Anda di halaman 1dari 20

FRENKY SUSENO MANIK

Sebagian mereka akhirnya


berangkat juga menyusul
Rasulullah saw setelah
melihat semangat puluhan
ribu umat Islam bergerak
meninggalkan Madinah.
Abu Khaithama, yang awalnya
tidak mau berangkat, setelah
melihat suasana itu, ia menemui
istrinya sambil berkata:
“Rasulullah dalam terik matahari,
angin dan udara panas, sedang
Abu Khaithama di tempat yang
teduh, sejuk dengan makanan
dan wanita cantik diam di rumah.
Sediakan perbekalanku, aku akan
menyusul.”
Ada juga diantara mereka
yang tetap tidak ikut,
namun setelah itu mereka
menyesal dan bertaubat,
mereka adalah Ka’ab bin
Malik, Murarah bin Rabi’
dan Hilal bin Umayyah.
Mereka bahkan
mengejek umat Islam
yang berusaha menta’ati
seruan Rasul, juga
menghalang-halangi dan
melemahkan semangat
umat Islam agar tidak
berangkat.
Diriwayatkan oleh Hafiz Al-Bazar dari Abu Hurairah, katanya: Rasulullah saw.
telah bersabda:

"Bersedekahlah kamu, sesungguhnya aku akan mengirimkan satu pasukan


untuk pergi berperang (Perang Tabuk)”,

maka datanglah Abdurrahman bin Auf menghadap Rasulullah saw. lalu berkata:

"Ya, Rasulullah, saya ada mempunyai 4 ribu dinar, yang dua ribu dinar (setara
emas 8,5 kg) aku sedekahkan dan dua ribu dinar lagi untuk belanja rumah
tanggaku."

Rasulullah saw. menjawab:


"Semoga Allah memberimu berkat atas pemberianmu itu, dan memberi berkat
pula terhadap yang engkau tinggalkan."
Kemudian datang lagi
seorang dari kaum Ansar
yang mempunyai dua
sha’ kurma seraya
berkata:

"Ya Rasulullah, saya ada


mempunyai dua sha’
kurma, yang satu sha’
aku sedekahkan dan
satu sha’ lagi untuk
keluargaku."
Menyaksikan kejadian itu orang-orang
munafiq mengejek seraya katanya:

"Abdurrahman bin Auf hanya mau


memberikan sedekahnya karena riya’
(pamer) saja."

Sedang kepada yang memberikan satu sha’


kurma, mereka mengejek dengan kata:

"Allah dan Rasul tidak memerlukan yang


satu sha’ ini."
Sekelompok orang-orang munafik ada yg berkata satu sama
lain: “Jangan kalian berangkat perang dalam udara panas”.

Maka Allah berfirman:

َ َ ‫ار َج َهن َم أ‬
َ ‫ش ُّد َح ًّرا لَ ْو َكانُوا يَ ْفقَ ُه‬
– َ ‫و‬ ُ َ‫َوقَالُوا ََل ت َ ْن ِف ُروا ِفي ا ْل َح ِر قُ ْل ن‬
َ ُ‫سب‬
َ ‫و‬ ِ ‫يرا َج َزا اء ِب َما َكانُوا يَ ْك‬ ‫ا‬ ‫ث‬
ِ َ
‫ك‬ ‫ُوا‬ ‫ك‬ ‫ب‬
ْ َ ‫ي‬‫ل‬ْ ‫و‬
َ ‫ا‬
‫يًل‬ ‫ل‬
ِ َ ‫ق‬ ‫ُوا‬
‫ك‬ ‫ح‬
َ ْ
‫ض‬ َ ‫ي‬‫ل‬ْ َ ‫ف‬
.…“dan mereka berkata: “Jangan kamu berangkat perang dalam udara
panas begini.’ Katakanlah: ‘Api neraka lebih panas lagi, kalau kamu
mengerti! Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan banyak menangis,
sebagai pembalasan dari apa yang mereka kerjaka.” (QS. At Taubah: 81-82)
Allah menurunkan ayat:

Di antara mereka ada orang yang


berkata: "Berilah saya izin (tidak
pergi berperang) dan janganlah
kamu menjadikan saya
terjerumus ke dalam fitnah".
Ketahuilah, bahwa mereka telah
terjerumus ke dalam fitnah. (QS.
At Taubah : 49).
Sumber http://mtaufiknt.wordpress.com/