Anda di halaman 1dari 91

BUKU

RENCANA
B W P I L I R B A R AT I I

Studio Perencanaan Kota


Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota
Institut Teknologi Sumatera
2019
OUTLINE

01 TUJUAN BWP Ilir Barat II

02 STRUKTUR RUANG

03 POLA RUANG

04 SUB BWP PRIORITAS

05 A R A H P E M A N FA ATA N R U A N G

06 PERATURAN ZONASI
2
TUJUAN BWP ILIR BARAT II

Arahan dalam Isu Asas Konsepsi,


Tu j u a n
RTRW Kota Strategis Penataan arahan, dan
BWP Ilir
Palembang BWP BWP kebijakan
Barat II
2012-2032 pengembangan
BWP
Arahan dalam RTRW Kota Palembang 2012-2032

1
Ditetapkan sebagai Sub PPK (Pusat
Pelayanan Kota) dengan fungsi
utama sebagai kawasan
2 perdagangan dan jasa, kawasan
perumahan dan kawasan industri
BWP Ilir Barat II sebagai Kawasan Strategis kecil.
Kota Palembang

3
BWP Ilir Barat II merupakan
kawasan perumahan
berkepadatan tinggi (200jiwa/ha)
Isu Strategis BWP Ilir Barat II
Sub Potensi Masalah
BWP
27 Ilir • Dominasi kawasan • Pemukiman padat yang dan
perdagangan (sentra kemungkinan kebakaran rumah
pempek)
28 Ilir • Kawasan pasar tradisional • Fungsi kawasan pasar
• Rencana pembangunan tradisional belum optimal 1 Arah
Karakteristik
dermaga
Kebijakan 2 3
29 Ilir • Kampung Mural Goedang • Permasalahan sampah yang Potensi Masalah Kec.
Boenjit yang merupakan mmencemari di DAS Sungai Tata Ruang Kec. Ilir Ilir Barat II
revitalisasi dari kawasan Kota
kumuh Barat II
• UMKM layang layang Palembang
30 Ilir • Keberadaan industri kain • Terdapat titik lokasi pemukiman
songket kumuh
• Rawan bencana banjir
32 Ilir • Keberadaan industri kain • Distribusi air bersih tidak merata
songket
• UMKM susu kedelai ISU STRATEGIS: “Permasalahan
35 Ilir • Terdapat pelabuhan yang • Keberadaan lingkungan kumuh lingkungan fisik dalam menghambat
tidak beroperasi tetapi yang berhubungan dengan pengembangan kawasan
memiliki nilai investasi tingi masalah sanitasi, lingkungan
yang kotoran, serta kualitas air perdagangan jasa dan industri kecil
bersih yang buruk di kecamatan Ilir Barat II “
Keman • Keberadaan kampung warna • Tidak ada infrastruktur
g warni persampahan
Manis • Rawan akan banjir
• Keadaan kolam retensi yang
tidak baik
Asas Penataan BWP

KELESTARIAN

MANFAAT BERKELANJUTAN

ASAS
PENATAAN BWP
ILIR BARAT II
“Mewujudkan Kecamatan Ilir Barat II - Terkelolanya Lingkungan yang Berkelanjutan

- Tersedianya sarana-prasarana yang memadai


sebagai kawasan perkotaan layak huni
- Tersedianya aksesibilitas internal dan eksternal yang baik
yang aman dan nyaman dengan - Peningktan produktivitas kota

- Terpenuhinya kebutuhan perumahan


optimalisasi fungsi kawasan dan
- Tersedianya area preservasi ekologi kota dam ruang terbuka
pengembangan potensi ekonomi berbasis publik

UMKM lokal”
Konsepsi, arahan, dan kebijakan pengembangan BWP

Pengembangan BWP Ilir Barat II


Pengembangan BWP Ilir Barat
Sebagai Kawasan Perdagangan, Jasa
II Sebagai Kawasan Perumahan
dan Industri Kecil di Kota Palembang.
Guna mendukung pengembangan BWP Ilir Barat II sebagai Dalam mendukung hal tersebut, diperlukan suatu konsep
kawasan perdagangan, jasa dan inustri kecil, BWP Ilir Barat II pengembangan yang terintegrasi yang diwujudkan melalui
harus diarahkan dengan cara meningkatkan kualitas dan pengembangan kawasan kota layak huni yang aman dan
kuantitas dari sarana dan prasarana penunjang melalui nyaman, dan membangun sarana dan prasarana serta utilitas
Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) guna menarik para yang baik untuk meningktakan kualitas lingkungan perkotaan
pengunjung di luar Kota Palembang untuk melakukan aktivitas di
BWP Ilir Barat II. Selain itu juga dapat mengembangkan potensi
yang ada di BWP Ilir Barat II seperti industri-industri kecil dan
UMKM sehingga memiliki nilai jual kepada para pengunjung.

8
STRUKTUR RUANG

Rencana Sistem Analisis Infrastruktur


Perkotaan  Infrastruktur Prasarana
 Infrastruktur Sarana
 Infrastruktur Utilitas
Rencana Sistem Perkotaan
S I S T E M P E R K O TA A N
PETA EKSISITING PETA RENCANA

BWP ILIR BARAT II


ANALISIS INFRASTRUKTUR
Infrastruktur Prasarana
 Transportasi
 Persampahan
Rencana Jaringan Jalan
Jalan Kolektor Primer, Kolektor Sekunder, Lingkungan

Sumber: SNI T- 14 -2014 Tentang Geometri Jalan Perkotaan

Lebar Badan Jalan DAWASJA


Jalan Kolektor Primer Tidak kurang dari 7 meter Tidak kurang dari 15 meter
Jalan Kolektor Sekunder Tidak kurang dari 7 meter Tidak kurang dari 7 meter
Jalan Lingkungan Tidak kurang dari 5 meter Tidak kurang dari 4 meter
BWP ILIR BARAT II
Peta Jaringan Jalan
PETA EKSISITING PETA RENCANA

BWP ILIR BARAT II 14


Rencana Jalur Pejalan Kaki

Sumber: SNI T- 14 -2014 Tentang Geometri Jalan Perkotaan

Hirarki Jalan Minimum Minimum


(m) Khusus (m)
Jalan Kolektor Primer 1,5 1,5
Jalan Kolektor Sekunder 1,5 1
Jalan Lingkungan 1,5 1

BWP ILIR BARAT II


Rencana Moda Transportasi Umum
Tata letak halte terhadap ruang lalu lntas menurut
Dirjen Perhubungan Darat (1996) berikut:

1. Jarak maksimum halte terhadap fasilitas


penyeberang jalan kaki adalah 100 meter
2. Jarak minimal halte dari persimpangan adalah 50
meter setelah atau bergantung pada panjang
antrian
3. Jarak minimal halte dari gedung yang
membutuhkan ketenangan seperti rumah sakit
Peletakan Halte di Persimpangan
Sumber : DLLAJR, 1996 dan tempat ibadah adalah 100 meter
4. Peletakkan halte di persimpangan menganut
sistem campuran yaitu sesudah persimpangan
(farside) dan sebelum persimpangan (near side)
BWP ILIR BARAT II
Rencana Sistem Parkir

Hal yang harus dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

 Hanya pada jalan kolektor sekunder dan lokal sekunder


 Lebar lajur parkir minimum 3 m
 Kapasitas jalan yang memadai
 Mempertimbangkan keselamatan lalu lintas

Sumber: SNI T- 14 -2014 Tentang Geometri Jalan Perkotaan

BWP ILIR BARAT II


Prasarana Persampahan
4R (Replace,Rethink, 7R
3R merupakan Reorganization dan (Reuse,Recycle,Reduce,Re
(Reuse, Reduce, Retrieve enrgy, yakni place,Rethink,Retrieve
Recycle) Replace energy dan Reorganization)

