Anda di halaman 1dari 17

PENGELOLAAN NPP & OOT

LANDASAN HUKUM
UU No 35 tahun 2009 tentang NARKOTIKA

PP No 44 tahun 2010 tentang Prekursor

PP No 40 tahun 2013 tentang Pelaksanaan UU No 35 tahun


2009

Permenkes No 3 tahun 2015 tentang Peredaran,Penyimpanan,Pemus


Nahan,dan Pelaporan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor
Farmasi

- Peraturan Kepala Badan POM RI No 40 tahun 2013 tentang Pedoman


Pengelolaan Prekursor farmasi dan obat mengandung Prekursor
Farmasi
- PerKaBadan POM RI No 7 tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan
Obat-obat Tertentu(OOT) yang sering disalah gunakan diubah dg Per
Kabadan No 28 tahun 2018
2. PENGERTIAN (1)

Narkotika:
Zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun
semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,
hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat
menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan
sebagaimana terlampir dalam Undang-Undang tentang Narkotika

Psikotropika:
Zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat
psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan
perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku

Prekursor Farmasi:
Zat atau bahan pemula atau bahan kimia yang dapat digunakan sebagai bahan
baku/penolong untuk keperluan proses produksi industri farmasi atau produk
antara, produk ruahan dan produk jadi yang mengandung efedrin,
pseudoefedrin, norefedrin/ fenilpropanolamin, ergotamin, ergometrin, atau
potasium permanganat
2. PENGERTIAN (2)

Obat-obat Tertentu (OOT):


Obat-obat yang bekerja di sistem susunan syaraf pusat selain dari Narkotika dan
Psikotropika dan dapat menyebabkan ketergantungan dan perubahan khas pada
aktivitas mental dan perilaku, termasuk namun tidak terbatas pada obat yang
mengandung tramadol, triheksifenidil, amitriptilin, klorpromazin, haloperidol

Peredaran:
Penyaluran dan Penyerahan
Penyaluran:
 Setiap kegiatan distribusi Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Obat-obat
Tertentu dalam rangka pelayanan kesehatan atau kepentingan ilmu pengetahuan
 Penyaluran Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Obat-obat Tertentu dalam
rangka peredaran hanya dapat dilakukan oleh pabrik obat, pedagang besar
farmasi, dan sarana penyimpanan sediaan farmasi Pemerintah
3. PENGGOLONGAN (1)

NARKOTIKA
(UU No. 35 Th. 2009 ttg Narkotika)

I II III
Hanya untuk IPTEK • PETIDIN • KODEIN
• MORFIN • ETILMORFINA
Dilarang u/ pengobatan • FENTANIL • BUPRENORFIN
• Tanaman PAPAVER, • METADON
• OPIUM • dll
• HEROIN/PUTAW
• KOKAIN/ CRACK (91) (15)
• GANJA/MARIHUANA/
CANNABIS
• SEDIAN OPIUM
• ........  UU No. 35 Th. 2009 ttg Narkotika
 PMK No. 13 Th. 2014 (Tidak Berlaku lagi)
• CARISOPRODOL  PMK No. 2 Th. 2017
• MDMA
• AMFETAMIN
Perpindahan seluruh Gol I & sebagian
• METAMFETAMIN besar Gol II Psikotropika
• CARISOPRODOL
(147)—PMK no 7/2018
PSIKOTROPIKA
(UU No. 5 Th. 1997 ttg Psikotropika)

tingkat ketergantungan manfaat utk pengobatan

I II III IV
• NIMETAZEPAM
• AMOBARBITAL • ALPRAZOLAM
• METIL FENIDAT • FLUNITRAZEPAM • DIAZEPAM
• AMF. RASEMAT • DLL • BROMAZEPAM
• SEKOBARBITAL • LORAZEPAM
(0)
(8) • TRIAZOLAM
(3) • DIETIL PROPION
• KLORDIAZEPOKSIDA
• NITRAZEPAM
• ……
• ZOLPIDEM
• PENAZEPAM
(PMK No. 3/2017)
Semua dipindahkan Sebagian dipindahkan jadi Buprenorfin dipindahkan (62)
jadi narkotika gol. I narkotika gol. I sebagai narkotika gol. III
PREKURSOR
(UU No. 35 Th. 2009 ttg Narkotika)

