Anda di halaman 1dari 159

Wisuda sarjana STAI Auliaurrasyidin

Tembilahan.
HAK & KEWAJIBAN
• JANGAN BERHARAP LEBIH KALAU ANDA TIDAK MELAKUKAN
YANG LEBIH

• ANDA HANYA MENDAPATKAN DARI APA YANG ANDA


LAKUKAN.

• KEWAJIBAN ANDA adalah BERBUAT


Perolehannya Allah yang tetapkan
• PAPER. Adalah karya ilmiah yang membahas pokok masalah tertentu yang
mencakup dalam lingkup tertentu.
PENDAHULUAN

• Pengertian skripsi menurut Ndraha (1998)


skripsi merupakan laporan pekerjaan lapangan
dan membaca buku-buku untuk membentuk
konsep baru yang meliputi fakta serta
mengembangkan hipotesis antara variabel-
variabel yang dijabarkan konsep tersebut.
Pengertian tesis (thesis) menurut Ndraha
(1998) tesis merupakan laporan yang sama
seperti skripsi akan tetapi bertujuan untuk
membangun teori baru atau
mengembangkan teori lama.
Pengertian Disertasi menurut Ndraha
(1998) merupakan laporan yang sama
seperti skripsi dan tesis, akan tetapi
bertujuan untuk membangun teori baru
dan analisis kebutuhan ilmu pengetahuan.
Paper, Skripsi, Tesis, dan Disertasi adalah
laporan karya ilmiah, yang disusun secara,
teratur, bermetode dan sistem tertentu,
yang ditulis oleh seorang mahasiswa dalam
rangka menyelesaikan sebagian tugas
perkuliahan di perguruan tinggi.
Suatu karya ilmiah di tandai (syarat) oleh 4 hal :
1. rasional
2. metode
3. objektif
4. sistematis
Contoh format laporan hasil penelitian.
Korelasional.
BAB. 1 PENDAHULUAN
A. latar Belakang Masalah
B. Identifikasi Masalah
C. Pembatasan Masalah
D. Perumusan Masalah
E. Kegunaan Hasil Penelitian
BAB. II PENYUSUNAN KERANGKA TEORITIS DAN PENGAJUAN
HIPOTESIS.
A. Deskripsi Teoritis
1. Variabel terikat
2. Variabel bebas
3. Hubungan variabel terikat dengan variabel bebas.
B. Hasil penelitian yang Relevan
C. Kerangka berfikir
Mendesain hubungan variabel bebas dengan variabel
terikat.
C. Hipotesis Penelitian
BAB. III METODOLOGI PENELITIAN
A. Tujuan penelitian ( operasional )
B. Tempat dan waktu penelitian
C. Metode Penelitian
D. Populasi dan Sampel
E. Teknik Pengumpulan Data
F. Teknik analisis data
G. Hipotesis Statistik
BAB. IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskkripsi data hasil penelitian
B. Pengujian Hipotesis dan Pembahasan
1. Hubungan antara variabel bebas dan terikat
2. Pembahasan dan Analisis hasil uji hipotesis
BAB. V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Generalisasi
B. Keseimpulan
C. Saran-saran
DAFTAR PUSTAKA
LAPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1 Instrumen penelitian
Lampiran 2 Pengujian Hipotesis
lampiran 3 dst
lampiran --- daftar riwayat hidup.
Pertemuan 1
1. KONSEP METODOLOGI PENELITIAN
1. Rujukan.
Prof. Dr. Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan
Kuantitatif, kualitatif, dan R & D, Alfabeta, Bandung,
2011.
Prof. Dr. M.A.S. Imam Chourmain, M.Ed. Acuan Normatif
Penelitian Untuk Penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi,
Jakarta, 2006

2. Tujuan Pembelajaran
1. Mahasiswa dapat memahami konsep dan pengertian
metodologi penelitian
2. Mahasiswa dapat membedakan metode penelitian
kuantitatif dan kualitatif
Pengertian metode
Berasal dari bahasa Yunani yakni methodos yang
berarti cara atau menuju suatu jalan. Metode
merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan
dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk
memahami suatu subjek atau objek penelitian,
sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang
dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah
dan termasuk keabsahannya
Menurut Soerjano Soekanto
Penelitian adalah kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan analisis
dan konstruksi yang dilakukan secara metodologis, sistematis,
dan konsisten.

Peneltian adalah suatu pencarian fakta menurut metode


objektif yang jelas untuk menemukan hubungan antar fakta dan
menghasilkan dalil atau hukum. ( John, 1949).
Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara
ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan
kegunaan tertentu.

1. Cara ilmiah, didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu


rasional,empiris, dan sistematis.

2. Data, Kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu


kenyataan ( fakta ) dapat berupa angka-angka,
huruf, simbol khusus atau gabungan ketiganya.
3. Tujuan, 1. Penemuan, menemukan sesuatu yang sebelumnya
belum ada/ tidak ada. ( Disertasi )
2. Pengembangan, memperdalam dan memperluas
pengetahuan yang telah ada. ( Tesis)
3. Pembuktian, digunakan untuk membuktikan adanya
keraguan terhadap informasi atau pengetahuan
tertentu. ( Skripsi )

4. Kegunaan, untuk memahami, memecahkan masalah, dan


mengantisipasi masalah.
Jadi Metodologi penelitiaan
adalah ilmu yang membahas tentang suatu
kegiatan yang dilakukan untuk memecahkan
masalah ataupun sebagai pengembangkan ilmu
pengetahuan dengan menggunakan metode-
metode ilmiah.
2. JENIS METODE PENELITIAN

• Metode
METODE tradisional,positivistik,
PENELITIAN scientific dan metode
KUANTITATIF discovery.

• Metode baru,
METODE postpositivistik,
PENELITIAN artisrtik dan
KUALITATIF
interpretive research
Metode Penelitian Kuantitatif
adalah metode penelitian yang berlandaskan pada
filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada
populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan
sampel pada umumnya dilakukan secara random,
pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian,
analisis data bersifat deduktif kuantitatif / statistik
dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah
ditetapkan.
Metode Penelitian Kualitatif
adalah metode penelitian yang berlandaskan pada
filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada
kondisi obyek yang alamiah ( lawan dari eksperimen )
dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci,
pengambilan sampel sumber data dilakukan secara
porpusive dan snowball, teknik pengumpulan dengan
triangulasi (gabungan), analisis data bersifat
induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih
menekan mana dari pada generalisasi.
• 1. Perbedaan Aksioma dasar tentang
sifat realitas
• 2. Perbedaan dalam Proses
3. PERBEDAAN PENELITIAN penelitian
KUANTITATIF DAN • 3. Perbedaan dalam karakteristik
KUALITATIF penelitian
Aksioma dasar Metode Kuantitatif Metode Kualitatif
Sifat Realitas Dapat Ganda, holistik,
diklasifikasikan,konk dinamis, hasil
rit, teramati, konstruksi dan
terukur pemahaman

Hub. Peneliti Independen, supaya Interaktif dengan


dengan yang diteliti terbangun sumber data supaya
objektivitas memperoleh makna

Hubungan Variabel Sebab – Akaibat ( Timbal


Kausal ) balik/interaktif
X ---- Y X Y

Z
Aksioma dasar Metode Kuantitatif Metode Kualitatif

Kemungkinan Cenderung membuat Transferability (


Generalisasi generalisasi hanya mungkin
dlm ikatan
konteks dan
waktu )
Peranan Nilai Cenderung bebas Terikat nilai-nilai
nilai yang dibawa
peneliti dan
sumber data
NO METODE KUANTITATIF METODE KUALITATIF
1 Desain Desain
1. Spesifik, jelas, rinci 1. Umum
2. Ditentukan secara 2. Fleksibel
mantap sejak awal 3. Berkembang, dan muncul
3. Menjadi pegangan dalam proses penelitian
PERBEDAAN
langkah demi langkah
2 Tujuan Tujuan
1. Menunjukkan hub 1. Menemukan pola hub
antar Variabel yang bersifat interaktif’
2. Menguji teori 2. Menemukan teori
3. Mencari generalisasi 3. Menggambarkan realitas
yang kompleks
4. Memperoleh pemahaman
makna
3 Teknik Pengumpulan Data Teknik Pengumpulan Data
1. Kuesioner 1. Particifant observation
2. Observasi dan wawancara 2. In depth interview
terstruktur 3. Triangulasi

4 Instrumen Penelitian Instrumen Penelitian


1. Test, angket, wawancara 1. Peneliti sebagai instrumen
terstruktur. 2. Buku catatan, tape recorder,
2. Instrumen yang telah camera, handycam dsb.
terstandar
5. Data Data
1. Kuantitatif 1. Deskriptif kuantitatif
2. Hasil pengukuran variabel 2. Dokumen pribadi, catatan
dioperasionalkan dengan lapangan, ucapan dan
menggunakan instrumen tindakan responden,
dokumen dll.
LANGKAH DALAM METODE ILMIAH
1. MERUMUSKAN SERTA MENDEFINISIKAN
MASALAH
• 2. MENGADAKAN STUDI KEPUSTAKAAN
• 3. MEMFORMULASIKAN HIPOTESIS

4. MENENTUKAN MODEL UNTUK MENGUJI


HIPOTESIS
• 5. MENGUMPULKAN DATA
• 6. MENYUSUN, MENGANALISIS DAN
• MEMBERI INTERPRETASI

7. MEMBUAT GENERALISASI DAN


KESIMPULAN
8. MEMBUAT LAPORAN ILMIAH
PERTEMUAN . 2 ( Kedua )
1. ILMU, PENELITIAN DAN KEBENARAN
1.1. Rujukan :
Imam Chourmain M.A.S, M.Ed. Prof. DR. Acuan Normatif
Penelitian Untuk Penulisan Skripsi, Tesis dan
Disertasi, Jakarta, 2006
Moh. Nazir, Ph.D, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia,
Bandung, 2005

1.2. Tujuan Pembelajaran


1. Mahasiswa dapat memahami konsep ilmu, penelitian dan
kebenaran.
2. Mahasiswa dapat memahami keterkaitan ilmu, penelitian dan
kebenaran.
ILMU PENGETAHUAN

Ilmu yang diperoleh langsung daripada Allah swt kepada para


anbya melalui wahyu dan para aulia melalui ilham

Ilmu yang diturunkan dari nabi dan para sahabat, seperti ilmu
al-Quran, hadis, fiqih dan ilmu agama yang lain

Ilmu akal atau ilmu sains the rational science. Ilmu ini ialah
ilmu hasil daripada pengalaman dan pemikiran. Pengalaman
dan pemikiran itu digunakan secara sistematik dan radikal,
diarah dan dikawal oleh hukum berfikir (logika). Yang difikirkan
itu ialah fakta atau data hasil penyelidikan dan eksperimen

Semua ilmu sains mempunyai falsafahnya sendiri kerana


perkembangan ilmu berpangkal daripada falsafah. Itulah
sebabnya falsafah dikenal sebagai induk semua ilmu
pengetahuan
ILMU PENGETAHUAN ( SCIENCE )
Ilmu adalah pengetahuan yang bersifat umum dan sistematis,
pengetahuan dari mana dapat disimpulkan dalil-dalil tertentu
menurut kaidah-kaidah yang umum.

Ilmu adalah pengetahuan yang sudah dicoba dan diatur menurut


urutan dan arti serta menyeluruh dan sistematis.
PENGALAMAN PENGETAHUAN
PENGINDRAAN ( EMPIRIC ) ( KNOWLAGE )

1. LOGIS / RASIONAL
2. FAKTAWI ILMU
3. OBJEKTIF PENGETAHUAN
4. SISTEMATIS ( SCIENCE )
5. PRAGMATIS
ILMU DAN KEBENARAN
Sumber-sumber kebenaran ( bersifat non ilmiah/ bukan melalui
penelitian ilmiah ).
1. Kebenaran secara kebetulan, karena takdir Allah.
2. Kebenaran melalui akal sehat ( common sense )
3. Kebenaran melalui wahyu, bersifat mutlak
4. kebenaran melalui intuitif, kebenaran yang diperoleh melalui
proses luar sadar tanpa menggunakan penalaran dan proses
berfikir.
5. Kebenaran melalui trial and error
6. Kebenaran melalui spikulasi
7. kebenaran melalui kewibawaan seseorang.
ASPEK / DIMENSI KEBENARAN

Rasionalisme: Dikenal juga sebagai intelektualisme, yaitu sumber


pengetahuan manusia ialah fikiran, rasio dan jiwa manusia,
dan bebas daripada pengamatan inderawi. Kebenaran tidak
dapat diuji dengan prosedur, tetapi dapat diuji dengan kriteria
tertentu.

Empirisisme: Pengetahuan manusia berasal daripada pengalaman manusia,


yaitu dari dunia luar yang ditanggap oleh pancaindera. Semua
idea merupakan abstraksi yang dibentuk menerusi
penggabungan apa-apa yang dialami

Kritisisme: Pengetahuan manusia berasal daripada dunia luar, dan berasal


daripada jiwa atau fikiran manusia
Realisme : Pengetahuan manusia ialah gambar yang baik dan tepat
daripada kebenaran, kerana gambar yang baik akan
memancarkan kebenaran. Manifestasi daripada kebenaran
ialah menerima apa-apa yang ada walaupun tidak
menyenangkan

Pragmatisme. : Kebenaran adalah sesuatu yang memberi manfaat pada


fungsi kehidupan. Pengetahuan diperoleh karena
pengalaman yang dirasakan dalam kehidupan.
PENELITIAN DAN KEBENARAN

PENELITIAN ILMU
( proses ) ( hasil )

PENELITIAN ILMU KEBENARAN


( proses ) ( proses ) ( hasil )

TUJUAN DARI PENELITIAN ADALAH MENCARI KEBENARAN


Tujuan penelitian adalah mencari kebenaran.

