Anda di halaman 1dari 22

HUBUNGAN HOSPITALISASI TERHADAP

KECUKUPAN TIDUR PADA ANAK PRASEKOLAH


DI RUANG TANJUNG RSUD KABUPATEN SUMEDANG
TAHUN 2017

Agri Azizah Amalia


1310105094
Teori Maslow
menunjukkan bahwa
tidur merupakan salah
L satu kebutuhan dasar
manusia yang penting
A dan harus terpenuhi
dalam keadaan sehat
T maupun sakit.

A
R Pada anak usia pra Sehat dan sakit
sesungguhnya tidak
Hospitalisasi suatu
proses yang karena
sekolah yang
mutlak dan universal suatu alasan yang
mengalami kecemasan
karena ada faktor -faktor berencana/ darurat,
tinggi saat dirawat
B dirumah sakit maka lain di luar kenyataan
mengharuskan anak
untuk tinggal di rumah
besar sekali klinis yang
E kemungkinan anak akan mempengaruhinya
sakit menjalani terapi
dan perawatan sampai
mengalami disfungsi terutama faktor sosial
L perkembangan. budaya. (DEPKES RI)
pemulangan kembali ke
rumah.
A
K Kecukupan tidur pada
manusia bergantung
A pada tingkat
perkembangan. Pada
N anak prasekolah
umumnya anak
G membutuhkan 11-12
jam/hari untuk tidur.
RUMUSAN MASALAH

Apakah terdapat hubungan antara


hospitalisasi terhadap kecukupan tidur
pada anak prasekolah di Ruang Tanjung
RSUD Kabupaten Sumedang tahun 2017?
TUJUAN PENELITIAN

TUJUAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hubungan hospitalisasi terhadap
UMUM kecukupan tidur pada anak prasekolah di Ruang Tanjung RSUD Kabupaten Sumedang Tahun 2017.

TUJUAN Untuk menggambaran kecukupan tidur pada anak prasekolah di Ruang Tanjung RSUD Kabupaten
KHUSUS Sumedang Tahun 2017.

TUJUAN Untuk menggambarkan kecukupan tidur pada anak prasekolah di puskesmas Tanjungsari Tahun
KHUSUS 2017.

TUJUAN Untuk menggambarkan hubungan hospitalisasi dengan kecukupan tidur pada anak prasekolah di
KHUSUS Ruang Tanjung RSUD Kabupaten Sumedang Tahun 2017.
MANFAAT PENELITIAN
• Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi
Puskesmas khususnya perawat untuk mengetahui sejauh mana
Bagi Perawat hospitalisasi berpengaruh terhadap kecukupan tidur pada anak
prasekolah.

• Hasil Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi keluarga pasien,


Bagi Keluarga dan
yaitu keluarga dapat mengetahui tentang hospitalisasi dengan kecukupan
Pasien tidur pada anak prasekolah yang baik dan benar.

• Dengan penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti


Bagi Peneliti selanjutnya. Peneliti selanjutnya juga diharapkan dapat mengetahui lebih
Selanjutnya dalam tentang hospitalisasi dengan kecukupan tidur pada anak
prasekolah.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi


perkembangan ilmu pengetahuan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes)
Bagi institusi pendidikan Sumedang dan meningkatkan wawasan mahasiswa tentang
pengembangan teori keperawatan, khususnya bagi mata kuliah Teori
KONSEP HOSPITALISASI MANFAAT
HOSPITALISA
SI ANAK
FAKTOR-
FAKTOR
YANG
MEMPENGA
RUHI REAKSI
ANAK
PENGERTIAN
HOSPITALISASI
ANAK

MENGATASI
STRESOR DALAM
DAMPAK
HOSPITALISASI
HOSPITALISASI

DAMPAK
HOSPITALISASI

BAB I BAB II BAB III


KONSEP KECUKUPAN TIDUR
PENGERTIA
N TIDUR
AKIBAT
MEKANISME
KEKURANGA
TIDUR
N TIDUR

GANGGUAN
TIDUR PADA
ANAK JENIS TIDUR
PRASEKOLA
H
FAKTOR-
FAKTOR
FUNGSI
YANG
TIDUR
MEMPENGA
RUHI TIDUR LAMANYA
TIDUR ANAK
KONSEP ANAK USIA PRASEKOLAH

