Anda di halaman 1dari 44

Gigitan Binatang & Ular

Berbisa
Dr Agung Ary Wibowo SpB (K)BD

1
Binatang Laut Yang Berbisa
• Ikan Hiu
• Ikan Pari
• Ikan Singa
• Bulu babi

2
Binatang Rumah
Rabies / Virus Lyssa
– Anjing (Terbanyak) akibat tidak divaksin
– Kucing
– Kera
Baik hewan peliharaan atau hewan liar
Sering
– Lebah / Tawon
– Laba-laba
– Arthropoda lain; Kutu, Kalajengking
– Serangga SMF Bedah FK UNLAM 3
Gigitan Binatang
Anamnesa (riwayat gigitan binatang)
Pemeriksaan Fisik :
Siapa yg mgigit, brp lama, ap yg d rsakn
stelh d gigit, sdh brobat atau blum, jgn
dgosok2 (nnti yg lokal jd sistemik)
Tanda-tanda gigitan :
Vulnus Punctum (Luka Tusuk)
Vulnus Laceratum
Hematoma / Memar / Jejas
Akibat gigitan :
Lokal (bengkak, SMF Bedah FK UNLAM
nyeri, gatal) 4
Talak gigitn binatang:
Kompres es, jgn kompres panas, nanti
vasodilatasi, trus mnyebr jd sistemik.

Anamnesis:
Sistemik: mata berair, panas
Tindakan Darurat
Airway: lihat, temukan, terapi, look dinding dada, listen,
feel
Breathing
Circulation
TETAP ABC
Debridement luka: bs d hisap, pkokny hrus d buang, asal
mukosa tdk ad luka.
ATS injeksi: kasih serum tetanus 1500 IU (dr dinas
kesehtan, ATS tdk ad d RS)
Anti Bisa Ular / Anti Rabies –Rabien Immunoglobulin /
SERUM SMF Bedah FK UNLAM 6
Gigitan Manusia (1)
Gigitan manusia merupakan gigitan dengan
tingkat infeksi yang tinggi.
Infeksi akibat gigitan  selulitis (peradangan
pada pembuluh darah), gangren (bakteri
anaerob).
Gejala :
Ada luka yang disebabkan gigitan manusia.
Luka biasanya disebabkan gigi seri (2 baris
atas dan bawah).
SMF Bedah FK UNLAM 7
Tindakan :
– Proteksi diri jgn sentuh cairan tubuh yg kluar
d r k o r ba n ( r is ik o AI DS ) d a n p r o t e k s i
lingkungan.
– Selalu A-B-C terlebih dahulu.
– Perlakukan luka gigitan seperti luka biasa.
– Bila perlu penjahitan situsional (jk kotor, ad
drainase buat kluar) dan serum anti tetanus.
– Beri antibiotik sesuai kultur, atau yg spektrum
luas sesuai kondisi
SMF Bedah FK UNLAM 8
Gigitan Anjing, Kucing dan
Kera
Biasanya tidak berbahaya
Tidak ada perbedaan dengan luka lain, kecuali
bahwa ada kemungkinan rabies.
Tindakan :
Proteksi diri dan lingkungan.
Selalu A-B-C terlebih dahulu.
Perlakukan luka gigitan seperti luka biasa.
Sedapat mungkin menangkap dan malakukan isolasi
terhadap binatang penggigit dan melaporkan dinkes.
(dugaan rabies, hrus d observasi)
Pemberian ATS dan kemungkinan terkena rabies.

SMF Bedah FK UNLAM 9


RABIES
Tiap tahun +2 juta manusia digigit binatang.
Menginfeksi jaringan saraf (SSP dan SST) dan kelenjar ludah.
Kasusny jarang, tp jk rabies, kmatiannya biasanya tdk
mngenakn.
Prinsip: atasi racun yg blum berikatan dgn saraf, klo racun
sdh berikatan dgn saraf, biarkn saja.
Virus tidak aktif pada suhu 56ºC (pemanasan).
Virus mati : Sinar matahari
(pengeringan)
Sinar UV
Formalin
Asam kuat

SMF Bedah FK UNLAM 10


Manifestasi Klinik
Pada manusia mempunyai 3 fase :
1. Fase Prodormal (dan Fase Sensoris)
2. Fase Exitement
3. Fase Paralytic

SMF Bedah FK UNLAM 11


1. Fase Prodormal
Tidak Spesific, berupa :
Panas
Sakit kepala
Kelemahan
Anoreksia
Suara serak (difoni)
Ad riwayat gigitn binatang
Gangguan menelan (hidrofobia)
Kaku
Gangguan kontraksi otot

SMF Bedah FK UNLAM 12


2. Fase Exitement
Nervous (mengigau)
Insomnia
Anxiety & Apprehension
Convulsi

SMF Bedah FK UNLAM 13


3. Fase Paralytic
Gejala-gejala paralytic, hypoxia
Cardiac arrythmia (pling bhya)
Hemiparese dan coma

SMF Bedah FK UNLAM 14


MANIFESTASI KLINIS

Penyebab kematian tidak begitu jelas,, pasien


tiba2 apneu, trus tdk bisa nafas, mati.