1. Replace merupakan barang


yang dapat digunakan terus 4. Retrive energy yaitu pengelolaan
menurus dan ramah lingkungan persampahan untuk dapat digunakan
3. Reorganization disini dimaksudkan sebagai untuk sumber energi alternatif.
wujud pembaharuan atau permudaan dari dalam arti lain mulai mengganti Misalnya tinja manusia dapat dijadikan
kelembagaan atau organisasi yang selama ini barang sekali pakai dan barang
bergerak dibidang pengeloaan sampah, agar gas, bukan hanya itu sampah organik
menjadi lebih efektif dan melibatkan yang tidak ramah lingkungan atau gulma dan rumput-rumputan yang
partsisipasi masyarakat melalui pemberdayaan. dengan barang yang dapat di daur biasa hanya dibakar atau dianggap
Bukan hanya sebagai obyek, tetapi juga ulang sampah, dapat digunakan sebagai bahan
sebagai subyek pembangunan khususnya bakar biogas atau briket biomassa.
pengelolaan sampah terpadu 2. Rethink yaitu memikirkan kembali
keputusan kita dalam membeli atau
menggunakan barang. Pada saat
berbelanja, sebaiknya memilih barang
yang tidak boros kemasan dan ramah
lingkungan BWP ILIR BARAT II
Pengembangan aspek Pengembangan aspek Pengembangan aspek
peran swasta tekhnis peraturan
Perancangan aspek kemitraan yang Pengembangan pelayanan persampahan, Yakni membuat peraturan tekhnis
ditujukkan untuk mingkatkan efesiensi dengan memperhatikan daerah yang saat penanganan sampah meliputi ketentuan
pengelolan sampah terutama yang ini belum mendapatkan pelayanan , seperti peraturan penganan sampah dari sumber TPA
mempunyai nilai investasi tinggi dn daerah yang berkepadatan tinggi, daerah termasuk ketentuan larangan pembakaran
membutuhkan penangan yang lebih pemukiman kumuh, daerah rawan sanitasi, sampah secara terbuka, pembuangan
professional meliputi pemilihan kegiatan daerah komersial/pusat kota da lain-lain kebantaran sungai , karna yang kita tahu
yang secara tekhis dan ekoniomis layak sesuai kriteria pelembang mempunya banyak sungai,
dilakukan oleh swasta denga metode atau dikhawatirkannya banyak masyarkat yang
pola kemitraan yang jelas dan terukur membuang sampah ke bantaran sungai
serta bersifat win-win solution. tersebut, dan membat ketentuan tidak
membuat TPS liar . selain itu juga adanya
ketentuan yang jelas mengenai penyapuan
jalan dan pemberihan saluran yang harus
dilaksankan oleh masyarakat serta ketentua
3R

19
Peta Prasarana Persampahan
PETA EKSITING PETA RENCANA

BWP ILIR BARAT II 20


ANALISIS INFRASTRUKTUR
Infrastruktur Utilitas
 Listrik
 Telekomunikasi
 Air Bersih
 Air Limbah
 Drainase
Rencana Jaringan Energi / Gas dan Listrik

• Rencana Pengembangan Gas Bumi di Ilir Barat II


Dengan kondisi eksisting yang jaringan gas bumi hanya ada di kelurahan
30 Ilir maka dalam beberapa tahun kedepan jaringan gas bumi sudah terbangun
disepanjang jalan kecamatan Ilir Barat II. Rencana jaringan pipa gas bumi meliputi :
1. Pengembangan depo gas di kawasan industri kecil seperti 30 ilir dan 32 ilir
kecamatan Ilir Barat II
2. Pengembangan jaringan pipa gas bumi di kecamatan Ilir Barat II meliputi
semua kelurahan dan menyambung ke kecamatan lain, pengembangan
jaringan pipa gas bumi dimulai dari kelurahan 30 Ilir.

BWP ILIR BARAT II 22


Rencana Jaringan Listrik

Kebutuhan listrik yang diperlukan Ilir Barat II terhadap supply Kota


Palembang yakni sebesar 4,57%-6,16% , angka ini terbilang dapat
memenuhi supply yang akan diberikan ke Kecamatan Ilir Barat II

BWP ILIR BARAT II


Rencana Jaringan Listrik
Kelurahan 2018 2020 2025 2030 2035 2040

27 13 14 15 16 17 18
Berdasarkan hasil proyeksi dapat
28 8 9 9 10 11 11 dilihat bahwa keadaan gardu
29 37 38 42 45 48 52 listrik mengalami kenaikan
perlima tahun, dimana dalam hal
30 89 92 100 108 116 124
ini perlu diadakan penambahan
32 59 62 67 72 78 83 gardu listrik perlima tahun untuk
35 49 51 55 59 64 68 dapat menunjang distribusi listrik
Kemang 26 27 30 32 34 37
agar dapat memenuhi kebutuhan
listrik di kecamatan Ilir Barat II
Manis
Ilir Barat II 281 292 317 343 368 393

BWP ILIR BARAT II


Peta Jaringan Listrik
PETA EKSITING PETA RENCANA

BWP ILIR BARAT II 25


Rencana Sistem Jaringan Telekomunikasi

Rencana pengembangan telekomunikasi di Kecamatan Ilir Barat II, mencakup:


Rencana pengembangan jaringan telekomunikasi berupa menara Base Tranceiver
Station (BTS) di Ilir Barat II sebanyak 28 unit;
Rencana jaringan internet melalui pengembangan serta optik.

Kriteria umum dari penempatan BTS (PT. Telkom, 2006) adalah sebagai berikut :
Tidak berada pada kawasan konservasi dan tidak berada pada kawasan permukiman
padat (KDB > 75%).
Diperkenankan pada kawasan padat, namun terdapat jarak radius 100 m dari
permukiman penduduk serta diperkenankan pada kawasan wisata tetapi tidak
mengganggu pandangan

BWP ILIR BARAT II


P e t a J a r i n g a n Te l e k o m u n i k a s i
PETA EKSITING PETA RENCANA

BWP ILIR BARAT II 27


Rencana Sistem Penyediaan Air Minum Dan Air Bersih

• Rencana sistem perpipaan dan non perpipaan : Penyediaan sistem air bersih perpipaan
dan non perpipaan di kecamatan Ilir Barat II pengembangan jaringan pipa distribusi dan
booster guna memenuhi cakupan layanan 100% secara bertahap; direncanakan
memanfaatkan penampungan air hujan (Kolam retensi/ telaga) yang berada di kelurahan 30
ilir, kemudian disalurkan ke PDAM Tirta Musi untuk diolah sebelum didistribusikan ke
masyarakat. Selain itu membuat pengembangan sumur resapan/biopori disetiap rumah
dengan tujuan dapat mencegah banjir dan dapat meningkatkan daya resapan air.

•Sistem distribusi air bersih yang diarahkan yakni menggunakan sistem jaringan distribusi
induk yang tertutup dan jaringan melikar loop system. Sistem ini dipilih karena bisa
menjamin pendistribusian air bersih yang merata baik kapasitas maupun tekanannya, selain
itu juga jika dilihat dari Kecamatan Ilir Barat II yang termasuk dalam wilayah dengan
kemiringan sebagian besar datar dengan kelerengan 0 – 2% dan 2 – 4%.

28
Peta Jaringan Air Bersih
PETA EKSITING PETA RENCANA

BWP ILIR BARAT II 29


Rencana Sistem Pengolahan Air Limbah

Kecamatan Ilir Barat II mengalami peningkatkan jumlah buangan air limbah setiap
tahunnya. Namun dengan semakin meningkatnya produksi air limbah di Kecamatan
Ilir Barat 2 ternyata belum tersedianya infrastruktur pengolahan air limbah. Hal ini
karena sebagian besar air limbah menyatu dengan drainase dan dialirkan kesungai.
Karena minimnya kesadaran untuk tidak membuang cairan air limbah sembarangan
dengan membuang cairan air limbah ke drainase dan sungai serta kurangnya
penyediaan instalasi pengolahan air limbah,maka diperlukan :
• Penyediaan IPAL sebesar 84.4 unit
• Upaya untuk mengembangkan sistem sanitasi kawasan dan perkotaan
• Melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan
dengan tidak membuang limbah cair sembarangan.

BWP ILIR BARAT II


Peta Rencana Jaringan Air Limbah

BWP ILIR BARAT II 31


Rencana Jaringan Drainase

Saluran-saluran drainase yang sudah tersedia di Kecamatan Ilir Barat II masih kurang
berfungsi efektif dan masih kurangnya peran serta dan tanggung jawab masyarakat
dalam memelihara keberlangsungan sistem drainase perkotaan dan lingkungannya,
maka diperlukan perbaikan saluran drinase yang tersedia di Kecamatan Ilir Barat II
dengan melibatkan peran masyarakat,yaitu dengan:
• Menjaga kebersihan saluran drainase
• Melakukan gotong royong secara rutin
• Membangun tanggul

BWP ILIR BARAT II


Peta Jaringan Drainase
PETA EKSITING PETA RENCANA

BWP ILIR BARAT II 33


Rencana Jaringan Sarana

 Rencana sarana pendidikan


 Rencana sarana kesehatan
 Rencana sarana peribadatan
 Rencana sarana perdagangan
P e t a R e n c a n a S a r a n a P e n d i d i k a n