CIRI-CIRI CIRI FISIK


ANAK ANAK
PRASEKO PRASEKO
LAH LAH
PENGERTIAN
ANAK
PRASEKOLAH
TUGAS CIRI
PERKEMBA SOSIAL
NGAN ANAK
ANAK PRASEKOL
PRASEKOL AH
AH
Pemberi
perawatan

peneliti Advokat

Pengambil PERAN
Pencegah
keputusan PERAWAT penyakit
etik ANAK

kolaborasi pendidik

konseling
RANCANGAN PENELITIAN

METODE PENELITIAN = DESKRIPTIF


Rancangan Penelitian tersebut untuk
(Dilakukan terhadap sekumpulan
mengetahui sejauh mana gambaran
objek yang bertujuan untuk melihat
hospitalisasi terhadap kecukupan
gambar fenomena yang terjadi di
tidur pada anak pra sekolah.
dalam suatu populasi tertentu).

METODE SURVEI PENELITIAN =


CROSS SECTIONAL (Suatu penelitian
untuk mempelajari dinamika korelasi
antara faktor beresiko dengan efek, (Notoatmodjo, 2010)
cara pendekatan, observasi atau
pengumpulan data sekaligus pada
suatu saat).
HIPOTESIS PENELITIAN
VARIABEL PENELITIAN
Ha : Ada hubungan antara hospitalisasi dengan
kecukupan tidur pada anak prasekolah di
Ruang Tanjung Ruang Tanjung RSUD
Kabupaten Sumedang Tahun 2017. VARIABEL VARIABEL
INDEPENDEN: DEPENDEN:
HOSPITALISASI KECUKUPAN
Ho : Tidak ada hubungan antara kecukupan
TIDUR
tidur dengan hospitalisasi pada anak
prasekolah di Ruang Tanjung RSUD Kabupaten
Sumedang Tahun 2017.
POPULASI & SAMPEL

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien anak yang


POPULASI menjalani hospitalisasi di Puskesmas Rawat Inap Tanjungsari
Kabupaten Sumedang sebanyak 185 orang.

Besar sampel dalam penelitian menurut


Notoadmojo (2010) diambil berdasarkan rumus
: Dalam penelitian ini
tingkat kepercayaan
Keterangan : yang diambil adalah
n = Jumlah sampel 10% (0,1), sehingga
SAMPEL
N = Jumlah populasi sampel yang
d = Tingkat kepercayaan/ketepatan (0,1) didapatkan yaitu
n=185/(1+185 (0,1)(0,1) ) sebanyak 67 orang
n=185/1+1,85 anak.
= 65 sampel
PENGUMPULAN DATA

TEKNIK PENGUMPULAN DATA - Data Primer (Langsung)


Pada penelitian
Kuesioner Hospitalisasi
Kuesioner Kecukupan
ini instrumen

INSTRUMEN PENELITIAN
Tidur yang digunakan
- Data Sekunder yaitu,
Program Pengelola Data
data dari pengelola data
Kuesioner.
ruang tanjung RSUD
Kabupaten Sumedang dan
buku rekamedik pasien.
UJI VALIDITAS DAN REABILITAS

Validitas adalah suat Rumus Koefisien Kriteria pengujian Hasil perhitungan r


indeks yang Korelasi yang dapat adalah sebagai berikut : akan muncul pada
menunjukan alat ukur digunakan adalah yang • Bila nilai r hasil < kolom corrected item-
itu benar-benar dikemukakan oleh nilai r tabel, maka total correlation.
mengukur apa yang pearson, yang dikenal pernyataan tersebut Setelah dinyatakan
diukur. (Notoatmodjo, dengan rumus Products dikatakan tidak valid. valid maka skor-skor
2010). Moments Pearson tersebut dapat
sebagai berikut • Bila r hasil ≥ nilai r digunakan untuk
(Arikunto, 2013): tabel, maka analisis.
pernyataan tersebut
dikatakan valid.
n(σ XY) − (σ X σ Y)
r=
[n σ X 2 − (σ X)2 ] x [n σ Y 2 – (σ Y)2 ]
PENGOLAHAN & ANALISIS DATA

