Anda di halaman 1dari 92

.. ..

Conductor
Conductor Screen
Insulation
Insulation Screen
Laid Up Cores

. Binders
Sheath

. ..
Bedding
Reinforcement Binder

Anti Corrosion Sheath


Oil Duct
Binder Anti Teredo Tapes Binder
Serving Bedding
Armour

1
PERKENALAN

Nama : SUHARTO
NIP : 6485193 K3
Jabatan : SE 2 STRATEGI PEMEL
Unit PLN : TRANS JBT
No.Hp : 081226948213
FOTO
Email corporate : su.harto@pln.co.id
Email : hartomary@gmail.com

2
Potensi
Kegiatan Alat/Bahan Tindakan Antisipasi
Kecelakaan

Tersengat listrik,
LCD Proyektor
terjatuh
 Melaksanakan JSO (Job
Meja kursi Tergelincir, patah Safety Observation)
tup Isolasi terluka /  Mengawasi/mengendalikan
Kabel extention tindakan antisipasi yang
terbuka
sudah dilaksanakan.
Tersengat listrik,
Laptop
terjatuh

3
* PLN : JAYA

* 2016 : BEKERJA,
BEKERJA,
BEKERJA,

4
SASARAN PEMBELAJARAN

Mampu melaksanakan pengawasan dan pengujian peralatan


tegangan tingggi (SKTT,SKTET)

5
TUJUAN
• Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta mampu melaksanakan
pengawasan pengujian Peralatan Tegangan Tinggi (SKTT,SKTET).

6
7
AGENDA

1. Teori Konstruksi Kabel TT dan TE


2. Teori Grounding Sistem Kabel TT dan TET
3. Teori Pengujian Type, Rutin dan FAT Kabel TT dan TET
4. Teori Pengujian Lapangan Kabel TT, TET dan Submarine
5. Praktik Pengawasan Pengujian Kabel TT dan TET

8
Pendahuluan

• Dalam proses penyaluran tenaga listrik dari pusat-pusat pembangkit


ke konsumen awalnya dilakukan melalui Saluran Udara Tegangan
Tinggi (SUTT), seiring dengan perkembangan daerah, maka didaerah
perkotaan SUTT sulit diterapkan karena kesulitan lahan untuk tower
maka digunakan Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT). Selain itu
kabel juga digunakan untuk penyaluran tenaga listrik antar pulau
dengan menggunakan Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLT).
• Isolasi yang digunakan untuk SKTT maupun SKLT dapat berupa isolasi
kertas yang diisi minyak dinamakan kabel minyak atau berupa isolasi
Cross-linked polyethylene (XLPE) yang dinamakan

9
Kabel Tenaga Jenis XLPE

10
Konduktor

• Tembaga paling seirng digunakan karena konduktivitas listriknya yang


tinggi, ketersediaan yang melimpah dan biaya yang relatif rendah.
• Aluminium pilihan yang dikompromikan karena kabel akan semakin
berat dan besar sehingga kurang fleksibel jika dibandingkan dengan
kabel tembaga pada arus nominal yang sama. Mudah teroksidasi.
• Inti kabel tegangan tinggi selalu bulat

Gambar 1.1 Penampang kabel

11
Pelindung untuk Kabel HV atau Perisai semi-conducting

• Tujuan untuk mendapatkan distribusi tegangan seragam dalam isolasi


dengan mengkompensasi adanya ketidakseragaaman dari konduktor
dan isolasi.

12
Isolasi

• Fungsi utama adalah untuk mengisolasi konduktor yang bertegangan satu


sama lain dan dari grounding (intinya permukaan luar dari kabel yang dapat
terkena kontak dengan personil atau peralatan).

• Isolasi juga harus menghantarkan panas yang dihasilkan oleh aliran arus
dalam konduktor ke lapisan luar, sehingga menyalurkan panas tersebut ke
lingkungan dan membatasi suhu konduktor.

• Persyaratan penting lainnya untuk bahan isolasi adalah:


•Kekuatan mekanik untuk menahan kerusakan akibat tekukan kabel
•Mempertahankan kekuatan mekanik pada temperatur tinggi (tanpa
menjadi lunak)
•Tahan terhadap masuknya air bahkan setelah kontak yang lama

13
Screen atau Perisai semi-conducting

• Untuk memastikan gradien tegangan seragam, screen dililitkan


mengelilingi inti dan masing-masing inti terhubung ke bumi di kedua
ujung kabel.

• Screen harus terbuat dari konduktor yang baik karena harus


memastikan bahwa tidak ada beda potensial di atas permukaan
isolasi dan memiliki tegangan potensial bumi.

• kombinasi antara perisai isolasi dengan screen tembaga akan


meningkatkan umur isolasi dengan mempertahankan stres tegangan
yang seragam di seluruh isolasi kabel dan menyediakan tahanan yang
rendah dari kedua ujung sistem pelindung ini.

