Anda di halaman 1dari 32

KALIMAT EFEKTIF

 OLEH : Dra. S.A.WITANTI, M.Pd


Beberapa definisi kalimat efektif
menurut beberapa ahli bahasa:
 Kalimat efektif adalah kalimat yang bukan hanya memenuhi syarat-
syarat komunikatif, gramatikal, dan sintaksis saja, tetapi juga harus
hidup, segara, mudah dipahami, serta sanggup menimbulkan daya
khayal pada diri pembaca. (Rahayu: 2007)
 Kalimat efektif adalah kalimat yang benar dan jelas sehingga dengan
mudah dipahami orang lain secara tepat. (Akhadiah, Arsjad, dan
Ridwan: 2001)
 Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi kriteria jelas, sesuai
dengan kaidah, ringkas dan enak dibaca. (Arifin: 1989)
 Kalimat efektif mudah dipahami sebagai kalimat yang dapat
menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami
oleh pembaca. (Nasucha, Rohmadi, dan Wahyudi : 2009)
 Kalimat efektif dipahami sebagai sebuah kalimat yang dapat
membantu menjelaskan sesuatu persoalan secara lebih singkat, jelas,
padat dan mudah dimenegerti serta diartikan (Arif HP:2013)

B. Ciri-ciri Kalimat Efektif

 a. Kesejajaran
 b. Kehematan
 c. Penekanan
 d. Kelogisan
 e. Kesepadanan
 f. Keparalelan
 g. Ketegasan
 h. Kecermatan dalam Pemilihan dan Penggunaan
Kata
 i. Kepaduan
a. Kesejajaran

1. Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke


pinggir jalan.
 Kalimat tersebut harus diubah menjadi :
a. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke
pinggir jalan.
b. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke
pinggir jalan..
b. Kehematan

 Contoh :
 Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat
disukainya.
 Diubah menjadi :
 Mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.
c. Penekanan
1) Mengubah posisi dalam kalimat, yakni dengan cara
meletakkan bagian yang penting di depan kalimat.
 Contoh :
 Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita
bicarakan lagi pada kesempatan lain.
 Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat
membicarakan lagi soal ini.
2) Menggunakan partikel; penekanan bagian kalimat
dapat menggunakan partikel –lah, -kah, dan –pun.
Contoh :
a. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal
itu.
b. Kami pun turut dalam kegiatan itu.
c. Bisakah dia menyelesaikannya?
3) Menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-
ulang kata yang dianggap penting.
 Contoh :
 Dalam membina hubungan antara suami istri, antara
guru dan murid, antara orang tua dan anak, antara
pemerintah dan rakyat, diperlukan adanya komunikasi
dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya.
4). Menggunakan pertentangan, yakni menggunakan
kata yang bertentangan atau berlawanan
makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin
ditegaskan.
 Contoh :
 Anak itu tidak malas, tetapi rajin.
 Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial,
tetapi total dan menyeluruh.
d. Kelogisan
 Contoh :
 Waktu dan tempat saya persilakan.
 Diubah menjadi :
 Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke
podium.
e. Kesepadanan

 Kesepadanan ialah keseimbangan antara pikiran


(gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai.
 Contoh:
1. Kalimat mempunyai S dan P yang jelas
 Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus
membayar uang kuliah. (salah)
 Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus
membayar uang kuliah. (benar)
2. Tidak terdapat subjek ganda
 Contoh :
 Penyusunan laporan itu saya dibantu oleh para dosen.
 Saat itu bagi saya kurang jelas.
Kalimat-kalimat di atas dapat diperbaiki menjadi :
 Dalam menyusun laporan itu, saya dibantu oleh para
dosen.
 Saat itu kurang jelas.
 Bagi saya saat itu kurang jelas.
3. Kata penghubung intrakalimat tidak dipakai
pada kalimat tunggal
 Contoh :
 Kami datang agak terlambat. Sehingga kami tidak
dapat mengikuti acara pertama.
 Kakaknya membeli sepeda motor Honda. Sedangkan
dia membeli sepeda motor Suzuki.
1. a. Kami datang agak terlambat sehingga kami tidak
dapat mengikuti acara pertama.
b. Kami datang terlambat. Oleh karena itu, kami
tidak dapat mengikuti acara pertama.
2. a.Kakaknya membeli sepeda motor Honda,
sedangkan dia membeli sepeda motor Suzuki.
b. Kakaknya membeli sepeda motor Honda. Akan
tetapi, dia membeli sepeda motor Suzuki.
4. Predikat kalimat tidak didahului kata yang.
 Contoh :
 Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu.
 Sekolah kami yang terletak di depan bioskop Roxy.

