Anda di halaman 1dari 38

PERTEMUAN PERTAMA

PENGERTIAN ETIKA APARATUR DAN


HUKUM KEPEGAWAIAN
PENGERTIAN ETIKA APARATUR DAN
HUKUM KEPEGAWAIAN

OLEH :
BAMBANG GIYANTO

SEKOAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI


LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
JAKARTA, 2019
NAMA : Dr. Bambang Giyanto, SH, M.Pd

NIP/NIDN : 19610816 1981031 001 /4916 086 101

TEMPAT, TGL. LAHIR : PURBALINGGA, 16 Agustus 1961

PANGKAT/GOL. RUANG : PEMBINA Tk. I – IV/b

JABATAN SEKARANG : DOSEN STIA LAN JAKARTA.

ALAMAT KANTOR : JL. ADMINISTRASI II PEJOMPONGAN JAKARTA


PUSAT

e-mail : bambang_giyanto07@yahoo.com

ALAMAT RUMAH : Perum Dasana Indah Blok TC VI, Rt. 02/22, Bojong
Nangka, Kelapa Dua, Tangerang 15821
PENGERTIAN ETIKA.

Kata “Etika” berasal dari bahasa “Latin” yakni “Etos” yang


berarti “kebiasaan”.

Bahasa Arab adalah “akhlak” artinya “Budi Pekerti”.

Bahasa Perancis yakni “Etiquette”, yang biasanya diucapkan


dengan “Etiket” yang berarti kebiasaan atau cara bergaul,
berperilaku baik.

Lebih lanjut dikatakan bahwa Etika adalah suatu sikap dan


perilaku yang menunjukkan kesediaan dan kesanggupan
seseorang secara sadar untuk mentaati ketentuan dan norma
kehidupan yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat
atau satu organisasi.

Etika adalah suatu nilai dan norma moral tertentu harus


dilaksanakan dalam situasi konkret tertentu yang dihadapi
seseorang (Magnis Susesno, 1987 dalam Agus Arijanto,
2010:6)
6. Etika dalam suatu organisasi menekankan
perlunya seperangkat nilai yang dilaksanakan
setiap anggota.

7. Nilai-nilai tersebut berkaitan dengan pengaturan


bagaimana seharusnya bersikap dan berperilaku
dengan baik seperti sikap hormat, kejujuran,
keadilan dan tanggungjawab.

8. ETIKA adalah semua norma atau “aturan” umum


yang harus diperhatikan dalam berbisnis yang
merupakan sumber dari nilai-nilai yang luhur dan
perbuatan yang baik.

9. Etika berbeda dengan hukum, aturan ataupun


regulasi
10. Etika menurut Bertens (1977) “seperangkat nilai-
nilai dan norma-norma moral yang menjadi
pegangan dari seseorang atau suatu kelompok
dalam mengatur tingkah lakunya.

11. Darwin (1999) mengartikan Etika adalah prinsip-


prinsip moral yang disepakati bersama oleh suatu
kesatuan masyarakat, yang menuntun perilaku
individu dalam berhubungan dengan individu lain
masyarakat.
12. Etika dalam suatu organisasi menekankan
perlunya seperangkat nilai yang dilaksanakan
setiap anggota.

13. Nilai-nilai tersebut berkaitan dengan pengaturan


bagaimana seharusnya bersikap dan berperilaku
dengan baik seperti sikap hormat, kejujuran,
keadilan dan tanggungjawab.

14. ETIKA adalah semua norma atau “aturan” umum


yang harus diperhatikan dalam berbisnis yang
merupakan sumber dari nilai-nilai yang luhur dan
perbuatan yang baik.

15. Etika berbeda dengan hukum, aturan ataupun


regulasi
APARATUR
1. Aparatur adalah aspek-aspek yang diperlukan dalam
penyelenggaraan pemerintahan/negara sebagai alat
untuk mencapai tujuan nasional (LAN, Glossary
Adm.Negara, 2004);

2. Aparatur pemerintah adalah seluruh perangkat eksekutif


lembaga pemerintahan dengan tugas masing-masing
untuk menyelenggarakan roda pemerintahan dan
pelaksanaan pembangunan (LAN, glossary
Adm.Negara2004);

3. Fungsi aparatur negara adalah memberikan pelayanan,


mengayomi dan memberdayakan masyarakat.