14
Pembungkus dalam

• Pembungkus yang terbuat dari pita isolasi PVC atau PVC diekstrusi,
yang menyelubungi isolasi kabel (dalam kabel LV) atau screen
tembaga (dalam kabel HV). Untuk kabel banyak inti, pengisi non-
higroskopis yang sesuai digunakan dalam ruang kosong antara inti
individu sehingga membentuk permukaan luar silinder. Pembungkus
diaplikasikan di atas core dan pengisi. Hal ini memastikan bahwa
isolasi kabel tidak terkena kelembaban dari luar.

15
Pelindung

• Pelindung kabel adalah penting untuk memberikan perlindungan


mekanik dan diterapkan di atas pembungkus dalam dan biasanya
terbuat dari kawat baja pipih (strip) untuk kabel banyak inti.
Alternatif lainnya adalah menggunakan pelindung kawat baja bulat
juga dapat digunakan.

• Pelindung baja kabel memiliki tujuan penting lainnya dengan


memberikan hubungan ke bumi yang kontinu antara kedua ujung dari
kabel dan dengan demikian dapat mengalirkan arus gangguan ke
bumi kembali ke sumbernya.

16
Pembungkus luar atau jaket (Oversheath)

• Pembungkus luar yang keras dan tahan panas dari senyawa PVC
diekstrusi diatas pelindung dalam kabel berpelindung baja.

• Terbuat dari Fire-retardant low-smoke (FRLS) dan Fire-retardant low-


halogen (FRLH) untuk membatasi pelindung terbakar

17
Isolasi

• Bahan yang umum digunakan untuk isolasi adalah:


•Poli-vinil klorida (PVC)
•Kertas
•Polyethylene (PE)
•Cross Link Polyethylene (XLPE)
• Selain itu, bahan lain seperti karet India Vulkanisat (vir) yang pada
dasarnya adalah karet alam dan bentuk sintetis dari karet seperti
Ethylene Propylene Rubber (EPR) dan EPDM (etilena propilena diena
monomer rubber)

18
Isolasi Poli-vinil klorida

• Kabel Polivinilklorida (PVC) banyak digunakan dalam aplikasi kabel


tegangan rendah (sampai dengan 1,1 kV) dan juga digunakan untuk
sistem tegangan tinggi hingga 3.3kV. PVC adalah termoplastik di alam

• Kontruksi Isolasi PVC

19
Isolasi Poli-vinil klorida

• keuntungan atau manfaat dari kabel berisolasi PVC:


• Proses sederhana dan instalasi mudah
• Memiliki resistensi terhadap api yang baik
• Biaya rendah
• Tersedia dalam warna-warna cerah, sehingga mudah untuk
identifikasi
• Tidak terpengaruh oleh kelembaban – sehingga menghalangi
pertumbuhan jamur
• Lebih mudah untuk penanganan dan strip
• Memiliki ketahanan yang baik terhadap bahan kimia yang
mencakup asam, alkali, deterjen dan lain-lain
• Tahan terhadap minyak sayur, minyak mineral dan bensin

20
Isolasi Poli-vinil klorida

• kerugian dari kabel berisolasi PVC:


• Deformasi pada suhu tinggi
• Emisi asap klorin tajam dalam kasus kebakaran
• keterbatasan dalam sifat dielektrik
• Sangat keras pada suhu rendah

21
Isolasi Polyethylene

• Sering digunakan hingga sistem tegangan rendah 3,3 kV. PE adalah


termoplastik di alam dan mirip dengan PVC
Kelebihan: Kekurangan

Proses Sederhana dan instalasi mudah Deformasi pada suhu tinggi

Memiliki sifat listrik yang baik seperti ketahanan Peka terhadap partial discharge
isolasi tinggi, tegangan tembus tinggi, stabilitas

listrik yang baik dan permitivitas rendah

Sangat cocok untuk instalasi di daerah suhu Batasan dalam sifat dielektrik bila terkena air
rendah sehingga direkomendasikan untuk
aplikasi tahan cuaca
Ini tidak dipengaruhi oleh sebagian besar asam Mudah terbakar

Memiliki ketahanan terhadap penyerapan air


yang tinggi

Larut dalam sebagian besar pelarut organik


22
Kabel Cross-Linked Polyethylene (XLPE)

23
Penandaan

CONTOH

Kabel XLPE 150 kV 1000mm2 LG kabel 1997’. Artinya:

• Tegangan nominal : 150 kV


• Jenis kabel : XLPE
• Penampang konduktor : 1000 mm2
• Pabrik Pembuat : LG Kabel
• Tahun pembuatan : 1997

24
Kabel Laut

• Kabel Laut Tegangan Tinggi yang terpasang saat ini di PLN P3B
menggunakan jenis Kabel minyak (Oil Filled Cable), seperti yang
terpasang di PLN P3B RJTB sbb :

• Kabel Laut Jawa – Madura merk BICC dari Inggris.


