Anda di halaman 1dari 34

PENYUSUNAN

DAN
PENGEMBANGAN PARAGRAF

OLEH :
Dra. S.A.WITANTI, M.Pd
Pengertian Paragraf
• Paragraf adalah satuan bahasa yang biasanya
merupakan hasil penggabungan beberapa
kalimat.
• Kenyataannya kadang-kadang ditemukan paragraf
yang hanya terdiri atas satu kalimat.
• Paragraf yang baik hanya berisi satu ide pokok
yang merupakan bagian dari ide besar (ide yang
lebih besar biasanya disebut tema).
• Satu ide pokok biasanya dikembangkan dan
dituangkan dalam beberapa kalimat yang
bertumpu pada ide pokoknya.
Contoh paragraf yang memiliki hubungan bagian
antarbagiannya (kohesif) dan padu (koherensi)

• Penyakit yang diderita manusia sebenarnya dapat


dibedakan menjadi dua macam, yaitu penyakit
medis dan penyakit nonmedis. Penyakit medis
adalah penyakit yang timbul karena terganggunya
kesehatan seseorang yang diakibatkan tidak
berfungsinya organ tubuh yang disebabkan oleh
menurunnya daya tahan tubuh atau karena
bakteri tertentu. Sedangkan penyakit nonmedis
timbulnya disebabkan oleh gangguan tertentu,
misalnya santet, teluh, tenung, dan sebagainya.
Jenis Paragraf

Bentuk

Letak kalimat
utama

Isi/tujuan
Jenis Paragraf Berdasarkan Bentuk :

Paragraf Bentuk Lurus (Full Block Style)


• Ciri-ciri:
• (1) Penulisan setiap barisnya ditulis lurus pada margin kiri (atau tidak
inden) dan
• (2) perpindahan paragraf ditandai dengan penambahan satu spasi
dari paragraf sebelumnya.

Paragraf Bentuk Inden (Indented Style)


• Ciri-ciri:
• (1) penulisan baris pertama di awal paragraf diketik agak menjorok
(inden) ke kanan lebih kurang 1 cm dari margin kiri dan
• (2) jarak antarparagraf tidak diberi tambahan spasi.
Paragraf Bentuk Lurus
(Full Block Style)
Dalam konteks sekolah dasar, seperti dijelaskan dalam Kurikulum
2004 pada butir 5 dan butir 6, tujuan pembelajaran sastra, yaitu (1)
siswa mampu menikmati dan memanfaatkan KS untuk
mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan,
serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa; (2)
siswa menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai
khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia (Depdiknas,
203)
Harapan yang dicita-citakan tersebut mendorong kreativitas dan
aktivitas guru untuk terus-menerus mewujudkan PAPF secara
berkualitas dan bermakna. Guru yang professional tidak pernah
berhenti menciptakan model dan suasana pembelajaran yang dapat
mendukung ke arah kualitas pembelajaran. Salah satu upaya untuk
merealisasikan PAPF secara berkualitas dapat diwujudkan melalui
RPP yang baik dan fungsional.
Paragraf Bentuk Inden
(Indented Style)
Dalam konteks sekolah dasar, seperti dijelaskan dalam
Kurikulum 2004 pada butir 5 dan butir 6, tujuan pembelajaran
sastra, yaitu (1) siswa mampu menikmati dan memanfaatkan KS
untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan
kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan
berbahasa; (2) siswa menghargai dan membanggakan sastra
Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia
Indonesia (Depdiknas, 2003)
Harapan yang dicita-citakan tersebut mendorong kreativitas
dan aktivitas guru untuk terus-menerus mewujudkan PAPF secara
berkualitas dan bermakna. Guru yang professional tidak pernah
berhenti menciptakan model dan suasana pembelajaran yang dapat
mendukung ke arah kualitas pembelajaran. Salah satu upaya untuk
merealisasikan PAPF secara berkualitas dapat diwujudkan melalui
RPP yang baik dan fungsional.
Jenis Paragraf berdasarkan
Letak kalimat Utama
Paragraf Deduktif yaitu paragraf yang kalimat utamanya terletak di
awal paragraf.