Kebenaran ilmiah dapat diterima dikarenakan oleh tiga hal, yaitu

1. Adanya koheren / konsisten, yaitu suatu pernyataan dianggap


benar jika pernyataan tersebut koheren atau konsisten
dengan pernyataan sebelumnya.
2. Bersifat korespondensi, yaitu suatu pernyataan dianggap benar, jika
materi pengetahuan yang terkandung dalam pernyataan tersebut
berhubungan atau mempunyai korespondensi dengan objek yang
dituju oleh pernyataan itu.
3. Pragmatis, yaitu mempunyai sifat fungsional dalam kehidupan
praktis.
KEBENARAN MELALUI PENELITIAN ILMIAH ( John Dewey )
Reflective thinking.

1. The felt need, yaitu adanya suatu kebutuhan.


2. The problem, yaitu menetapkan masalah
3. The hypothesis, yaitu menyusun hipotesis
4. Collection of data as avidance, yaitu merekan data untuk
pembuktian.
5. Concluding belief, yaitu membuat kesimpulan yang diyakini
kebenarannya.
6. General value of the conclusion, yaitu memformulasikan
kesimpulan secara umum.
HAL-HAL YANG DIBUTUHKAN DALAM PENELITIAN
1. Objektif, factual, yaitu peneliti harus memiliki sikap objektif dan
memulai pembicaraannya berdasarkan fakta.
2. Open, fair, responsible, yaitu peneliti harus bersikap terbuka
terhadap saran , kritik dan perbaikan dari berbagai kalangan
serta bertanggung jawab.
3. Corious, wanting to know, yaitu peneliti harus memiliki sikap ingin
tahu terutama pada apa yang akan diteliti dan senantiasa
haus akan pengetahuan baru.
4. Invective always, yaitu peneliti harus memiliki daya cipta, kreatif,
dan senang terhadap inovasi.
5. Communication affectivity, yaitu peneliti harus memiliki
kemampuan untuk berkomunikasi dan mempengaruhi pihak
lain dengan komunikasi itu
6. Able to identifity and formulate problem clearly, yaitu mampu
mengenal dan merumuskan masalah dengan jelas.
7. View a problem in wider context, yaitu mampu melihat suatu
masalah dalam konteks yang luas.
TEORI

PENYUSUNAN LOGIKA
PENARIKAN DEDUKSI
PROPOSISI LOGIS
KESIMPULAN

KEPUTUSAN UTK
GENERAL EMPIRIS MENERIMA/MENO HIPOTESIS
LAK HIPOTESIS

PENGUKURAN, PENJABARAN
RINGKASAN PENGUJIAN INSTRUMENTASI,
SAMPEL, DAN HIPOTESIS SKALA
PERKIRAAN PENENTUAN
PARAMETER SAMPEL

PENGAMATAN
Induksi adalah proses berpikir di dalam akal kita dari pengetahuan tentang kejadian
atau pristiwa-pristiwa dan hal-hal yang lebih kongkrit dan khusus untuk menyimpulkan
pengetahuan yang lebih umum seperti :
Besi di panaskan memuai
Seng di panaskan memuai
Emas di panaskan memuai
Perak di panaskan memuai
Besi, Seng, Emas dan Perak adalah logam
Jadi : Setiap logam yang di panaskan akan memuai.

Cara penalaran Induksi ada dua keuntungan adalah sebagai berikut :


1.Kita dapat berpikir secara ekonomis meskipun ekperimen kita terbatas pada
beberapa kasus indivudual
2. Pernyataan yang di hasilkan melalui cara berpikir Induksi memungkinkan proses
penalaran selanjutnya baik secara Induktip dan Deduktip
Deduksi adalah proses pemikiran di dalamnya akal kita dari pengetahuan yang
umum untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih khusus atau proses
berpikir dari hal yang bersifat umum menuju pada hal yang bersifat khusus
seperti:
Semua makhluq yang bernyawa pasti mati
Manusia adalah makhluq yang bernyawa
Tumbuhan adalah makhluq yang bernyawa
Hewan adalah makhluq yang bernyawa
Jadi, Manusia, Tumbuhan, Hewan pasti akan mati
PERTEMUAN KE TIGA ( 3 )

RAGAM ATAU JENIS PENELITIAN


1. RUJUKAN.

M.A.S. Imam Chourmain, Prof. Dr. M.Ed. Acuan Normatif


Penelitian Untuk Penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi,
Jakarta, 2006
Moh. Nazir, Ph.D, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia,
Bandung, 2005
Sugiyono, Prof. Dr, Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan
Kuantitatif, kualitatif, dan R & D, Alfabeta, Bandung,
2011.

2. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menjelaskan klasifikasi penelitian
2. Mengidentifikasi jenis penelitian berdasarkan tujuan penelitian, sifat
dan jenis, karakteristik masalah penelitian, cara melakukan penelitian,
analisis data, pendekatan penelitian, bidang ilmu, tempat penelitian,
tingkat eksplanasi, penggunaan sampel.
JENIS PENELITIAN DASAR :
Berdasarkan pendekatan yang digunakan :
1. Penelitian Deduktif
Penelitian yang bertujuan menguji hipotesis melalui validasi teori atau pengujian
aplikasi teori pada keadaan tertentu.
2. Penelitian Induktif
Penelitian yang bertujuan mengembangkan teori atau hipotesis melalui
pengungkapan fakta.

Berdasarkan tujuan penelitian :


1. Penelitian Eksploratif
Penelitian yang berusaha menemukan sebab akibat dari suatu peristiwa atau
kejadian ( menemukan problematika baru)
2. Penelitian Pengembangan
Penelitian yang berusaha mengadakan percobaan penyempurnaan terhadap
sesuatu yang telah ada.
3. Penelitian Verifikatif
Penelitian yang mengecek kebenaran hasil penelitian lain pada tempat yang
sama tetapi waktu berbeda (menguji kebenaran suatu pengetahuan atau teori)
PENELITIAN TERAPAN (APPLIED RESEARCH)
Yaitu : Penelitian yang hati-hati, sistematis dan terus menerus terhadap suatu masalah
dengan tujuan digunakan segera untuk keperluan tertentu, atau penelitian
yang menyangkut aplikasi teori untuk memecahkan masalah tertentu.

Jenis Penelitian Terapan :


1. Penelitian evaluasi
yaitu : penelitian yang diharapkan dapat memberikan masukan atau
mendukung pengambilan keputusan tentang nilai relatif dari dua atau lebih
alternative tindakan.

2. Penelitian Pengembangan
Yaitu : penelitian yang bertujuan mengembangkan produk agar mempunyai
kualitas lebih tinggi.

3. Penelitian Tindakan
Yaitu : penelitian yang dilakukan untuk segera dipergunakan sebagai dasar
tindakan pemecahan masalah yang ada.
PENELITIAN BERDASARKAN SIFAT DAN JENIS DATA
1. Penelitian opini
yaitu : penelitian terhadap fakta berupa opini atau pendapat orang (responden).
Tujuan : Menyelidiki pandangan, persepsi, atau penilaian responden terhadap
masalah tertentu yang berupa tanggapan responden terhadap diri responden
atau kondisi lingkungan dan perubahannya.

2. Penelitian empiris
yaitu : penelitian terhadap fakta empiris yang diperoleh berdasarkan observasi atau
pengalaman(menekankan pada aspek perilaku terhadap opini).

3. Penelitian Arsip
Yaitu : penelitian terthadap fakta tertulis (dokumen)atau berupa arsip data.
PENELITIAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK MASALAH YANG DITELITI
1. Penelitian historis
yaitu : penelitian yang berkaitan dengan masalah fenomena masa lalu
(historis) yang meliputi kegiatan penyelidikan, pemahaman dan
penjelasan keadaan yang telah lalu.
Tujuannya : melakukan rekonstruksi fenomena masa lalu secara sistematis,
obyektif dan akurat untuk menjelaskan fenomena masa sekarang
atau mengantisipasi fenomena masa yang akan datang.

2. Penelitian deskriptif
Yaitu : penelitian terhadap masalah-masalah yang berupa fakta saat ini
dari suatu populasi yang meliputi kegiatan penilaian sikap atau
pendapat terhadap individu, organisasi, keadaan atau prosedur atau
penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri,
baik satu variable atau lebih (independen) tanpa membuat
perbandingan atau menghubungkan denagn variabel yang lain.
3. Penelitian Studi Kasus dan Lapangan
Yaitu : penelitian dengan karakteristik masalah yang berkaitan dengan
latarbelakang dan kondisi saat ini dari subjek yang diteliti serta
interaksinya dengan lingkungan.
Tujuannya : untuk menyelidiki secara mendalam mengenai subjek tertentu
dan memberikan gambaran yang lengkap mengenai subjek tertentu.

4. Penelitian Korelasional
Yaitu : penelitian dengan karakteristik masalah yang berupa hubungan
korelasional antara dua variabel atau lebih.
Tujuannya : untuk menentukan apakah terdapat asosiasi antara dua
veriabel atau lebih serta seberapa jauh korelasi yang ada di antara
variable yang diteliti.
5. Penelitian kausal komparatif
Yaitu : penelitian yang menunjukan arah hubungan antar variable bebas
dengan variable terikat , disamping mengukur kekuatan
hubungannya.
Tujuannya : untuk mengidentifikasi fakta atauperistiwa sebagai variabel
yang dipengaruhi (variabel depanden) dan melakukan penyelidikan
terhadap variable-variabel yang mempengaruhinya (variable
independen)

6. Penelitian Eksperimen
Yaitu : penelitian yang subjeknya diberi perlakuan (treatment)lalu diukur
akibat perlakuan pada diri subjek.
Tujuannya : Melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel
dependen
Penelitian berdasarkan cara penelitian
1. Penelitian Tindakan
Yaitu : suatu penelitian yang dilakukan oleh seseorang atau suatu kelompok untuk
mengorganisasikan suatu kondisi sehingga mereka dapat mempelajari pengalaman
mereka dan membuatnya dapat diakses orang lain.
Tujuan :
a. Merupakan salah satu cara strategis memperbaiki layanan maupun hasil kerja dalam
suatu lembaga.
b. Mengembangkan rencana tindakan guna meningkatkan apa yang telah dilakukan
sekarang
c. Mewujudkan proses penelitian yang mempunyai manfaat ganda, baik bagi peneliti
maupun subjek yang diteliti dalam mendapatkan mafaat langsung adanya tindakan
nyata.
d. Tercapainya konteks pembelajaran dari pihak yang terlibat, yaitu peneliti dan subjek
yang diteliti.
E. Timbulnya budaya meneliti yang terkait prinsip sambil bekerja dapat melakukan
penelitian di bidang yang ditekuni.
F. Timbulnya kesadaran para subjek yang diteliti sebagai akibat adanya tindakan nyata
untuk meningkatkan kualitas.
G. Diperolehnya pengalaman nyata yang berkaitan erat dengan usaha peningkatan
kualitas secara professional maupun akademik.
2. Penelitian Eksperimen
3. Penelitian Deskriptif
Yaitu : penelitian yang berusaha menggambarkan dan
menginterpretasikan objek apa adanya.
Tujuannya : menggambarkan secara sistematis fakta, objek, atau subjek
apa adanya secara tepat.
Macam-macam penelitian deskriptif :
1. Penelitian laporan diri
2. Studi perkembangan
3. Studi kelanjutan
4. Studi sosiometri

4. Penelitian Ex-postfacto
Yaitu : penelitian dimana variable bebas telah terjadi ketika peneliti mulai
dengan pengamatan variable terikat dalam suatu penelitian.
Jenis penelitian Ex-postfacto :
1. Penelitian korelasi
2. Penelitian hubungan sebab akibat
PENELITIAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK MASALAH YANG DITELITI
1. Penelitian historis
yaitu : penelitian yang berkaitan dengan masalah fenomena masa lalu (historis)
yang meliputi kegiatan penyelidikan, pemahaman dan penjelasan keadaan
yang telah lalu.
Tujuannya : melakukan rekonstruksi fenomena masa lalu secara sistematis, obyektif
dan akurat untuk menjelaskan fenomena masa sekarang atau mengantisipasi
fenomena masa yang akan datang.
2. Penelitian deskriptif
Yaitu : penelitian terhadap masalah-masalah yang berupa fakta saat ini dari suatu
populasi yang meliputi kegiatan penilaian sikap atau pendapat terhadap
individu, organisasi, keadaan atau prosedur atau penelitian yang dilakukan
untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variable atau lebih
(independen) tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan denagn
variabel yang lain.
3. Penelitian Studi Kasus dan Lapangan
Yaitu : penelitian denag karakteristik masalah yang berkaitan dengan latarbelakang
dan kondisi sasat ini dari subjek yang diteliti serta interaksinya dengan
lingkungan.
Tujuannya : untuk menyelidiki secara mendalam mengenai subjek tertentu dan
memberikan gambaran yang lengkap mengenai subjek tertentu.
4. Penelitian Studi Kasus dan Lapangan
Yaitu : penelitian denag karakteristik masalah yang berkaitan dengan
latarbelakang dan kondisi sasat ini dari subjek yang diteliti serta
interaksinya dengan lingkungan.
Tujuannya : untuk menyelidiki secara mendalam mengenai subjek tertentu
dan memberikan gambaran yang lengkap mengenai subjek tertentu.
5. Penelitian Korelasional
Yaitu : penelitian dengan karakteristik masalah yang berupa hubungan
korelasional antara dua variabel atau lebih.
Tujuannya : untuk menentukan apakah terdapat asosiasi antara dua
veriabel atau lebih serta seberapa jauh korelasi yang ada di antara
variable yang diteliti
6. Penelitian kausal komparatif
Yaitu : penelitian yang menunjukan arah hubungan antar variable bebas
dengan variable terikat , disamping mengukur kekuatan
hubungannya.
Tujuannya : untuk mengidentifikasi fakta atauperistiwa sebagai variabel
yang dipengaruhi (variabel depanden) dan melakukan penyelidikan
terhadap variable-variabel yang mempengaruhinya (variable
independen)
7. Penelitian Eksperimen
Yaitu : penelitian yang subjeknya diberi perlakuan (treatment)lalu diukur akibat
perlakuan pada diri subjek.
Tujuannya : Melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen

