Anda di halaman 1dari 37

Peter Ledwig Berger dilahirkan di Trieste, Italia.

Berger besar di Wina dan kemudian


bermigrasi ke Amerika Serikat setelah Perang Dunia II. Pada 1949 ia lulus dari Wagner Collage
dengan gelar Bachelor of Arts. Ia melanjutkan studinya di New School for Social Research.
Pada 1955 ia bekerja di Evangelische Akademie, Jerman. !956 Berger menjadi profesor muda di
Universitas North Carolina. 1958 ia menjadi profesor madya di Seminari Teologi Hartford. Karier
profesornya berlanjut di New School for Social Research, Universitas Rutgers, dan Boston Collage.
Tahun 1981 Berger menjadi Profesor Sosiologi dan Teologi di Universitas Boston, dan sejak 1985
menjadi direktur dari Institut Studi Kebudayaan Ekonomi yang beberapa tahun lalu berubah
menjadi Institut Kebudayaan, Agama, dan Masalah Dunia.
Berger dikenal karena pandangannya bahwa realitas sosial adalah suatu bentuk dari kesadaran.
Berger memusatkan perhatian pada hubungan antara masyarakat dengan individu. Dalam bukunya
The Social Construction of Reality bersama Thomas Luckmann, Berger mengembangkan sebuah
teori sosiologis “Masyarakat sebagai Realitas Objektif dan Subjektif”. Publikasi buku ini mendapat
sambutan luar biasa dari berbagai pihak, khususnya para ilmuan sosial, karena saat itu pemikiran
keilmuan termasuk ilmu-ilmu sosial banyak didominasi oleh kajian positivistik. Berger dan
Luckmann meyakini secara substantif bahwa realitas merupakan hasil ciptaan manusia kreatif
melalui kekuatan konstruksi sosial terhadap dunia sosial di seklilingnya, “reality is socially construc
PENDAHULUAN
 LATAR BELAKANG
Kepribadian adalah merupakan sikap dan perilaku
seseorang yang terlihat oleh orang lain di luar dirinya. Sikap
dan perilaku itu memberi gambaran mengenai sifat-sifat khas,
watak, kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki sebagai isi
kepribadian seseorang. Kepribadian adalah kualitas secara
keseluruhan dari seseorang yang tampak dari cara-cara
berbuat, berfikir, mengeluarkan pendapat, sikap, minat dan
kepercayaan. Secara psikologi, kepribadian sebagai struktur
dan proses-proses kejiwaan tetap yang mengatur
pengalaman-pengalaman seseorang dan membentuk
tindakan-tindakan dan respons terhadap lingkungannya
dengan cara yang berbeda dengan orang lain
RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan kepribadian?
2. Apa yang dimaksud dengan Kepribadian Menurut
para ahli?
3. Apa saja dampak sosialisasi dari pembentukkan
kepribadian ?
4. Apa saja faktor yang mempengaruhi kepribadian
sosial?
5. Bagaimana tahapan perkembangan kepribadian?
6. Apa jenis jenis kepribadian ?
TUJUAN