35
P e t a R e n c a n a S a r a n a K e s e h a t a n

BWP ILIR BARAT II 36


P e t a R e n c a n a S a r a n a P e r i b a d a t a n

BWP ILIR BARAT II 37


Peta Rencana Sarana, Prasarana, Dan Utilitas

BWP ILIR BARAT II


POLA RUANG

Pembagian Blok Klasifikasi Zona Rencana Zona Rencana Zona


Lindung B u d i d a ya
Pembagian Block
BLOK KELURAHAN
R-2
29 Ilir
R-3
R-2 Pada RDTR memiliki rencana distribusi
subzone peruntukan yang dimana
R-3 subzona ini meliputi zona-zona yang
DW 30 Iir memberikan perlindungan zona
diawahnya, zona perumahan,
SPU-1 pedagangan dan jasa, perkantoran,
KT industry, yang dimana kemudian akan
dimasukkan ke dalam blok-blok. Pada
R-2 BWP Ilir Barat II memiliki tujuh sub-
R-3 Kemang Manis BWP diantaranya adalah 27 Ilir, 28 Ilir,
29 ilir, 30 Ilir,Kemang Manis, 32 Ilir, 35
DW Ilir. Pada BWP Ilir Barat II telah
R-2 ditentukan 117 Blok yang dimana
32 Ilir pembagian blok ini
R-3 mempertimbangkan batas fisik dan
R-2 juga batas administrasi
R-3 35 Ilir
PL
Klasifikasi Zona Ilir Barat II
BWP Klasifikasi Zona Luas (Ha) Presentase (%)
Kawasan Pemukiman Sedang 5,78 27,01
Kawasan berkepadatan tinggi 14,88 69,53
35Ilir Pelabuhan 0,38 1,794
RTH 0,15 0,7
Kawasan perdagangan dan jasa 0,2 0,94
Kawasan berkepadatansedang 4,71 64,89
kawasan berkepadatan tinggi 2,36 32,55
Kemang Manis
danau 0,1 1,39
perdagangan dan jasa 0,08 1,14
Kawasan berkepadatan sedang 14,97 43,31
Kaawasan berkepadatan tinggi 17,25 49,89
danau 0,22 0,65
30 Ilir kawasan Perkantoran 1,34 3,88
Kawasan Pendiidkan 0,19 0,55
RTH 0,08 0,25
Pedagangan dan Jasa 0,49 1,43
Kawasan Berkepadatan sedang 7,27 35,29
27 Ilir
Kawasan berkepadatan tinggi 13,33 64,7
Kawasan Berkepadatan sedang 7,27 34,28
Kawasan berkepadatan tinggi 13,17 62,11
28 Ilir
Perdagangandan Jasa 0,61 2,9
RTH 0,14 0,69
Pemukiman Berkepadatan Sedang 9,46 41,6
29 Ilir
Pemukiman Berkepadatan Tinggi 13,14 57,74
RTH 0,14 0,64
Kawasanberkepadatan sedang 10,49 35,88
kawasan berkepatan tinggi 16,59 56,72
32 Ilir danau 0,1 0,34
kawasan perkantoran 1,34 4,59
Kawasan perdagangan dan jasa 0,71 2,45
Rencana Pola Ruang Zona Lindung
Rencana Pola Ruang Zona Lindung BW P lir Barat II

1. Rencana Pola Ruang Zona Perlindungan Setempat


a. Sempadan Danau
Terdapat danau di Kelurahan Kemang Manis, Kelurahan 32 Ilir, dan Kelurahan 30 Ilir.
• Garis sempadan danau ditentukan mengelilingi danau paling sedikit berjarak 50 meter dari tepi muka air
tertinggi yang pernah terjadi.
• Muka air tertinggi yang pernah terjadi menjadi batas badan danau.
• Badan danau merupakan ruang yang berfungsi sebagai wadah air.

b. Rencana Pemanfaatan Daerah Sempadan Danau


 Kegiatan yang dimaksud yaitu :
• Penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan
• Pariwisata
• Olahraga
• Aktivitas Budaya dan Keagamaan

 Bangunan yang dimaksud yaitu :


• Bangunan prasarana sumber daya air
• Jalan akses, jembatan dan dermaga
• Jalur pipa gas dan air minum
• Rentangan kabel dan listrik dan komunikasi
Rencana Pola Ruang Zona Lindung BW P lir Barat II

1. Rencana Pola Ruang Zona Perlindungan Setempat


a. Sempadan Sungai

Sempadan sungai di BWP Ilir Barat II perlu dilestarikan dengan garis sempadan sungai.
• Garis sempadan sungai bertanggul di luar kawasan perkotaan ditetapkan sekurang-
kurangnya 5 m di sebelah luar sepanjang kaki tanggul;
• Garis sempadan sungai tidak bertanggul yang mempunyai kedalaman <3 m, garis
sempadan ditetapkan sekurang-kurangnya 10 m dihitung dari tepi sungai pada waktu
ditetapkan.
• Sungai yang mempunyai kedalaman lebih dari 3 m - 20 m, garis sempadan ditetapkan
sekurang-kurangnya 15 m dihitung dari tepi sungai pada waktu ditetapkan;
• Sungai yang mempunyai kedalaman > 20 m, garis sempadan ditetapkan sekurang-
kurangnya 30 m dihitung dari tepi sungai pada waktu ditetapkan.
Rencana Pola Ruang Zona Lindung Ilir Barat II

Perlunya pedoman dan merencanakan RTH sebagai berikut :


• Penyediaan RTH berdasarkan luas wilayah perkotaan, yang terdiri dari RTH privat dan non privat. Proporsi RTH pada
wilayah perkotaan adalah sebesar minimal 30 % yang terdiri dari 20 % RTH Publik dan 10 % RTH privat. Luas lahan RTH
dapat didapatkan dengan pengalokasian lahan perkotaan minimal 30 % dari luas kota. Maka perlu ditentukan RTH pada
pekarangan rumah, halaman kantor, taman RT, taman RW, taman Kecamatan, hutan kota, jalur hijau, sempadan sungai
dan pemakaman.
• Lahan berupa pekarangan rumah, dapat memanfaatkan prosentasi lahan yang tidak terbangun atau luas RTH minimum
yang diharuskan adalah luas lahan dikurangi ;uas dasar bangunan sesuai dengan pertauran setempat. Setiap anggota
keluarga dapat diimbangi dengan sekitar dua pohon dewasa serta perdu, semak dan penutuh tanah atau rumput.
Tergantung besar kecilnya rumah atau perkarangan.
• Halaman perkantoran, pertokoan, dan tempat usaha ditetapkan mempunyai KDB sehingga memerlukan tambahan berupa
pot tanaman, pohn kecil dan pohon sedang. Berlaku sesuai kriteria KDB di setiap daerah.
• RTH taman RT, menurut SNI ditetapkan dengan luas minimal 1 m2 per penduduk atau mempunyai luas minimal 250 m2 .
lokasi berada pada radius kurang dari 300 m dari rumah – rumah penduduk yang dilayani GSB minimal 10 meter. Luas
area yang ditanami minimal 70% – 80 % dari luas taman.
• RTH taman RW, luas taman minimal 0,5 m2 per penduduk RW, dengan luas minimal 1.250 m2. lokasi berada pada radius
kurang dari 1000 m dari rumah – rumah penduduk yang dilayani.
• RTH taman Kelurahan, mempunyai lua sminimal 0,30 m2 per penduduk kelurahan, dengan luas minimal taman 9000 m2.
• RTH taman kota adalah taman yang ditunjukan untuk melayani penduduk satu kota atau bagian wilayah kota. Taman ini
melayani minimal 480.000 penduduk dengan standar minimal 0,3 m2 per penduduk kota, dengan luas taman minimal
144.000 m2..
Rencana Pola Ruang Zona Lindung Ilir Barat II

Pengadaan ruang terbuka hijau di BWP Ilir Barat II perlu memperhatikan sebagai
berikut :
• Ruang terbuka hijau yang berfungsi secara ekologis,
sehingga dapat membantu limpasan air dan menjaga keseimbangan ekologis di sub
BWP Ilir Barat II.
• Ukuran Secara Fisik
Pada ukuran ruang terbuka hijau perlu dibuat seoptimal mungkin sesuai kebutuhan
setiap sub BWP di Ilir BARAT II.
• Jenis Kegiatan yang diwadahi di ruang terbuka hijau akan dibuat di sub BWP prioritas
yaitu BWP 32 Ilir, 35 Ilir, dan 30 Ilir guna mendukung fungsi dan potensi yang ada di
BWP sub prioritas, sehingga mampu menarik pengembangan ekonomi kecil di sekitar
ruang terbuka hijau dan dapat dijadikan sebagai ruang produktif warga kota.
• RTH yang Mudah di Akses
Ruang terbuka hijau dapat diakses oleh warga kota tanpa retrubusi biaya apapun dan
tempatnya yang terjangkau.
Rencana Pola Ruang Zona Lindung Ilir Barat II

Rencana RTH di Sempadan Sungai 35 Ilir

Klasifikasi Rencana Ruang Terbuka Hijau di Sempadan Sungai 35 Ilir berupa :


• kawasan hijau rekreasi pada daerah alirah sungai yang fungsi utamanya yaitu sebagai
hutan raya
• kawasan hijau kegiatan olahraga pada DAS, berupa lapangan dengan lahan datar atau
pelataran yang cukup luas.
• Kawasan jalur hijau pada DAS, yang terdiri dari jalur hijau sepanjang DAS, taman, taman
pulau dan sejenisnya.
Rencana Pola Ruang Zona Lindung Ilir Barat II
Penggunaan Konsep Green Belt sebagai RTH di DAS

Green Belt atau sabuk hijau merupakan RTH yang berfungsi sebagai daerah penyangga dan untuk membatasi perkembangan suatu
penggunaan lahan (batas kota, pemisah kawasan, dan lain-lain) atau membatasi aktivitas satu dengan aktivitas lainnya agar tidak
saling mengganggu, serta pengamanan dari faktor lingkungan sekitarnya.