 Perbaikannya adalah sebagai berikut:


 Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.
 Sekolah kami terletak di depan bioskop Roxy.
f. Keparalelan

 Keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang


digunakan dalam kalimat itu. Artinya, kalau bentuk
pertama menggunakan nomina, bentuk kedua juga
harus menggunakan nomina. Kalau bentuk pertama
menggunakan verba, bentuk kedua juga
menggunakan verba.
 Contoh :
 Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara luwes.
 Tahap akhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan
pengecatan tembok, memasang penerangan,
pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata
ruang.
 Kalimat itu dapat diperbaiki menjadi:
a. Harga minyak dibekukan dan dinaikkan secara
luwes.
b. Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah
kegiatan pengecatan tembok, pemasangan
peneranganpengujian sistem pembagian air, dan
pengaturan tata ruang.
g. Ketegasan

 Ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan


penonjolan pada ide pokok kalimat.
 Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di
awal kalimat)
 Contoh :
 Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa
dan Negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya.
(Penekanannya ialah presiden mengharapkan).
 2. Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa
dan negaranya. (Penekanannya Harapan presiden)
Melakukan pengulangan kata (repetisi)
 Contoh:
 Saya suka kecantikan mereka, saya suka akan
kelembutan mereka.
Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditnjolkan.
 Contoh :
 Anak itu tidak malas dan curang tetapi rajin dan jujur.
Menggunakan partikel penekanan (penegasan)
 Contoh :
 Saudaralah yang bertanggung jawab.
h. Kecermatan dalam Pemilihan
dan Penggunaan Kata

 Cermat adalah bahwa kalimat itu tidak menimbulkan


tafsiran ganda dan tepat dalam pemilihan kata.
 Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu
menerima hadiah.
 Dia menerima uang sebanyak dua puluh lima ribuan.
 Yang diceritakan menceritakan tentang putra-putri
raja, para hulubalang, dan para menteri.
 Yang diceritakan ialah putra-putri raja, para
hulubalang dan para menteri

i. Kepaduan

 Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak


mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris. Oleh
karena itu, kita hindari kalimat yang panjang dan bertele-
tele.
Misalnya:
 Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita
orang-orang kota yang telah terlanjur meninggalkan rasa
kemanusiaan itu dan yang secara tidak sadar bertindak
keluar dari kepribadian manusia Indonesia dari sudut
kemanusiaan yang adil dan beradab.
a. Kita harus dapat mengembalikan kepribadian orang-
orang kota yang terlanjur meninggalkan rasa
kemanusiaan secara tidak sadar bertindak keluar
dari kepribadian manusia Indonesia dari sudut
kemanusiaan yang adil dan beradab.
b. Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang
kota yang telah meninggalkan rasa kemanusiaan itu
dan secara tidak sadar bertindak keluar dari
kepribadian manusia Indonesia dari sudut
kemanusiaan yang adil dan beradab.
c. Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang
kota yang telanjur meninggalkan rasa kemanusiaan
yang secara tidak sadar bertindak di luar
kepribadian manusia Indonesia dari sudut
kemanusiaan yang adil dan beradab.
 Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang
kota yang terlanjur meninggalkan rasa kemanusiaan
yang secara tidak sadar bertindak keluar dari
kepribadian manusia Indonesia yang adil dan beradab.
b. Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek +agen
+verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang
berpredikat pasif persona.
 Contoh :
 (1). Surat itu saya sudah baca.
 (2). Saran yang dikemukakannya kami akan
pertimbangkan.
Kalimat di atas tidak menunjukkan kepaduan sebab
aspek terletak antara agen dan verbal. Seharusnya
kalimat itu berbentuk:
 (1a) Surat itu sudah say abaca.
 (2a) Saran yang dikemukakannya akan kami
pertimbangkan.
Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata
seperti daripada atau tentang antara predikat kata
kerja dan objek penderita.
Perhatikan kalimat ini:
 Mereka membicarakan daripada kehendak rakyat.
 Makalah ini akan membahas tentang desain interior
pada rumah-rumah adat.
Seharusnya :
 1a. Mereka membicarakan kehendak rakyat.
 2a. Makalah ini akan membahas desain interior pada
rumah-rumah adat.
LATIHAN
 Paman saya mobilnya baru.
 Dia ngontrak rumah di jalan Nuri.
 Di pulau buton banyak menghasilkan aspal.
 Tindakan-tindakan kekerasan itu menyebabkan penduduk
merasa tidak aman dan keluarganya.
 Anaknya sekolah di Bandung.
 Ia tidak tahu anaknya sering bolos.
 Korban kecelakaan bulan ini naik.
 Kepada para penumpang diharap supaya membayar
dengan uang pas.
 Mereka membicarakan tentang peristiwa gempa bumi yang
terjadi beberapa waktu yang lalu.
 Pergilah dia dengan diam-diam.
TUGAS RUMAH
Perbaikilah dan sempurnakan kalimat-kalimat berikut sehingga
menjadi kalimat efektif!