Kematian 4 – 10 hari
Gejala-gejala klinis yang lambat bisa sampai
133 hari

SMF Bedah FK UNLAM 15


Penatalaksanaan
Lokal
Cuci dengan sabun & bilas dengan air mengalir
untuk menghilangkan virus dari pinggir luka
Debridement pinggir-pinggir luka
Berikan ATS
Infiltrasi Anti Rabies Serum +5 ml dibawah luka

SMF Bedah FK UNLAM 16


Sistemik
Bila pada observasi binatang ditemui virus di
saliva dan cortex anjing
Hyperimmun Rabies Immuno Globulin (HRIG)
20 IU/kgBB (satu kali)
½ dosis sekitar luka dan sisa IM di gluteus atau
paha anterolateral

SMF Bedah FK UNLAM 17


Gigitan Laba-laba
Kebanyakan laba-laba
beracun.
Untungnya giginya tidak
cukup kuat utk
menembus kulit
manusia.
Y a n g p a l i n g
berbahaya “BLACK
WIDOW“ yang di
Indonesia tidak ada.
Jk tdk ad antidot,SMFbs
Bedah FK UNLAM 18
Gigitannya mengeluarkan racun yang bersifat
neurotoksin.
Gejala :
Kesemutan
Sakit ↑
Dapat terjadi spame otot
Bisa terjadi respiratory distress
Terapi :
Beri obat analgetik & muscle relaxant
Beri calsium gluconat untuk mencegah spasme otot

SMF Bedah FK UNLAM 19


Gigitan Lebah
Reaksi yang lebih sering
pada sengatan lebah 
reaksi alergi
Gejala dan tanda :
– Edema, gatal, eritema
– Edema angioneurotik
– Gangguan menelan
– Kelemahan otot mata
– Bradikardia dan syok
anafilaktik (talak
epinefrin/adrenalin ... iU)
SMF Bedah FK UNLAM 20
Gigitan lebah (2)
Sungut yang menempel dicabut
Daerah sengatan dibersihkan dengan air
dan sabun
Untuk mengurangi nyeri  lidokain
Kadang-kadang perlu : sedatif, infus, dan
antibiotik
Bila ada tanda-tanda alergi  adrenalin dan
antihistamin
SMF Bedah FK UNLAM 21
Gigitan Arthropoda
Paling dikenal adalah kutu
dan lalat.
Gejala sangat bervariasi
mulai dari hanya gatal
sampai syok.
Harus diwaspadai bahwa
kepala serangga ini jangan
sampai tertinggal dalam
kulit  luka kronis.
Dipakai kompres es untuk
mengurangi rasa nyeri atau
salep anestesi lokal.

SMF Bedah FK UNLAM 22


Binatang
Laut
SMF Bedah FK UNLAM 23
Ikan Hiu
Sangat jarang terjadi.
Ikan Hiu sangat mudah terangsang oleh bau
darah dan gerakan dalam air.
Gigitan ikan hiu berbentuk lengkungan luka
akibat semua gigitan.
Kematian disebabkan karena SYOK. (talak
pertama: direct pressure d tempat luka atas
bawah, intinya semuany bebat aj. Dr atas ke
bawah)
T e r a p i : m e n g h eSMFnBedah
t i kFKaUNLAM
n p e r d a r a h a n d a n24
Ikan Pari dan Ikan Singa
Ikan Pari :
– Berbahaya karena sabetan
ekornya beracun (bergerigi
dua baris pada sisi dorsal).
– Bentuk luka berupa tusukan
atau laserasi dengan
pinggir kebiruan.
Ikan Singa :
– Mengeluarkan racun dari :
• 12 – 13 sirip dorsal.
• 3 sirip anal.
• Sepasang sirip panggul.
25
SMF Bedah FK UNLAM
Gejala dan tanda klinis SAMA ANTARA IKAN PARI
& SINGA :
Sinkope, rasa lemah
Mual, muntah, berkeringat
Fasikulasi
Kejang-kejang otot
Syok (sama dengan ikan Hiu)
Terapi :
Luka dicuci dengan air garam, lalu rendam air panas.
Kalau perlu dilakukan pembersihan dan penjahitan luka
(kaliini luka ditutup)
ATS ampulan 1500 hrus ad. Mrupkn obat darurat yg
pling penting.
Kombinasi Atropin dan Diazepam  mengatasi mual
dan kejang-kejang.
SMF Bedah FK UNLAM 26
Bulu Babi
Berbahaya karena racun yang ada dalam
duri.
Bulu babi juga mempunyai organ jepit.
Gejala :
Lokasi gigitan nyeri, bengkak, mual, sinkope.
Parestesia sekitar mulut.
Atonia otot muka, bibir, lidah dan kelopak
mata. WAJAH TAK DAPAT BERGERAK
Gangguan pernapasan.
SMF Bedah FK UNLAM 27
Ujung duri yang
tertinggal harus
dikeluarkan secepat
mungkin.
Pengeluaran duri dapat
dicoba dengan rendam
dalam cairan cuka
selama satu jam.