4. Pegawai Negeri adalah unsur Aparatur Negara, Abdi


Negara, dan Abdi Masyarakat yang dengan penuh
kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila, UUD 1945,
Negara, dan Pemerintah menyelenggarakan tugas
pemerintahan dan pembangunan.
5. Pegawai Negeri adalah mereka yang setelah memenuhi
syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan
perundang-undangan yang berlaku, diangkat oleh
pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam
sesuatu jabatan Negeri atau diserahi tugas Negara
lainnya yang ditetapkan berdasarkan sesuatu peraturan
perundang-undangan dan digaji menurut peraturan
perundang-undangan yang berlaku (UU No. 8 Tahun
1974);

6. Pegawai Negeri terdiri dari


a.Pegawai Negeri Sipil;
b.Anggota. Tentara Nasional Indonesia; dan
c.Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.
(UU No. 8 Tahun 1974)

7. Pegawai Negeri Sipil terdiri dari :


a.Pegawai Negeri Sipil Pusat; dan
b.Pegawai Negeri Sipil Daerah.
Pasal 37 UU NO. 8 TAHUN 1974

Pembinaan Anggota Angkatan Bersenjata Republik


Indonesia diatur dengan peraturan perundang-
undangan tersendiri.

1. UU NO. 34 TAHUN 2004 TENTANG TNI

2. UU NO. 2 TAHUN 2002 TENTANG KEPOLISIAN


NEGARA RI
8. Jabatan Negeri adalah jabatan dalam bidang eksekutif
yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-
undangan, termasuk di dalamnya jabatan dalam
kesekretariatan lembaga tinggi negara, dan kepaniteraan
pengadilan.

9. Jabatan Karier adalah jabatan struktural dan fungsional


yang hanya dapat diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil
setelah memenuhi syarat yang ditentukan.

10. Jabatan organik adalah jabatan negeri yang menjadi


tugas pokok pada suatu satuan organisasi pemerintah.

11. Pejabat negara yang menjalankan fungsi esksekutif,


legislatif atau yudikatif dan pejabat lain yang berfungsi
dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan
negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku;
PEJABAT NEGARA

1. Pejabat Negara adalah pimpinan dan anggota lembaga tertinggi/


tinggi negara sebagaimana dimaksud dalam UUD1945 dan Pejabat Negara
lainnya yang ditentukan oleh Undang-undang (UU No. 8 Tahun 1974 Jo UU
No. 43 Tahun 1999).

2. Yang termasuk Pejabat Negara


a. Presiden dan Wakil Pres.;
b. Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota MPR;
c. Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota DPR dan DPD;
d. Ketua, Wakil Ketua, dan Ketua Muda, dan Hakim Agung pada MA, serta
ketua, Wakil Ketua, dan Hakim pada semua Badan Peradilan dan MK;
e. Ketua, Wakil Ketua, dan Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota BPK;
f. Menteri dan jabatan yang setingkat Menteri;
g. Kepala Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri yang berkedudukan
sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh;
h. Gubernur dan Wakil Gubernur; Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Wakil
Walikota; dan Pejabat Negara laninya yang ditcnttikan oleh Undang-
undang.
3. UU No. 28 Tahun 1999 , Pejabat negara adalah yang menjalankan fungsi
exekutif, legislatif dan yudikatif dan pejabat lain yang tugas pokoknya
berkaitan dengan penyelenggara negara sesuai dengan ketentuan PUU
yang berlaku.
Pejabat Negara atau Pejabat Politik

1. Jabatan politik baru dikenal setelah reformasi,


karena banyak jabatan yang berasal dari
kekuatan partai politik;
2. Menteri, Gubernur, Bupati dan Walikota
merupakan Pejabat negara yang berasal dari
kekuatan partai politk;
3. Pejabat negara merupakan political appointee,
artinya para pejabat negara diangkat/dipilih
karena pertimbangan yang bersifat politik;
4. Pejabat Negeri merupakan administrative
appointe, diangkat dan dipilih dengan
pertimbangan administratif.
UU NO. 5 TAHUN 2014-ASN

1. Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi


pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah
dengan perjanjian kerja yang bekerja pada
instansi pemerintah.