8. Penelitian Survey
Yaitu : penelitian yang mengumpulkan data pada saat tertentu
Tujuannya :
1. Mendeskripsikan keadaan alami yang hidup pada saat itu
2. Mengidentifikasi secara terukur keadaan sekarang untuk dibandingkan
3. Menentukan hubungan sesuatu yang hidup di antara kejadian spesifik
4. Menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan peneliti
5. Memecahkan masalah yang signifikan
6. Menilai kebutuhan dan menentukan tujuan institusi atau lembaga
7. Menganalisis kecenderungan yang terjadi dalam suatu masyarakat atau lembaga
pada periode tertentu.
8. Menentukan apakah tujuan spasifik dalam suatu lembaga sudah tercapai
9. Mendeskripsikan permasalahan yang ada dan seberapa jauh implikasinya
10. Membuat acuan sikap yang realistis berdasarkan data dan keadaan di
masyarakat.
Jenis penelitian survey :
1. Survey catatan
2. Survey menggunakan angket
3. Survey melalui telepon
4. Survey wawancara kelompok
5. Survey wawancara individual
Penelitian berdasarkan pengukuran dan analisa data
1. Kuantitatif
Yaitu : penelitian yang datanya dinyatakan dalam angka dan dianalisis
dengan teknik statistic.
Contoh : penelitian eksperimen
2. Penelitian kualitatif
Yaitu : penelitian yang datanya dinyatakan dalam bentuk verbal dan
dianalisis tanpa menggunakan teknik statistic.
contoh : penelitian studi kasus dan historical.

Penelitian berdasarkan pendekatan yang digunakan


1. Pendekatan longitudinal (pendekatan bujur)
Yaitu : peneliti melakukan penelitian pada subjek dalam fase secara
berturut-turut pada waktu yang sama.
2. Pendekatan cross sectional (pendekatan silang)
Yaitu : peneliti mengadakan pencatatan terhadap subjek penelitian yang
berbeda secara serentak.
Penelitian berdasarkan bidang ilmu
1. Penelitian social
Seperti : ekonomi, pendidikan, hukum.
2. Penelitian eksakta
Seperti : Kimia, fisika, biologi.
3. Penelitian Pendidikan :
Yaitu : Upaya memahami permasalahan yang dialami di bidang pendidikan baik
formal maupun non-formal yang dilakukan secara ilmiah, sistematis dan logis.
4. Penelitian berdasarkan tempat penelitian
5. Penelitian lapangan
6. Penelitian kepustakaan
7. Penelitian laboratorium

Penelitian berdasarkan keilmiahannya


1. Penelitian ilmiah
2. Penelitian non-ilmiah
3. Penelitian berdasarkan tingkat eksplanasi
4. Penelitian deskriptif
5. Penelitian komparatif
6. penelitian asosiatif
Penelitian berdasarkan sampel atau populasi
1. Penelitian sensus
Yaitu: penelitian yang datanya berasal dari semua subjek dalam populasi.

2. Penelitian sampel
Yaitu : penelitian yang datanya berasal dari sampel dan kesimpulan yang
diberlakukan bagi seluruh populasi yang diwakili oleh sampel yang
diteliti.
PERTEMUAN KE 4 ( Ke empat )
METODA PENELITIAN KUANTITATIF
1. RUJUKAN
Arief Furchan .H., MA.,Ph.D.Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan,
Pustaka Pelajar, Jogyakarta, 2005.
M.A.S. Imam Chourmain, Prof. Dr. M.Ed. Acuan Normatif
Penelitian Untuk Penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi,
Jakarta, 2006
Moh. Nazir, Ph.D, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia,2010.
Riduwan, Drs,.M.B.A. Metode dan Teknik Menyusun Skripsi dan Tesis,
Alfabeta, Bandung, 2008.
Sugiyono, Prof. Dr, Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan
Kuantitatif, kualitatif, dan R & D, Alfabeta, Bandung,
2009.

2. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Mahasiswa dapat mendeskripsikan penelitian kuantitatif
2. Mahasiswa dapat menyusun proposal penelitian kuantitatif
3. Mahasiswa dapat mengembangkan metode penelitian kuantitatif
1. Konsep Penelitian Kuantitatif.
A. Dasar pemikiran penelitian kuantitatif
1. Paradigma penelitian kuantitatif adalah positivisme, bahwa dunia
kehidupan sosial dapat diteliti berdasarkan prinsip-prinsip hukum
sebab akibat seperti layaknya hukum alam yang berlaku pada
kehidupan sehari-hari.
2. Pendekatan positivisme, memandang bahwa ontologi realitas dapat
dipecah-pecah, dapat dipelajari independen, dieleminasi dari objek
yang penelitiannya yaitu untuk menyusun bangunan ilmu nomothetik,
yaitu ilmu yang berupaya membuat hukum berdasarkan hasil
generalisasi.
3. Asumsi dari penelitian kuantitatif, bahwa fakta-fakta dari objek
penelitian memiliki realitas objektif, dan variabel-variabel dapat
diidentifikasi dan hubungan-hubungannya dapat diukur.
4. Alasan dan tujuan melakukan penelitian untuk mendapatkan deskripsi
penjelasan kausal, mendapatkan generalisasi hasil, dan memprediksi
suatu peristiwa berdasarkan sejumlah variabel prediktor.

5. proses pendekatan penelitian kuantitatif secara ringkas mencakup :


1. permasalahan penelitian, 2. deduksi teori, 3. hipotesis, 4. desain
penelitian, 5. rancangan pengukuran konsep-konsep dengan instrumen-
instrumen pengumpul data, 6, penentuan populasi dan sampel, 7. uji
coba instrumen, 8. pengumpulan data, 9. mengolah dan analisis data,
10. menarik kesimpulan atau menentukan temuan-temuan hasil
penelitian, 11. penulisan hasil penelitian.
B. Penyusunan Proposal penelitian Kuantitatif
1. Pendahuluan
A. Latar belakang masalah
B. Identifikasi masalah
C. Pembatasan masalah
D. Perumusan masalah
E. Kegunaan Penelitian
2. Penyusunan Kerangka Teoritis, Kerangka Berfikir dan Pengajuan Hipotesis.
A. Deskriptik teoritis
B. Hasil penelitian yang relevan
C. Kerangka berfikir
D. Hipotesis penelitian
3. Metodologi Penelitian
A. Jenis Penelitian
B. Tujuan penelitian
C. Tempat dan waktu penelitian
D. Metode penelitian
E. Populasi dan sampel
F. Teknik pengumpulan data
G. Teknik pengumpulan data.
Data yang dikumpulkan mencakup penjelasan variabel-variabel yang diteliti :
1. Definisi konsepsional
2. Definisi operasional variabel
3. kisi-kisi instrumen
4. Kalibrasi ( uji coba instrumen )
a. Pengujian validitas
b. Pengujian reliabilitas.
H. Teknik analisis data
I. Hipotesis statistik
Daftar Pustaka.
C. Format Laporan Hasil Penelitian ( bentuk korelasi )
BAB. I. PENDAHULUAN
A. latar Belakang Masalah
B. Identifikasi Masalah
C. Pembatasan Masalah
D. Perumusan Masalah
E. Kegunaan Hasil Penelitian
BAB. II. PENYUSUNAN KERANGKA TEORITIK DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Deskripsi Teoritis
1. Variabel terikat
2. Variabel bebas 1
3. Variabel bebas 2
4. Variabel bebas 3
B. Hasil Penelitian Yang Relevan
C. Kerangka Berfikir
1. Hub. Variabel bebas 1 dengan variabel terikat
2. Hub. Variabel bebas 2 dengan variabel terikat
3. Hub. Variabel bebas 3 dengan variabel terikat
4. Hub. Variabel bebas dengan variabel terikat
D. Hipotesis Penelitian
BAB. III. METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
B. Tujuan Penelitian ( operasional )
C. Tempat dan Waktu Penelitian
D. Metode Penelitian
E. Populasi dan Sampel
F. Teknik Pengumpulan Data
1. Definisi konseptual
2. Definisi operasional ( berkaitan dengan pengukuran )
3. Hasil Uji coba
a. Pengujian validitas
b. Perhitungan reliabilitas
c. Instrumen Final
G. Teknik Analisis Data
H. Hipotesis Statistika
BAB. IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
B. Pengujian Persyaratan Analisis
1. Normalitas
2. Homogenitas
C. Pengujian Hipotesis dan Pembahasan
1. Hub. Variabel bebas pertama dengan variabel terikat
2. Hub. Variabel bebas kedua dengan variabel terikat
3. Hub. Variabel bebas ketiga dengan variabel terikat
4. Hub. Ketiga variabel bebas dengan variabel terikat
BAB. V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Lampiran 1 Instrumen Penelitian
Lampiran 2 Pengujian Validitas
Lampiran 3 Perhitungan Reliabilitas
Lampiran 4 dst
PENULISAN SKRIPSI
BAB. I. PENDAHULUAN
A. Latara Belakang Masalah
B. Identifikasi Masalah
C. Batasan Masalah
D. Rumusan Masalah
E. Tujuan Penelitian
F. Kegunaan Hasil Penelitian
BAB.II. KAJIAN TEORI
A. Deskripsi Teori
B. Kerangka Berfikir
C. Hipotesis Penelitian
BAB.III. METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
B. Waktu dan Tempat Penelitian
C. Subjek dan Objek Penelitian
D. Populasi dan Sampel
E. Desain Instrumen Penelitian
F. Teknik Pengumpulan Data
G. Teknik Analisis Data
BAB. IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian
B. Hasil Pengujian Hipotesis
C. Pembahasan Hasil Penelitian
BAB. V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Generalisasi
B. Kesimpulan
C. Saran-Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
D. Proses Penelitian Kuantitatif
PENGUJIAN
Skema : Komponen dan Proses Penelitian INSTRUMEN
Kuantitatif.

POPULASI PENGEMBANGAN
DAN SAMPEL INSTRUMEN

RUMUSAN LANDASAN PERUMUSAN PENGUMPULAN ANALISIS


MASALAH TEORI HIPOTESIS DATA DATA

KESIMPULAN
DAN SARAN
A. RUMUSAN MASALAH
1. Masalah
A. Masalah timbul karena adanya tantangan , adanya kesangsian
ataupun kebingungan terhadap suatu hal atau fenomena , adanya
kemenduaan (ambiquity), adanya halangan dan rintangan, adanya
celah (gap) baik antar kegiatan atau antar fenomena, baik yang telah
ada ataupun yang akan ada.
B. Masalah adalah kebutuhan
C. Masalah adalah kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang
terjadi.
D. Masalah adalah segala sesuatu yang menjadikan adanya hambatan,
kesenjangan, perbedaan, rintangan, kendala terhadap apa yang
diinginkan dengan apa yang menjadi kenyataan.
2. Sifat Masalah
Setiap masalah selalu berada dalam konteks Ruang, Tempat dan
Waktu.
Tak ada suatu masalah yang terisolasi, terpisah dan terasing dari faktor-
faktor, unsur-unsur, pengaruh-pengaruh yang berada disekitar masalah
itu. Tak ada yang berdiri sendiri.

3. Gejala dan Permasalahan.


Dalam setiap masalah selalu ada gejala-gejala ( sympton / tanda-
tanda) dan gejala itu berada dalam situasi tertentu yang juga terikat
pada ruang, tempat dan waktu.

