran penagihan piutang tahun 2014


2.Menyusun anggaran penerimaan kas tahun 2014
3.Menyusun anggaran kas sementara tahun 2014
 Anggaran Penerimaan Dari Penjualan Tunai

TW PENUALAN POTONGAN HARGA PENERIMAAN


(5%) NETTO

I 25.000.000 1.275.000 24.225.000

II 22.500.000 1.125.000 21.375.000

III 30.000.000 1.500.000 28.500.000

IV 42.000.000 2.100.000 39.900.000


Anggaran Pengumpulan Piutang (dalam ribuan)

TW PENJ. BAD PIUTANG TW I TW II TW III TW IV


KREDIT DEBT NETTO

IV 13 44.800 448 44.352 8870,4

I 14 59.500 595 58.905


47.124 11.781

II 14 52.500 525 51.975


- 41.580 10.395 -

III 14 70.000 700 69.300


- - 55.440 13.860

IV 14 98.000 980 97.020


- - - 77.616

JMLH 324.800
3.248 321.552 55.994,4 53.361 65.835 91.476
ANGGARAN PENERIMAAN KAS TAHUN 2014

Penerimaan Tw I Tw II Tw III Tw IV

Penjualan
24.225.000 21.375.000 28.500.000 39.900.000
Tunai
Penjualan
55.994.400 53.361.000 65.835.000 91.476.000
Kredit

Jumlah 80.219.400 74.736.000 94.335.000 131.376.000


ANGGARAN KAS SEMENTARA
KETERANGA
TW I TW II TW III TW IV
N
Saldo kas awal 125.000.000 180.219.400 159.955.400 134.290.400
Total
80.219.400 74.736.000 94.335.000 131.376.000
penerimaan
Total kas masuk 205.219.400 254.955.400 254.290.400 265.666.400

PENGELUARAN
Pembelian
- 20.000.000 - -
mesin
Pembelian BB - 75.000.000 120.000.000 95.000.000

Pembyr deviden - - - 40.000.000

Pelunasan Ht 25.000.000 - - -

Total Kas keluar (25.000.000) (95.000.000) (120.000.000) (135.000.000)

SALDO AKHIR 180.219.400 159.955.400 134.290.400 130.666.400