1. Menjelaskan pengertian dan gambaran kepribadian


2. Menjelaskan kepribadian menurut para ahli
3. Menjelaskan dampak sosialisasi dari pembentukan
kepribadian
4. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kepribadian
sosial
5. Menjelaskan tahapan perkembangAan sosial
6. Menjelaskan tipologi kepribadian
PEMBAHASAN
PENGERTIAN
KEPRIBADIAN
Kepribadian menurut pengertian
sehari-hari
Kata personality dalam bahasa inggris berasal
dari bahasa latin, persone, yang berarti kedok atau topeng.
Dimana hal ini selalu dipakai pada zaman romawi dalam
melakukan sandiwara panggung. Lambat laun kata persona
(personality) berubah istilah yang mengacu pada gambaran
sosial tertentu yang diterima individu dari kelompok atau
masyarakat.
Disamping itu kepribadian sering diartikan dengan ciri-ciri
yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang
yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian
pemalu”.Kepada orang supel diberikan atribut
“berkepribadian supel” dan kepada orang yang plin-plan,
pengecut, dan semacamnya diberikan atribut “tidak punya
kepribadian”
Kepribadian menurut psikologi
 Pengertian kepribadian menurut disiplin psikologi bisa
diambil dari rumusan beberapa teoris kepribadian
terkemuka.
Gordon Allport, merumuskan kepribadian adalah
organisasi dinamis sistem psikofisik dalam diri individu yang
menentukan karakteristik perilaku dan pikirannya. Istilah
”psikofisik” menekankan pentingnya aspek psikologis dan
fisik dari kepribadian. Kata ”menentukan” dalam definisi
kepribadian menunjukkan bahwa kepribadian ”merupakan
sesuatu dan melakukan sesuatu”. Kepribadian bukanlah
topeng yang secara tetap dikenakan seseorang; dan juga
bukan perilaku sederhana. Kepribadian menunjuk orang di
balik perilakunya atau organisme di balik tindakannya.
Kepribadian
menurut para
ahli
a. Carl Gustav Jung ( 1875-1961)
Konsep kepribadian ada tiga macam,
yaitu Personality Function Psyche
adalah merupakan gabungan atau
jumlah dari keseluruhan isi mental,
emosional dan spiritual seseorang dan
Self adalah kepribadian total baik
kesadaran maupun bawah sadar. Ia
memandang bahwa mansuia sangatlah
unik karena mempunyai banyak
kepribadian yang beragam antara
individu satu dengan yang lainnya.
b. Gordon W. Allport (1987-1967)
Kepribadian sebagai sesuatu yang
terdapat dalam diri individu yang
membimbing dan memberi arah
kepada seluruh tingkah laku
individu yang bersangkutan.
c. George Kelly
Kepribadian sebagai cara yang unik dari
individu dalam mengartikan pengalaman-
pengalaman hidupnya.
d. Sigmund Freud
Kepribadian sebagai
suatu struktur yang terdiri
dari 3 sistem, yakni id,
ego dan super ego, dan
tingkah laku menurutnya
merupakan hasil dari
konflik dan rekonsiliasi
ketiga sistem kepribadian
tersebut
dampak
sosialisasi dari
pembentukkan
kepribadian
Timbulnya kepribadian disebabkan karena semua individu
dalam suatu masyarakat mengalami pengaruh lingkungan
kebudayaan yang sama selama proses sosialisasi dan enkulturasi.
Kepribadian dibentuk dari hasil pola sosialisasi dalam diri setiap
individu dan dapat bertentangan antara masyarakat yang satu
dengan masyarakat yang lainnya karena perbedaan budaya.
Sosialisasi memerlukan pengalaman kelompok sedangkan isolasi
sosial tidak berhasil mengembangkan kepribadian manusiawi yang
wajar. Sosialisasi sangat berpusat pada pengembangan konsep diri
yang membentuk gambaran dirinya dalam berhubungan dengan
orang lain.