4. Latar Belakang Masalah


Latar belakang masalah adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan
masalah, atau pengaruh disekitar masalah itu, sehingga masalah
tersebut mempunyai arti, kedudukan, keberadaannya pada suatu
tempat, waktu.
Ciri-Ciri Masalah Yang Baik
1. Masalah yang dipilih harus mempunyai nilai penelitian
1.1. Masalah haruslah mempunyai keaslian
1.2. Masalah harus menyatakan suatu hubungan
1.3. Masalah harus merupakan suatu hal yang penting
1.4. Masalah harus dapat diuji
1.5. Masalah harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan

2. Masalah yang dipilih harus mempunyai fisibilitas


yaitu masalah tersebut harus dapat dipecahkan, ini berarti :
2.1. Adanya data dan metoda yang tersedia
2.2. Tersedianya biaya untuk memecahkan masalah
2.3. Waktu yang memadai
2.4. Biaya dan hasil harus seimbang
2.5. Tidak bertentangan dengan hukum dan adat
3. Masalah yang dipilih harus sesuai dengan kualifikasi peneliti,
dalam hal ini masalah yang dipilh sekurang-kurangnya :
3.1. Menarik bagi si peneliti
3.2. Masalah harus dengan kualifikasi peneliti
Penyajian dan cara penulisan latar belakang Masalah

1. Kemukakan secara berurutan, logis dan sistematik dari semua konteks


permasalahan
2. Anda juga harus mulai mengungkapkan gambaran, rasional atau pun
alasan betapa pentingnya masalah itu diteliti.
3. kemukakan bahwa penelitian itu merupakan upaya menjembatani antara
permasalahan yang dihadapi dengan hasil yang diharapkan daripemecahan
masalah melalui penelitian tersebut
4. Singkat, padat, dan lugas.
5. Sajikan data dan informasi yang memperkuat sajian anda tentang
pentingnya permasalahan yang anda ajukan dan yang akan diteliti.
6. Jangan menggunakan kata atau istilah dan konsep yang terlalu teknis,
seperti histerimaniak dsb
7. Hindari kata-kata klise yang umum digunakan, seperti mohon petunjuk,
mohon restu dsb
8. Sajikan fakta, data dan informasi yang bersumber dari hasil observasi
lapangan, studi kepustakaan, studi data sekunder lainya.
9. Analisis dengan menggunakan teknik Fish Bowl
5. Identifikasi masalah

Identifikasi adalah entiti ( aspek –aspek ) dari suatu yang sesungguhnya


ada atau sesuatu yang berwujud, sesuatu yang ikut ada dari suatu
permasalahan yang akan peneliti teliti.

Secara logis aspek permasalahan itu berada dalam konteks yang


berkaitan erat dan seolah-olah merupakan bagian yang tak terpisahkan
dengan objek permasalahan yang akan peneliti teliti.

Mengidentifikasi masalah adalah upaya memilah-milah atau memisah-


misahkan dan kemudian mengalokasikan unsur-unsur entiti. Atau menyusun
atau membuat urutan dari keseluruhan entiti itu baik dalam kelompok atau
pun atas dasar hubungannya yang relevansinya dengan masalah pokok yang
akan menjadi objek penelitian peneliti.

Identifikasi masalah ( bisa/ dapat ) dinyatakan dalam bentuk pertanyaan


dalam kategori pertanyaan bersifat terbuka. ( tanpa tanda tanya , Riduwan,
Imam Chourmain )
Prinsip dan Cara melaksanakan Identifikasi Masalah

bentuk pertanyaan yang ditulis dalam Identifikasi masalah


terbagi dalam
dua kategori yaitu :
a. Apakah itu ( what is it ) peneliti menanyakan apanya
b. Apa namanya ( what is its name )
Identifikasi pada dasarnya menyatakan dalam kalimat bertanya
yang menanyakan apanya dan siapa nama atau sebutannya

Contoh ( rumusan masalah )


Apakah terdapat hubungan antara jumlah guru dengan
lingkungan belajar yang efektif bagi siswa SD/MI
Contoh

berdasarkan latar belakang masalah lingkungan belajar yang


efektif bagi siswa SD ) maka peneliti dapat mengidentifikasi
adanya entiti seperti lingkungan keluarga, lingkungan tempat
tinggal, lingkungan pergaulan anak,
lingkungan sekolah dsb.

Motivasi belajar siswa


entiti masalah adalah seperti : Kondisi sosio kultural kelas yang
kurang kondusif. Sajian materi yang kurang menantang,
rendahnya
tuntutan interpersonal, ekspektasi individu yang rendah,
tidak adanya reward atai funishment dsb.
Contoh :
dengan mengambil masalah tentang Lingkungan belajar yang
efekfif diatas, identifikasi masalah dapat dibuat berikut :
1. Apakah terdapat hubungan antara jumlah guru dengan
lingkungan belajar yang efektif bagi siswa SD
2. Apakah terdapat hubungan antara otoritas kepala sekolah
dengan lingkungan belajar yang efektif bagi siswa SD
3. Apakah terdapat hubungan antara lingkungan alam fisik
dengan lingkungan belajar yang efektif bagi siswa SD
4. Apakah terdapat hubungan antara lingkungan keluarga
dengan lingkungan belajar yang efektif bagi siswa SD
5. Apakah terdapat hub. antara lingkungan rumah tinggal dengan
lingkungan belajar yang efektif bagi siswa SD
6. Apakah terdapat hub antara lingkungan sekolah dengan
lingkungan belajar efektif bagi siswa SD
7. dan lain sebagainya .
Contoh :
Tuliskan pada awal kalimat….
Berdasarkan permasalahan yang disajikan pada latar belakang masalah tersebut
diatas maka permasalahan ini dapat diidentifikasi sbb:
o Sajikan butir-butir masalah yang dikemukakan pada latar belakang masaalah
o Sumber dari realita masalah yang diuraikan dalam latar belakang masalah
o Ajukan butir identifikasi permasalahan dalam kalimat bertanya.
Misalnya : Apakah terdapat ……
o Banyaknya butir pertanyaan sesuai dengan banyaknya butir masalah yang
disajikan pada latar belakang masalah.

6. Pembatasan Masalah
Dari identifikasi masalah tersebut diatas ternyata bahwa masalah ….
merupakan masalah yang luas, rumit dan kompleks. Karena keterbatasan
peneliti dalam hal biaya, tenaga, waktu yang dapat dikerahkan dalam
penelitian ini, maka peneliti membatasi penelitian iini pada masalah :

Hubungan / korelasi / implementasi …..


Hubungan antara jumlah guru dengan lingkungan belajar yang efektif bagi
siswa SD/MI
Contoh

Judul : Korelasi Faktor Usia terhadap kemampuan memimpin Organisasi


non profit dalam optimalisasi kinerja anggota.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan itu antara lain jenis kelamin,


faktor usaha, faktor pengalaman, faktor pengetahuan dan faktor usia.
karena keterbatasan peneliti dalam hal biaya, tenaga, waktu
yang dapat dikerahkan dalam penelitian ini,
maka peneliti membatasi penelitian ini pada masalah :

Korelasi Faktor Usia terhadap kemampuan memimpin Organisasi


non profit dalam optimalisasi kinerja anggota.

Judul :
Hubungan antara jumlah guru dengan lingkungan belajar yang efektif bagi
siswa SD/MI
7. Merumuskan Masalah
Setelah masalah diidentifikasi dan dibatasi, maka langkah
selanjutnya adalah merumuskan masalah. Pada umumnya rumusan
masalah harus dilakukan dengan kondisi berikut :
A. Masalah biasanya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan
B. Rumusan masalah hendaknya jelas dan padat
C. Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk
memecahkan masalah
D. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat
hipotesis
E. Masalah harus menjadi dasar bagi judul penelitian
Judul :
Korelasi Faktor Usia terhadap kemampuan memimpin
Organisasi
non profit dalam optimalisasi kinerja anggota.
Rumusan masalah :
Apakah terdapat korelasi faktor usia ................

Judul :
Hubungan antara jumlah guru dengan lingkungan belajar yang
efektif bagi siswa SD/MI
Rumusan masalah :
Apakah ada hubungan antara jumlah guru ...........
7.1. Cara Merumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah sebagaimana diuraikan diatas , maka
permasalahan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
A. Rumusan masalah dekriptif
yaitu suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan
terhadapa keberadaan variabel mandiri baik hanya satu variabel atau lebih.
Contoh :
1. Seberapa baik kinerja kepala sekolah….
2. Bagaimanakah sikap masyarakat …
3. dsb.
B. Rumusan masalah komperatif
yaitu rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu
variabel atau lebih pada dua sampel atau lebih, atau pada waktu yang
berbeda.
Contoh :
1. Adakah perbedaan prestasi belajar antara siswa dari sekolah
negeri dan swasta. ( dua sampel )
2. Adakah perbedaan disiplin kerja guru antara sekolah di kota
dengan di desa ( satu variabel dua sampel )
3. Apakah ada perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar antara
murid yang berasal dari keluarga guru, petani dan pedagang.
( dua variabel tiga sampel ).
C. Rumusan masalah asosiatif
yaitu rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara
dua variabel atau lebih. Ada tiga bentuk hubungan asosiatif yaitu :
1. Hubungan simetris
Hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya
bersama.
Contoh :
a. Adakah hubungan antara jumlah es yang terjual dengan jumlah
kejahatan terhadap siswa di sekolah.
b. Adakah hubungan antara banyaknya radio di desa dengan jumlah
penduduk yang sekolah
2. Hubungan kausal
yaitu hubungan yang bersifat sebab akibat ( adanya variabel independen
dan variabel dependen )
Contoh :
a. Adakah ada pengaruh orang tua terhadap prestasi belajar anak
b. Seberapa besar pengaruh tata ruang kelas terhadap efesiensi
pembelajaran di Madrasah Aliyah.
3. Hubungan Interaktif / timbal balik
yaitu hubungan yang saling mempengaruhi ( tidak diketahui mana variabel
dependen dan variabel independen )
Contoh :
a. Hubungan antara motivasi dengan prestasi belajar anak SD di…
b. Apakah ada hubungan kecerdasan dengan kerajinan
JUDUL PENELITIAN

Unsur –unsur dalam sebuah judul penelitian


1. Menggambarkan masalah yang akan di teliti
2. Menggambarkan variabel – variabel penelitian
3. Batasan dan lingkup permasalahan jelas
4. Menunjukkan tempat dan lokasi penelitian
5. Menunjukkan waktu / tahun penelitian
Beberapa contoh Judul Penelitian
1. Implementasi metoda diskusi dalam kegiatan pembelajaran Sejarah pada
siswa kelas III di SD /MI 007 Tembilahan tahun 2014 ( Deskriptif ).
2. Pengaruh Pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar siswa di SD. 007
Desa Sungai Empat Kab. Inhil tahun 2013 ( Kuantitatif / kausalitas )
3. Hubungan antara banyaknya koran di pedesaan dengan jumlah penduduk
yang bersekolah di Desa sungai Empat. Kab. Inhil. Tahun 2014( Kuantitatif /
simetris )
4. Ketokohan KH. Abdurrahman Siddik al Banjari di tinjau dari perspektif
pendidikan Islam di Kab. Inhil . Tahun 2014. ( Kualitatif/ deskriptif )
5. Perbedaan prestasi belajar antara anak dari sekolah negeri dengan swasta di
STAI Auliaurrasyidin Tembilahan tahun 2014.
6. Makna Upacara-upacara tradisional dalam membangun gedung
sekolah/mdrasah di daerah pedesaan kab Inhil ( kualitatif )
7. Manajemen keluarga petani dalam menyekolahkan anak-anaknya di desa
Sungai Empat Kab Inhil di era reformasi sejak tahun 2000 sampai 20014. (
kualitatif )
8. Seberapa tinggi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pendidikan
di MAN 039 Tembilahan sejak kepemimpinan ….. Sejak tahun 2010 sampai
2014. ( deskriptif )
PERTEMUAN KE 5 ( LIMA )
VARIABEL PENELITIAN
RUJUKAN
M.A.S. Imam Chourmain, Prof. Dr. M.Ed. Acuan Normatif
Penelitian Untuk Penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi,
Jakarta, 2006
Moh. Nazir, Ph.D, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia,
Bandung, 2005
Riduwan, Drs,.M.B.A. Metode dan Teknik Menyusun Skripsi dan Tesis,
Alfabeta, Bandung, 2008.

Sugiyono, Prof. Dr, Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan


Kuantitatif, kualitatif, dan R & D, Alfabeta, Bandung,
2011.
James A. Black, Metode dan Masalah Penelelitian Sosial, Refika Aditama, Bandung,
2001
VARIABEL PENELITIAN
1. Pengertian
Atribut yang menunjukan tentang seseorang, atau objek yang mempunyai variasi
antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek lainnya. Variabel
juga dapat merupakan atribut dari bidang keilmuan,atau kegiatan tertentu, tinggi,
berat badan, motivasi, kepemimpinan, disiplin kerja dll.
Variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai.
Dalam ilmu natura variabel yang digunakan umumnya nyata, dapat dimengerti, dapat
diraba dan dapat dilihat, sehingga tidak/ kurang menimbulkan keraguan akan
maknanya, sementara dalam ilmu soaial memerlukan definisi yang terang supaya
tidak menimbulkan keraguan.
Ciri utama sebuah variabel adalah ada variasinya.

2. Macam-macam Variabel.
2.1. Variabel Kontinu
Adalah variabel yang dapat kita tentukan nilainya dalam jarak jangkau
tertentu dengan desimal yang tak terbatas. Misalnya berat badan, tinggi,
pendapatan dan sebagainya.
2.2. Variabel Descrate
Adalah konsep yang nilainya tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan
atau desimal dibelakang koma. Disebut juga variabel dikhotomi, misalnya
jenis kelamin, status perkawinan dsb.
2.3. ……………………………
2.3. Variabel Dependen dan variabel independen
Hubungan antara dua variabel, misalnya antara variabel Y dengan variabel X,
maka jika variabel Y disebabkan oleh variabel X. variabel Y disebut variabel
dependen, dan variabel X disebut variabel independen.
2.4. Variabel Moderator dan variabel Random.
Jika Y adalah variabel dependen dan ini tergantung pada 4 variabel X, maka
fungsinya adalah Y = f ( X1, X2, X3, dan X4 )
jika ada variabel lain yang dianggap berpengaruh terhadap variabel Y, tetapi
dianggap tidak mempunyai pengaruh utama maka variabel ini dinamankan
variabel moderator.

