Anda di halaman 1dari 14

“BENAR LOKASI PEMBEDAHAN

,BENAR PROSEDUR”

Kelompok 4 :
1.Sri Dinda Andrifa 1711312009
2.Ilda Yunanda 1711312011
3.Ulfha Putri Rahmi 1711312021
4.Agnesia Chelsea Adriani 1711312035
5.Sekar Ayu Larasati 1711312041
6.Nafhania Nurefniyati 1711313023
Defenisi

Pembedahan atau operasi adalah semua tindakan


pengobatan yang menggunakan cara infasive
dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh
yang akan ditangani (R. Sjamsu hidajat &Wim de
jong, 2005).
Prinsip pelayanan bedah tepat lokasi, tepat prosedur dan tepat pasien
operasi, yaitu :

• Sebelum tindakan, petugas melakukan pengecekan ulang seluruh


identifikasi pasien dan kelengkapan berkas penunjang sebelum dilakukan
tindakan operasi.
• Sebelum tindakan dilakukan, petugas melakukan penandaan area yang
akan dilakukan operasi
• Dalam pelaksanaan tindakan operasi, petugas melakukan tindakan
berdasarkan atas SPO yang berlaku.
Kewajiban dan tanggung jawab
1). Petugas/ perawat kamar operasi 2). Kepala bagian ruang operasi

• Memahami dan mengimplementasikan • Memastikan dan memantau petugas


seluruh prosedur yang ada telah melaksanakan panduan tindakan
• Memastikan ketepatan pasien dan preoperative, intraoperative dan post
penandaan area yang akan dilakukan operatif dengan baik.
tindakan operasi • Melakukan penyelidikan jika telah
• Melaporkan jika terjadi kesalahan terjadi kesalahan dalam melakukan
dalam identifikasi ataupun marking tindakan operasi.
area
3). Ka.Sub keselamatan pasien

• Melakukan pemantauan atas tata kelola


panduan tindakan operasi bersama dengan
kepala bagian ruang operasi
• Melakukan verifikasi dan penyelidikan jika
terjadi kesalahan dalam melakukan
tindakan operasi.
Teknik Penandaan lokasi
operasi

a.Pasien diberi tanda saat informedconcent telahdilakukan


b.Penandaan dilakukan sebelum pasien berada dikamar
operasi
c.Pasien harus dalam keadaan sadar saat dilakukan
penandaan lokasi operasi
d.Tanda yang digunakan dapat berupa : tanda panah/ ceklis
e.Penandaan dilakukan sedekat mungkin dengan lokasi
operasi
f.Penandaan dilakukan dengan spidol hitam (anti luntur, anti
air) dan tetap terlihat walau sudah diberi desinfektan.
Yang berhak melakukan Jenis tindakan operasi yang tidak
penandaan lokasi operasi : perlu dilakukan penandaan :

a) Prosedur endoskopi
a) Dokter bedah b) Cateterisasi jantung
c) Prosedur yang mendekati atau melalui
b) Asisten dokter garis middle tubuh : SC, histerektomi,
c) Pihak yang diberi tyroidektomi, laparatomi.
d) Pencabutan gigi
pendelegasian (perawat
e) Operasi pada membrane mukosa
bedah) f) Perineum
g) Kulit yang rusak
h) Operasi pada bayi dan neonates
i) Lokasi intra organ seperti mata dan organ
THT maka penandaan dilakukan pada
daerah yang mendekati organ berupa
tanda panah.
SPO OK

1. SPO pasien sewaktu tiba dikamar operasi


2. SPO pencatatan
3. SPO penjadwalan pasien
4. SPO ketidaksesuaian penghitungan bahan atau alat
sebelum dan sesudah operasi
5. SPO laporan operasi dibuat dalam rekam medis pasien
6. SPO pelaksanaan pengendalian infeksi dikamar operasi
7. SPO Pemeliharan dan perbaikan peralatan di kamar
operasi
8. SPO pelayanan anestesi dikamar operasi pada masa
pra,saat,dan pasca operasi
Cheeklist Keselamatan Pasien Pra
Operasi
Tujuan utama TIGA FASE OPERASI
dari WHO surgical safety
cheeklist dan manualnya untuk
membantu mendukung bahwa tim a) Fase sign in
secara konsisten mengikuti beberapa b) Fase Time Out
langkah keselamatan yang kritis dan
meminimalkan hal yang umum dan c) Fase Sign Out
risiko yang membahayakan dan dapat
dihindari dari pasien bedah.
Prosedur Pengaplikasian Cheeklist Keselamatan
Pasien Pra Operasi
SEBELUM INDUKASI ANESTESI : SEBELUM INSISI KULIT
Apakah pasien sudah dikonfirmasi
identitasnya, tempat operasi, prosedur
a) Apakah antibiotik sudah diberikan
dan persetujuan ?
kurang lebih 60 menit yang lalu?
b) Antisipasi kejadian kritis
a) Apakah tempat operasi sudah
ditandai? c) Apakah ganbaran yang penting
b) Apakah mesin anestesi dan sudah ditunjukkan?
pemeriksaan medis sudah lengkap?
c) Apakah pulse oximeter (SpO2) sudah SEBELUM PASIEN MENINGGALKAN
dipasang pada pasien dan berfungsi? KAMAR OPERASI
d) Apakah pasien memiliki alergi?
e) Apakah pasien memiliki resiko
kesulitan jalan nafas/resiko aspirasi?
Identifikasi Masalah

1. Tidak tepat lokasi


a. kesalahan dalam menulis rekam medis atau membaca foto rontgen.
2. Tidak tepat prosedur
a. Kuantitas SDM (tim OK) kurang sehingga mengganggu kelangsungan
operasi
b. Kualitas tenaga medis terutama koas dan residen kurang baik Sasaran dan
prasarana tidak memenuhi syarat seperti bangunan,alat-alat
operasi,lampu/penerangan,prosedur sterilisasi/CSSD.
3. Tidak tepat pasien
a. Salah identifikasi karena nama pasien sama
??????