Pada Kelurahan 35 Ilir terdapat daerah aliran anak sungai musi dengan panjang 586,39 m, sehingga perlunya kriteria vegetasi di
sempadan sungai seperti :
Sistem perakaran yang kuat, sehingga mamu menahan pergesaran tanah
Tumbuh baik pada tanah padat
Sistem perakaran msuk keldalma tanah, tida merusak kontruksi dan bangunan
Kecepatan tumbuh bervariasi
Tahan terhadap hama dan penyakit tanaman
Jarak tanam setengah rapat sampai rapat 90 % dari luas area dan harus dihijaukan
Area cukup rindang dan kompak tetapi tidak terlalu gelap
Berupa tanaman lokal dan budidaya
Dominasi tanaman tahunan
Sedapat mungkin merupakan tanaman yang mengundang burung.

Berdasarkan kriteria diatas, maka memerlukan tanaman peneduh dan tanaman hias serta rumput untung mendukungan
adanya Green Belt, berdasarkan pedoman penyediaan dan pemanfaatan RTH di kawasan perkotaan yaitu peraturan menteri
pekerjaan umum no 05/PRT/M/2008. Maka dapat menggunakan tanaman peneduh dengan jarak tanam 2 x 3 meter yaitu
dengan pohon Pulai sebanyak 196 buah mengikuti panjang daerah alirang sungai. Serta menggunakan tanaman hias berupa
tanaman Oaleander dengan total tanaman 587 buah mengikuti panjang daerah aliran sungai.
Rencana Pola Ruang Zona Budidaya

 Zona Perumahan
 Zona Perdagangan dan Jasa
 Zona Perkantoran
 Zona Pelayanan Umum
 Zona Peruntukan Lainnya
Zona Perumahan

Proyeksi Kebutuhan Lahan


Perumahan Proyeksi Daya Tampung
Asumsi Hunian Berimbang 2020 Asumsi Hunian Berimbang 2040 Proye
ksi
Asumsi Kebutuhan Kebut Proyeksi (Jiwa) Luas Lahan Daya Tampung
Asumsi No Kelurahan
Jumlah Jumlah Luas Per Sarana uhan 2020 2040 (ha) 2037 (jiwa)
Luas Kk
Kk 2020 Kk 2040 Kk 2020 Pendukung Laha
2040 (Ha) Besar Sedang Kecil Besar Sedang Kecil
(Ha) Dan Rth n 1 27 ilir 9,7
2040 3.435 4.627 1.698
(Ha)
2 28 ilir 17,48
2.164 2.915 3.617
687 6,87 9,25 1,1 2,3 3,4 1,5 3,1 4,6 2,8 12,0
925
3 29 ilir 29,78
433 4,33 5,83 0,7 1,4 2,2 1,0 1,9 2,9 1,7 7,6 9.758 13.142 5.576
583
1952 19,52 26,28 3,3 6,5 9,8 4,4 8,8 13,1 7,9 34,2 4 30 ilir 133,17
2.628 23.420 31.542 23.852
4684 46,84 63,08 7,8 15,6 23,4 10,5 21,0 31,5 18,9 82,0 5 32 ilir 76,42
6.308 15.640 21.062 13.874
3128 31,28 42,12 5,2 10,4 15,6 7,0 14,0 21,1 12,6 54,8
4.212 6 35 ilir 94,37
12.830 17.280 17.259
2566 25,66 34,56 4,3 8,6 12,8 5,8 11,5 17,3 10,4 44,9
3.456 Kemang
7 50,71
1384 13,84 18,64 2,3 4,6 6,9 3,1 6,2 9,3 5,6 24,2 Manis 6919 9.318 8.937
1.864
14833 148,3 199,8 24,7 49,4 74,2 33,3 66,6 99,9 59,9 259,7 Total 74.166 99.886 411,63 74.811
19.977
Zona Perumahan
Pengaturan secara umum zona perumahan di BWP Ilir Barat II agar sesuai dengan kriteria penataan
ruang adalah sebagai berikut :
– Tersedia sarana dan prasarana umum yang dihitung dari jumlah penduduk, luas
wilayah dan penyebarannya. Fasilitas tersebut adalah :
• Fasilitas pendidikan,
• Fasilitas kesehatan,
• Fasilitas peribadatan,
• Fasilitas perdagangan, dan
• Fasilitas sosial berupa ruang terbuka publik.
– Penyediaan perumahan bagi perumahan baru yang akan dibangun
memperhatikan konsep hunian berimbang (1-2-3);
– Ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) adalah 30% dari total keseluruhan lahan
terbangun;

51
Zona Perumahan
– Mewujudkan konsep livable settlement, program penataan permukiman harus mampu
mewujudkan suatu ruang yang layak dan nyaman bagi penghuninya untuk tinggal
maupun bekerja. Livable Settlement berkaitan dengan kesempatan seseorang untuk
mendapatkan lingkungan yang bersih, daerah yang aman dari tindak kejahatan, daerah
yang memiliki akses terhadap fasilitas yang memadai sehingga tidak timbul suatu
kekhawatiran terhadap kenyamanan masyarakat. Permukiman yang nyaman terwujud
dalam 3 komponen
• Fisik, yaitu tidak terjadi degradasi lingkungan. Hal ini diwujudkan melalui
pelengkapan kawasan perumahan dengan infrastruktur pelayanan dasar terutama
pelayanan persampahan dan air limbah.
• Sosial, partisipasi masyarakat yang aktif yang diwujudkan melalui penyediaan
ruang terbuka sebagai fasilitas tempat berinteraksi dan bersosialisasi masyarakat.
• Ekonomi, adanya penyediaan lapangan kerja yang diwujudkan lewat kemudahan
akses terhadap tempat kerja melalui integrasi kawasan perumahan dengan halte
pemberhentian transportasi umum.

52
Kawasan Perumahan Tradisional Tepian Sungai Musi di
BWP Ilir Barat II

Rumah rakyat tepian sungai Musi - Palembang menurut letak dan kondisi lokasi dibagi menjadi 3 katagori :
(Dwinasari, 1997)
• Rumah yang letaknya di badan sungai, selalu terapung di atas air, disebut rumah rakit.
• Rumah yang letaknya di tepian sungai yang kondisi lokasinya tergantung dari pasang surut air sungai
disebut rumah panggung (rumah limas/rumah gudang).
• Rumah yang letaknya di tepian sungai yang lokasinya pada daerah relatif kering dengan kondisi tanah
lembek/lunak serta berair apabila ada banjir musiman, disebut rumah panggung. (rumah limas/rumah
gudang/rumah deret).
Pendekatan dan strategi pengembangan kawasan perumahan tepian sungai musi Ilir Barat II
• Pendekatan Komprehensif.
• Pendekatan Front Edge
• Pendekatan partisipatorik
• Pendekatan Tekno ekonomis
• Pendekatan Kultural dan kearifan masyarakat

53
Peta Zona Perumahan

54
Zona Perdagangan dan Jasa
Kriteria perencanaan pada zona perdagangan dan jasa terdiri dari 3 skala, yang dimana tiap
skalanya memiliki kriterianya masing masing.

 Untuk skala kota, kriteria perencanaannya terdiri dari:


• Jalan akses minimum adalah jalan kolektor
• Tidak berbatasan langsung dengan perumahan penduduk
• Lingkungan dengan tingkat kepadatan tinggi, sedang, dan rendah dan akan diatur lebih lanjut
didalam peraturan zonasi
Untuk skala BWP, kriteria perencanaannya adalah:
•Lingkungan dengan tingkat kepadatan rendah sampai sedang
•Jalan akses minimum adalah jalan kolektor
•Sebagai bagian dari fasilitas perumahan dan dapat berbatasan langsung dengan perumahan
penduduk
Dan yang terakhir adalah skala Sub-BWP kriterianya adalah:
•Lingkungan dengan tingkat kepadatan sedang sampai tinggi.
•Jalan akses minimum adalah jalan kolektor
•Sebagai bagian dari fasilitas perumahan dan dapat berbatasan langsung dengan perumahan
penduduk.
Kriteria ZonaPerdagangan dan Jasa

Skala kota Skala BWP Skala Sub-BWP


• Jalan akses minimum adalah • Lingkungan dengan tingkat • Lingkungan dengan tingkat
jalan kolektor kepadatan rendah sampai kepadatan sedang sampai
• Tidak berbatasan langsung sedang tinggi.
dengan perumahan penduduk • Jalan akses minimum adalah • Jalan akses minimum adalah
• Lingkungan dengan tingkat jalan kolektor jalan kolektor
kepadatan tinggi, sedang, dan • Sebagai bagian dari fasilitas • Sebagai bagian dari fasilitas
rendah dan akan diatur lebih perumahan dan dapat perumahan dan dapat
lanjut didalam peraturan berbatasan langsung dengan berbatasan langsung dengan
zonasi perumahan penduduk perumahan penduduk.