• Kabel Laut Jawa – Bali merk PIRELLI dari Itali

25
Bagian-bagian kabel laut 3 phase tegangan tinggi

• Pada umumnya untuk SKLT ini hampir sama dengan SKTT.


Perbedaannya terletak pada lapisan pelindungan lebih banyak yang
spesifik (lihat tabel berikut).

. . .. Conductor
Conductor Screen
Insulation
Insulation Screen
Laid Up Cores

. Binders
Sheath

. . . Bedding
Reinforcement Binder

Anti Corrosion Sheath


Oil Duct
Binder Anti Teredo Tapes Binder
Serving Bedding
Armour 26
Spesifikasi kanel Laut Jenis BICC
No Bagian Bahan Satuan Ukuran
1 Konduktor Tembaga Penampang 300 mm2
Diameter 22,5 mm
2 Konduktor Screen Kertas Karbon Diameter 23 mm
3 Isolasi Kertas Diameter 48,1 mm
4 Isolasi Screen Kertas Karbon & Non Diameter 48,9 mm
Ferrous metal
Tape/kertas
5 Binder CWF Tape Diameter 106,2 mm
6 Sheath Lead Diameter 114,2 mm
7 Bedding B.P Katun Tape Diameter 114,8 mm
8 Reinforcement Non Ferrous metal & Diameter 115,6 mm
Binder Tapes
9 Anti Corrosion Extruded Polymeric Diameter 124,1 mm
Sheath Sheath
10 Oil Duct Aluminium Diameter I.D 18 mm
O.D 20 mm
11 Anti Teredo Tapes Brass Diameter 124,5 mm
Binder
12 Bedding Hessian Tapes Diameter 127,6 mm
13 Armour Galv. Steel Wire ( 60 Diameter 139,6 mm
bh )
14 Binder Fabric Tape Diameter 140,1 mm
15 Serving Jute Diameter 149,3 mm
27
Penggelaran Kabel

• Penarikan kabel biasanya menggunakan mesin Winch (mesin bensin


atau motor listrik) ‘roler kabel’ sepanjang rute dengan jarak antara
2+3 M pada porsi kelurusan dengan titik belok max 0,4 m.

• Belokan berada pada salah satu ujung sambungan dimaksudkan


melewati daerah belokan – belokan ini dengan pengurangan
peregangan langsung.

• Kekencangan penerikan harus secara terus menerus dikontrol dengan


menggunakan sebuah dynamometer

28
Metoda ikat berlanjut

• Regangan tarikan yg diakibatkan oleh sebuah tambang baja dimana


kabel diikatkan pada jarak ab. 2 m tali penarik yang dibuat supaya
kabel bergerak.Hal ini perlu untuk mempersiapkan tambang yang
sesuai dengan belokan belokan dan jalan2 raya persimpangan,
seperti terlihat pada gambar 911.2.659 Dengan tujuan untuk
melaksanakan tipe ini , gelaran tambang panjangnya dua kali lipat
terhadap rute yang dikehendaki.

29
Peralatan gelar
Jumlah Uraian Keterangan
1 Kawat penarik ‘winch’ 10 H.P Kecepatan tarik 17 dan 23
1 Frame untuk said winch meter/menit
1 Dram besi tambang baja Kekuatan 3000 kg
1 Pasang trestles penyangga dram
1 Pasang trestless lengkap (shaft dan
1 hidrolik) jack untuk mengangkat dram
1 dengan kemampuan diatas 20 ton
300 Dinamometer 3 ton dan timbangan
1 Roler kabel
2 Claher roler swivel
3 Gripn (pemegang) penarik
1 pasang walkie - talkie
Jackj pengangkat
Jumlah Isi ± 15 m3
Jumlah Berat ± 5.5000 kg 30
Regangan maksimum yang diizinkan pada
kabel
• Porsi Lurus
• Kabel pole tunggal tembaga 6 kg/mm2 Cu . section
alminium 3 kg/mm2 Al. section

• Kabel tiga pole tembaga 5 kg/mm2 total Cu section


alminium 3 kg/mm2 total Al section

• Nilai tersebut mampu menerima regangan yg lebih tinggi (14 kg/mm2


Cu dan 8 kg/mm2 untuk Al). Tarikan ujung dengan mata tarik
diikatkan pada Armouringb(tipe kawat lempengan baja) 8 kg/mm2
total section dari amouring tsb.