Disiplin Kecepatan Kerja


(variabel Independen) ( variabel
Dependen )

Peranan Orang Tua


( variabel Moderator )
2.5. Variabel Aktif
Adalah variabel yang dimanipulasi oleh peneliti, misalnya jika seorang
peneliti memanipulasi metoda mengajar dengan cara menghukum siswa,
maka metoda mangajar cara menghukum adalah variabel aktif, karena
variabel ini dapat di manipulasi.
2.6. Variabel Intervening
Adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hub. Antara varaiebl
independen dengan variabel dependen menjadi tidal langsung dan tidak
dapat diamati dan di ukur. Merupakan variabel penyela yang terletak
antara variabel Y dan variabel X
Penghasilan Gaya hidup ( V. Harapan hidup
(V. Independen ) intervening ) ( V. dependen )

Lingkungan tempat tinggal


( V. Moderator )
2. 7. Variabel Kontrol
Adalah variabel ya ng dikendalikan atau dibuat konstan sehingga variabel
independen terhadap variabel dependen tidak dipengaruhi oleh faktor
lain yang tidak diteliti. Variabel kontrol biasanya digunakan dalam
peneltian yang bersifat komparatif ( membandingkan ).

Pendidikan SMA Keterampilan


dan SMK Mengetik
( V. Independen ) ( V. Dependen )

Naskah, Tempat, Mesin Tik


sama
( V. Kontrol )
KonsepVariabel
1. Setiap variabel menjadi pilihan peneliti untuk menentukannya. Berangkat
dari permasalahan yang akan diteliti saat peneliti sudah menetapkan
masalah yang akan diteliti, maka pada dasarnya peneliti telah menetapkan
variabel terikat sebagai objek yang akan di kaji dan di teliti
2. Setiap variabel terikat adalah masalah. Masalah dapat terjdi karena faktor
adanya variabel bebas.
3. Setiap variabel selalu mempunyai sub variabel atau indikator variabel, yang
menjelaskan rincian variabel dalam komponen-komponennya.
4. Bahwa variabel dan sub variabel tidak pernah menjadi tetap selamanya
tergantung pada temuan-temuan baru dari para ilmuan yang terus terjadi.
Mendefinisikan Variabel

• Ada dua cara untuk memberikan definisi terhadap variabel :


1. Suatu konstrak didefinisikan dengan konstrak yang lain ( definisi konstitutif )
2. Dengan menyatakan kegiatan yang ditimbulannya atau perilaku yang
dihasilkannya atau dengan sifat yang dapat diimplikasikan daripadanya. ( definisi
operasional ).

DEFINISI KONSTITUTIF/ DEFINISI NOMINAL


Adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu konstrak dengan
menggunakan kostrak yang lainnya. Misalnya sebuah konsep Area. Secara
konstitutif, Area dapat didefinisikan sebagai luas sebidang tanah, dll.
DEFINISI OPERSIONAL ( KONSEP / VARIABEL OPERASIONAL ).

• Defenisi Operasional adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel
atau konstrak dengan cara memberikan arti, atau menspesifikasikan kegaiatan
ataupun memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur konstrak
atau variabel tersebut.
Definisi operasional yang dibuat dapat berbentuk definisi yang dapat diukur
(measured ) ataupun definisi operasional eksperimental.
Misalnya konsep kemampuan di definisikan sebagai suatu uji kemampuan dengan
suatu standar, seperti standardized archievent test atau bisa di definsikan
berdasarkan nilai uji akhir.
Ada tiga pola dalam merumuskan variabel / definisi operasional
1. Definisi yang disusun atas dasar kegiatan lain yang terjadi, yang harus atau yang
tidak dilakukan untuk memperoleh konstrak yang di definisikan.
Contoh : Kenyang adalah suatu keadaan yang timbul dalam individu setelah ia
diberi makan secukupnya dengan interval selama 4 jam.
2. Definisi yang disusun berdasarkan bagaimana sifat serta cara beroperasinya hal
yang di definisikan.
Contoh. Lapar adalah orang yang menyantap makanannya kurang dari satu
menit setelah makanan tersebut dihidangkan dan menghabiskan
makanan tersebut dalam tempo 5 menit.

3. Definisi yang disusun atau dasar bagaimana hal yang didefinisikan itu nampak
atau muncul.
Contoh. Cerdas adalah mereka yang mempunyai kemampuan menjawab
pertanyaan dengan baik serta dapat berdiri sendiri dalam memecahkan
masalah.
Cara lain menyusun definisi operasional adalah dengan memberikan makna
pada suatu konstruk atau variabel dengan menetapkan operasi atau
kegiatan yang diperlukan untuk mengukur konstruk atau variabel.
PERTEMUAN KE 6 ( enam )
VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN
RUJUKAN
M.A.S. Imam Chourmain, Prof. Dr. M.Ed. Acuan Normatif
Penelitian Untuk Penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi,
Jakarta, 2006
Moh. Nazir, Ph.D, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia,
Bandung, 2005
Riduwan, Drs,.M.B.A. Metode dan Teknik Menyusun Skripsi dan Tesis,
Alfabeta, Bandung, 2008.

Sugiyono, Prof. Dr, Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan


Kuantitatif, kualitatif, dan R & D, Alfabeta, Bandung,
2011.
James A. Black, Metode dan Masalah Penelitian Sosial, Refika Aditama,
Bandung, 2001
KONSEP-KONSEP PENGUKURAN

Apakah yang akan di ukur ?


dan
bagaimana cara mengukurnya ?.

Definisi Pengukuran
Pengukuran ( measurement) adalah pemberian angka-angka skor kepada
objek –objek atau hal-hal tertentu menurut aturan tertentu, untuk
mengetahui, menganalisis dan menilai sesuatu hal atau objek yang akan
diukur.

Pengukuran adalah penetapan / pemberian angka terhadap objek atau


penomena menurut aturan tertentu ( Nazir, 2005)
Apa yang akan di ukur ?
Dalam penelitian sosial yang akan diukur adalah objek penelitian,
objek penelitian yang akan diukur adalah variabel penelitian.
Salah satu solusi untuk mengukur variabel adalah dengan
merumuskan definisi operasional.

Suatu objek selalu mempunyai ciri atau sifat.


Jika kita ingin mengukur suatu objek, yang ingin diukur sebenarnya
adalah indikan dari sifat tersebut .
Indikan adalah sesuatu yang menunjukan pada suatu yang lain.

Bagaimana cara mengukurnya ?


Cara mengukur indikan dari objek atau variabel adalah dengan membuat skala
pengukuran serta dengan instrumennya.
JENIS –JENIS PENGUKURAN
1. Ukuran nominal
2. Ukuran ordinal
3. Ukuran interval dan
4. Ukuran rasio.

1. Ukuran nominal
Yaitu pemberian angka kepada objek penelitian tanpa memberikan arti
tingkatan atau urutan, hanya sebagai simbol dari suatu objek saja.
Misalnya untuk objek lelaki (1) dan perempuan (2).
Analisis statistik yang cocok adalah : Uji Binomium, Uji Chi kuadrat, Uji
perubahan tanda Mc, Uji peluang Fisher, dan Uji Koefisien Kontinengensi,
sedang test statistik yang digunakan ialah statistik non parametrik.
2. Ukuran Ordinal
Pengkategorian atau pemberian angka nilai terhadap suatu objek atau
variabel yang mengandung arti tingkatan. Biasanya ukuran ordinal untuk
mengukur variabel sikap, minat, dan kecenderungan terhadap seauatu.
Misalnya Variabel sikap sangat suka, suka dst….
Ukuran ordinal walaupun tidak bersifat absolut tetapi memberikan
ringking atau tingkatan.
Analisis statistik yang cocok adalah Uji Kolmogorov Smirnov satu sampel,
uji deret satu sampel, uji tanda, uji pasangan tanda wilcoxon, uji median
dll. ( Statistik non parametrik).
Contoh
1. Mengukur tingkat prestasi kerja 100-80-75-60 dst
2. mengukur rangkin kelas
3. mengukur tingkat senioritas
4. mengukur status sosial , DUK, dsb.
3. Ukuran Interval
Pemberian skor/ nilai terhadap suatu objek atau variabel secara
berurutan dan dengan angka yang berjarak skala yang sama. Ukuran
interval lazimnya diberikan kepada sesuatu perilaku, quota intilegensi
atau pencapaian suatu hasil test.
Misalnya . Mengukur 5 objek dengan ukuran interval, yaitu 10, 8, 6, 4, dan
2, maka interval antara yang pertama dengan yang kedua 10 - 2 = 8,
antara yang kedua dengan yang ke tiga 8 - 6 = 2, antara pertama dengan
yang ketiga 10 – 6 = 4, dan antara yang kedua dengan yang keempat
8 – 4 = 4.
A B C D E
------------------------------------------------------------------------------------

2 4 6 8 10
Analisis statistik yang cocok adalah Uji t , Uji t dua sampel, Anova satu jalur , Uji
pearson product moment, Uji korelasi parsial, Uji korelasi ganda, Uji regresi dll
4. Ukuran Ratio
Skala pengukuran yang mempunyai nilai nol mutlak dengan mempunyai
jarak yang sama. Misalnya umur manusia dan ukuran timbangan,
keduanya tidak memiliki angka nol negatif.
Ukuran ratio mencakup semua ukuran ditambah dengan satu sifat lainnya
yaitu perbandingan.
Angka pada skala ratio menunjukkan nilai yang sebenarnya dari objek
yang diukur.
Misal, ada 4 bayi, A,B,C, dan D mempunyai berat badan Kg, 3Kg, 4 Kg, dan
5 Kg. maka ukuran ratio dapat digambarkan berikut;

----------- A------ -------B--------------C-------------D


________ _________ _________ ________
0 1 2 3 4 5
VALIDITAS
Konsep Validitas
- Hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data
yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada
objek yang diteliti.
- Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk
mendapatkan data itu valid.
Pengertian
Kesahihan, keberadaan suatu alat ukur yang mampu mengukur apa yang
akan di ukur. Kesesuaian alat ukur/instrumen dengan apa yang akan di
ukur.
Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa
yang seharusnya diukur.

Pendekatan Untuk Menentukan Validitas Alat Ukur


Untuk mengetahui Validitas alat ukur dapat diukur melalui :
- Sifat data
- Karakteristik data
- Perilaku

Ada dua pendekatan, ada tidaknya validitas sesuatu alat ukur:


Pertama : melalui analisis logis tentang isi atau analisis logis tentang
variabel yang akan menjadi objek yang akan diukur.
Kedua : melalui analisis empirik, dengan menggunakan kriteria
pengukuran, maka kriteria ini menjadi semacam standar atau
acuan atas hasil yang diharapkan diperoleh dari penggunaan alat
ukur itu.
Fungsi Validitas Pengukuran
1. Validitas isi
- Menyatakan terwkilinya isi instrumen terhadap tujuan dari penggunaan
istrumen tersebut.
- Gunanya untuk menilai tingkat dimana butir-butir yang dimuat dalam
suatu alat ukur merupakan suatu contoh yang refresentatif dari
seluruh butir-butir dimana variabel yang diukur sudah termasuk.
- Cara menentukannya dilakukan dengan suatu analisis logis.
2. Validitas Nominal
- Adalah yang dinilai oleh seseorang terhadap isi sesuatu alat ukur hanya
dari permukaannya, tanpa mengkaji secara mendalam isi butir alat
ukur itu.
3. Validitas Prediktif
- Tingkat validitas sesuatu alat ukur untuk mampu membuat ramalan atau
perilaku kemudian dari subjek yang diukur variabelnya.
4. Validitas Konkruen
- adalah tingkat dengan mana suatu pengukuran berkorelasi dengan
pengukuran lain atas variabel yang sama sudah divalidasikan.
5. Validitas konstruk
- Adalah tingkat dengan mana suatu pengukuran berkaitan dengan keinginan
dan harapan yang diangkat dari teori yang digunakan bagi perumusan
hipotesis penelitian.
RELIABILITAS
Pengertian
adalah keandalan sesuatu alat ukur karena mampu secara mantap dan
tetap konsisten mengukur apa yang diukur.

Sifat Reliabilitas
a. Stabil, artinya dalam keadaan apapun tetap mengandung arti yang
sama.
b. Dapat diandalkan, artinya tidak terpengaruh oleh hal diluar alat ukur
itu
c. Dapat diramalkan, artinya hasil dari pengukuran itu hampir dapat di
duga hasilnya.
Menguji Indeks Reliabilitas
1. Teknik kesesuaian
Adalah dengan cara mengulang penelitian dengan menggunakan alat yang
sama dengan menggunakan responden yang sama dan dalam waktu yang
tidak lama pula. Hasil penilitian pertama dibandingkan dengan hasil
penelitian kedua dan stabilitas dari jawaban di analisis.
2. Teknik paralel
Variabel diukur dua kali pada waktu yang sama atau hampir bersamaan.
Caranya a. dua peneliti menggunakan alat ukur yang sama atau
b. satu peneliti menggunakan dua alat ukur yang berbeda,
dalam pengertian bahwa alat ukur itu memang untuk
mengukur variabel bersangkutan.
3. Teknik belah dua ( split half )
Teknik ini hampir sama dengan teknik paralel, hanya saja disini observasi
dibagi dua atau dua bagian.
PERTEMUAN KE 7 ( Tujuh )
KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN
RUJUKAN
Moh. Nazir, Ph.D, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia,
Bandung, 2005
Sugiyono, Prof. Dr, Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan
Kuantitatif, kualitatif, dan R & D, Alfabeta, Bandung,
2011.
James A. Black, Metode dan Masalah Penelitian Sosial, Refika Aditama,
Bandung, 2001
Riduwan, Drs, M.B.A, Metode dan Teknik Menyusun Tesis, Alfabeta,
Bandung, 2008
A. KERANGKA BERFIKIR
Adalah dasar pemikiran dari penelitian yang disintesiskan dari fakta-
fakta, observasi dan telaah kepustakaan. ( Riduwan, 2008 )

Pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti
yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang
perlu dijawab melalui penelitian, teori yang digunakan, dan teknik
analisis statistik yang akan digunakan.( Sugiyono, 2011).