56
Zona Perdagangan dan Jasa
Rencana yang akan dilakukan di BWP Dalam perencanaannya, kawasan perdagangan
Ilir Barat 2 terkait zona perdagangan dan jasa dan jasa akan direncanakan dengan ketentuan
adalah: sebagai berikut:
• Kawasan perdagangan dan jasa yang 1. Aktivitas dengan skala pelayanan distrik,
terdapat di BWP Ilir Barat 2 adalah daerah 30 sebagian besar luas kavlingnya adalah 400-
Ilir dan 32 Ilir 5.000 m²
• Kawasan perdagangan dan jasa akan 2. Disediakannya ruang untuk parkir sehingga
diarahkan menjadi kawasan perdagangan tidak terjadi kemacetan di kawasan
dan jasa yang terpadu yang perdagangan dan jasa
mengintegrasikan semua potensi UMKM 3. Bangunan pertokoan memiliki tinggi
yang ada di Ilir Barat 2. maksimal 4 (empat) lantai dan minimal 1
• Setiap pertokoan yang terdapat di kawasan (satu) lantai.
perdagangan dan jasa menyediakan lahan
parkir sesuai ketentuan yang berlaku.

57
Zona Perkantoran

Dalam penyususnan rencana zona perkantoran di BWP Ilir Barat 2,


rencana yang akan di lakukan adalah:

1. Tetap mempertahankan lokasi serta luas dari zona perkantoran


tersebut. Lokasi zona perkantoran sendiri terdapat di Sub BWP 30
Ilir dan 32 Ilir.
2. Tidak adanya penambahan zona perkantoran, serta tidak adanya
kemungkinan zona perkantoran di tambahkan karena keurangannya
lahan yang terdapat di BWP Ilir Barat 2.
Zona Pelayanan Umum
Zona sarana pelayanan umum merupakan zona yang direncanakan untuk memenuhi kebutuhan
pelayanan masyarakat di BWP Ilir Barat II yang direncanakan sampai tahun 2040. Luas total
rencana pengembangam zona pelayanan umum yang ada di BWP Ilir Barat II adalah 82,941 Ha.
Tujuan penetapan dari zona pelayanan umum yaitu :
1. Menyediakan ruang untuk pengembangan kegiatan kegiatan pendidikan, kesehatan,
peribadatan, sosial budaya, olahraga dan rekreasi, dengan fasilitasnya dalam upaya
memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan jumlah penduduk yang dilayani dan skala
pelayanan fasilitas yang akan dikembangkan;
2. Menentukan pusat-pusat pelayanan lingkungan sesuai dengan skala pelayanan
sebagaimana tertuang di dalam RTRWK; dan
3. Mengatur hierarki pusat pusat pelayanan sesuai dengan RTRWK

59
Zona Pelayanan Umum

Rencana luas SPU Per Kelurahan

Kelurahan Luas Lahan (ha)


27 Ilir 3.884
28 Ilr 3.032
29 Ilir 10.88
30 Ilir 25.599
32 Ilir 17.751
35 Ilir 14.383

Kemang Manis 7.412

60
Zona Peuntukan Lainnya (RTNH)

1. Ruang Terbuka Non Hijau :


Dalam perencanaan RTNH kota diterapkan kriteria perencanaan meliputi :
• Mempertimbangkan struktur dan pola ruang
• Disediakan berdasarkan proporsi kebutuhannya yang diindikasi
berdasarkan jumlah populasi dan luas area pada setiap
tingkatannya

61
Zona Peruntuan Lainya
(Parkir) Parkir kendaraan pribadi di zona perdagangan dan jasa

1 terutama di kawasan pasar, dan pertokoan diletakan di


lahan parkir yang disediakan

Sistem perpakiran dapat disediakan oleh Pada kawasan pasar disediakan lahan
pemilik gedung/pertokoan di zona
perkantoran dan zona perdagangan jasa off- 6 2 parkir sebagai areal bongkar muat bagi
kendaraan pengangkut barang serta
street melaui parkir lapangan. Parkir
lapangan dapat disediakan dengan jumlah ruang parkir bagi kendaraan pribadi
yang sangat terbatas. Parkir lapangan Ketentuan sistem pengunjung
diarahkan memiliki sudut 900 atau 00
parkir yang ada
direncanakan
Dilarang parkir bagi kendaraan berat di jalan Parkir pada zona perdagangan jasa
terpadu diarahkan pada lahan parkir
utama yang tidak memiliki sempadan jalan
yang cukup lebar.
5 3 yang disediakan oleh setiap
pertokoan dan pada parkir seri di
pinggir jalan yang memiliki sempadan
Parkir pada lokasi perkantoran dan fasilitas umum lainnya jalan yang cukup lebar.
diarahkan didalam kompleks bangunan atau parkir seri di pinggir
jalan untuk waktu-waktu tertentu dan hanya pada jalan yang
4
memiliki ruan yang cukup lebar.

62
Zona Peruntukan Lainnya (Kegiatan Sektor informal)

Sektor informal merupakan salah satu pendukung pertumbuhan ekonomi dan


penyediaan lapangan kerja. Meskipun kegiatan informal dapat mendukung
pertumbuhan ekonomi namun tetap perlu dilakukan kendali untuk menjaga keteraturan
penataan ruang kota. Penyediaan ruang untuk sektor informal terdiri dari ruang
permanen dan ruang temporer. Meliputi :
• Di sekitar pasar tradisional
• Terminal
• Sekitar pertokoan
• Tempat rekreasi (taman kota, hutan kota, lapangan olahraga)
• Ruang terbuka lainnya (plaza, tempat parkir)

63
Zona Peuntukan Lainnya (Kegiatan Sektor informal)

Kriteria umum penataan :


1. Menyediakan ruang/kios untuk kegiatan perdagangan skala kecil.
2. Jumlah unit usaha yang banyak dalam skala kecil.
3. Mempertimbangkan ketersediaan air bersih, listrik, jaringan drainase, dan
tempat penampungan sampah.
4. Memperhatikan alokasi ruang parkir kendaraan

64
SUB – BWP PRIORITAS

Tu j u a n P e n e n t a p a n S u b Kriteria penetapan L o k a s i d a n Te m a
BWP Prioritas Penaganan
Penangannya
Pendahuluan
Tujuan
Muatan Sub BWP mengembangkan, melestarikan,
melindungi,memperbaiki, mengkoordinasikan
Prioritas
keterpaduan pembangunan, dan/atau
• Lokasi melaksanakan revitalisasi di kawasan yang
• Tema Penanganannya bersangkutan, yang dianggap memiliki
prioritas tinggi dibandingkan Sub BWP
lainnya.

Penetapan Sub
BWP Proritas

Keriteria penentapan
Fungsi
• Tujuan penataan BWP
• dasar penyusunan RTBL dan rencana
• Nilai penting sub BWP yang ditetapkan
teknis pembangunan sektoral;
• Kondisi Sosial,Ekonomi dan lingkungan
• dasar pertimbangan dalam penyusunan
• Daya dukung dandaya tampung indikasi program prioritas RDTR.
• Ketentuan peratturan perundang undang

66
Penetapan Sub- BWP Prioritas
Lokasi
Kriteria Penetapan
Sub BWP Prioritas I ( 30 ilir ) Sub BWP Prioritas II ( 32 ilir ) Sub BWP Prioritas III ( 35 Ilir)
Sub BWP I sebagai pusat kegiatan perkotaan di
Sub BWP 1 sebagai pendukung kegiatan perkotaan di Sub BWP III sebagai penyongkong kegiatan
Kecamatan Ilir Barat II dengan fungsi sebagai
Tujuan Penataan BWP Kecamatan Ilir Barat II dengan fungsi utama sebagai dengan fungsi sebagaia perdagangan jasa dan
Perdagangan jasa, Industri UMKM, Pemukiman, dan
perdagangan dan Jasa, Industri UMKM, dan Pendidikan pemukiman
RTH