31
TUGAS
Nama tugas Petunjuk
Teori Konstruksi Kabel TT dan TET 1. Penjelasan sesuai dengan Materi Handout
dan Materi tayang
2. Sesuaikan dengan kurikulum dan silabus

Tujuan Waktu Tayang 20 Menit


Mampu memahami Teori Konstruksi Kabel TT
dan TET Pertanyaan
Ringkasan kegiatan 1. Jelaskan kabel tenaga jenis XLPE dan
Pengunaannya !
Menjelaskan konstruksi kabel TT dan TET 2. Sebutkan jenis bahan yang digunakan
sesuai dengan Teori yang ajarkan untuk Isolasi dan jelaskan keuntungan dan
kerugiannya !
Waktu
3. Jelaskan Kontruksi pada Kabel XLPE !
20 Menit
Perlengkapan
1. Laptop
2. Infocus
3. Pointer
4. Materi Handout
5. Materi Tayang
Persiapan
Penjelasan / review Teori Konstruksi Kabel TT
dan TET

32
Kesimpulan :
• Kabel tenaga jenis XLPE paling sering digunakan pada SUTT maupun
SKTT

33
34
Tegangan Induksi

• Kabel power inti tunggal dengan selubung logam akan bersifat seperti
transformator, arus konduktor akan menginduksikan tegangan
selubung logam.

• Berbahaya tegangan dan sepanjang saluran dan dapat merusak kabel.

• Pada sistem tiga fasa akan menginduksikan tegangan pada masing –


masing selubung logam dan tegangan induksi yang timbul akan sama
dengan nol. Kenyataan ini bila sistem kabel tanah tersebut
menggunakan sistem crosbonding.

35
Ikatan (Bonding) Pada Satu Titik

• Karena tegangan induksi pada selubung logam proporsional dengan


panjang kabel,maka untuk kabel yang pendek dapat ditanahkan pada
satu titik ujungnya tanpa resiko tegangan induksi selubung logam
pada ujung yang lain.Kabel yang ditanahkan pada titik tengah ,dapat
mempunyai tegangan dua kali kabel yang ditanahkan pada satu titik.

Es Es Es

36
Penggabungan Selubung Logam Pada Kedua
Ujung
• Kedua ujung selubung logam dihubungkan layaknya sisi skunder
trafo. Arus selubung logam akan menimbulkan rugi menimbulkan
panas yang harus dikompensasi dengan mengurangi arus beban pada
konduktor. Penggabungan selubung logam pada kedua ujungnya akan
berkurang kuat hantar arusnya dibandingkan sistem yang diikat
(bonding) satu ujung.

37
Cara Konstruksi Solid Bonding

• Pada pemasangan cara ini diadakan penggabungan ketat selubung


logam kabel fasa pada beberapa tempat sepanjang bentangan
kabel,terutama pada kedua ujungnya. Pentanahan selubung logam
hanya dilakukan pada satu titik untuk tiap fasanya yaitu pada ujung
atau ditengah.
selubung logam

Ke rangkaian

Penggabungan ketat

38
Cara Konstruksi Sheath – Cross – Bonding

• Cara pemasangan dengan konstruksi sheath – cross bonding


(penggabungan menyilang lapisan selubung logam) untuk saluran
bawah tanah yang memakai kabel berinti tunggal berlapisan
selubung logam (sheath) dapat ditunjukan pada gambar berikut :
selubung logam isolasi
konduktor

hubungan
Pengganbungan ketat menyilang

l” l” l” 39
Konstruksi transposisi crossbonding
I II III

1 3 2 1

D12

2 D13
Kabel -1 3

D23

3 2 1

40
Sambung Silang Selubung Logam

• Jika kabel sistem tiga fasa inti satu ini dibagi menjadi tiga bagian yang
sama dan selubung itu dapat diinterkoneksikan, maka tegangan
induksi ini akan saling menghilangkan.

• Apabila instalasi kabel tegangan tinggi dibuat transposisi dan


sambung silang, maka rugi-rugi menjadi sama dengan nol.