2. Pegawai Aparatur Sipil Negara (Pegawai ASN)


adalah pegawai negeri sipil dan pegawai
pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat
oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi
tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau
diserahi tugas negara lainnya dan digaji
berdasarkan peraturan perundang-undangan.
3. Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah warga negara
Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat
sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina
kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.

4. Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)


adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat
tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja
untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan
tugas pemerintahan.

5. Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk


menghasilkan Pegawai ASN yang profesional, memiliki
nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik,
bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
5. Pegawai ASN terdiri atas:
a. PNS; dan
b. PPPK.

6. PNS merupakan Pegawai ASN yang diangkat


sebagai pegawai tetap oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian dan memiliki nomor induk pegawai
secara nasional.
PEGAWAI TIDAK TETAP

PPPK merupakan Pegawai ASN yang diangkat


sebagai pegawai dengan perjanjian kerja oleh
Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan
kebutuhan Instansi Pemerintah dan ketentuan
Undang-Undang ini.
PEGAWAI ASN BERFUNGSI
a. pelaksana kebijakan publik;
b. pelayan publik; dan
c. perekat dan pemersatu bangsa.

PEGAWAI ASN BERPERAN sebagai perencana,


pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas
umum pemerintahan dan pembangunan nasional
melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan
publik yang profesional, bebas dari intervensi
politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi,
dan nepotism
BIROKRASI
1. Istilah Birokrasi berasal dari bahasa Perancis, yaitu
BUREAU yang berarti kantor atau meja tulis, dan kata
Yunani yang berarti KRATEIN yang berarti mengatur;

2. Dalam bidang publik konsep birokrasi dimaknai sebagai


proses dan sistem yang diciptakan secara rasional untuk
menjamin mekanisme dan sistem kerja yang teratur ,
pasti dan mudah dikendalikan (M.Mas’ud Said, 2007:1)

3. Dalam dunia bisnis konsep birokrasi diarahkan untuk


efisiensi pemakaian sumber daya dengan pencapaian
output dan keuntungan yang optimum (M. Mas’ud Said,
2007:1)

4. Birokrasi adalah sistem pemerintahan yang dijalankan


oleh pegawai pemerintahan karena telah berpegang pada
hierarki dan jenjang jabatan (Kamus Umum B. Indonesia,
1987:144); atau
5. Birokrasi adalah cara bekerja atau susunan pekerjaan
yang serba lamban serta menurut tata urutan yang
berliku-liku (Peter A. Blau, 1969)

6. Birokrasi adalah sistem administrasi rutin yang


dilakukan dengan cara-cara keseragaman,
diselenggarakan dengan cara-cara tertentu, didasarkan
aturan tertulis, oleh orang-orang yang berkompeten
(Max Weber).

7. Birokrasi adalah sistem administrasi dan pelaksanaan


tugas keseharian yang terstruktur , dalam sistem
khirarkhi yang jelas, dilakukan dengan aturan tertulis
(written procedures), dilakukan oleh bagian
tertentuyang terpisah dengan bagian lainnya, oleh
orang-orang yang dipilih karena kemampuan dan
keahlian dibidangnya (Rourke, 1978);
CIRI-CIRI BIROKRASI (Weber):

1. Formalisasi (adanya penggunaan dokumen tertulis);


2. Spesialisasi (adanya pembagian kerja/tugas);
3. Standarisasi (adanya kesamaan cara/prosedur dalam
melaksanakan kegiatan);
4. Sentralisasi (adanya pembagian kekuasaan menurut
tingkatan/khirarki dalam organisasi);
5. Hirarki Kekuasaan (otoritas) artinya (adanya pembagian
kekuasaan serta rentang kendali/span of control);
6. Kompleksitas (kompleksitas vertikal dan kompleksitas
horizontal);
7. Profesionalisme (adanya tingkat pendidikan formal
maupun tidak formal yang dimiliki oleh anggota
organisasi); dan
8. Konfigurasi (adanya pembagian anggota organisasi pada
bagian-bagian organisasi (Lubis, dan Huseini)
PANDANGAN YANG SALAH KAPRAH TERHADAP
BIROKRASI

