Anda di halaman 1dari 15

TATALAKSANA

TUBERKULOSIS DENGAN
DIABETES MELLITUS
REFRESHING
Dwinur Syafitri Choirunisa
2014730022

PEMBIMBING : dr. Rosa Marlina, Sp.P


PENDAHULUAN
 WHO 2011  8,5-9,2 juta kasus/tahun dan 1,7 juta
kematian TB masalah kesehatan masyarakat di
seluruh dunia
 Prevalens DM  285 juta 438 juta (2030)
 Penekanan respon imun pada DM  infeksi M. tb  TB
( risiko TB 2-3 x lipat)
 DM  gejala TB, respon lambat pengobatan,
peningkatan mortalitas dan reaktivasi TB
 TB  intoleransi glukosa dan memperburuk kontrol
glikemik pasien DM

Add a footer 2
FR
DEFINISI
TUBERKULOSIS (TB)
• Penyakit infeksi paru yang disebabkan oleh
kuman Mycobacterium tuberculosis. Ditandai DIABETES MELLITUS (DM)
dengan pembentukan granuloma pada • Suatu kondisi kronik dimana tubuh tidak
jaringan yang terinfeksi. dapat meproduksi insulin yang cukup atau
• Sumber penularan adalah penderita TB BTA tidak efektif untuk dipergunakan yang
positif. akhirnya menyebabkan penderita tidak dapat
mempergunakan glukosa dengan sebaik-
baiknya.
• kadar gula darah yang meningkat lebih dari
140 gr/dl darah vena pada saat tidak puasa
atau 126 gr/dl darah vena dalam keadaan
puasa.

Add a footer 3
FR
HUBUNGAN TB DENGAN DM
Gangguan imun pada diabetes mellitus Intoleransi glukosa pada tuberkulosis
• DM  penurunan sistem imun seluler  penurunan limfosit T dan • Kadar IL-1 dan TNF α  sekresi hormon anti insulin
netrofil + penurunan produksi TNF α, IL-1β serta IL-6 • Kasus TB berat  pankreatitis kronis dan kalsifikasi 
• Gangguan fungsi makrofag  kemotaksis dan fagositik menurun defisiensi insulin absolut
• Infeksi oleh basil tuberkel  gangguan pada sitokin, makrofag-
monosit dan populasi sel T CD4/CD8
• Glikosilasi non enzimatik gangguan fungsi mukosilier dan
neuropati otonom  abnormalitas tonus basal jalan napas 
reaktifitas bronkus dan bronkodilatasi

Hiperglikemia akibat tuberkulosis


• Sitokin inflamasi yang diproduksi seperti IL6 dan TNFα akibat
infeksi TB  meningkatkan resistensi insulin dan berkurangnya
produksi insulin

4
MANIFESTASI KLINIS TB DENGAN DM
 Adanya pengaruh negatif DM terhadap hasil akhir
pengobatan TB dan DM secara signifikan berkaitan
dengan kultur sputum yang masih positif setelah 6 bulan
pengobatan
 biasanya berusia lebih tua dibandingkan dengan TB
tanpa DM.
 Batuk  tidak menonjol pada penderita TB dengan DM.
 Biasanya memilki keluhan demam dengan durasi yang
lebih lama dan penurunan berat badan yang lebih besar
daripada pasien TB tanpa DM.

Add a footer 5
FR

DERAJAT KEPARAHAN TB DENGAN DM


DAN HASIL TATALAKSANA
 Pasien TB-DM membutuhkan waktu lebih lama untuk konversi sputum  kecepatan konversi tidak
jauh berbeda, yaitu antara 2-3 bulan
 TB  DM : derajat keparahan penyakit yang lebih buruk, lesi paru lebih banyak, dan perubahan
paru yg lebih besar saat penyembuhan
 DM  TB : kadar gula yang lebih tinggi, kemungkinan besar untuk terjadi koma dan mikroangiopati,
gagal pengobatan dan kematian

6
FR

ALGORITMA
PENAMPISAN DAN
DIAGNOSIS TB PADA
PENYANDANG DM

7
FR

ALGORITMA
PENEMUAN DM PADA
PASIEN TB

8
FR

TATALAKSANA TB DENGAN DM
Pe me r iks a a n ka d a r g lu ko s a s e b a ik nya d ila ku ka n
berkala saat pengobatan TB
• Pasien TB-DM dilakukan pemeriksaan kadar gula seminggu sekali dalam
satu bulan pertama dan frekuensi dapat dikurangi bila sudah terkontrol