41
Peralatan Sambung Silang

• Sambungan Bersekat
Cross Bonding Leads

220 270

Fibern Glas Casing


Sectionalizing
Insulator Ring

42
Kabel Penghubung crossbonding

INNER INSULATION

SCREEN INNER CONDUCTOR


CONDUCTOR

OUTER SHEATH OUTER SCREEN


OUTER CONDUCTOR

43
Kotak Hubung (Link Box)

CROSS BONDING
LINK BOX

CROSS BONDING
R S T LEADS
T R
R S
DIRECTION OF
T R S S T REGISTRATION

CLOCKWISE
TRANSPOSITION

44
CROSS BONDING STRAPS

OVER VOLTAGE LIMITER

INNER CONNECTOR
BITUMINOUS COMPOUND
OUTER CONNECTOR
STAINLESS STEEL TANK
INSULATING TUBE

45
Tingkat Isolasi Peralatan Crossbonding

• Pada kondisi operasi normal,tegangan induksi kabel tanah tegangan


tinggi akan kecil, berkisar antara 1 sampai 2 Volt .Namun demikian
isolasi selubung logam kabel power dan tingkat islolasi crossbonding
harus didesain untuk tahan tegangan lebih yang disebabkan oleh
petir maupun gangguan lain pada sistem jaringan. Menurut IEC 70
isolasi selubung seksionalisasi akan tahan terhadap tegangan impulse
95 kV antara selubung dan 47,5 kV antara selubung dengan tanah.
Isolasi kotak hubung tahan untuk tegangan 40 kV antara selubung
dan 20 kV antara selubung dengan tanah.

46
Pembatas Tegangan Selubung Logam (SVL)

• Karakteristik tegangan dan arus SVL

47
Sambungan Pada Link Box

CROSS EARTH
BONDING LINK DISCONNECTING
BOX LINK BOX
R S R S T R S T R S T
T R S T R S T R S T
R S T R S T R S T
EARTH

STRAP

S R
R S
T
S
T T R
MINOR SECTION MINOR SECTION MINOR SECTION

TRANPOSED CROSS BONDED MAJOR SECTION

48
Tugas
Nama tugas Petunjuk
Teori Grounding sistem Kabel TT dan TET 1. Penjelasan sesuai dengan Materi Handout
dan Materi tayang
2. Sesuaikan dengan kurikulum dan silabus

Tujuan Waktu Tayang 20 Menit


Mampu memahami Teori Grounding sistem
Kabel TT dan TET Pertanyaan
Ringkasan kegiatan 1. Sebutkan dan jelaskan jenis grounding pada
selubung logam?
Menjelaskan Grounding sistem Kabel TT dan 2. Mengapa selubung logam harus di hubung
TET sesuai dengan Teori yang ajarkan singkat ? Jelaskan !
Waktu

20 Menit
Perlengkapan
1. Laptop
2. Infocus
3. Pointer
4. Materi Handout
5. Materi Tayang
Persiapan
Penjelasan / review Teori Grounding sistem
Kabel TT dan TET

49
50
STANDARD
Secara internasional terdapat standard-standard untuk spesifikasi kabel
dan asesorisnya dimana didalamnya terdapat spesifikasi pengujian yang
diperlukan. Oleh karena penggunaan saat ini di PLN banyak menggunakan
kabel XLPE maka standard untuk pengujian kabel tegangan tinggi dan
tegangan ekstra tinggi untuk kabel XLPE dapat dilihat pada tabel 3.1.

51
PENGUJIAN TIPE
• Pengujian tipe dilakukan agar kabel yang diproduksi oleh pabrik
memenuhi spesifikasi yang sudah ditentukan dan memenuhi standard
dalam pemakaiannya
• pengujian tipe digunakan untuk mengevaluasi kualitas dari setiap
komponen sistem kabel secara individu dan kombinasi sebelum proses
seleksi dan instalasi.
• Pada IEC 60840 daftar pengujian yang dilakukan pada pengujian tipe
SKTT dapat dlihat pada tabel 3.2

52
53
54
55
56
Cangkupan pengujian tipe kabel

• Tegangan nominalnya tidak lebih tinggi dari tegangan dari kabel


yang telah diuji
• Luas penampang kabelnya tidak lebih besar dari luas penampang
kabel yang diuji
• Kabel dan asesorinya memiliki konstruksi yang sama dengan kabel
yang diuji
• Hasil perhitungan stres tegangan screen konduktor kabel tidak
boleh lebih tinggi dari stres tegangan screen konduktor kabel yang
diuji sebanyak 10%
• Hasil perhitungan stres tegangan screen insulasi kabel tidak boleh
melebihi stres tegangan screen insulasi kabel yang diuji
• Hasil perhitungan stres tegangan bagian insulasi utama asesoris
tidak melebihi stres tegangan pada sistem kabel yang diuji

57
58
59
60
61
Urutan pengujian elektrik pada pengujian tipe
kabel adalah:
• Pengujian bending kabel yang kemudian disusul dengan instalasi
asesoris dan pengujian partial discharge (PD) pada suhu ruangan
• Pengukuran tan delta (TD)
• Pengujian siklus pemanasan dengan tegangan
• Pengujian partial discharge pada temperatur ruangan serta pada
temperatur tinggi yang dilakukan setelah pengujian siklus pemanasan
dengan tegangan atau pengujian tegangan impuls petir
• Pengujian tegangan impuls petir yang dilanjutkan dengan pengujian
tegangan frekuensi sistem
• Pengujian partial discharge jika sebelumnya belum dilakukan
• Pengujian proteksi luar pada jointing yang ditanam
• Eksaminasi sistem kabel baik kabel maupun asesoris setelah
selesainya pengujian.

