Anda di halaman 1dari 22

SOSIOLOGI

“Hebert Spencer”

-Ayu Aprillia
-Cicilia Natasya
-Jeane Kamba
-H.S Fausi G
-Musdalifah
-Dwi Ananda
Biodata Herbert Spencer

 Herbert Spencer (lahir di Derby, 27 April 1820 – meninggal di Brighton, 8


Desember 1903 pada umur 83 tahun) adalah seorang filsuf Inggrisdan
seorang pemikir teori liberal klasik terkemuka. Meskipun kebanyakan
karya yang ditulisnya berisi tentang teori politik dan menekankan pada
"keuntungan akan kemurahan hati", dia lebih dikenal sebagai
bapak Darwinisme sosial. Spencer seringkali
menganalisis masyarakatsebagai sistem evolusi, ia juga menjelaskan
definisi tentang "hukum rimba" dalam ilmu sosial. Dia berkontribusi
terhadap berbagai macam subyek,
termasuk etnis, metafisika, agama, politik, retorik, biologi dan psikologi.
Spencer saat ini dikritik sebagai contoh sempurna untukscientism atau
paham ilmiah, sementara banyak orang yang kagum padanya di saat ia
masih hidup.
INTERAKSI SOSIAL
 Definisi Umum

Interaksi sosial adalah hubungan antara individu satu


dengan individu yang lain, individu satu dapat
mempengaruhi individu yang lain atau sebaliknya, jadi
terdapat adanya hubungan yang saling timbal balik.
Pengertian

Berikut ini beberapa Pengertian Interaksi


Sosial yang dikemukakan oleh para ahli:

 Macionis: Interaksi sosial adalah proses


bertindak (aksi) dan membalas tindakan
(reaksi) yang dilakukan seseorang dalam
hubungannya dengan orang lain.
 Broom dan Selznic: Interaksi sosial adalah proses
bertindak yang dilandasi oleh kesadaran adanya orang
lain dan proses menyesuaikan respon (tindakan
balasan) sesuai dengan tindakan orang lain.

 Kimball Young dan Raymond W. Mack: Interaksi


sosial adalah hubungan sosial yang dinamis dan
menyangkut hubungan antarindividu, antara individu
dengan kelompok maupun antara kelompok dengan
kelompok lainnya.
o Soerjono Soekanto: Interaksi sosial adalah proses
sosial mengenai cara-cara berhubungan yang dapat
dilihat jika individu dan kelompok-kelompok sosial
saling bertemu serta menentukan sistem dan
hubungan sosial.

Dari beberapa pengertian interaksi sosial yang


dikemukan oleh para ahli diatas, dapat
disimpulkan bahwa interaksi sosial adalah proses
dimana orang-orang menjalin kontak dan
berkomunikasi dan saling pengaruh mempengaruhi
dalam pikiran ataupun tindakan. Berdasarkan
pengertian ini pula, interaksi sosial tidak lain adalah
sebuah proses sosial.
Ciri-ciri
a. Pelakunya lebih dari satu orang

b. Ada komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial


c. Mempunyai maksud dan tujuan yang jelas, terlepas dari sama
atau tidaknya tujuan tersebut dengan yang diperkirakan pelaku

d. Ada dimensi waktu (masa lampau, maka kini, dan masa datang)
yang akan menentukan sikap aksi yang sedang berlangsung
Faktor Terjadinya Interaksi Sosial
1.Faktor Internal
a. Dorongan untuk meneruskan/mengembangkan keturunan.

b. Dorongan untuk memenuhi kebutuhan


c. Dorongan untuk mempertahankan hidup.

d. Dorongan untuk berkomunikasi dengan sesama.


FAKTOR EKSTERNAL
a. Imitasi

b. Identifikasi

c. Sugesti
.
d. Simpati

e.Empati

f. Motivasi
Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

1.Kontak Sosial

2.Komunikasi

3.Tindakan Sosial
SITUASI SOSIAL
1.situasi kebersamaan

2.situasi kelompok sosial


Bentuk dan Sifat Interaksi Sosial
Dalam proses interaksi sosial menghasilkan 2 bentuk yaitu proses
sosial asosiatif dan disosiatif.
1. Proses/interaksi Sosial Asosiatif
Adalah proses sosial yang membawa ke arah persatuan dan kerja
sama.
a. Akulturasi (acculturation)

b. Asimilasi
c. Kerja Sama

d. Akomodasi
2.Proses/interaksi sosial disosiatif
Merupakan interaksi sosial yang membawa ke arah perpecahan. Ada
beberapa bentuk interaksi sosial disosiatif yaitu :
A.Konflik Sosial

B. Persaingan
C. Kontravensi
PENUTUP
Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa interaksi
sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu
dengan individu, individu dengan kelompok atau kelompok
dengan kelompok. Interaksi sosial ini bertujuan untuk
meningkatkan kualitas kompetensi diri dalam berbagai
aspek kehidupan sosial di masyarakat. Semakin kita sering
berinteraksi dengan orang lain maka kompetensi kita dalam
hidup di masyarakat akan meningkat. Interaksi sosial
mempunyai fungsi untuk mendorong terbangunnya sikap
mental positif pada setiap individu dalam proses-proses
sosialnya. Terdapat dua bentuk dalam interaksi sosial
diantaranya adalah assosiatif dan dissosiatif, assosiatif
merupakan bentuk interaksi sosial yang mendorong
terciptanya keteraturan sosial. Sedangkan dissosiatif
merupakan bentuk interaksi sosial yang mengarah pada
ketidak teraturan pola sosial. Ada empat faktor yang
mempengaruhi interaksi sosial yaitu, imitasi, identifikasi,
sugesti dan simpati. Dalam bimbingan dan konseling
interaksi sosial mempunyai peran yang salah satunya adalah
dapat meningkatkan kemampuan konseli untuk hidup dalam
lingkup sosial masyarakat
Terima Kasih