1. Bureaucracy equals corruption (birokrasi sebangun


dengan korupsi);
2. Bureaucracy equals in efficiency and incompetence
(birokrasi sebangun dengan in efisiensi dan
inkompetensi);
3. Bureaucracy equals size (birokrasi sebangun dengan
ukuran);
4. Bureaucracy equals perfect administrative rationalality
(birokrasi sebangun dengan administrasi yang kaku);
5. Bureaucracy equals something else (birokrasi sebangun
dengan hal-hal tertentu);
MASALAH BIROKRASI

1. Adanya kecenderungan “Power tend to corrupt”


2. Terkait masalah kekuasaan, manusia mencirikan
ketamakan hakikinya, terus berteriak meminta
kekuasaan lebih banyak. Tidak pernah merasa
puas (Abigails Adams, 1993:2);
3. Kekuasaan tidak pernah boleh dipercaya tanpa
pengawasan (Henry Adams, 1993:3)
4. Makin besar kekuasaannya (manusia), makin
berbahaya pula penyalahgunannya (Edmund
Burke, 1993:29)
ETIKA BIROKRASI

1. Etika Birokrasi adalah semua norma atau


“aturan” umum dan/atau nilai-nilai yang ada
dalam suatu organisasi yang merupakan sumber
dari nilai-nilai yang luhur dan perbuatan yang
baik yang harus diperhatikan oleh birokrasi
(pegawai pemerintah) dalam melaksanakan
tugas dan fungsinya.

2. Kode Etik Pegawai Negeri Sipil adalah pedoman


sikap, tingkah laku, dan perbuatan Pegawai
Negeri Sipil di dalam melaksanakan tugasnya
dan pergaulan hidup sehari-hari.
Alasan Mengapa Etika Birokrasi penting:

1. Masalah – masalah yang dihadapi oleh birokrasi


pemerintah dimasa mendatang akan semakin
kompleks.
2. Keberhasilan pembangunan yang telah
meningkatkan dinamika dan kecepatan
perubahan dalam lingkungan birokrasi.
3. Etika diperlukan oleh penyelenggara
pemerintahan dan negara termasuk birokrasi
agar mampu menjalankan fungsinya dengan
tulus, jujur dan berpihak pada kepentingan
rakyat/masyarakat sebagai pemegang kekuasaan
tertinggi dinegara demokrasi.
(Agus Dwiyanto)
ETIKA BIROKRASI

1. Etika Birokrasi (administrasi negara) darwin (1999)


adalah sebagai seperangkat nilai-nilai atau norma-
norma yang menjadi acuan atau penuntun bagi
tindakan pegawai negeri dalam melaksanakan tugas
dan fungsinya dalam suatu organisasi/instansi.

2. Kode Etik Pegawai Negeri Sipil adalah pedoman sikap,


tingkah laku, dan perbuatan Pegawai Negeri Sipil di
dalam melaksanakan tugasnya dan pergaulan hidup
seharihari.

3. Fungsi Etika Birokrasi , yaitu sebagai pedoman, acuan,


referensi bagi administrasi negara (birokrasi publik)
dalam menjalankan tugas, fungsidan kewenangannya
agar tindakannya dalam birokrasi sebagai standar
penilaian apakah sifat, perilaku, dan tindakan birokrasi
publik dinilai abik, buruk, tidak tercela, dan terpuji.
PENGERTIAN HUKUM
1. E. Utrech : Hukum adalah Himpunan peraturan-peraturan/larangan-
larangan) yang dan karena itu harus ditaati oleh masyarakat itu
mengurus tata tertib suatu masyarakat.

2. E.M. Meyers (De Algemene Begrippen van het Burgelijk Recht) :


Hukum semua aturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan,
ditujukan kepada tingkah laku manusia Dalam masyarakat, dan
menjadi pedoman bagi Penguasa Negara Dalam melakukan
tugasnya.