62
• Pengujian PD dilakukan dengan menaikan tegangan secara bertahap hingga
ditahan pada 1,75 U0 selama 10 detik yang kemudian diturunkan hingga 1,5 U0.
Kabel tidak boleh memiliki nilai PD lebih dari 5 pC pada tegangan 1,5 U0.
• Pengujian TD dilakukan dengan memanaskan terlebih dahulu kabel yang akan
diuji hingga melebihi 5⁰C sampai dengan 10⁰C dari temperatur konduktor pada
operasi normal kabel. Kabel tidak boleh memiliki nilai TD melebihi nilai pada
tabel 3.10 untuk kabel SKTT dan tabel 3.11 untuk SKTET

63
• Pengujian PD dilakukan dengan menaikan tegangan secara bertahap hingga
ditahan pada 1,75 U0 selama 10 detik yang kemudian diturunkan hingga 1,5 U0.
Kabel tidak boleh memiliki nilai PD lebih dari 5 pC pada tegangan 1,5 U0.
• Pengujian TD dilakukan dengan memanaskan terlebih dahulu kabel yang akan
diuji hingga melebihi 5⁰C sampai dengan 10⁰C dari temperatur konduktor pada
operasi normal kabel. Kabel tidak boleh memiliki nilai TD melebihi nilai pada
tabel 3.10 untuk kabel SKTT dan tabel 3.11 untuk SKTET

64
Cangkupan pengujian tipe asesoris

• Urutan pengujian elektrik pada pengujian tipe asesoris adalah:


• Pengujian partial discharge (PD) pada suhu ruangan
• Pengujian siklus pemanasan dengan tegangan
• Pengujian partial discharge pada temperatur ruangan serta pada
temperatur tinggi yang dilakukan setelah pengujian siklus pemanasan
dengan tegangan atau pengujian tegangan impuls petir
• Pengujian tegangan impuls petir yang dilanjutkan dengan pengujian
tegangan frekuensi sistem
• Pengujian partial discharge jika sebelumnya belum dilakukan
• Pengujian proteksi luar pada jointing yang ditanam
• Eksaminasi sistem kabel baik kabel maupun asesoris setelah selesainya
pengujian.
Tegangan pengujian tipe asesoris sama seperti tengan pengujian tipe pada
kabel yang dapat dilihat pada tabel 3.4.

65
PENGUJIAN RUTIN
Pengujian rutin adalah pengujian yang dilakukan pada setiap gulung kabel
yang diproduksi oleh pabrik. Pengujian tersebut adalah:
• Pengujian partial discharge (PD)
• Pengujian tegangan sistem
• Pengujian elektris untuk oversheath kabel jika dibutuhkan
Urutan pengujian tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan pabrik
pembuat kabel. Sedangkan pengujian rutin untuk asesoris hanya pengujian
partial discharge dan pengujian tegangan sistem dengan menggunakan
salah satu cara yaitu:
• Asesoris dipasang pada kabel
• Menggunakan asesoris yang telah ada dimana komponen asesoris
tersebut diganti untuk pengujian
• Menggunakan simulasi asesoris dimana stres tegangan pada komponen
utama bahan insulasinya disimulasikan sama

66
FACTORY ACCEPTANCE TEST (FAT)

Pengujian penerimaan di pabrik dilakukan melakukan pengujian rutin yang


ditambah dengan pengujian sampel. Pengujian sampel sendiri terdiri dari:
• Pemeriksaan konduktor
• Pengukuran tahanan elektris dari konduktor dan lapisan metal
• Pengukuran ketebalan bahan insulasi dan oversheath
• Pengukuran ketebalan lapisan metal
• Pengukuran diameter jika diperlukan
• Pengujian hot set pada bahan insulasi XLPE, EPR dan HEPR
• Pengukuran kapasitansi
• Pengukuran kerapatan insulasi HDPE
• Pengujian penetrasi air jika diperlukan
• Pengujian komponen kabel yang menggunakan lapisan metal.