Kerangka berfikir juga menggambarkan alur pemikiran penelitian dan


memberikan penjelasan kepada pembaca, mengapa ia mempunyai
anggapan seperti yang dinyatakan dalam hipotesis.

Kerangka berfikir yang baik adalah apabila mengidentifikasi variabel-


variabel penting yang sesuai dengan permasalahan penelitian dan secara
logis mampu menjelaskan keterkaitan antar variabel.
Kerangka yang baik disusun berdasarkan lima elemen dibawah ini :
1. Variabel-variabel penelitian seharusnya diidentifikasikan secara jelas dan
diberi nama.
2. Uraian kerangka berfikir seharusnya menyatakan bagaimana dua atau
lebih variabel berhubungan satu dengan yang lainnya. ( secara teoritis ).
3. Jika karakteristik atau sifat dan arah hubungan dapat diteorikan
berdasarkan penemuan dari penelitian sebelumnya, hal itu seharusnya
menjadi dasar dalam uraian kerangka berfikir, apakah hubungan itu
positif atau negatif.
4. Seharusnya dinyatakan secara jelas mengapa peneliti berharap bahwa
hubungan antar variabel itu ada. Argumen atas hal itu dapat
digambarkan melalui hasil penelitian sebelumnya.
5. Kerangka pemikiran seharusnya digambarkan dalam bentuk diagram
skematis, sehingga pembaca dapat secara jelas melihat hubungan antar
variabel.
Contoh Kerangka berfikir ( sederhana )

X Y

Keterangan
X adalah kualitas Guru
Y adalah Prestasi belajar siswa

Beri penjelasan tentang teori hubungan antara kualitas guru dengan


prestasi belajar siswanya, kenapa bisa terjadi demikian, dst
CONTOH KERANGKA BEFIKIR

PELAKSANAAN SKILL / KETERAMPILAN KEMAMPUAN GURU


JABATAN YANG DIKUASAI GURU ( 1. PERENCANAAN
PEMBELAJARAN
FUNGSIONAL GURU ABILITY GURU )
2. PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
3. MELAKUKAN HASIL
PENILAIAN PEMBELAJARAN
Keterangan (KINERJA GURU )
Guru profesional adalah guru yang yang secara teoritis memiliki
kemampuan untuk melaksanakan tugas dengan baik.
Profesionalisme ditandai dengan kemampuan yang dimiliki oleh
guru.
Kemampuan atau keterampilan guru itu tertuang dalam kegiatan kemampuan
1. menyususn perencanaan pembelajaran
2. pelaksanaan pembelajaran
3. melakukan hasil penilaian pembelajaran

dan penjelasan lain yang perlu …………………………


CONTOH KERANGKA BERFIKIR

KEINGINAN PEMERINTAH LINGKUNGAN INTERNAL


KOTA UTK MENGELOLA :POLITIK, EKONOMI, SOSIAL DAN
BUDAYA
MANAJEMEN SECARA
LINGKUNGAN EKSTERNAL ILMU
PROFESIONAL PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

MASUKAN KELUARAN
1. KUALITAS
1. MANUSIA, PROSES KEPEMIMPI
UANG,MESIN,MATERIAL, 1. PERUBAHAN KERJA
METODE DAN PASAR. NAN TINGGI
ORGANISASI 2. MOTIVASI
2. KUALITAS KEPEMIMPINAN 2. PEMBINAAN SDM
RENDAH. DAN
3. PEMBERDAYAAN SDM KEMAMPUA PRESTAS
3. MOTIVASI DAN KEMAMPUAN 4. PENINGKATAN
PEGAWAI RENDAH. N PEGAWAI I KERJA
PRODUKTIVITAS KERJA TINGGI
4. KONDISI KEUANGAN TIDAK PEGAW
SEHAT 3. KONDISI
AI YG
5. SARANA, PRASARANA DAN KEUANGAN
BAIK BAIK
KONDISI LAIN KURANG
MEMADAI 4. SARANA DAN
PRASARANA
BAIK
KEBIJAKAN DINAS 5. JASA
BANGUNAN KOTA PELAYANAN
TUNTUTAN MASY. TINGGI
AKAN PELAYAN
PRIMA
B. HIPOTESIS
Hipotesis adalah jawaban terhadap masalah penelitian, yang
kebenarannya harus diuji secara empiris ( M. Nazir, 2005).
Hipotesis adalah pernyataan yang bersifat terkaan dari hubungan antara
dua variabel atau lebih variabel, ( Kerlenger, 1973 ).
Hipotesis adalah suatu pernyataan mengenai sesuatu, yang keandalannya
biasanya tak diketahui ( James, 2001 ). Riduwan (2008) : hipotesis adalah
jawaban atau dugaan sementara yang harus diuji lagi kebenarannya
melalui penelitian ilmiah.

Kegunaan Hipotesis
a. memberi batasan serta memperkecil jangkauan penelitian dan kerja
penelitian.
b. menyiagakan peneliti pada kondisi fakta dan hubungan antar fakta
c. sebagai alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta yang bercerai
d. sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta.
Ciri-ciri hipotesis yang baik
a. harus menyatakan hubungan
b. harus sesuai dengan fakta
c. harus berhubungan dengan ilmu, serta sesuai dengan tumbuhnya ilmu
pengetahuan.
d. harus dapat diuji
e. harus sederhana
f. harus bisa menerangkan fakta

Jenis Hipotesis
a. Hipotesis tentang perbedaan vs hubungan
Hipotesis yang menyatakan rekaan tentang saling berhubungan antara
dua variabel atau lebih, yang mendasari teknik korelasi atau regresi.
Hipotesis ini secara analitis menyatakan hubungan atau perbedaan satu
sifat dengan sifat lainnya.
b. Hipotesis kerja dan hipotesis nul
Hipotesis nul di formulasikan untuk di tolak sesudah pengujian. Hipotesis nul
biasanya diuji dengan menggunakan statistika. Hipotesis nul biasanya di tolak,
maka dengan menolak hipotesis nul, kita menerima hipotesis pasangannya , yang
disebut hipotesis alternatif.
Hipotesis kerja biasanya diuji untuk diterima dan dirumuskan oleh peneliti-
peneliti ilmu sosial dalam desain yang non eksperimental.

c. Hipotesis tentang ideal vs Common sense


Adalah hipotesis yang biasanya menyatakan hubungan keseragaman kegiatan
terapan. Tujuannya untuk menguji adanya hubungan logis antara keseragaman
pengalaman empiris. Misalnya tentang hubungan jenis tanaman A dengan jenis
tanah A.
KESALAHAN DALAM MENGUJI HIPOTESIS DAN MEMILIH HIPOTESIS YANG
BAIK DAN BENAR.
1. Apabila kita nyatakan H0 diterima kemudian dibuktikan melalui
penelitian kita menerimanya, maka kesimpulan yang dibuat benar.
2. Apabila kita nyatakan H0 diterima, kemudian dibuktikan melalui
penelitian di tolak, maka kesimpulan yang diambil itu merupakan
kesalahan yang disebut kesalahan model 1.
3. Apabila H0 kita tolak , kemudian dibuktikan melalui penelitian
menolaknya, maka kesimpulan yang dibuat adalah benar.
4. Apabila H0 kita tolak, kemudian dibuktikan melalui penelitian
diterima, maka kesimpulan yang diambil itu merupakan kesalahan
yang di sebut kesalahan model II
PENGUJIAN HIPOTESIS
Jika menguji hipotesis penelitian dengan perhitungan statistik, maka
rumusan hipotesis tersebut perlu diubah ke dalam rumusan hipotesis
statistik. Hipotesisi statistik adalah pernyataan statistik tentang populasi
yang diteliti.

UJI PIHAK KIRI


Apabila ada rumusan hipotesis pasangan Ha dinyatakan dengan bunyi
kalimat paling tinggi, paling banyak, paling besar dan sejenisnya berarti
tandanya lebih kecil (< ), maka sebaliknya harus dinyatakan dengan
kalimat paling rendah, paling sedikit, paling kecil. Berarti tanda lebih
besar ( ≥ )
Contoh :
Hipotesis bersifat Asosiatif
Contoh : Hipotesis bersifat asosiatif.
1. Hipotesis ( Ha dan H0 ) dalam uraian kalimat.
Ha. Hubungan penampilan kerja dengan produktivitas kerja paling
tinggi 60% dari nilai ideal
Ho Hubungan penampilan kerja dengan produktivitas kerja paling
rendah 60 % dari nilai ideal.
2. Hipotesis ( Ha dan Ho ) model statistik
Ha ρ < 60 %
H0 ρ ≥ 60 %
wilayah
penolakan wilayah
H0 penerimaan Ha

jika – t tabel ≤ t hitung, maka H0 diterima dan Ha di tolak


UJI PIHAK KANAN
Apabila ada rumusan hipotesis pasangan Ha dinyatakan dengan bunyi
kalimat ; paling rendah, paling sedikit, paling kecil dan sejenisnya, berarti
tandanya lebih besar atau sama dengan ( ≥ ). Maka sebaliknya H0 harus
dinyatakan dengan bunyi kalimat paling tinggi, paling banyak, paling
besar. Berarti tandanya lebih kecil atau sama dengan (≤ ).

Contoh : Hipotesis bersifat Deskriptif.


1. Hipotesis (Ha dan H0) dalam uraian kalimat :
Ha : Disiplin kerja pegawai CV. Mutiara paling rendah 70% dari
skor ideal.
H0 : Disiplin kerja pegawai CV. Mutiara paling tinggi atau sama
dengan 70 % dari skor ideal.
2. Hipotesis ( Ha dan H0 ) model statistik
Ha : ρ > 70 %
H0 : ρ ≤ 70 %
Contoh : Hipotesis bersifat asosiatif.
1. Hipotesis ( Ha dan H0 ) dalam uraian kalimat.
Ha. Hubungan penampilan kerja dengan produktivitas kerja paling
tinggi 60% dari nilai ideal
Ho Hubungan penampilan kerja dengan produktivitas kerja paling
rendah 60 % dari nilai ideal.
2. Hipotesis ( Ha dan Ho ) model statistik
Ha ρ < 60 %
H0 ρ ≥ 60 %

wilayah
wilayah penolakan
penerimaan Ha H0

jika – t tabel ≥ t hitung, maka H0 diterima dan Ha di tolak


UJI DUA PIHAK
Adalah hipotesis yang tidak menunjukan arah tertentu. Jika rumusan
Ha berbunyi tidak sama ( ≠ ) , maka sebaliknya H0 berbunyi
sama dengan (= ).
Contoh Hipotesis bersifat Komparatif.
1. Hipotesis ( Ha dan H0 ) dalam uraian kalimat
Ha : Ada perbedaan hasil belajar statistik antara mhs kelas A
dan kelas B
H0 : Tidak ada perbedaan hasil belajar statistik antara mhs
kelas A dan kelas B
2. Hipotesis ( Ha dan H0 ) model statistik
Ha : µ1 ≠ µ 2
H0 : µ1 ≥ µ 2
wilayah wilayah
penolakan H0 penolakan Ha

Wilayah
α penerimaan H0 α

Kriteria pengujian dua pihak


Jika – t hitung ≤ + t tabel , maka H0 diterima dan Ha di tolak
Jika – t hitung ≥ +t tabel, maka H0 di tolak dan Ha di terima
PERTEMUAN KE 8 ( Delapan )
POPULASI DAN SAMPEL
RUJUKAN
Moh. Nazir, Ph.D, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia,
Bandung, 2005
Sugiyono, Prof. Dr, Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan
Kuantitatif, kualitatif, dan R & D, Alfabeta, Bandung,
2011.
James A. Black, Metode dan Masalah Penelitian Sosial, Refika Aditama,
Bandung, 2001
Riduwan, Drs, M.B.A, Metode dan Teknik Menyusun Tesis, Alfabeta,
Bandung, 2008
A. POPULASI
Populasi adalah kumpulan dari individu dengan kualitas serta ciri-ciri yang telah
ditetapkan ( Nazir,2005:271 ). Sugiyono (2011: 117) populasi adalah wilayah
generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
diterik kesimpulannya.
Populasi dapat dalam bentuk SIFAT/KARAKTE
- Orang RISTIK
- Benda
- Sifat
- Jumlah
- proses BENDA POPULASI ORANG

PROSES
POPULASI

TERBATAS / FINIT TAK TERBATAS /


INFINIT

- Jumlah penduduk suatu kota - Kunjungan masyarakat ke suatu


- Jenis kelamin objek penelitian
- Bentuk kepemimpinan - Hobby / kesukaan seseorang
B. SAMPEL
Sampel adalah bagian dari populasi ( sebagian atau wakil populasi yang
diteliti ).
Alasan menggunakan sampel
1. Besarnya populasi
2. Biaya untuk memperoleh unsur
3. Keleluasaan dan kemudahan memperoleh unsur

Kesimpulan dibuat diharapkan


berlaku untuk populasi

Populasi yang
Karakteristiknya
Ingin diketahui
Populasi yang
Karakteristiknya
Ingin diketahui
1. Simple random sampling
2. Proportionate stratifaied random sampling
Probality
sampling 3. Disproportionte stratified random sampling
4. Area sampling ( sampling daerah atau wilayah )

TEKNIK
SAMPLING

Non 1. Sampling sistematis


Probability 2. Sampling quota
sampling 3. Sampling aksidental
4. Purposive sampling
5. Sampling jenuh
6. Snowball sampling
1. Simple Random Sampling
Populasi sejenis Sampel Representatif

diambil secara acak random

N!
Rumus untuk menentukan peluang sampel adalah N C n = ------------
n! ( N! – n )!
Misalnya sebuah populasi mempunyai lima anggota : Abidin, Hadi, Risyad, Syam, dan
Ibrahim.
5! 5! 5x4x3x2x1 120
Jumlah sampel adalah -------- = ------- = ----------------- = ----------- 10
2!(5-2)! 2!3! 2x1x3x2x1 12
JADI terdapat kemungkinan sepuluh buah sampel untuk ditarik dari populasi diatas :
AH AR AS AI HR HS HI RS RI SI
Kapan Simple Random Sampling digunakan ?
1. Apabila teknik lain yang lebih efesien tidak ada atau tidak mungkin
dilakukan
2. Apabila keterangan atau nama dari semua unit elemen telah diketahui
terlebih dahulu.