Sebagai pendukung Pusat BWP Ilir Barat II, memiliki


Sebagai pusat BWP Ilir Barat II, memiliki nilai penting Sebagai pendukung pusat lingkungan BWP Ilir
nilai penting dari sudut ekonomi karena terdaptnya
dari sudut ekonomi karena terdaptnya kawasan industri Barat II, memiliki nilai penting dari sudut sosial
kawasan industri kecil UMKM; sudut sosial budaya
kecil UMKM; sudut sosial budaya terdapatnya warisan budaya terdapatnya warisan budaya di dekat
terdapatnya warisan budaya di dekat pinggiran sungai
Nilai Penting Sub BWP yang ditetapkan budaya di dekat pinggiran sungai musi berupa rumah pinggiran sungai musi berupa rumah panggung
musi berupa rumah panggung yang merupakan warisan
panggung yang merupakan warisan budaya daerah yang merupakan warisan budaya daerah
budaya daerah palembang, dan sudut lingkungan
palembang, dan sudut lingkungan terdapatnya kritis palembang, dan sudut lingkungan terdapatnya
terdapatnya kritis lingkungan terutama di pemukiman
lingkungan terutama di pemukiman kumuh kritis lingkungan terutama di pemukiman kumuh
kumuh

- Kondisi ekonomi: kegiatan perekonomian didukung - Kondisi ekonomi: kegiatan perokonomian didukung
- Kondisi ekonomi : terdapatnya perdagangan
oleh kegiatan perdagangan dan jasa, industri kecil, dan oleh perdaganagn dan jasa, industri kecil, dan
berupa warung kelontong dan perkantoran
perkantoran perkantoran

- Kondisi Sosial : terdapat 723 keluarga prasejahtera - Kondisi Sosial : terdapat 1674 keluarga prasejahtera - Kondisi Sosial : terdapat 1070 keluarga
Kondisi Ekonomi, Sosial, Budaya, Lingkungan dan 2719 dan kepadatan penduduk dan 3760 keluarga sejahtera dan kepadatan penduduk prasejahtera dan 1812 keluarga sejahtera

- Kondisi Lingkungan : kondisi lingkungan - Kondisi Lingkungan : lingkungan hidup


- Kondisi Lingkungan : terjadinya penurunan
mengalami enurunan di kawasan pemukiman mengalami pencemaran terutama di pemukiman
kualiatas lingkungan hidup di kawasan pemukiman
sedangkan untuk kawasan pemukiman berkepadatan kumuh yang berada did ekat bantaran sungai
kumuh yang terletak di pinggiran sungai musi
rendah lingkungan terjaga dengan baik musi
- Daya tampung : 23.850 Jiwa/m2 - Daya tampung : 13.873 Jiwa/m2 - Daya Tampung : 17.258 jiwa/m2

- Daya dukung lahan pada kondisi eksisting memiliki - Daya dukung lahan pada kondisi eksisting memiliki - Daya dukung lahan pada kondisi eksisting
Daya dukung dan daya tampung kondisi kesetabilan lereng yang tinggi, ketersediaan air kondisi kesetabilan lereng yang tinggi, ketersediaan air memiliki kondisi kesetabilan lereng yang tinggi,
yang tinggi, mudah dikerjakan, dan memiliki kesetabilan yang tinggi, mudah dikerjakan, dan memiliki kesetabilan ketersediaan air yang tinggi, mudah dikerjakan,
pondasi yang tinggi pondasi yang tinggi dan memiliki kesetabilan pondasi yang tinggi

Ketentuan peraturan perundang-undangan Budidaya ( kawasan peruntukan industri kecil dan Budidaya ( kawasan peruntukan industri kecil dan Budidaya (Kawasan Pemukiman berkepadatan
terkait (RTRW Kota Palembang 2012-2032) pemukiman berkepadatan tinggi ) pemukiman berkepadatan tinggi) sedang)

67
Peta Sub BWP Prioritas

68
TUJUAN BWP ILIR TEMA PENANGANAN
B A R AT I I SUB BWP PRIORITAS
“ Mewujudkan Kecamatan Ilir Barat II “pengembangan bagian kawasan
sebagai kawasan kota layah huni yang perkotaan untuk mewujudkan livable
aman dan nyaman serta mengoptimalkan
fungsi kawasan perdagangan, jasa, dan 2040”
industri kecil guna mewujudkan tujuan
pembangunan kota palmbang”

Sub BWP Prioritas – BWP Ilir Barat II 69


Tema Penanganan : “pengembangan bagian kawasan perkotaan untuk
mewujudkan liveable 2040”
Pengembangan Revitalisasi Pemukiman
Infrastruktur Kumuh
Pengembangan prasarana, sarana dan Peremajaan pemukiman kumuh melalui
utilitas untuk menunjang kegitas sosial, penataan kembali atau revitalisasi
dan perekonomian

Pelestarian pemukiman
di pinggiran sungai musi
Revitalisasi kawasan di pinggiran sungai
musi, sehingga kawasan haritage di
pinggiran sungai musi tetap hidup dan daat
berkembang

Tr a s n p o r t a s i p u b l i k Pengembangan ekonomi
di kawasan industri lokal
Pembangunan kawasan terpadu di Kawasan industri kecil kain songket dapat
daerah industri kain songket dikembangkan menjadi ekonomi lokal BWP
ilir barat II, sehingga dapat meningkatkan
perekonomian masyarakat dan juga tingkat
partisipasi masyarakat agar dapat berdaya

70
Peningkatan Pelayanan Prasarana, sarana, dan
utilitas untuk mendukung selruh kegiatan skala
1 kecamatan

Perbaikan sarana transportasi (jalan dan pedestrian) yang


2 dapat melayani kawasan permukiman, kawasan
Arah Penanganan perdagangan jasa, dan kawasan industri songket

Sub BWP Prioritas Membangun sarana-sarana pelayanan masyarakat atau


3 pelayanan public terutama di kawasan pemukiman,
Kelurahan 30 Ilir sebagai Sub BWP
perdagangan jasa, dan industri UMKM
Prioritas I

Mengembangkan Landmark kawsan industri songket


4 sehingga dapat menarik wisatawan;

Penataan pemukiman yang lebih terstruktur untuk


5 pemanfaatan ruang yang lebih maksimal.

71
Arah Penanganan Sub BWP
Prioritas Perbaikan dan peningkatan prasarana dan sarana

1 pendukung kegiatan dan jasa yang dapat melayani


Kelurahan 32 Ilir

Perbaikan sarana transportasi umum Memperluas kawasan perdagangan yang


yang dapat melayani kawasan dapat memacu perkembangan ekonomi
permukiman, kawasan perdagangan, 6 2 yang tinggi terutama di dekat kawasan
kawasan industri songket dan kawsaan Jemabatan Sungai Musi IV
pendidikan
Kelurahan 32 Ilir
sebagai Sub BWP
Prioritas II
Penataan danau sebagai RTH yang dapat Membuat Landmark untuk kawasan
menunjang kegiatan perekonomian dan industri songket sehingga dapat menarik
jasa tetapi harus tetap mempertahankan 5 3 wisatawan sehingga dapat menimbulkan
kondisi ekosistem danau. Selain itu RTH kegiatan ekonomi yang baru dikawasan
dapat dijadikan tempat rekreasi keluarga tersebut

Penataan pemukiman yang lebih terstruktur 4


untuk pemanfaatan ruang yang lebih maksimal

72
Arah Penanganan Sub BWP
Prioritas
1

6 2
Kelurahan 35 Ilir
sebagai Sub BWP
Prioritas III

5 3

73
PEMANFAATAN RUANG

Program Lokasi Besaran Sumber Instansi W a k t u d a n Ta h a p Ta b e l


pemanfaatan dan biaya pendanaan Pelaksana Pelaksanaan Indikasi
ruang Prioritas Program
Program Pemanfaatan Ruang Prioritas

 Program perwujudan rencana struktur ruang


 Program perwujudan pola ruang
 Program perwujudan Sub BWP Prioritas
Pengantar

Ketentuan pemanfaatan
Program pemanfaatan ruang ruang disusun dengan
merupakan program-program pengembangan wilayah kriteria:
perencanaan yang diindikasikan memiliki bobot tinggi 1. Mendukung perwujudan rencana pola ruang dan rencana
berdasarkan tingkat kepentingan atau diprioritaskna jaringan prasarana (Struktur Ruang) di BWP serta
dan memiliki nilai strategis untuk mewujudkan perwujudan Sub BWP yang diprioritaskan penanganannya.
rencana jaringan prasarana dan rencana pola ruang 2. Mendukung program penataan ruang wilayah
di wilayah perencanaa sesuai tujuan penataan ruang kabupaten/kota.
wilayah perencanaan. 3. Realistis, objektif, terukur, dan dapat dilaksanakan dalam
jangka waktu perencanaan.

4. Konsisten dan berkesinambungan terhadap program yang


disusun, baik dalam jangka waktu tahunan maupun lima
tahunan.

5. Terjaganya sinkronisasi antarprogram dalam satu kerangka


program terpadu pengembangan wilayah kabupaten/kota.