Paragraf Induktif, yaitu paragraf yang kalimat utama/ide pokoknya


terletak di akhir paragraf.

Paragraf Campuran yaitu paragraf yang kalimat utamanya terletak di


awal paragraf dan ditegaskan kembali di akhir paragraf.
CONTOH PARAGRAF DEDUKTIF
• Membaca merupakan faktor utama dalam
menguasai ilmu pengetahuan. Seseorang yang
ingin menguasai ilmu hukum, cukup hanya
dengan membaca buku-buku hukum. Ingin
memiliki pengetahuan tentang kesehatan,
cukup dengan membaca buku-buku
kesehatan. Seperti halnya dengan ilmu
pengetahuan lainnya, cukup dengan
membaca buku-buku yang berkaitan dengan
ilmu pengetahuan.
CONTOH PARAGRAF INDUKTIF
• Seseorang yang ingin menguasai ilmu hukum,
cukup hanya dengan membaca buku-buku
hukum. Ingin mendapatkan pengetahuan
kesehatan, cukup dengan membaca buku-
buku kesehatan. Seperti halnya dengan
pengetahuan yang lain. Jadi, membaca
merupakan faktor utama untuk menguasai
ilmu pengetahuan.
CONTOH PARAGRAF CAMPURAN
• Membaca merupakan faktor utama dalam
menguasai ilmu pengetahuan. Seseorang yang
ingin menguasai ilmu hukum, cukup hanya
dengan membaca buku-buku hukum. Ingin
memiliki pengetahuan tentang kesehatan, cukup
dengan membaca buku-buku kesehatan. Begitu
juga ilmu-ilmu pengetahuan yang lain cukup
dengan cara membaca buku-buku yang
berhubungan erat dengan ilmu tersebut. Sekali
lagi membaca merupakan faktor utama untuk
menguasai ilmu pengetahuan.
Jenis Paragraf Berdasarkan
Isi/Tujuannya

ARGUMENTASI EKSPOSISI DESKRIPSI

PERSUASI NARASI
Paragraf Argumentasi

• Paragraf argumentasi adalah paragraf yang berisi


ide/gagasan dengan diikuti alasan yang kuat
untuk menyakinkan pembaca.
• Ciri-ciri paragraf argumentasi :
1. bersifat nonfiksi /ilmiah
2. bertujuan menyakinkan orang lain bahwa apa
yang dikemukakan merupakan kebenaran
3. dilengkapi bukti-bukti berupa data, tabel,
gambar dll
4. ditutup dengan kesimpulan
MACAM POLA ARGUMENTASI

Pola Sebab-Akibat
• Pola sebab akibat adalah paragraf yang mula-mula bertolak dari suatu
peristiwa yang dianggap sebagai sebab yang diketahui lalu bergerak maju
menuju pada suatu kesimpulan sebagai efek akibat.Ditandai dengan kata
– kata sebab, karena, disebabkan, dikarenakan dll.