67
TUGAS
Nama tugas Petunjuk
Teori Pengujian Type, Rutin dan FAT Kabel TT 1. Penjelasan sesuai dengan Materi Handout
dan TET dan Materi tayang
2. Sesuaikan dengan kurikulum dan silabus

Tujuan Waktu Tayang 20 Menit


Mampu memahami Teori Pengujian Type,
Rutin dan FAT Kabel TT dan TET Pertanyaan
Ringkasan kegiatan 1. Apa fungsi dari pengujian tipe ?
2. Apa saja Cangkupan pengujian tipe kabel ?
Menjelaskan Pengujian Type, Rutin dan FAT 3. Jelaskan urutan pengujian rutin ?
Kabel TT dan TET sesuai dengan Teori yang 4. Apa saja yang dilakukan pada pengujian
ajarkan sampel?
Waktu

20 Menit
Perlengkapan
1. Laptop
2. Infocus
3. Pointer
4. Materi Handout
5. Materi Tayang
Persiapan
Penjelasan / review Teori Pengujian Type,
Rutin dan FAT Kabel TT dan TET
68
69
STANDARD PENGUJIAN LAPANGAN

Pengujian kabel di lapangan terdiri dari:


• Pengujian setelah penggelaran (After laying testing)
• Pengujian pemeliharaan (maintenance testing)
• Pengujian diagnostik (diagnostic testing)

kabel yang tidak sesuai dengan prosedur sehingga menyebabkan


breakdown kabel yang lebih cepat. Contohnya adalah:
• Adanya sisa potongan/kupasan kabel
• Kontaminasi
• Distribusi medan listrik yang terpusat
• Kerusakan mekanikal akibat pemakain peralatan/prosedur yang
salah
• Penarikan yang tidak sesuai dengan ketentuan

70
• Pengujian pemeliharaan dilakukan untuk memastikan bahwa hasil dari
pemeliharaan seperti perbaikan jointing atau terminasi memiliki kualitas
yang baik. Sedangkan diagnostik adalah pengujian yang dilakukan untuk
mengetahui kondisi suatu sistem kabel sebelum kabel tersebut mengalami
masalah sehingga dapat dilakukan tindakan pemeliharaan.
• Untuk kabel submarine perlu dilakukan pengujian yang dilakukan di
lapangan tidak berbeda dengan pengujian kabel SKTT dan SKTET lainnya
namun karena panjangnya kabel submarine SKTT maka perlu dilakukan
pengujian khusus untuk memastikan panjang kabel tersebut sesuai dengan
kontrak serta mendapatkan fingerprint kondisi dari kabel tersebut.

71
PENGUJIAN SETELAH PENGGELARAN
Pada pengujian dimana hanya pengujian oversheath yang dapat dilakukan
maka prosedur quality assurance selama proses instalasi asesoris sesuai
kesepakatan antara pemilik kabel dan kontraktor dapat menggantikan
pengujian insulasi.
• Pengujian oversheath dengan tegangan DC
• Pengujian insulasi dengan tegangan AC

Prosedur quality assurance dapat dilakukan dengan berbagai macam cara:


• Pengukuran tahanan insulasi pada tegangan ~U0 karena pengukuran
tahanan insulasi pada tegangan yang jauh dari tegangan operasi kabel
tidak menunjukan hasil yang nyata.
• Pengukuran tan delta (TD). Kondisi kabel dapat dikatakan dalam kondisi
baik jika nilai TD sistem kabel pada setiap kenaikan tegangan tidak
terlalu besar.

72
73
PENGUJIAN PEMELIHARAAN DAN DIAGNOSTIK

Pengujian yang dapat dilakukan dalam pengujian pemeliharaan dan


diagnostik tersebut adalah:
• Pengujian ketahanan insulasi kabel
• Pengukuran tan delta (TD)
• Pengukuran Partial Discharge (PD)

Untuk melakukan ketiga pengujian tersebut maka dibutuhkan sumber


tegangan. Macam-macam sumber tegangan yang dapat digunakan adalah:
• DC High Potential
• Very Low Frequency (VLF) AC High Voltage
• Damped AC High Voltage
• Continuous 50(60) Hz AC High Voltage

74
PENGUJIAN KETAHANAN INSULASI KABEL
• Pengujian ketahanan insulasi kabel dilakukan dengan memberikan
tegangan pada konduktor dan pembumian. Nilai tegangan yang
diberikan pada pengujian ketahanan insulasi dalam rangka pemeliharaan
dan diagnostik lebih rendah dari pengujian ketahanan insulasi kabel
setelah instalasi. Hasil pengujian ini berupa lulus dan tidak lulus.

PENGUKURAN TAN DELTA (TD)


• Tan Delta disebut juga pergeseran sudut atau faktor sisipasi adalah
parameter dari bahan dielektrik yang menunjukan sifat disipasi energi
elektromagnetik dari bahan dielektrik tersebut. Dimana kabel dimisalkan
sebagai kapaistor yang punya beda fasa 90⁰, jika pergeseran fasa kurang
dari 90⁰ maka terjadi pencemaran atau penurunan kualitas isolasi
seperti yang dapat dilihat pada gambar 1.