Cara menarik simple Random Sampling


1. Cara undian
2. Menggunakan Tabel angka random
3. Penggunaan komputer
2. Proportionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan bila polulasi mempunyai anggota/ unsur yang tidak homogen
dan berstrata secara proporsional.

500 50
400 40
300 30
20
200
1100 Diambil secara random 10% 10
100
Populasi Sampel
• Memilih Teknik Sampling yang sesuai
1. Biaya dari penelitian yang diajukan
2. Tingkat pengetahuan tentang populasi yang diteliti
3. Ukuran populasi
4. Mudah tidaknya unsur sampel
5. pentingnya kemampuan generalisasi

Ukuran besarnya suatu Sampel


1. James A.Black, menyatakan ukuran sampel 1/10 atau 1/25.
2. Suharsimi, Populasi kurang dari 100, tak layak diambil sampel, lebih dari
100, dapat ditarik 10 % sampai 25 %.
3. Isaac dan Michael, dengan dasar tabel tingkat kesalahan. 1%, 5% , dan 10%
dengan rumus λ2
s =
4. Roscoe, memberikan saran tentang ukuran sampel untuk penelitian adalah
1. Ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30 sampai 500
2. Bila sampel dibagi dalam ketegori ( isalnya pria-wanita, pegawai negeri –
swasta dan sejenisnya ) maka jumlah sampel setiap anggota minimal 30
3. Bila dalam penelitian akan melakukan analisis dengan multivariate
( korelasi atau regresi ganda ) maka jumlah sampel minimal 10 x dari
jumlah variabel yang diteliti. Misalnya variabel penelitiannya ada 5
( dependen + independen ) maka jumlah anggota sampel = 10 x 5 = 50.
4. Untuk penelitian eksperimen yang sederhana, yang menggunakan
kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, maka jumlah anggota
sampel masing-masing antara 10 sd 20.
5. Taro Yamane, apabila populasinya sudah diketahui dapat menggunakan
rumus : N
n ------------
N.d2 + 1
n = jumlah sampel
N = jumlah populasi
d = presisi yang ditetapkan
6. Winarno Surahmad, berpendapat apabila populasi kurang dari 100, maka
sampelnya sekurang-kurangnya 50%, dan apabila lebih dari 1000, ukuran
sampelnya sekurang-kurang 15%.
1000 -n
S = 15% + ---------------- ( 50% - 15%)
1000- 100
s = jumlah sampel yang diambil
n = jumlah anggota populasi
7. Ketepatan estimasi dalam pengukurannya.
Besarnya sampel yang diperlukan untuk membuat estimasi tentang mean
dengan tingkat ketepatan tertentu dengan standar deviasi (SD)

Rumus d 2 = Z x pxq x N–n


n N–1
d = penyimpangan terhadap populasi, biasanya 0,05 atau 0,01
Z = standar deviasi normal, biasanya 1.95 atau 2.0 dengan derajat signifikan
95 %
p = proporsi utk sifat tertentu yang diperkirakan terjadi pada populasi ,
apabila tidak diketahui, maka p = 0,05
q = 1.0 – p
N = besarnya populasi.
n = besarnya sampel
Kesalahan Sampling dan kesalahan Non sampling

A. Kesalahan sampling
1. pemeriksaan yang tidak lengkap tentang populasi dan penelitian hanya dilakukan
berdasarkan sampel.
2. Penelitian dilakukan dengan prosedur yangsama tapi hasilnya berbeda

B. Kealahan Non sampling


1. populasi tidak diidentifikasi sebagaimana mestinya
2. populasi yang menyimpang dri populasi yang seharusnya diteliti
3. angket tidak dirumuskan sebagaimana mestinya yang memenuhi standar
validitas.
4. Istilah-istilah telah didefinisikan kurang tepat atau telah dignakan tidak secara
konsisten ( reliabel )
5. para responden tidak memberikan jawaban yang akurat, menolak untuk
menjawab, tidak ada ditempat.
PERTEMUAN KE 9 ( Sembilan )
PENGUMPULAN DATA
RUJUKAN
Moh. Nazir, Ph.D, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia,
Bandung, 2005
Sugiyono, Prof. Dr, Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan
Kuantitatif, kualitatif, dan R & D, Alfabeta, Bandung,
2011.
James A. Black, Metode dan Masalah Penelitian Sosial, Refika Aditama,
Bandung, 2001
Riduwan, Drs, M.B.A, Metode dan Teknik Menyusun Tesis, Alfabeta,
Bandung, 2008
Haris Herdiansyah, Metodologi Penelitian kualitatif, Salemba Humanika,
Jakarta,2012.
TEKNIK/METODA PENGUMPULAN DATA
A. Jenis data
1. Dilihat dari sumbernya data terbagi 2
a. data primer, yaitu sumber data yang langsung memberikan data kepada
pengumpul data.
b. data sekunder, yaitu sumber data tidak langsung memberikan data kepada
pengumpul data.
2. Dilihat dari caranya
a. Observasi
b. wawancara
c. Dokumentasi
d. Kuesioner
e. Trianggulasi/ gabungan

B. Validitas dan Reliabilitas Data


1. sesuai dengan variabel penelitian
2. menggunakan teknik yang tepat dan sesuai dengan tuntutan data
3. representatif isi instrumen
C. Teknik Pengumpulan data
1. Pengumpulan data dengan observasi langsung
Suatu proses pengumpulan data dengan melihat , mengamati dan mencermati,
serta merekam perilaku secara sistematis untuk tujuan tertentu dengan
menggunakan mata, tanpa ada pertolongan alat standar lainnya untuk
keperluan tersebut.
2. Pengumpulan Data dengan Wawancara
Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian
dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara penanya dengan
responden
3. Pengumpulan data dengan angket
adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada oranglain yang bersedia
memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna.
4. Dokumentasi
pengumpulan data dengan meneliti dan mengumpulkan arsip, laporan
kegiatan, foto-foto, film dokumenter, peraturan, dan naskah lainnya.
5. Trianggulasi/ gabungan
penggunaan dua atau lebih sumber untuk mendapatkan gambaran yang
menyeluruh tentang suatu penomena yang akan diteliti.
D. Instrumen pengumpulan Data
1. Bila suatu variabel menyatakan kemampuan, kompetensi, pengetahuan,
kesanggupan, daya kognetif atau yang sejalan makna itu, maka instrumen yang
disusun harus berupa alat test.
2. Bila suatu variabel menyatakan sikap atau minat/ persepsi, maka butir-butir
instrumen yang disusun dengan skala likert.
3. Bila suatu variabel menyatakan proses perkembangan dalam kurun waktu dari
hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan atau tahun ke tahun, maka
peneliti menyusun butir pertanyaan/ pernyataan yang harus di jawab oleh
responden dengan menggunakan model indeks.
4. Bila suatu suatu variabel menyatakan kondisi, keadaan, hal atau situasi tertentu,
maka peneliti menyusun butir-butir pertanyaan / pernyataan yang harus di
jawab oleh responden dalam bentuk daftar kuesioner ( angket ).
PERTEMUAN KE 10 ( Sepuluh )
PENYAJIAN DAN ANALISIS HASIL PENELITIAN
RUJUKAN
Moh. Nazir, Ph.D, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia,
Bandung, 2005
Sugiyono, Prof. Dr, Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan
Kuantitatif, kualitatif, dan R & D, Alfabeta, Bandung,
2011.
James A. Black, Metode dan Masalah Penelitian Sosial, Refika Aditama,
Bandung, 2001
Riduwan, Drs, M.B.A, Metode dan Teknik Menyusun Tesis, Alfabeta,
Bandung, 2008
Haris Herdiansyah, Metodologi Penelitian Kualitatif, Salemba Humanika,
Jakarta, 2012.
A. DESKRIPSI DATA
Penyajian data hasil penelitian dilapangan dengan menggunakan berbagai
teknik pengumpulan data. Data yang disajikan disesuaikan dengan data yang
dituntut dalam variabel penelitian. Data kuantitatif di sajikan dengan menggunakan
angka-angka, sedangkan data kualitatif disajikan dalam bentuk deskripsi / kalimat
dan pernyataan.

Data yang telah terkumpul disajikan dalam berbagai bentuk sehingga akan mudah
dipahami.
Dalam penelitian kuantitaif penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk tabel.
Grafik, phie chard, pictogram dan sejenisnya.
Dalam penelitian kualitatif penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian
singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya , atau dalam
bentuk teks naratif.
B. ANALISIS DATA KUANTITATIF
Menganalisis data artinya menjelaskan data yang telah terkumpul untuk menjawab
rumusan masalah atau menguji hipotesis yang telah di tetapkan sebelumnya.
Data kuantitatif dapat di analisis dengan teknik statistik dan non statistik,
sedangkan data kualitatif dapat dianalisis dengan teknik non statistik.
Dalam menganalisis data, peneliti juga ingin menerangkan sesuatu, atau
memberikan deskripsi terhadap sesuatu. Dalam arti peneliti ingin :
a. memberikan ciri-ciri khas dari suatu variabel data
b. ingin menjelaskan bagaimana suatu data memperlihatkan keragaman variabel
c. Ingin memperlihatkan aspek lain tentang distribusi suatu variabel data
Ada dua bentuk analisis data , yaitu analisis statistik dan analisis non statistik.
1. Beberapa teknik analisis statistik
A. Chi – Kuadrat ( X2 )
Metode X2 menggunakan data nominal, data tersebut diperoleh dari hasil
menghitung, besar nilai X2 bukan merupakan ukuran derajat hubungan atau
perbedaan.
B. Korelasi Spearman Rank ( rho) dengan notasi (rs)
Kegunaanya untuk mengukur tingkat atau eratnya hubungan antara dua
variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat yang berskala ordinal, untuk
mengetahui tingkat kecocokan dari dua variabel terhadap group yang sama
dan sejenisnya.
C. Korelasi Pearson Product Moment ( r xy )
Teknik statistik parametrik yang menggunakan data interval dan rasio dengan
persyaratan tertentu. Gunanya untuk mencari korelasi antar dua variabel
dengan syarat :
- variabel yang kita korelasikan berbentuk gejala atau data yang bersifat
kontinu .
- Sampel yang diteliti mempunyai sifat homogen atau setidak – tidaknya
mendekati homogen.
- Regrasi merupakan regresi linear.
- Datanya berdistribusi normal.
D. Regresi Sederhana ( Ŷ = a + b X )
E. Regresi Ganda (Ŷ = a + b X + b2 X + b3 X dst )
2. Teknik non Statistik
Biasanya untuk data kualitatif dengan teknik analisis antara lain :
A. Analisis Domain.
Untuk memperoleh gambaran yang umum dan menyeluruh tentang situasi
sosial yang diteliti atau objek penelitian. Data diperoleh dari grand tour dan
monitor question.
B. Analisis Taksonomi
Adalah analisis terhadap keseluruhan data yang terkumpul berdasarkan
domain yang telah ditetapkan. Hasil analisis taksonomi dapat disajikan
dalam bentuk diagram kotak, diagram garis dan simpul dan out line.
C. Analisis Kompensional
Mengorganisasi data dengan yang memiliki perbedaan atau yang kontras.
Data dicari melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang terseleksi.
Dengan teknik trianggulasi sejumlah dimensi yang spesifik dan berbeda
pada setiap elemen akan dapat ditemukan.
D. Analisis Tema Budaya
Teknik mencari benang merah yang mengintegrasikan lintas domain yang
ada, maka akan dapat disusun suatu konstruksi bangunan situasi sosial
yang diteliti.
2. Teknik analisis data kualitatif
• Analisis data kualitatif dalam penelitian kualitatif berbeda dengan analisis
data kuantitatif,. Walaupun sudah ada teknik analisis dengan perangkat
lunak seperti Hypercard, aquad, ethnograph, ATLAS, NVIVO dan lainnya,
namun masih dalam perdebatan kontroversial.
• Langkah analisis data kualitatif
• 1. analisis dilakukan secara simultan dengan proses pengumpulan data,
interpretasi data dan penulisan naratif lainnya.
• 2. pastikan bahwa proses analisis data kualitatif telah dilakukan
berdasarkan pada proses reduksi data dan interpretasi data
• 3. Ubah data hasil reduksi ke dalam bentuk matriks
• 4. Identifikasi prosedur pengodean yang digunakan dalam mereduksi
informasi ke dalam tema atau kategori yang ada.
• 5. Hasil analisis data yang telah melewati prosedur reduksi yang telah ada
diubah menjadi bentuk matriks yang telah diberi kode, selanjutnya
sesuaikan dengan model kualitatif dipilih.
Analisis data kualitatif Model Miles dan Huberman