Pola Akibat –Sebab


• Pola akibat-sebab adalah paragraf yang mula-mula bertolak dari suatu
peristiwa yang dianggap sebagai akibat yang diketahui. Kemudian
bergerak menuju sebab-sebab yang mungkin telah menimbulkan akibat
tadi.
CONTOH POLA SEBAB-AKIBAT
• Pencemaran lingkungan hampir terjadi di seluruh
Indonesia, terutama di kota-kota besar. Pencemaran
itu, antara lain, polusi udara dari kendaraan bermotor
yang jumlahnya semakin banyak, pembuangan limbah
industri dari pabrik-pabrik yang tidak sesuai dengan
prosedur, dan ulah masyarakat sendiri yang sering
membuang sampah sembarangan . Pencemaran
tersebut dapat mengakibatkan kerugian yang cukup
besar. Misalnya udara menjadi kotor dan tidak sehat,
menyebarnya berbagai virus dan bakteri atau
menjangkitnya wabah penyakit, serta bencana banjir
karena saluran-saluran air tersumbat oleh sampah.
CONTOH POLA AKIBAT-SEBAB
• Jumlah anak jalanan di kota-kota besar semakin
hari semakin bertambah. Mereka memenuhi
jalan-jalan utama di pusat kota dengan segala
tingkah dan aksinya. Berbagai macam cara
mereka lakukan agar dapat bertahan hidup di
jalanan, dari cara yang sopan hingga yang paling
brutal. Mereka berkeliaran di jalan dan mencari
hidup dengan cara meminta-minta. Fenomena
seperti ini mulai tampak menggejala ketika krisis
ekonomi melanda negara kita. Krisis yang
berkepanjangan menjadi penyebab kesulitan
hidup di segala sektor/bidang.
Paragraf Eksposisi
• Paragraf eksposisi adalah paragraf yang bertujuan
untuk menjelaskan dan menerangkan sesuatu
permasalahan kepada pembaca agar pembaca
mendapat gambaran yang sejelas-jelasnya tentang
sesuatu permasalahan yang dimaksud pengarang
• CIRI-CIRI PARAGRAF EKSPOSISI
– bersifat nonfiksi/ilmiah
– bertujuan menjelaskan/memaparkan
– berdasarkan fakta
– tidak bermaksud mempengaruhi
MACAM/POLA
PENGEMBANGAN PARAGRAF EKSPOSISI
– pola umum-khusus (deduksi)
• Adalah paragraf yang dimulai dari hal –hal yang bersifat umum kemudian
menjelaskan dengan kalimat –kalimat pendukung yang khusus
– pola khusus-umum (induksi)
• Adalah paragraf yang dimulai dari hal-hal yang bersifat khusus kemudian
menjelaskan dengan kalimat-kalimat yang bersifat umum
– pola perbandingan
• Adalah paragraf yang membandingkan dengan hal yang lain, berdasarkan
unsur kesamaan dan perbedaan, kerugian dengan keuntungan, kelebihan
dengan kekurangan. Kata hubung (jika dibandingkan dengan, seperti
halnya,demikian juga, sama dengan,selaras dengan,sesuai dengan)
– pola pertentangan/kontras
• Adalah paragraf yang mempertentangkan dengan gagasan lain. Kata
hubung (biarpun, walaupun,berbeda,berbeda dengan, akan tetapi,
sebaliknya, melainkan, namun, meskipun begitu)
–– pola analogi
• Adalah paragraf yang menunjukkan kesamaan-kesamaan antara dua hal yang berlainan
kelasnya tetapi tetap memperhatikan kesamaan segi /fungsi dari kedua hal tadi sebagai
ilustrasi
- pola pengembangan proses
• Adalah pola pengembangan paragraf yang ide pokok paragrafnya disusun berdasarkan urutan
proses terjadinya sesuatu
– pola pengembangan klasifikasi
• Adalah pola pengembangan paragraf dengan cara mengelompokkan barang-barang yang
dianggap mempunyai kesamaan-kesamaan tertentu
– pola pengembangan contoh/ilustrasi
• Adalah paragraf yang berfungsi untuk memperjelas suatu uraian, khususnya uraian yang
bersifat abstrak. Kata penghubung (contohnya, umpamanya, misalnya)
– pola pengembangan difinisi
• Adalah paragraf yang berupa pengertian atau istilah yang terkandung dalam kalimat topik
memerlukan penjelasan panjang lebar agar tepat maknanya dilengkapi oleh pembaca
– pola sebab akibat
• Adalah pola pengembangan dimana sebab bisa bertindak sebagai gagasan utama, sedangkan
akibat sebagai perincian pengembangannya. Atau sebaliknya, akibat sebagai gagasan utama,
sedangkan untuk memahami sepenuhnya akibat itu perlu dikemukakan sejumlah sebab
sebagai perinciannya
CONTOH-CONTOH
PARAGRAF EKSPOSISI
• Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara
memasukkan oksigen murni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh
melalui darah.Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat
bagi kesehatan, baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita
maupun sebagai pencegah penyakit.(Pola pengembangan definisi)