Erikson memandang perkembangan dan pembentukan kepri-


badian sebagai suatu proses sepanjang hidup. Orang akan
mengalami delapan kritis identitas yang berturut-turut dan dalam
setiap kritis seperangkat pembelajaran yang konstruktif atau yang
tidak efektif berperan. Piaget mengetengahkan suatu model
perkembangan tentang bagaimana anak menggantikan kepatuhan
terhadap peraturan-peraturan otoriter dengan suatu moralitas
dewasa yang didasarkan pada pertimbangan timbal balik.
Faktor-faktor
yang
Mempengaruhi
Pembentukan
Karakter atau
Kepribadian
a. Faktor Biologis
Faktor biologis yang paling berpengaruh dalam pembentukan kepribadian adalah
jika terdapat karakteristik fisik unik yang dimiliki oleh seseorang. Contohnya, kalau
orang bertubuh tegap diharapkan untuk selalu memimpin dan dibenarkan kalau
bersikap
seperti pemimpin, tidak aneh jika orang tersebut akan selalu bertindak seperti
pemimpin
b. Faktor Geografis
Faktor lingkungan menjadi sangat dominan dalam memengaruhi kepribadian
seseorang.Faktor geografis yang dimaksud adalah keadaan lingkungan fisik (iklim,
topografi, sumberdaya alam dan lingkungan sosialnya).
c. Faktor Kebudayaan
Kebudayaan mempunyai
pengaruh besar terhadap
perilaku dan kepribadian
seseorang, terutama unsur-
unsur kebudayaan yang secara
langsung memengaruhi
individu.
d. Faktor Pengalaman Kelompok
Pengalaman kelompok yang dilalui seseorang dalam
sosialisasi cukup penting
perannya dalam mengembangkan kepribadian.
Kelompok yang sangat berpengaruh
dalam perkembangan kepribadian seseorang
dibedakan menjadi dua sebagai berikut.
- Kelompok Acuan (Kelompok Referensi).
Sepanjang hidup seseorang,
kelompok-kelompok tertentu dijadikan model yang
penting bagi gagasan atau
norma-norma perilaku.
e. Faktor Pengalaman Unik
Pengalaman unik akan memengaruhi kepribadian seseorang.
Kepribadian itu berbeda-beda antara satu dan lainnya karena pengalaman
yang dialami seseorang itu unik dan tidak seorang pun mengalami
serangkaian pengalaman yang persis sama.
Tahap-Tahap
Perkembangan
Kepribadian
Perkembangan kepribadian menurut Jean Jacques Rousseau
berlangsung dalam beberapa tahap yaitu:
1. Tahap perkembangan masa bayi (sejak lahir- 2 tahun)
Tahap ini didominasi oleh perasaan.Perasaan ini tidak tumbuh
dengan sendiri melainkan berkembang sebagai akibat dari
adanya reaksi-reaksi bayi terhadap stimulus lingkungan.
2. Tahap perkembangan masa kanak-kanak
(umur 2-12 tahun)
Pada tahap ini perkembangan kepribadian
dimulai dengan makin berkembangnya fungsi
indra anak dalam mengadakan pengamatan.
3. Tahap perkembangan pada masa preadolesen (umur 12-
15 tahun)
Pada tahap ini perkembangan fungsi penalaran
intelektual pada anak sangat dominan. Anak mulai
kritis dalam menanggapi ide orang lain. anak juga
mulai belajar menentukan tujuan serta keinginan yang
dapat membahagiakannya.
4.Tahap perkembangan masa adolesen (umur 15- 20 tahun)
Pada masa ini kualitas hidup manusia diwarnai oleh
dorongan seksualitas yang kuat, di samping itu mulai
mengembangkan pengertian tentang kenyataan hidup serta
mulai memikirkan tingkah laku yang bernilai moral.
5. Tahap pematangan diri (setelah umur 20 tahun)
Pada tahap ini perkembangan fungsi kehendak mulai
dominan.Mulai dapat membedakan tujuan hidup pribadi, yakni
pemuasan keinginan pribadi, pemuasan keinginan kelompok, serta
pemuasan keinginan masyarakat.Pada masa ini terjadi pula transisi
peran social, seperti dalam menindaklanjuti hubungan lawan jenis,
pekerjaan, dan peranan dalam keluarga, masyarakat maupun Negara.
Realisasi setiap keinginan
Jenis jenis kepribadian
Jenis-jenis kepribadian manusia
Manusia memiliki beberapa macam atau
jenis kepribadian antara lain sebagai berikut...
1. Introvert (Introversion)
Introvert atau interoversion adalah kepribadian
manusia yang mengutamakan dunia dalam
pikiran manusia itu sendiri. Jadi manusia dengan
sifat atau jenis kepribadian introvert adalah
cenderung menutup diri dari kehidupan luar yang
lebih senang berada di kesunyian atua kondisi
tenang, dari pada tempat yang banyak orang.
2. Extrovert (Extraversion)
Extrovert atau Extraversion adalah kepribadian
manusia yang mengutamakan dunia luar manusia
tersebut. Extrovert merupakan kebalikan dari
introvert. Jadi manusia dengan sifat atau jenis
kepribadian extrovert adalah kepribadian yang
cenderung membuka diri dengan kehidupan luar
yang lebih beraktivitas dan lebih sedikit berpikir
serta orang yang senang berada di keramaian
atau kondisi yang terdapat banyak orang, dari
pada di tempat yang sunyi.
3. Ambievert (Ambiversion)
Ambievert atau Ambiversion adalah kepribadian
manusia yang dapat berubah-ubah dari introver
menjadi extrovert atau sebaliknya. Ambiever
merupakan kepribadian manusia dengan dua
kepribadian yaitu introvert dan extrovert. Mempunyai
kepribadian ambievert yang dapat dibilang baik karena
manusia tersebut bersifat fleksibel untuk beraktivitas
sebagai introvert mapun extrovert serta berinteraksi
dengan introvert dan extrovert dengan baik. Ambievert
sering terlihat moody, karena sifat yang sering
berubah-ubah.
Kesimpulan
Jadi kesimpulan dari pembentukan kepribadian yaitu
kita dapat mengetahui kepribadian dari diri kita
sendiri setelah kita mempelajari pembentukan
kepribadian yang telah dijelaskan.Dimana setiap
manusia di dunia ini diciptakan dengan kepribadian
yang berbeda.
 Saran
Perlu anda ketahui bahwa kepribadian dari diri
seseorang sangatlah penting bagi kehidupan orang
tersebut,dimana orang-orang dengan kepribadian yang
baik tentu saja akan merasakan indahnya dunia,dimana
orang-orang disekitarnya tentu saja menyayangi dan
mencintai orang tersebut dengan tulus.Sebaliknya bila
anda memiliki kepribadian yang kurang baik tentu saja
tidak akan ada orang yang ingin bersama dengan
anda.Maka daripada itu sangatlah penting untuk kita
memiliki kepribadian yang baik.
PENUTUP