3. Leon Duguit : Hukum ialah aturan tingkah laku para anggota


masyarakat, aturan yang daya penggunaannya pada saat tertentu
diindahkan oleh suatu masyarakat. sebagai jaminan dari
kepentingan bersama dan yang jika dilanggar menimbulkan reaksi
bersama terhadap orang yang melakukan pelanggaran itu.

4. Immanuel Kant : Hukum ialah keseluruhan syarat-syarat yang dg ini


kehendak bebas dari orang yang satu dpt menyesuaikan diri
dengan kehendak bebas dari orang lain, menuruti peraturan hukum
tentang kemerdekaan.
5. S.M Amin (Bertamasya ke Alam Hukum) : Hukum adalah
kumpulan-kumpulan peraturan-peraturan yang terdiri
dari norma dan sanksi-sanksi, tujuan hukum adalah
mengadakan ketatatertiban Dalam pergaulan manusia,
sehingga keamanan dan keter-tiban terpelihara.
6. JCT Simorangkir dan Woerjono Sastropranoto
(Pelajaran Hukum Indonesia) Hukum ialah peraturan-
peraturan yang bersifat memaksa, yang menentukan
tingkah laku manusia Dalam lingkungan masyarakat
yang dibuat oleh Badan-badan resmi yang berwajib,
pelanggaran mana terhadap peraturan-peraturan tadi
berakibatkan diambilnya tindakan, yaitu dg hukuman
tertentu.
7. M.H Tirtaatmidjaja (Pokok-pokok Hukum Perniagaan) :
Hukum ialah semua aturan (norma) yang harus ditu-rut
Dalam tingkah laku tindakan-tindakan Dalam pergaulan
hidup dg ancaman mesti mengganti kerugian jika
melanggar aturan-aturan itu akan membahayakan diri
sendiri/ harta.
HUKUM KEPEGAWAIAN

Hukum kepegawaian adalah Hukum yang mengatur


hak dan kewajiban pegawai negeri didalam
melaksanakan tugas dan fungsi dalam suatu
organisasi pemerintah.
HAK DAN KEWAJBAN ASN SESUAI
UU NO. 5 TAHUN 2014

PNS BERHAK MEMPEROLEH:


a. gaji, tunjangan, dan fasilitas;
b. cuti;
c. jaminan pensiun dan jaminan hari tua;
d. perlindungan; dan
e. pengembangan kompetensi.

PPPK berhak memperoleh:


a. gaji dan tunjangan;
b. cuti;
c. perlindungan; dan
d. pengembangan kompetensi.
MANAJEMEN PNS MELIPUTI:
a. penyusunan dan penetapan kebutuhan;
b. pengadaan;
c. pangkat dan jabatan;
d. pengembangan karier;
e. pola karier;
f. promosi;
g. mutasi;
h. penilaian kinerja;
i. penggajian dan tunjangan;
j. penghargaan;
k. disiplin;
l. pemberhentian;
m. jaminan pensiun dan jaminan hari tua; dan
perlindungan.
MANAJEMEN PPPK MELIPUTI:
a. penetapan kebutuhan;
b. pengadaan;
c. penilaian kinerja;
d. penggajian dan tunjangan;
e. pengembangan kompetensi;
f. pemberian penghargaan;
g. disiplin;
h. pemutusan hubungan perjanjian kerja; dan
i. perlindungan.
PEGAWAI ASN WAJIB:
a. setia dan taat pada Pancasila, UUD Negara RI Tahun
1945, NKRI, dan pemerintah yang sah;
b. menjaga persatuan dan kesatuan bangsa;
c. melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat
pemerintah yang berwenang;
d. menaati ketentuan peraturan perundang-undangan;
e. melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh
pengabdian, kejujuran, kesadaran, dan tanggung
jawab;
f. menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap,
perilaku, ucapan dan tindakan kepada setiap orang,
baik di dalam maupun di luar kedinasan;
g. menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat
mengemukakan rahasia jabatan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
h. bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI.
 PP NO. 10 TAHUN 1983 Tentang Ijin Perkawinan
dan Perceraian bagi PNS
 PP NO. 53 TAHUN 2010 tentang DISIPLIN PNS