76
Program Perwujudan Rencana Struktur Ruang

1 Perwujudan sistem pergerakan


 Perwujudan sistem jaringan jalan
 Pembangunan dan Pengembangan Jalan Kolektor Primer
 Pembangunan dan Pengembangan Jalan Kolektor Sekunder
 Pembangunan dan Pengembangan Jalan Lingkungan

2 Perwujudan sistem jaringan energi/gas dan kelistrikan


 Penambahan Gardu Listrik yang disalurkan melalui SUTET, SUTUT dan SUTT.
 Pengembangan depo gas di kawasan industri kecil
 Pengembangan jaringan pipa gas bumi

3 Perwujudan sistem jaringan telekomunikasi


 Penambahan menara BTS
 Rencana jaringan internet melalui pengembangan serta optik

77
Program Perwujudan Rencana Struktur Ruang

1 Perwujudan sistem jaringan air bersih dan air minum


 Pengembangan jaringan pipa distribusi dan booster guna memenuhi cakupan layanan 100% secara bertahap
 peningkatan kualitas pelayanan menjadi 24 jam per hari
 peningkatan kualitas air

2 Perwujudan pengelolaan air limbah


 Pembuatan IPAL sebanyak 84 unit di kecamatan Ilir Barat II

3 Perwujudan sistem jaringan persampahan


 Pengembangan persampahan 7R (Reuse, Recycle, Reduce, Replace, Rethink, Retrieve energy dan Reorganization)
 penyediaan tong-tong sampah di setiap rumah dan setiap bangunan
 penyediaan kontainer sampah

78
Program Perwujudan Rencana Struktur Ruang

7 Perwujudan sistem jaringan drainase


 Pembangunan dan perbaikan drainse

79
Program Perwujudan Rencana Pola Ruang

Program perwujudan kawasan Program perwujudan kawasan


lindung budidaya
Program kawasan perlindungan setempat di BWP Ilir Barat II, Program perwujudan zona budidaya
meliputi :
1. Perumahan
 Penetapan kawasan penyangga (buffer);
2. perdagangan dan jasa
 Penegakan aturan garis sempadan danau;
3. Perkantoran
 Pengembangan, pengelolaan, pemanfaatan daerah
4. pelayanan umum
sempadan danau, meliputi Penelitian dan pengembangan
ilmu pengetahuan, Pariwisata, Olahraga, Aktivitas Budaya 5. peruntukan lainnya
dan Keagamaan. 6. peruntukan campuran (Mix Use)
 Zona Ruang Terbuka Hijau Kota

80
Program Perwujudan Penetapan Sub BWP yang Diprioritaskan

Sub BWP I Sub BWP II Sub BWP III


(32 ilir) (30 ilir) (35 Ilir)
program yang difokuskan program yang difokuskan Kelurahan 35 ilir program yang
disesuaikan dengan fungsinya disesuaikan dengan fungsinya difokuskan disesuaikan dengan
yang telah di tetapkan berdasarkan yang telah di tetapkan berdasarkan fungsinya yang telah di tetapkan
kriteria tujuan penataan BWP yaitu kriteria tujuan penataan BWP yaitu berdasarkan kriteria tujuan
sebagai fungsi utama kawasan sebagai fungsi utama kawasan penataan BWP yaitu sebagai fungsi
perdagangan dan jasa, pemukiman, danau, perkantoran, utama kawasan pemukiman dan
permukiman, danau, perkantoran pendidikan, perdagangan dan jasa perdagangan.
dan pendidikan.

81
Program Perwujudan Penetapan Sub BWP yang Diprioritaskan

Program yang ada disini di sesuaikan dengan peruntukan pada sub BWP masing-masing (30 ilir, 32 ilir, dan 35 ilir)
seperti yang sudah dibahas pada bab sebelumnya, diketahui bahwa disetiap sub BWP fungsi utamanya sebagai
kawasan pemukiman dan perdagangan jasa, oleh karena itu katahanan terdapat perubahan iklim yang mendasar
adalah pasokan air. Karena kawasan pemukiman dan perdagangan jasa sangat membutuhkan posakan air yang
baik dan mencukupi, dan juga kawasan ini rentan akan kekurangan ketika musim kemarau datang. Oleh sebab itu
program perencanaan terhadap pasokan air perlu diperhatikan dan direncanakan dengan baik.

82
Lokasi
Lokasi merupakan penempatan pelaksanaan dari arahan rencana, lokasi yang dimaksud disini
adalah dapat satu ataupun seluruh Kelurahan yang ada di Kecamatan Ilir Barat II, tergantung
kepada konteks arahan dari rencananya.
Besaran dan Biaya
Besaran dan biaya pada usulan program di BWP Ilir Barat II tergantung pada rencana
dan program yang akan dilaksanakan serta lokasi dari rencana tersebut. Besaran dana
mengikuti harga satuan setempat dan belanja dari material yang dibutuhkan serta
kemampuan dana daerah. Sedangkan biaya belum bisa ditentukan karena masih berupa
rencana
Sumber Pendanaan
Sumber pendanaan dapat berasal dari APBD, APBN, Swasta, dan/atau Masyarakat, dapat juga berasal dari
Kerjasama antara Pemerintah dan Dunia Usaha (KPBU), dll
Pendapatan Pemerintah Kota Palembang secara umum bersumber dari:
 APBD Kota Palembang
 APBN
 Pajak Daerah
 Retribusi Daerah
 Penerimaan Lain-lain
 Dana perimbangan yang terdiri dari:
Bagi Hasil Pajak / Bukan Pajak
 Dana Alokasi Umum
 Dana Alokasi Khusus
 Lain-lain Pendapatan Daerah yang Syah
 Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya
 Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus
 Pendapatan Lainnya
 Dana Desa
Instantsi Pelaksana
Instansi pelaksana yang terkait dalam arahan pemanfaatan ruang dalam RDTR Kecamatan Ilir Barat II ini adalah instansi yang
memiliki kewenangan dibidangnya seperti halnya persoalan air bersih, sampah, drainase, permukiman, dan lain sebagainya akan
berada di bawah wewenang masing-masing instansi yang berkonsentrasi terhadap bidang tersebut

DINAS
• Dinas Kesehatan
• Dinas Sosial
• Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penanggulangan Bencana
• Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan
• Dinas Pariwisata
• Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kota Palembang BADAN
• Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR)
• Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman
• Badan Pengelolaan Pajak Daerah
• Dinas Komunikasi Dan Informatika • Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset
• Dinas Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Daerah
• Dinas Perdagangan • Badan Kepegawaian Dan Pengembangan
• Dinas Perindustrian Sumber Daya Manusia (BKPSDM)
• Dinas Kehutanan
• Dinas Kepemudaan Dan Pariwisata
• Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik
• Dinas Perhubungan • Bappeda Kota Palembang
• Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Satu Pintu
• Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Pemberdayaan
Masyarakat Kota Palembang
• Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan
• Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan
• Dinas Perikanan
Wa k t u d a n Ta h a p P e l a k s a n a a n
Tahapan pelaksanaan arahan pemanfaatan ruang, akan dilakukan selama 20 tahun dengan 4 periode yaitu:
• Periode I tahun 2020-2024
• Periode II tahun 2025-2039
• Periode III tahun 2030-2034
• Periode IV tahun 2035-2040
TABEL INDIKASI PROGRAM
Tahap Realisasi
No Program Utama Lokasi I II III IV Sumber Dana Instansi Pelaksana Jumlah Perkiraan Biaya
2020 2021 2022 2023 2024 2025-2029 2030-2034 2035-2040
A Perwujudan Rencana Struktur Ruang
Program Perwujudan Rencana Pengembangan
1
pusat pelayanan
1.1 Program Perwujudan Pusat Pelayanan
Kota/Kawasan Perkotaan
Dinas PU, Dinas Kesehatan,
a. Program Perwujudan Rencana
Swasta, 10. Dinas Koperasi
pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan Kelurahan 30 Ilir APBD
Dan Usaha Kecil Dan
dan ekonomi
Menengah
Dinas PU, Dinas Kesehatan,
b. Program Perwujudan Rencana peningkatan Swasta, 10. Dinas Koperasi
Kelurahan 30 Ilir APBD
pelayanan lokal Dan Usaha Kecil Dan
Menengah
1.2 Program Perwujudan Sub Pusat Pelayanan Kesehatan (72,1 M) ; Peribadatan (147,7
Kota/Kawasan Perkotaan M) ; Pendidikan (1,43 T) dan Perdagangan
(161,1 M)
a. Program Perwujudan rencana pengembangan
Kelurahan 35 Ilir, 32 Ilir, dan 29 Dinas PU, Dinas Kesehatan,
fasilitas pelayanan kesehatan dan pendidikan APBD
Ilir Swasta
dan peribadatan
1.3 Program Perwujudan Pusat Lingkungan
Dinas PU, Dinas Kesehatan,
a. Program Perwujudan rencana pengembangan
Kelurahan 28 Ilir (pusat Swasta, 10. Dinas Koperasi
fasilitas pelayanan kesehatan, pendidikan, APBD
lingkungan kecamatan) Dan Usaha Kecil Dan
peribadatan, dan ekonomi
Menengah
Dinas PU, Dinas Kesehatan,
b. Program Perwujudan rencana pengembangan
27 Ilir dan Kemang Manis (pusat Swasta, 10. Dinas Koperasi
fasilitas pelayanan kesehatan, pendidikan, APBD
lingkungan kelurahan) Dan Usaha Kecil Dan
peribadatan, dan ekonomi
Menengah
2 Perwujudan Jaringan Transportasi
2.1 Program Perwujudan Rencana Jaringan
Jalan
Jaringan jalan kolektor primer
dengan lebar badan jalan
a. Program Perwujudan Pembangunan dan Dinas Bina Marga/ Dinas
minimal 9 meter, meliputi Jalan APBD
Pengembangan Jalan Kolektor Primer Perhubungan
Ki Gede Ing Suro dan Jalan
Pangeran Sido Ing Lautan.
Jaringan jalan kolektor sekunder
dengan lebar badan jalan
minimal 9 meter, meliputi Jalan 3,6 M
b. Program Perwujudan Pembangunan dan Dinas Bina Marga/ Dinas
Ki Ronggo Wiro Santiko, Jalan APBD
Pengembangan Jalan Kolektor Sekunder Perhubungan
Diponegora, Jalan Gajah Mada,
Jalan Cipto, Jalan Jaksa Agung
R. Supropto.
Jalan lingkungan dengan lebar
badan jalan minimal 7,5 meter
meliputi seluruh jalan-jalan di
c. Program Perwujudan Pembangunan dan Dinas Bina Marga/ Dinas
perumahan dan permukiman APBD
Pengembangan Jalan Lingkungan Perhubungan
yang tersebar di seluruh wilayah
Kota Palembang. dan jalan lokal
lainnya.
3 Perwujudan Jaringan Prasarana