• Sampai hari ke-8, bantuan untuk para korban gempa Yogyakarta belum
merata. Hal ini terlihat di beberapa wilayah Bantul dan Jetis. Misalnya, di
Desa Piyungan. Sampai saat ini, warga Desa Piyungan hanya makan
singkong. Mereka mengambilnya dari beberapa kebun warga. Jika ada
warga yang makan nasi, itu adalah sisa-sisa beras yang mereka kumpulkan
dibalik reruntuhan bangunan. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa
bantuan pemerintah kurang merata. (Pola pengembangan contoh)
• Pemerintah akan memberikan bantuan rumah atau bangunan
kepada korban gempa. Bantuan pembangunan rumah atau
bangunan tersebut disesuaikan tingkat kerusakannya. Warga yang
rumahnya rusak ringan mendapatkan bantuan sekitar 10 juta.warga
yang rumahnya rusak sedang mendapat bantuan sekitar 20 juta.
Warga yang rumahnya rusak berat mendapatkan sekitar 30 juta .
Calon penerima bantuan tersebut ditentukan oleh aparat desa
setempat dengan pengawalan dari pihak LSM.(Pola pengembangan
klasifikasi)

• Struktur suatu karangan atau buku pada hakikatnya mirip atau sama
dengan suatu pohon. Bila pohon dapat diuraikan menjadi batang,
dahan, ranting, dan daun, maka karangan atau buku dapat diuraikan
menjadi tubuh karangan, bab, sub – bab, dan paragraf. Tubuh
karangan sebanding dengan batang, bab sebanding dengan dahan,
sub-bab sebanding dengan ranting, dan paragraf sebanding dengan
daun.(Pola pengembangan analogi)
• Seorang bayi dilahirkan dalam keadaan suci seperti kertas putih.
Bayi akan dibentuk pribadinya sesuai dengan didikan yang
diterimanya seperti kertas dapat diisi dengan berbagai hal sesuai
dengan keinginan pemiliknya. Bila bayi dididik dengan baik seperti
kertas yang terisi dengan hal-hal yang bermanfaat bagi siapa pun
yang membacanya.Jadi, membentuk kepribadian baik seorang anak
ibarat menulisi kertas putih dengan hal-hal yang bermanfaat. (Pola
Analogi)

• Lagu-lagu tersebut kurang memperhatikan nilai yang ingin


ditanamkan pada diri anak dan lebih memperhatikan kebutuhan
pasar. Jadi, temanya bersifat temporer karena mengikuti perubahan
selera pasar. Unsur kesamaan yang masih ditemukan dalam kedua
kelompok lagu ini ialah para pencipta lagu masih berusaha
menciptakan irama yang gembira dan ritme yang sederhana, seperti
dalam kehidupan anak-anak itu sendiri. (Pola pengembangan
perbandingan)
Paragraf Deskripsi
• Paragraf deskripsi adalah paragraf yang
melukiskan atau menggambarkan sesuatu
dengan tujuan agar pembaca seakan-akan bisa
melihat, mendengar, atau merasakan sendiri
semua yang ditulis oleh penulis

• CIRI-CIRI PARAGRAF DESKRIPSI


• Menggambarkan /melukiskan objek tertentu
(orang, tempat, keindahan alam dll)
• Bertujuan agar pembaca seolah-olah melihat
sendiri objek
MACAM /POLA PENGEMBANGAN
PARAGRAF DESKRIPSI
Deskripsi objektif adalah paragraf deskripsi yang dalam penggambaran objeknya tidak
disertai dengan opini penulis

Deskripsi subjektif adalah paragraf deskripsi yang dalam penggambaran objeknya


disertai dengan opini penulis

Deskripsi spasial adalah paragraf yang menggambarkan objek secara detail khususnya
ruangan, benda,atau tempat