Analisa univariate Analisa bivariate

Analisa Bivariat
Analisa Univariat
Pengolahan Data

bertujuan untuk dilakukan terhadap


1. Editing menjelaskan atau dua variabel yang
mendeskripsikan diduga berhubungan
2. Coding karakteristik setiap atau berkolerasi
3. Processing variabel penelitian. (Notoatmodjo, 2010).
(Notoatmodjo, 2010). Dalam analisa ini uji
4. Cleaning Pada penelitian ini statistik yang
analisa univariant digunakan adalah uji
5. Tabulasi Chi Square.
dilakukan pada
variabel hospitalisasi
dan kecukupan tidur
pada anak prasekolah.
ETIKA PENELITIAN
LOKASI DAN WAKTU PELAKSANAAN

Penelitian ini telah dilaksanakan di


Ruang Tanjung RSUD Kabupaten
Sumedang. Waktu penelitian ini di
laksanakan pada tanggal 7 sampai
dengan 10 Agustus 2017.
Hasil Penelitian dan Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis bivariat stresor dalam hospitalisasi


dengan lamanya tidur anak dan kualitas tidur anak pada pasien anak
prasekolah dari 19 responden yang mendapatkan stresor dalam
hospitalisasi baik dengan lamanya waktu tidur baik (36,8), sedangkan
dari 30 responden yang mendapatkan stresor dalam hospitalisasi
cukup dengan kecukupan tidur pada anak baik (26,6), dan dari 16
responden yang mendaptkan stresor dalam hospitalisasi baik dengan
kecukupan tidur pada anak prasekolah kurang (31,2).

Dari hasil uji statistik Pearson Chi Square dengan derajat


kepercayaan yang digunakan 95% dan 𝜶 = 0,05 diperoleh nilai p-value
sebesar 0,007 (p<0,05), sehingga Hipotesis alternative diterima atau
dengan kata lain secara statistik terbukti adanya hubungan yang
signifikan antara hospitalisasi dengan kecukupan tidur pada anak
prasekolah di Ruang Tanjung RSUD Kabupaten Sumedang tahun
2017.
Oleh karena itu, anak prasekolah yang terpasang infus
dan dirawat harus mengetahui pentingnya kecukupan tidur di
dalam aktivitas-aktivitas yang baik untuk memenuhi faktor
fisiologisnya kebutuhan dasar manusia, kemudian anak juga harus
mampu mempertahankan kondisi yang dapat menunjang
kesembuhannya sesuai dengan tahap usia dan perkembangan
pasien serta pencegahan terhadap efek dari perubahan stresor
dalam hospitalisasi misalnya kecemasan, aktivitas yang dibatasi,
dan rasa nyeri yang mereka alami yang mungkin terjadi sepanjang
rentang kehidupan dan memenuhi kepatuhan pasien dalam
program tindakan keperawatan, menjalani terapi, sehingga
mampu meningkatkan status kesehatan sampai sembuh dan
pemulangannya kerumah.

Dengan demikian dari adanya stresor hospitalisasi ini peneliti


menyimpulkan bahwa sangat erat kaitannya hubungan dukungan
keluarga yang diberikan dengan kecukupan tidur yang dimiliki anak
usia prasekolah dalam meningkatkan status kesehatannya.
Kesimpulan

a. Distribusi frekuensi Hospitalisasi pada anak prasekolah di ruang tanjung


meliputi (Stresor dalam hospitalisasi, kehilangan kendali diri, luka dan nyeri
pada tubuh) menggambarkan hospitalisasi termasuk ke dalam kategori cukup
(46,2%)
b. Distribusi frekuensi kecukupan tidur pada anak prasekolah di ruang tanjung
meliputi (Lamanya pola tidur normal (durasi tidur) dan kualitas tidur)
menggambarkan kecukupan tidur ke dalam kategori cukup (49,2%)
c. Terdapat hubungan stresor dalam hospitalisasi diantaranya:
d. Ada hubungan antara hospitalisasi dengan kecukupan tidur, dimana nilai p-value
sebesar 0,007 (p > 0,05).
SARAN
Bagi Peneliti Selanjutnya
Bagi Keluarga dan Pasien
Bagi Institusi Pendidikan
Bagi Perawat