EDUKASI
• Sebaiknya diberikan edukasi mengenai gaya hidup sehat
• Perubahan diet dan aktivitas fisis sebaiknya dilakukan

Paduan obat: 2 RHZ(E -S)/ 4 RH dengan regulasi


b a ik / g u la d a ra h te r ko nt ro l
• Bila gula darah tidak terkontrol, fase lanjutan 7 bulan : 2RHZ(E-S)/ 7 RH
• Perlu kontrol / pengawasan sesudah pengobatan selesai,untuk mengontrol /
mendeteksi dini bila terjadi kekambuhan

Add a footer 9
FR
TATALAKSANA TB DENGAN DM
I N T E R A K S I O AT D E N G A N O H O

DOSIS EFEK SAMPING

8-12 mg/ kgBB/hari, menurunkan kadar sulfonilurea (gliklazid, gliburide, Monitoring kadar gula darah dan
RIFAMPICIN
maksimal 600 mg glipizide dan glimepirid) dan biguanid penyesuaian dosis OHO ;

4-6 mg/kgBB/hari, Neuropati perifer yang dapat memperburuk atau Suplemen vitamin B6 atau piridoksin selama
ISONIAZID (INH)
maksimal 300 mg menyerupai neuropati diabetik pengobatan TB – DM 100 mg/hari

Hepatitis imbas obat; dapat terjadi nyeri sendi yang


PIRAZINAMID 20-30 mg/kgBB/ hari
dapat ditanggulangi dengan aspirin

Efek ke mata;
ETAMBUTOL 15-20 mg/kgBB/hari Sedangkan penderita DM sering mengalami komplikasi
kelainan pada mata

15-40 mg/kgBB/hari, kerusakan nervus VII yang berkaitan dengan Keadaan dapat pulih kembali jika obat
STREPTOMISIN
maksimal 1000 mg keseimbangan dan pendengaran. dihentikan

Add a footer 10
FR

TATALAKSANA TB DENGAN DM
Penatalaksanaan DM pada pasien TB dengan DM
h a r u s d i l a k u k a n s e c a r a a g r e s i f . Te r c a p a i n y a k o n t r o l
gula darah akan memberikan hasil akhir yang baik

• Pemberian terapi insulin dengan insulin secara bolus atau premixed.


American Association of Clinical Endocrinologist merekomendasikan
penggunaan insulin modern atau insulin analoque.

Dosis insulin yang dibutuhkan pasien adalah 1I/kgbb/hari


dibagi 60% bolus dan 40% sisanya basal insulin. Setelah
beberapa minggu dosis diturunkan menjadi 0.5 U/kgbb/hari.

Add a footer 11
FR

RASIONALISASI PEMBERIAN INSULIN


PADA TB-DM
Infeksi TB berat  pankreatitis kronis dan kalsifikasi  defisiensi insulin absolut
Hilangnya jaringan dan fungsi pankreas pada TB pankreas
Kebutuhan diet kalori dan protein yang tinggi serta kebutuhan efek anabolik
Terdapat interaksi antara OHO dengan OAT
Terdapat penyakit hepar yang meyertai  menghambat penggunaan OHO

Add a footer 12
REKOMENDASI PENGOBATAN TB
DENGAN DM
• Paduan OAT pada prinsipnya sama dengan TB tanpa DM,
dengan syarat kadar gula darah terkontrol
• Apabila kadar gula darah tidak terkontrol, maka lama
pengobatan dapat dilanjutkan sampai 9 bulan
• Perlu pengawasan sesudah pengobatan selesai, untuk
mendeteksi dini bila terjadi kekambuhan

13
FR

PROGNOSIS
Penderita TB paru dengan DM memiliki risiko kematian lebih tinggi
dibandingkan penderita TB paru tanpa DM selama terapi dan juga peningkatan
risiko kekambuhan setelah pengobatan dan penularan yang lebih besar.

Add a footer 14
FR
FABRIKAM RESIDENCES