Anda di halaman 1dari 13

KELOMPOK “KARL MARX”

SOSIALISASI
DISUSUN OLEH :

Dimas Apriadi
Aizia Risty Risal
Mutiara Andjani
Tutwuri Tri Lestari
Vannesa Valensie
Radilsha Pusita
BIODATA KARL MARX

 Karl Heinrich Marx lahir di Trier, Jerman pada tanggal 5


mei 1818. Ia adalah seorang filsuf, pakar ekonomi
politik, dan teori kemsyarakatan dari Prusia. Walaupun
Karl Marx menulis tentang banyak hal semasa hidupnya,
ia paling terkenal atas analisanya terhadap sejarah,
terutama mengenai pertentangan kelas, yang dapat
diringkas sebagai “sejarah dari berbagai mesyarakat
hingga saat ini pada dasarnya adalah sejarah tentang
pertentangan kelas”, sebagaimana yang tertulis dalam
kalimat pembuka dari karya “Communist Manifesto”
pada tahun 1848.
Pengertian Sosialisasi
 Sosialisasi
yaitu suatu proses bagaimana
seseorang individu mempelajari kebiasaan-
kebiasaan, nilai-nilai,cara-cara hidup dan
norma yang terdapat dalam masyarakat.
Pengertian sosialisasi menurut para ahli:
 Sosialisasi menurut Soerjano Soekanto
Sosialisasi merupakan sebuah proses interaksi dimana seseorang
dapat belajar membentuk sikap agar dapat bertingkah laku seperti
kebiasaan masyarakat pada umumnya.
 Sosialisasi menurut Peter L. Barger
Sosialisasi merupakan suatu proses belajar nilai, kebiasaan serta
norma-norma masyarakat yang dialami oleh seseorang agar dapat menjadi
bagian dari masyarakat yang baik.
 Sosialisasi menurut Koentjaraningrat
Sosialisasi merupakan segala proses yang dialami oleh seseorang
sejak dari ia dilahirkan hingga ia dewasa dan dapat menyesuaikan dirinya
dengan masyarakat lainnya.
 Paul B. Horton
Sosialisasi merupakan proses dalam menghayati dan mempelajari
norma dalam masyarakat sehingga akan membentuk kepribadiannya.
Bentuk-Bentuk Sosialisasi
A. Sosialiasi Primer
 Peter L. Berger dan Luckmann mendefinisikan sosialisasi primer sebagai sosialisasi
pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat
(keluarga).

B. Sosialisasi Sekunder
 Sosialisasisekunder adalah bentuk sosialisasi lanjutan dimana
seseorang menjalani sosialisasi dengan orang lain setelah
keluarga atau di sektor-sektor kehidupan yang nyata dalam
masyarakat. Sosialisasi sekunder mengajarkan nilai-nilai baru di
luar lingkungan keluarga seperti di lingkungan sekolah,
lingkungan bermain, dan lingkungan kerja.
Karakteristik Sosialiasi

 Sosialisasi merupakan suatu proses yang diikuti secara aktif oleh pihak yang
mensosialisasikan dan yang disosialisasikan
 Proses sosialisasi dapat berlangsung secara sengaja (Melalui pendidikan dan
pengajaran) maupun tanpa sengaja (lewat interaksi sosial)
 Sosialisasi biasanya dilakukan oleh dua sosok, yang secara sadar ataupun tidak
bekerja’mewakili’ masyarakat
 Sosialisasi selalu berwujud proses belajar, yang berangkai dengan kepribadian
dan kebudayaan.
 Sosialisasi juga bermakna adanya penyesuaian dengan lingkungan.
 Sosialisasi menggali dan mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh
individu
Tipe-tipe Sosialisasi
A. Sosialisasi Formal
 Sosialisasi formal ini terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut
ketentuan yang berlaku dalam negara, seperti pendidikan di sekolah dan
pendidikan militer.

B. Sosialisasi Informal
 Sosialisasi tipe ini terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat
kekeluargaan, seperti antara teman, sahabat, sesama anggota klub, dan
kelompok-kelompok sosial yang ada di dalam masyarakat.
Tahapan – tahapan sosiolisasi
 Tahap Persiapan (Preparatory Stage)
Pada tahap ini, seorang manusia yang lahir di dunia yang menjadi anak dari orang tua mereka
dilath untuk mengenal keadaaan yang terdapat di dunia.
 Tahap Meniru (Play Stage)
Dalam tahap meniru ini, seorang anak mulai melihat peran yang dijalankan oleh orang tuanya dan
kemudian, ia meniru peran tersebut tetapi ia belum mengetahui maksud dan tujuannya.
 Tahap Siap Bertindak (Game Stage)
Tahap ini menjelaskan bahwa seorang anak yang meniru peran orang tuanya sudah mulai mengerti
sedikit demi sedikit maksud, makna, serta tujuannya.
 Tahap Kedewasaan (Generalized Stage)
Dalam tahap ini, seorang anak mulai tumbuh dewasa dan telah mampu meniru peran peran
tersebut dan menjalankanya dengan penuh kesadaran yang luas.
Agen-agen Sosialisasi
 Agen sosialisasi adalah pihak-pihak yang melaksanakan atau melakukan
sosialisasi. Proses sosialisasi akan berjalan lancar apabila pesan-pesan yang
disampaikan oleh agen-agen sosialisasi itu tidak bertentangan atau selayaknya
saling mendukung satu sama lain. Akan tetapi, di masyarakat, sosialisasi
dijalani oleh individu dalam situasi konflik pribadi karena dikacaukan oleh agen
sosialisasi yang berlainan.
 4 Agen Sosialisasi yang utama,yaitu:
1. Keluarga (kinship)
2. Teman pergaulan
3. Lembaga pendidikan formal (sekolah)
4. Media Massa
5. DSB..
Pola Sosialisasi
 Sosialisasi Represif merupakan sosialisasi yang lebih menekankan penggunaan
hukuman, terutama hukuman fisik terhadap kesalahan yang dilakukan oleh anak.
Ciri-ciri Sosialisasi Represif
1) Menghukum perilaku yang keliru
2) Perintah sebagai komunikasi
3) Sosialisasi berpusat pada orang tua
4) Anak memerhatikan harapan orang tua
• Sosialisasi Partisipatif merupakan sosialisasi yang menekankan pada interaksi anak
yang menjadi pusat sosialisasi.
• Ciri-ciri Sosialisasi Partisipatif
1) Interaksi sebagai komunikasi
2) Sosialisasi berpusat pada anak
3) Orang tua memerhatikan keinginan anak
4) Dalam keluarga biasanya mempunyai tujuan yang sama
Tujuan Sosialisasi
-Memberikan keterampilan kepada seseorang untuk dapat
hidup bermasyarakat
- Mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif
-Membantu mengendalikan fungsi-fungsi organic yang
dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
-Membiasakan diri berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan
kepercayaan pokok yang ada di masyarakat.
THANK YOU