SMF Bedah FK UNLAM 28


Gigitan Ular
WHO :
+ 300.000 kejadian gigitan ular / tahun.
30.000 – 40.000  kematian.
Sebagian besar di Asia Tenggara.
Di AS : 15% adalah ular berbisa.
Pit Viper’s RCC : Rattle Snake
Copper Head  Cobra
Cotton Mouth
SMF Bedah FK UNLAM 29
Tanda-tanda Ular Berbisa
Adanya cekungan
antara mata dan
kening
Pupil bola mata :
cekung
Adanya gigi taring 
fang’s.
Bagian ekor yang
mendatar 
subgranul plates.

SMF Bedah FK UNLAM 30


Tanda-Tanda
Ular Tidak Berbisa
Tidak ada cekungan antara mata dan kening.
Tidak ada fang’s / gigi taring, bentuk U.
Mempunyai 2 lengkung granul pada ekor.

SMF Bedah FK UNLAM 31


KEdalamn luka berbeda: ular berbisa
Kedalamn luka sama: tdk berbisa.
Bisa ular mengandung campuran polipeptida,
seperti :
• Enzim Phospholipase A
• Enzim Hyaluronidase
• ATPase
• 5 Nucleotidase
• Crotoxin

SMF Bedah FK UNLAM 33


Phospolipase A
Mempermudah penyebaran racun / bisa
ular.
Merubah Lecithin  LysoLecithin.
Menghancurkan Jaringan NHA (pling
bahaya)
 Neurotoksin
 Hemolysis
 Anaphylaksis
Mkin bnyak ular itu punya enzim, mkin
SMF Bedah FK UNLAM 34
Hyaluronidase
Mempermudah penyebaran bisa ular.

SMF Bedah FK UNLAM 35


ATPase & 5 Nukleotidase
Gangguan Metabolisme
Menyebabkan Syok

SMF Bedah FK UNLAM 36


Manifestasi Klinis
• Family Crotalidae Crotalus (Pit Viper)
• Family Elapidae (Coral Snake)

SMF Bedah FK UNLAM 37


Pit Viper (1)
Kematian jaringan sekitar
Terjadinya edema & eritema pada tempat
gigitan, jgn kasih kompres hangat, tp
kompres air es saja, kluarkn luka dgn
aspirasi
Makin lama rasa sakit meningkat

Terjadinya gangguan permeabilitas


pembuluh darah sehingga terjadi
SMF Bedah FK UNLAM 38
ekstravasasi dan edema
Bila jumlah bisa sangabanyak dalam tubuh
– Terjadi edema paru krn ekstrapasasi,
pasien syok, jk terjdi tamponade jantung,
pasien bs mninggal
–Perdarahan intraperitoneal &
intrapericardial

SMF Bedah FK UNLAM 39


Elapidae / Coral Snake (2)
Kerusakan jaringan setempat minimal
Gangguan neuromuskular lebih menonjol
Reaksi setempat kecil
Gejala sistemik :
Kesemutan
Mual, muntah
Dyspnue

SMF Bedah FK UNLAM 40


Derajat Venerasi Luka Gigit Nyeri Edema / Tanda
Eritema Sistemik
< 3cm/12 jam
0 - + +/- -

3–12 cm/12
I +/- + + jam -

12 – 25cm/12 +
II + + +++ jam Neurotoksik,
Mual,
Pusing, Syok
>25 cm/12 ++
III + + +++ jam Syok
Petekia
Ekimosis
>ekstremitas ++
IV +++ + +++ Gangguan Faal
Ginjal, Koma,
Perdarahan
SMF Bedah FK UNLAM 41
Penatalaksanaan
Memperlambat Penyebaran Bisa Ular :
Pasang torniquet / tali / benda apapun: beberapa cm
diatas luka gigitan, tapi tidak sampai iskemik / sianosis.
Immobilisasi / tidak gerak istirahatkan bagian yang
tergigit.
Kompres es.
Keluarkan Bisa Ular Sebanyak Mungkin :
Insisi kecil pada luka gigitan.
Bila perlu bisa diisap lewat mulut.
Bisa ular hanya bisa direabsorbsi mukosa mulut bila
ada luka.
Bisa ular dinetralisasi enzim-enzim digestivus.
SMF Bedah FK UNLAM 42
penatalksanaan
Beri Serum Anti Bisa Ular (SABU),
sbelumnya skin test dahulu. Stengah im,
stengah ny d infus drip
Hindari Efek dari Bisa Ular :
Infus saline, plasma, atau darah  untuk cegah
syok.
Beri corticosteroid injeksi.
Cegah Komplikasi.

SMF Bedah FK UNLAM 43


43