Anda di halaman 1dari 7

Pemeriksaan dan penyidikan pajak

Ayu samsudin
Aprianthi sasmita
Djihan safira
Hartati yusuf
Mareta ayu agustina
Kelompok 2
Pengertian pemeriksaan pajak

Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan menghimpun dan mengolah data,


keterangan, dan/atau bukti yang dilaksanakan secara objektif dan profesion
al berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemen
uhan kewajiban perpajakan dan/atau untuk tujuan lain dalam rangka melaks
anakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan Pemeriksaan
Bukti Permulaan adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendapatkan bu
kti permulaan tentang adanya dugaan telah terjadi tindak pidana di bidang
perpajakan
Tujuan pemeriksaan pajak HAL – HAL YANG HARUS DIPERHATI
KAN DALAM PEMERIKSAAN PAJAK
Menguji kepatuhan pemenuhan kewaji 1. Untuk keperluan pemeriksaan, petugas pemeri
ksa harus memiliki tanda pengenal yang dilen
ban perpajakan Wajib Pajak dan untuk gkapi dengan Surat Perintah Pemeriksaan sert
tujuan lain dalam rangak melaksanakan a memperlihatkan kepada Wajib Pajak yang di
ketentuan peraturan perundang-undan periksa
gan perpajakan. 2. Buku, catatan dan dokumen,serta data yang di
perlukan oleh Wajib Pajak paling lama 1 (satu)
Pemeriksaan dapat dilakukan dalam hal bulan sejak permintaan disampaikan.
:: 3. Apabila dalam mengungkapkan pembukuan, p
a) Surat pemberitahuan menunjukkan encatatan atau dokumen serta keterangan yan
g diminta, wajib pajak terikat oleh suatu kewaj
kelebihan pembayaran pajak, terma iban untuk merahasiakan itu ditiadakan oleh p
suk yang telah diberikan pengembal ermintaan untuk keperluan pemeriksaan
ian pendahuluan kelebihan pajak. 4. Dirjen Pajak berwenang melakukan penyegela
b) Surat pemberitahuan Tahunan Pajak n tempat atau ruang tertentu serta barang ber
gerak dana tau tidak bergerak apabila wajib p
Penghasilan menunjukkan rugi. ajak tidak memenuhi kewajiban
c) Surat pemberitahuan tidak disampai
kan atau disampaikan tidak pada w
aktu yang telah ditetapkan
Jenis dan Prioritas Pemeriksaan Hak-Hak Wajib Pajak Apabila Dilakuk
an Pemeriksaan
1. Pemeriksaan Rutin, yaitu pemeriksaan ya 1. Meminta pemeriksa pajak untuk m
ng bersifat rutin dilakukan terhadap Waj emperlihatkan tanda pengenal pem
ib Pajak sehubungan dengan pemenuha eriksa
n hak dan kewajiban perpajakan Wajib P 2. Meminta tindasan surat perintah pe
ajak yang bersangkutan. meriksaan pajak
2. Pemeriksaan Khusus, yaitu pemeriksaan 3. Menolak diperiksa pemeriksa tidak
yang dilakukan tehdap Wajib Pajak berk bisa memperlihatkan identitas dan
enaan dengan adanya masalah dan/atau surat perintah pemeriksaan
keterangan yang secar khusus berkatian 4. Meminta penjelasan maksut dari pe
dengan Wajib Pajak yang bersangkutan. meriksaan
3. Pemeriksaa Bukti Permulaan, yaitu peme 5. Meminta tanda bukti peminjaman
riksaan yang dilakukan terhadap Wajib P buku-buku serta dokumen yang di
ajak untuk mendapatkan bukti permulaa pinjam oleh pemeriksa pajak
n tenang adanya dugaan telah terjadi ti 6. Meminta perinciaan jika ada perbe
ndak pidana dibidang perpajakan. daan antara pemeriksaan dengan S
4. Pemeriksaan Wajib Pajak Lokasi, yaitu pe PT
meriksaan yang dilaukan terhadap caba 7. Mengajukan pengaduan apabila ra
ng, perwakilan, pabrik, atau tempat usah hasia usaha dibocorkan pada pihak
a dari Wajib Pajak Domisili, yang lokasin yang tidak berhak
ya berada di luar wilayah kerja Unit Pela
ksana Pemeriksaan Wajib Pajak Domisili
PENYIDIKAN PAJAK
Penyidikan tindakan pidana di bidang perpajakan hanya dapat dilakukan oleh pejabat
pegawai negeri sipil tertentu di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak yang diberi wewe
nang khusus sebagai penyidik tindak pidana di bidang perpajakan.
Wewenang penyidik antara lain sebagai berikut:
1. Menerima, mencari, mengumpulkan, meneliti keterangan dan laporan
2. Menerima, mencari, mengumpulkan keterangan pribadi atau badan.
3. Meminta keterangan bahan bukti dari orang pribadi atau badan.
4. Menerima buku, catatan, dokumen di bidang perpajakan
5. Melakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap barang bukti
6. Meminta bantuan tenaga ahli dalam tugas
7. Memberhentikan atau melarang pergi seseorang di dalam ruangan yang diper
iksa
Penyidikan diberhentikan dalam hal berikut ini:
1. Tidak terdapat cukup bukti
2. Peristiwa bukan tindak pidana di bidang perpajakan
3. Peristiwa telah kadaluarsa
4. Tersangka meninggal dunia
5. Untuk kepentingan penerimaan negara, atas permintaan Menteri keuangan, Jaksa A
gung dapat menghentikan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan paling la
ma 6 (enam) bulan sejak tanggal surat permintaan

Perluasan Pemeriksaan
Instruksi atau persetujuan perluasan pemeriksaan dapat diberikan dalam hal:

1. Terdapat indikasi bahwa WP melakukan tindakan pidana di bidang perpajakan.


2. Hasil pemeriksaan terhadap WP untuk tahun pajak yang diperluas diperkirakan dapa
t mengakibatkan penambahan pajak terutang dengann jumlah yang signifikan.
3. Terdapat sebab-sebab lain berdasarkan instruksi Dirjen Pajak.
Terima kasih