3.1 Program Perwujudan Rencana Pengembangan


Energi/gas dan kelistrikan

Kelurahan 27,28,29,30,32,35 ilir Perusahaan Listrik Negara


a. Program Perwujudan Penambahan Gardu Listrik APBD, PLN, Swasta
dan kembang manis. (Persero) 248,3 M
b. Program Perwujudan Pengembangan depo gas di
30 ilir dan 32 ilir APBD Dinas PU
kawasan industri kecil

c. Program Perwujudan Pengembangan jaringan


Kecamatan Ilir Barat II APBD Dinas PU
pipa gas bumi
3.2 Program Perwujudan Rencana Pembangunan
Jaringan Telekomunikasi
Dinas Komunikasi Dan
Kelurahan 27,28,29,30,32,35 ilir
a. Program Perwujudan Penambahan menara BTS TELKOM, SWASTA Informatika, TELKOM,
dan kemang manis.
SWASTA 38,3 M

Dinas Komunikasi Dan


b. Program Perwujudan Rencana jaringan internet
Kecamatan Ilir Barat II TELKOM, SWASTA Informatika, TELKOM,
melalui pengembangan serta optik.
SWASTA

3.3 Program Perwujudan Rencana Sistem


Penyediaan Air Minum Dan Air Bersih

a. Program Perwujudan Pengembangan jaringan


pipa distribusi dan booster guna memenuhi cakupan Kecamatan Ilir Barat II APBD Dinas PU. PDAM
layanan 100% secara bertahap
376,16 M

b. Program Perwujudan peningkatan kualitas


Kecamatan Ilir Barat II APBD Dinas PU. PDAM
pelayanan menjadi 24 jam per hari

c. Program Perwujudan peningkatan kualitas air Kecamatan Ilir Barat II APBD Dinas PU. PDAM

3.4 Program Perwujudan Rencana sistem jaringan


drainase
469 Juta
a. Program Perwujudan Pembangunan dan
Kecamatan Ilir Barat II APBD Dinas PU
perbaikan drainse
3.5 Program Perwujudan Rencana sistem jaringan
air limbah
123,6 M
Dinas PU, Bappeda Litbang Kota
a. Program Perwujudan Pembuatan IPAL Kecamatan Ilir Barat II APBD
Palembang
3.6 Program Perwujudan Rencana sistem jaringan
persampahan
a. Program Perwujudan
pengembanganpersampahan 7R Dinas Lingkungan Hidup Dan
Kecamatan Ilir Barat II APBD
(Reuse,Recycle,Reduce,Replace,Rethink,Retrieve Kebersihan
energy dan Reorganization) 40 M
b. Program Perwujudan penyediaan tong-tong Dinas Lingkungan Hidup Dan
Kecamatan Ilir Barat II APBD
sampah di setiap rumah dan setiap bangunan Kebersihan

c. Program Perwujudan penyediaan kontainer Dinas Lingkungan Hidup Dan


Kecamatan Ilir Barat II APBD
sampah Kebersihan
Program Perwujudan Perwujudan Rencana
B
Pola Ruang

1 Program Perwujudan Zona Lindung

1.1 Program Perwujudan Kawasan Perlindungan


Setempat

Dinas PU terkait PSDA/


KelurahanKemang Manis, DinasKehutanan/
a. Program Perwujudan Penetapan kawasan
Kelurahan 32 Ilir, danKelurahan APBD DinasPertaniandan
penyangga (buffer) 96,16 Juta
30 Ilir Perkebunan, BLH Kota
Palembang.

Dinas PU terkait PSDA/


DinasKehutanan/
1.2 Program Perwujudan Zona Ruang Terbuka Kelurahan 35 Ilir, 30 Ilir, 28
APBD DinasPertaniandan
Hijau Kota Ilirdan 29 Ilir
Perkebunan, BLH Kota
Palembang.

2 Program Perwujudan Zona Budidaya

2.1. Program Perwujudan Fasos-Fasum

a. Program Perwujudan Pembangunan,


APBD Dinas Pendidikan
Penambahan Taman Kanak-Kanak
Di tengah kelompok warga.
Tidak menyebrang jalan raya.
Bergabung dengan taman
sehingga terjadi pengelompokan
b. Program Perwujudan Pembangunan, kegiatan. (Lingkup Kecamatan APBD Dinas Pendidikan
Penambahan Sekolah Dasar Ilir Barat II)

1,43 T

c. Program Perwujudan Pembangunan,


APBD Dinas Pendidikan
Penambahan Sekolah Menengah Pertama Dapat di jangkau dengan
kendaraan umum. Disatukan
dengan lapangan olah raga.
d. Program Perwujudan Pembangunan, (Lingkup Kecamatan Ilir Barat II) APBD Dinas Pendidikan
Penambahan Sekolah Menengah Atas

e. Program Perwujudan Penambahan Fasilitas Dinas Pekerjaan Umum dan


Kecamatan Ilir Barat II APBD
Peribadatan (Masjid, Musola, Greja, dan Vihara) Penataan Ruang (PUPR)
Program Perwujudan Penanganan SUB
C BWP Yang Dipriortaskan
Penanganannya

Dinas PU, Dinas


Program Perwujudan program kawasan
Pendidikan, Dinas
1 perdagangan dan jasa, permukiman, danau, kelurahan 32 ilir APBD, SWASTA
Perumahan Rakyat Dan
perkantoran dan pendidikan.
Kawasan Permukiman

Dinas PU, Dinas


Program Perwujudan program kawasan
Pendidikan, Dinas
2 pemukiman, danau, perkantoran, Kelurahan 30 Ilir APBD, SWASTA 2,641 T
Perumahan Rakyat Dan
pendidikan, perdagangan dan jasa.
Kawasan Permukiman

Dinas PU, Dinas


Program Perwujudan program kawasan
Pendidikan, Dinas
3 pemukiman, danau, perkantoran, Kelurahan 35 ilir APBD, SWASTA
Perumahan Rakyat Dan
pendidikan, perdagangan dan jasa.
Kawasan Permukiman

Program Perwujudan Ketahanan


D
Terhadap Perubahan Iklim

Kelurahan 32 Ilir dan


1. Program rencana peningkatan tinggi Dinas Perumahan Rakyat
Kelurahan 35 Ilir (Sekitaran APBD 2,641 T
rumah panggung dan Kawasan Permukiman
Jembatani Musi 6)

2. Program Pengelolaan Sistem Sampah


terpadu melalui sistem pengelolaan sampah
Dinas Lingkungan Hidup
7R (Reuse, Recycle, Reduce, Replace, Kecamatan Ilir Barat II APBD 40 M
Dan Kebersihan
Rethink, Retrieve energy dan
Reorganization)

3. Program Peningkatan mutu pendidikan


dengan meningkatkan kesadaran dan
kapasitas manusia dan kelembagaan dalam
Kecamatan Ilir Barat II APBD Dinas Pendidikan 1,43 T
mitigasi perubahan iklim (Building
Teachers and Student Climate Change
Resillience Capacity).