1. Di negara-negara itu bahaya-bahayanya penyakit tersebut masih


dikhawatirkan akan selalu mengancam setiap waktu.
2. Hakekat bahasa sebenarnya untuk memberikan pengertian kepada kita
makna apa yang terkandung oleh kita dan juga memberikan pengertian
apa yang kita ucapkan dan maksudkan.
3. Tak lupa saya ucapkan banyak-banyak terima kasih atas perhatian bapak
yang mana telah sudi membimbing kami dan memberikan kritik-kritik,
bila ada kesalahan-kesalahan/kekurangan-kekurangan dalam karya saya
ini, mohon dimaafkan.
4. Begitu juga dengan jaminan sosial mereka dalam bidang pendidikan,
bagi mereka faktor pendidikan merupakan salah satu faktor yang
terpenting untuk dapat menjadi negara yang maju.
5. Kegunaan dengan adanya gedung sekolah dalam menjalankan
pendidikan, tentu saja di sini meliputi kegunaan dari sekolah-sekolah
yang rendah tingkatannya sampai kepada sekolah tinggi.
6. Di dalam barisan berjajar empat-empat.
7. Istri polisi yang muda meninggal dunia.
8. Kami membahas mengenai soal ujian mid semester
yang lalu.
9. Pembahasan ini jauh daripada sempurna maka
kiranya Bapak dapat memberikan masukan demi
untuk perbaikan.
10. Jenasah pak guru muda yang sudah meninggal
sering kelihatan sebelumnya tampak mondar-mandir
di warnet itu.
JAWABAN
1. Di berbagai negara bahaya penyakit tersebut masih
dikhawatirkan akan mengancam setiap waktu.
2. Hakikat bahasa memberikan pengertian kepada kita
mengenai makna yang terkandung dan juga pengertian
yang kita ucapkan serta maksudkan.
3. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian
Bapak yang telah membimbing kami dan memberikan
kritik terhadap kekurangan dalam karya saya. Untuk itu
mohon dimaafkan.
4. Bagi mereka pendidikan merupakan salah satu faktor
terpenting untuk menjadi negara yang maju, begitu juga
dengan jaminan pendidikan
5. Gedung sekolah yang digunakan dalam dunia pendidikan
meliputi sekolah dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi.
 6. Dalam barisan berjajar empat-empat
 7. Istri muda polisi meninggal dunia.
 8. Kami membahas soal ujian mid semester yang lalu.
 9. Pembahasan ini akan lebih sempurna jika Bapak
dapat memberikan masukan untuk perbaikan.
 10. Jenazah pak guru muda yang meninggal dunia
sering terlihat mondar-mandir di warnet itu.