Deskripsi waktu adalah paragraf yang dikembangkan berdasarkan waktu peristiwa cerita
tersebut.
CONTOH-CONTOH PARAGRAF
DESKRIPSI
• Lapisan ozon menipis. Hutan-hutan tropis mulai meranggas.
Gurun makin luas. Akibatnya suhu bumi meningkat, cuaca
tidak menentu, dan bencana alam makin sering datang.
Kesimpulannya, bumi makin kritis. Siapa sesungguhnya
yang berperan dalam menjadikan planet bumi ini menjadi
demikian ? Jawabnya tentu manusia sendiri! (Deskripsi
subjektif)

• Dia memakai rok panjang warna cokelat. Betapa sesuai


benar dengan warna blus panjangnya. Rok dan blusnya
seakan-akan menambah keanggunan pribadinya. Jalannya
sungguh santun memikat hati orang yang memandang (
Deskripsi subjektif)
• Pantai Nusa Penida memiliki tata keindahan alam yang menarik,
khususnya bagi wisatawan yang mendambakan suasana nyaman,
tenang, jauh dari kebisingan kota. Pohon-pohonnya rindang.
Bentangan lautnya luas. Bagi penyelam , Pantai Nusa Penida juga
menawarkan keindahan ikan laut yang sedang berenang. Pemda
Bali harus menata dan mengelola Pantai Nusa Penida sebagai
tujuan wisata alternatif( Deskripsi objektif/tempat )

• Jika diumpamakan permata, pesona pantai Nusa Penida bak
mutiara yang memantulkan cahaya putih kekuning-kuningan,
namun jika diibaratkan gadis maka pesonanya laksana sosok
perawan kencur. Kiasan tersebut sepintas memang kedengarannya
seperti berlebihan, namun itulah sesungguhnya kata yang paling
tepat untuk menggambarkan pesona alam Pantai Nusa penida.
(Deskripsi subjektif/tempat)
• Dalam waktu yang tidak lama. Aku mencoba melirik orang-orang di
sekelilingku. Di sebelah kiriku, seorang gadis cantik berambut panjang.
Sambil melirik, kuperhatikan dia. Gadis itu berambut pirang, berkulit
kuning, dan berbibir tipis ( deskripsi objektif)

• Tidak lama. Dengan rasa penasaran, kucoba melirik orang-orang di


sekelilingku. Di sebelah kiriku, seorang gadis berambut panjang menarik
hatiku. Sambil melirik, kuperhatikan dia. Rambutnya pirang, rambutnya
kuning indah, matanya memandang sayu, ditambah dengan bibirnya yang
tipis, dia membuat jantungku berdetak hebat. Rasanya, aku mengenalnya.
Tapi di mana ? (deskripsi subjektif)

• Sungai ciliwung terletak di Jakarta. Sungai ini mengalir di seluruh Jakarta.


Sayangnya, Sungai Ciliwung dipenuhi tumpukan sampah. Tumpukan
sampah di sungai dihinggapi lalat. Lalat-lalat itu selalu berterbangan ke
perumahan warga dan membawa berbagai macam penyakit. Selain itu
tumpukan sampah juga menebarkan bau yang sangat menyengat.
Sungguh pemandangan yang sangat menyedihkan (Deskripsi spasial)

Paragraf Persuasi
• Paragraf persuasi adalah paragraf yang bertujuan
meyakinkan dan membujuk seseorang atau pembaca
agar melaksanakan /menerima keinginan penulis

CIRI-CIRI PARAGRAF PERSUASI


– ada fakta/bukti untuk mempengaruhi/membujuk
pembaca
– bertujuan mendorong, mempengaruhi dan membujuk
pembaca
– menggunakan bahasa secara menarik untuk
memberikan sugesti (kesan) kepada pembaca
CONTOH-CONTOH
PARAGRAF PERSUASI
• Beras organik lebih menguntungkan daripada beras nonorganik . Mutu
beras organik lebih sehat , awet, dan lebih enak. Selain itu, beras organik
tidak mencemari lingkungan karena tidak menggunakan bahan
kimia.Keuntungan yang didapat para petani beras organik juga lebih tinggi.
Petani beras organik mendapatkan keuntungan 34 % dari biaya prduksi,
sedangkan petani beras nonorganik hanya mendapat keuntungan 16 %
dari biaya produksi. Oleh karena itu, mari kita bertani dengan cara organik
agar lebih mnguntungkan dan dapat meningkatkan taraf hidup.