75
76
Keuntungan dari pengukuran TD dibandingkan dengan pengukuran PD
adalah:
• Memerlukan waktu yang lebih singkat dalam mengetahui kondisi
kabel sistem secara keseluruhan sehingga dapat mengambil
keputusan yang lebih cepat untuk memperbaiki kondisi kabel
• Tidak memerlukan tim ekspert untuk menganalisa hasil pengukuran

kekurangan pengukuran TD dibandingkan dengan pengukuran PD


adalah:
• Tidak dapat mengetahui lokasi terjadinya degradasi isolasi kabel
• Tidak dapat mengetahui kondisi kabel secara keseluruhan dan detail

77
PENGUKURAN PARTIAL DISCHARGE (PD)
Pengukuran dilakukan dengan cara menaikan tegangan uji sampai
tegangan mencapai U0 atau tegangan normal operasi fasa ke tanah. Jika
PD menunjukan hasil yang baik maka tegangan dinaikan ke 1,5 hingga 2
U0. Parameter yang didapat dari hasil pengukuran PD adalah seperti pada
tabel 4.4.

78
Keuntungan dari pengukuran PD dibandingkan dengan pengukuran TD
adalah:
• Mengetahui lokasi terjadinya degradasi pada isolasi kabel
• Dapat mengetahui kondisi kabel secara mendetail sesuai dengan kondisi
normal operasi

Kekurangan pengukuran PD dibandingkan dengan pengukuran TD adalah:


• Memerlukan waktu yang lama untuk mengetahui kondisi kabel secara
keseluruhan karena memerlukan analisa data secara mendalam
• Memerlukan tim ekspert untuk menganalisa hasil pengukuran

79
PENGUJIAN LAPANGAN KABEL SUBMARINE

1. Time domain reflectometry (TDR)


Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui panjang kabel serta
membandingkan hasil pengujian TDR sebelumnya yang dilakukan pada
saat FAT. Selain itu pengujian ini juga digunakan untuk mengetahui apakah
kabel putus, ada sambungan atau telah mengalami gangguan di dalam
laut atau tidak.

2. Pengujian insulasi dengan tegangan AC


Kabel submarine memiliki oversheath yang bersifat semikonduktif
sehingga tidak memungkinkan dilakukan pengujian oversheath pada kabel
submarine. Untuk itu pengujian insulasi dengan terlebih dahulu
melakukan prosedur quality assurance selama proses instalasi kabel dan
asesoris sesuai kesepakatan antara pemilik kabel dan kontraktor.

80
TUGAS
Nama tugas Petunjuk
Teori Pengujian lapangan Kabel TT, TET dan 1. Penjelasan sesuai dengan Materi Handout
submarine dan Materi tayang
2. Sesuaikan dengan kurikulum dan silabus

Tujuan Waktu Tayang 20 Menit


Mampu memahami Teori Pengujian
lapangan Kabel TT, TET dan submarine Pertanyaan
Ringkasan kegiatan 1. apa saja penyebab kerusakan pada kabel ?
2. sebutkan dan jelaskan standard pengujian
Menjelaskan Pengujian lapangan Kabel TT, lapangan sktt dan sktet ?
TET dan submarine sesuai dengan Teori yang 3. jelaskan prosedur quality assurance ?
ajarkan 4. sebutkan dan jelaskan macam-macam
Waktu sumber tegangan yang dapat digunakan
pada pengujian pemeliharaan dan
20 Menit diagnostik ?
Perlengkapan 5. bagaimana cara melakukan pengukuran
1. Laptop tan delta (td)
2. Infocus 6. sebutkan keuntungan dan kerugian dari
3. Pointer pengukuran td dibandingkan dengan
4. Materi Handout pengukuran pd ?
5. Materi Tayang
Persiapan
Penjelasan / review Teori Pengujian lapangan
Kabel TT, TET dan submarine
81
82
Pengawasan pengujian kabel TT dan TET dilakukan dengan turut serta
melakukan pengujian kabel TT dan TET. Dengan turut serta melakukan
pengujian diharapkan peserta dapat mengawasi pekerjaan pengujian
kabel TT dan TET. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian lapangan
dalam rangka pengujian setelah instalasi kabel. Teknologi tegangan yang
digunakan adalah teknologi tegangan Very Low Frecuency (VLF). Pengujian
dengan tegangan ini tidak dimaksudkan sebagai pengujian ketahanan
insulasi dari kabel SKTT maupun SKTET. Namun sebagai quality assurance
bagi pengujian ketahanan insulasi dengan menggunakan tegangan sistem
dengan mengukur tahanan insulasi pada tegangan tinggi.

83
PERSYARATAN PELAKSANAAN

84
85
86
87
88
Blangko Pengujian

89
90
Referensi :
1. Standar IEC 60183
2. Standar IEC 60229
3. Standar IEC 60840
4. Standar IEC 62067
5. Standar IEEE 400.1
6. Standar IEEE 400.2
7. Standar IEEE 400.4
8. Standar IEEE 575
9. SPLN T3.001-2016

91
92