Tabel II
Tabel I 1. Acetone.
1. N-Acetylanthranilic Acid. 2. Anthranilic Acid.
2. Ephedrine. 3. Ethyl Ether.
3. Ergometrine. 4. Hydrochloric Acid.
4. Ergotamine. 5. Methyl Ethyl Ketone.
5. Isosafrole. 6. Phenylacetic Acid.
6. Lysergic Acid. 7. Piperidine.
7. 3,4-Methylenedioxyphe- 8. Sulphuric Acid.
nyl-2-propanone. 9. Toluene.
8. Norephedrine.
9. 1-Phenyl-2-Propanone.
10. Piperonal.
11. Pseudoephedrine.
12. Safrole.
Yg diawasi BPOM adalah Prekursor Farmasi (Tabel I)
13. Potassium Permanganat. khususnya no. 2, 3, 4, 8 & 11
14. Acetic Anhydride.
OOT
PerKabadan POM No 7 tahun 2016 diubah dg PerKabadan No
28 tahun 2018
Obat-Obat Tertentu yang Sering Disalahgunakan, yang
selanjutnya disebut dengan Obat-Obat Tertentu, adalah obat-
obat yang bekerja di sistem susunan syaraf pusat
selain Narkotika dan Psikotropika, yang pada penggunaan di
atas dosis terapi dapat menyebabkan ketergantungan dan
perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku, terdiri atas
obat-obat yang mengandung
1. Tramadol 6. Obat yg mengandung Dektrometorphan
2. Triheksifenidil
3. Klorpromazin
4. Amitriptilin dan
5. Haloperidol.

8
PENYIMPANAN (1)

 Tempat penyimpanan Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan


Obat-obat Tertentu harus mampu menjaga keamanan,
khasiat dan mutu
 Tempat penyimpanan Narkotika atau Psikotropika dilarang
digunakan utk menyimpan barang selain Narkotika atau
Psikotropika
 Tempat penyimpanan bahan baku Prekursor dilarang
digunakan utk menyimpan barang selain bahan baku
Prekursor
 FEFO/FIFO
 Kapasitas sesuai
 Obat rusak, ED, obat kembalian, diduga palsu, disimpan
terpisah dan aman, diberi penandaan yang jelas
PENYIMPANAN (2)

 Melakukan stock opname secara berkala, sekurang-


kurangnya 1 (satu) bulan sekali.
 Suhu penyimpanan sesuai persyaratan pada
kemasan/label
 Suhu dimonitor secara berkala (pagi, siang, sore) dan
dicatat pd kartu kendali
PENCATATAN

 Pencatatan meliputi:
 Nama, bentuk dan kekuatan sediaan
 Jumlah persediaan awal & akhir
 Tanggal, no. dokumen, sumber penerimaan/tujuan
penyaluran
 Jumlah yang diterima/disalurkan
 No. bets, ED
 Paraf petugas
8. CONTOH-CONTOH
PELANGGARAN (3)
NO SIMPUL TEMUAN

1. PENYERAHAN  Tidak dilakukan skrining thd resep yg masuk:


 Tidak ada tanggal/tanda tangan dokter/no. SIP
 Tdk ada nama, umur pasien
 Tdk rasional, poli farmasi
 Resep palsu/resep ditulis bukan oleh dokter.
 Menyerahkan narkotika, psikotropika, precursor, OOT tanpa resep dokter
 Melayani resep UP dari dokter (jumlah besar)
 Dokter menuliskan banyak resep utk ditukarkan dengan psikotropika
 Menyerahkan psikotropika, OOT (dlm jumlah besar) kepada oknum tdk
berwenang
 Dokumen resep narkotika atau psikotropika tdk di-file tersendiri
 Resep tdk dapat ditunjukkan pd saat pemeriksaan
8. CONTOH-CONTOH
PELANGGARAN (4)
NO SIMPUL TEMUAN
2. PELAPORAN  Tidak menyampaikan:
 laporan bulanan (paling lambat tgl 5 bulan berikutnya)
 laporan kehilangan
 laporan hasil investigasi kehilangan/selisih stok
 Laporan tidak rutin
 Dok. pelaporan tidak dapat ditunjukkan pd saat pemeriksaan
3. DOKUMENTASI  Tidak dapat ditunjukkan pada saat pemeriksaan
 Pendokumentasian tidak tertib
Obat yang sering Disalahgunakan

14
13 Kolom

15
13 Kolom
16
17