• Tidak dapat disangkal bahwa praktik berpidato menjadi semacam “obat


kuat’ untuk membangun rasa percaya diri. Jika rasa percaya diri itu sudah
besar, kita dapat tampil tenang tanpa digoda rasa malu, takut, dan grogi.
Ketenangan inilah yang menjadi modal utama untuk meraih keberhasilan
pidato. Oleh karena itu, marilah kita melaksanakn praktik berpidato agar
kita segera memperoleh keterampilan atau bahkan kemahiran berpidato.
Paragraf Naratif
• Paragraf naratif adalah suatu bentuk paragraf yang
menceritakan serangkaian peristiwa yang disusun
menurut urutan waktu terjadinya

Ciri-ciri paragraf naratif


– Ada tokoh, tempat, waktu, dan suasana yang diceritakan
– Mementingkan urutan waktu maupun urutan peristiwa
–Tidak hanya terdapat dalam karya fiksi ( cerpen,novel,roman)
tetapi juga terdapat dalam tulisan nonfiksi (biografi, cerita
nyata dalam surat kabar,sejarah,riwayat perjalanan)
Macam / Pola Pengembangan
Paragraf Naratif
Narasi ekspositoris/nonfiksi/informatif adalah cerita yang benar-benar
terjadi (cerita kepahlawanan, sejarah, biografi/otobiografi, cerita nyata dalam
surat kabar)

Narasi sugestif/fiksi/artistik adalah cerita yang menonjolkan khayalan


sehingga pembaca terkesan dan tertarik dan seakan-akan terhayut,bahkan
merasa mengalami cerita tersebut ( cerpen, novel dll)
Contoh-contoh Paragraf Naratif
• Pernah suatu ketika aku bermimpi bertemu seorang kakek
berjenggot panjang yang menyuruhku untuk pergi ke arah
timur . Aku tidak mengerti apa maksudnya. Sesudah
bangun , keinginan untuk memenuhi perintah si kakek itu
seperti tidak terbendung. Aku harus pergi ke arah timur.
Timur…timur mana ? Jakarta Timur? ……( Narasi sugestif)

• Patih Pranggulang menghunus pedangnya. Ia mengayunkan


pedang itu dengan cepat ke tubuh Tunjungsekar. Tapi aneh,
sebelum mengenai tubuh Tunjungsekar, pedang itu jatuh ke
tanah. Patih Pranggulang memungut pedang dan
membacokkan lagi ke tubuh Tunjungsekar.Tiga kali Patih
Pranggulang melakukan hal itu. Akan tetapi semuanya gagal
(Narasi sugestif)
• Hari-hariku sebagai pekerja perempuan di perusahaan industri
makanan olahan sangat padat dan melelahkan. Bayangkan pagi-pagi
sekali aku harus bangun dan menyiapkan sarapan anak-anakku.
Sebelumnya, aku tentu harus memandikan mereka karena anak-
anakku masih kecil. Sambil aku ganti baju kerja, aku sempatkan
menyuapi anakku yang paling kecil. Setelah beres urusan rumah,
segera aku berlari untuk mengejar angkutan yang mengangkutku ke
jalan raya yang dilalui bus.(Narasi ekspositoris)

• Ratusan warga mengalami keracunan. Musibah itu terjadi enam jam


setelah mereka menikmati hidangan dalam hajatan sunatan di
rumah Slamet Riyadi (38), warga Desa Jompo Kulon, Kecamatan
Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sekitar 200 penduduk
dari beberapa desa dibawa ke rumah sakit di puskesmas. Tak ada
korban meninggal dalam musibah tersebut. ( Narasi ekspositoris)
LATIHAN