Pengumpulan
Data

Reduksi
data Display Data

Kesimpulan/
verivikas
• 1. Pengumpulan data
• 2. Reduksi data , adalah proses penggabungan dan penyeragaman segala
bentuk data yang diperoleh menjadi satu bentuk tulisan yang akan
dianalisis ( dari hasil pengumpulan data ).
• 3. Display data, yaitu mengolah data setengah jadi yang sudah seragam
dalam bentuk tulisan dan sudah memiliki alur tema yang jelas ke dalam
suatu matriks ketegori sesuai dengan tema yang sudah di kelompokan.
• 4. Kesimpulan / verifikasi.
• Kesimpulan lebih menjurus pada pertanyaan penelitian kualitatif yang
diajukan sebelumnya dan mengungkap “What dan How” dari temuan
penelitian tersebut, berbeda dengn penelitian kuantitatif yang
mengungkap why dari temuan penelitian.
C. PENAFSIRAN HASIL ANALISIS DATA
Menganalisis data biasanya di dasarkan pada suatu suatu teori , teknik atau
aturan tertentu. Dari hasil analisis kita dapat memberi arti data yang telah kita
kumpulkan.
Menafsirkan berarti memberikan penjelasan arti suatu data yang telah di
kumpulkan atau yang telah dianalisis. Nazir ( 2005 ; 374 ) penafsiran adalah
penjelasan yang terperinci tentang arti yang sebenarnya dari materi yang
dipaparkan. Jadi penafsiran sebenarnya adalah bagian yang tak terpisahkan dengan
analisis data, bahkan kualitas analisis dari suatu pnelitian sangat tergantung dari
kualitas penafsiran yang diturunkan oleh peneliti terhadap data
Data yang telah dalam bentuk tabel, perlu diberi penjelasan yang lebih
terperinci dengan cara :
a. Menghubungkan hasil suatu penelitian dengan penemuan penelitian lainnya
b. Membuat suatu konsep yang bersifat menerangkan atau menjelaskan.
Hal yang perlu diperhatikan dalam menafsirkan hasil analisis data al ;
a. Tidak melenceng dari hasil analisis data
b. Penafsiran harus masih dalam batas kerangka penelitian
c. Secara etis peneliti rela mengemukakan kesulitan dann hambatan sewaktu
dalampenelitian ( Riduan 2008; 108 )
D. KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan yang dibuat di dasarkan pada generalisasi, generalisasi
didasarkan pada analisis data, dan analisis data didasarkan pada hasil
pengumpulan data yang telah dilakukan. Dan saran yang diberikan mengacu pada
kesimpulan yang telah dibuat.
Contoh ;
Data hasil pengamatan/ penelitian
1. Korupsi adalah ilegal, tetapi dapat meningkatkan kekayaan bagi
pelakunya.
2. Para koruptor kurang mendalami kaidah-kaidah agama dan dari
keluarga yang kurang mengindahkan norma kemasyarakatan.
3. Mereka yang mendalami agama dan dari keluarga yang mengindahkan
norma kemasyarakatan tidak melakukan korupsi.
Generalisasi
1. mereka yang tidak mempunyai dasar agama yang kuat sering terlibat
dalam korupsi untuk memperkaya diri.
2. mereka yang mempunyai dasar agama yang kuat dan terikat pada
norma kemasyarakatan tidak mau terlibat dalam kegiatan korupsi.
Kesimpulan
1. orang yang tidak mempunyai dasar agama yang kuat mempunyai indikasi
untuk melakukan korupsi pada kondisi tertentu.
2. orang yang tidak terikat pada norma kemasyarakatan di desa cenderung
melakukan korupsi.
3. orang yang mempunyai dasar agama yang kuat menghindari kegiatan korupsi
4. orang yang mempunyai ikatan dengan norma kemasyrakatan didesa
cenderung tidak melibatkan diri dalam kegiatan korupsi.
Saran-saran
1. perlunya penaman dan pendalaman pengetahuan agama bagi orang tertentu,
agar korupsi dapat dihilangkan.
2. perlunya penanaman norma kemasyarakatan bagi orang tertentu agar korupsi
dapat dihilangkan.
3. pilihlah pemimpin yang mempunyai pengetahuan agama yang baik untuk
organisasi yang rawan korupsi.
4. pilihlah pemimpin yang mempunyai keterikatan norma kemasyarakatan yang
baik, untuk organisasi yang rawan korupsi
5. pilihlah pemimpin yang mempunyai latar belakang yang baik tentang agama
dan norma kemasyarakatan.
NOTASI ILMIAH
1. Daftar Pustaka
Daftar buku yang dicantumkan pada daftar pustaka hanya buku menjadi sumber bacaan
dalam penulisan skripsi tersebut, yang tidak menjadi sumber bacaan tidak dituliskan pada
daftar tersebut.
Teknik penulisan daftar pustaka bisa menurut teknik berikut :
1. Nama pengarang harus disusun berdasarkan abjad huruf awal nama familinya.
Misalnya B.M. Nasution.
Nasution, B.M. Multiple Intellegences in tha Classroom. Jakarta, Gramedia, 1999.
atau
Nasution, B.M. 1999. Multiple Intellegences in tha Classroom. Jakarta, Gramedia
2. Tidak pakai nomor urut
Untuk nama yang lebih dari satu suku kata, dan tidak nama famili tetap di tulis
seperti aslinya.
Misalnya Hasan Nurhadi, tetap ditulis
Hasan Nurhadi, Accelerated learning for the 21st Century: The Six – Step Plan to
Unlock Your Master Mind, New York: Delacorte Press, 1990.
atau .
Hasan Nurhadi., 1990. Accelerated learning for the 21st Century: The Six – Step
Plan to Unlock Your Master Mind, New York: Delacorte Press .
3. NAMA pengarang yang jumlahnya tiga orang atau lebih dari tiga orang cukup ditulis
nama pengarang pertama saja ditambah kata et al.
Misal .
Abu Azhari, Sarlito. W, Psikologi Perkembangan, Jakarta; Gramedia, 1999.
Contoh : Abu Ahmadi, D. Marimba dan Suwandi .
Abu Ahmadi, et al. Manajemen Pendidikan, Jakarta; Renika Cipta, 2000.

4. PERBEDAAN Penulisan Daftar Pustaka dengan Catatan Kaki


Daftar Pustaka
Suprapto,B. Aturan permainan dalam ilmu perspektif, Jakarta; Gramedia,
1978
Catatan Kaki
B. Suprapto, Aturan permainan dalam ilmu perspektif, (Jakarta; Gramedia,
1979) hlm. 129.
5. KUTIPAN dan Catatan Kaki
Catatan kaki ditulis dalam satu spasi dan dimulai langsung dari pinggir, atau dapat
dimulai setelah beberapa ketukan tik dari pinggir, asalkan dilakukan secara konsisten.
a. Kutipan langsung kurang dari lima baris model Chicago.
Pada sisi lain martinis Yamin menyatakan, “ Makna profesi ialah seseoran yang menekuni pekerjaan
berdasarkan ……………… ………… ……………… …………………… …………………………. ……………………………………
………………… ……………………………………………………….. ………………………………………………… ………………………………
… ………………………………………………………………………………………………. Intelektualitas “ 3

b. Kutipan langsung lebih dari lima baris .


Oleh karena, Sagala mengungkapkan : 2
Segala operasi profesionalisme memiliki aturan dan komitmen untuk memberi definisi
jabatan keilmuan teknik dan jabatan yang akan ……………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………

c. Etallec. / memiringkan kata


Kata asing yang belum di Indonesiakan yang terdapat dalam kalimat harus di
miringkan penulisannya.
Misal .
Dalam kehidupan masyarakat yang pluralisme kita coba merefliksikan
diri kita dalam bentuk justification untuk bisa menghargai perbedaan yang ada.
6. Istilah dalam kutipan catatan kaki ( Footnote )
a. Abstrak adalah singkatan yang dikontrol dengan mengikuti organisasi
penelitian , asli dan bersih dari pendapat atau penafsiran.
Didalam abstrak akan ditemukan uraian tentang pikiran atau tema pokok
penelitian dan hasilnya, metodologi dan data dalam garis besar serta hasil
analisis data dan kesimpulan yang dibuat.
b. Ibid.
Latin : ibidem, sama, dikutip dari pengarang yang sama, buku, penerbit,
tahun terbitan yang sama. Kutipan yang tidak diselingi oleh kutipan lainnya.
Mengulang kutipan dari kutipan yang sama sebelumnya.
16 Ibid., hlm. 135.

C. Loc. Cit
Singkatan dari loco ( tempat) dan citato ( kutipan).
Jika kutipan yang sama sebelumnya yang diselangi/ terhalang oleh kutipan
lain. Boleh / cukup ditulis nama saja.
18 Wilarjo, loc.cit.

d. Op. Cit. ( Opus citato )


Latin : opus ( karangan ), citato ( kutipan ), kutipan dari karangan yang sama,
tetapi halaman yang berbeda setelah terhalang oleh kutipan-kutipan lainnya.
19 Wilarjo, op.cit, hlm. 245.
MATERI DISKUSI
1. Masalah dan teknik menetapkan masalah dalam penelitian pendidikan ( kuantitatif
/kualitatif ).
Lingkup pembahasan : pengertian masalah, lingkup masalah penelitian
pendidikan, teknik merumuskan masalah, rumusan masalah dan hubungannya
dengan komponen / unsur – unsur penelitian lainnya.

2. Variabel – variabel penelitian pendidikan dan konsep operasional .


Lingkup pembahasan : Pengertian variabel, jenis / macam variabel, cara / teknik
menentukan variabel, dan konsep operasional.

3. Populasi dan sampel pnelitian


lingkup pembahasan : pengertian populasi dan sampel, jenis populasi, teknik
pengambilan sampel, dan beberapa alasan pengambilan sampel.
4. Penyajian dan analisis data penelitian pendidikan
Lingkup pembahasan : Pengertian data, jenis data, teknik analisis data, memilih
dan menentukan teknik analisis data ( hubungan teknik analisis data dengan
jenis data).

5. Beberapa jenis penelitian dalam dunia pendidikan ( pilih salah satu saja
misalnya, penelitian historis, studi kasus, penelitian tindakan kelas dan
sejenisnya ).
Lingkup pembahasan : Pengertian …… , permasalahan, subjek dan objek
penelitian, metode yang digunakan, jenis data, teknik analisis data.

6. Beberapa perbedaan pokok antara penelitian yang bersifat kuantitatif dengan


penelitian kualitatif.
Lingkup pembahasan : Pengertian, perbedaan dalam menentukan, masalah,
perbedaan dalam pendekatan, perbedaan dalam populasi – sampel , perbedaan
dalam data, perbedaan, perbedaan dalam teknik analisis data, dan lainnya.
• MATERI DISKUSI
• 1. PENELITIAN KUANTITATIF 21. SISTEMATIKA PENULISAN SKREPSI
• 2. PENELITIAN KUALITATIF 22. TEKNIK PENGUMPULAN DATA OBSERVASI,
• 3. LATAR BELAKANG MASALAH 23. KONSEP OPERASIONAL
• 4. KONSEP MASALAH DALAM PENELITAN 24. TEKNIK ANGKET,
• 5. IDENTIFIKASI MASALAH 25. TEKNIK WAWANCARA
• 6. PEMBATASAN MASALAH 26. TEKNIK DOKUMENTASI
• 7. RUMUSAN MASALAH 27. TEKNIK ANALISIS DATA KUANTITATIF
• 8. HUB. RUMUSAN MASALAH DGN HIPOTESIS (38) 28. TEKNIK ANALISIS DATA KUALITATIF
9. SUBJEK DAN OBJEK PENELITIAN 29. MERUMUSKAN KESIMPULAN DAN SARAN
• 10. KERANGKA BERFIKIR 30. MEMBUAT KUTIPAN
• 11. HIPOTESIS PENELITIAN 31. JENIS DATA PENELITIAN
• 12. VALIDITAS DATA 32. INSTRUMEN PENELITIAN
• 13. RELIABILITAS DATA 33. TEKNIK MENYUSUN DAFTAR PUSTAKA
• 14. POPULASI DAN SAMPEL 34. KONSEP OPERASIONAL
• 15. TEKNIK SAMPEL ACAK RANDOM, 35. JENIS DATA DAN ANALISISNYA
• 16. TEKNIK STRATIFIED RANDOM, 36. SKALA PENGUKURAN DATA
• 17. TEKNIK PORPUSIVE, 37. PENYAJIAN DATA HASIL PENELITIAN
• 18. TEKNIK CLUSTER . 38. SKALA INSTRUMEN
• 19. VARIABEL DEPENDEN & INDEPENDEN 39. CARA MERUMUSKAN DAN MENGUJI HIPOTESIS
• 20. VARIABEL ANTARA, MODERTTOR, DAN KONTROL. 40. JENIS PENELITIAN (DESKRIPTIF, KOMPARATIF,ASOSIATIF)