Anda di halaman 1dari 17

TITI ERYANTI

Promotor Puskesmas Cipancuh


 Vitamin A merupakan salah satu zat gizi penting
yang larut dalam lemak dan disimpan dalam hati,
serta tidak dapat dibuat oleh tubuh, sehingga harus
dipenuhi dari luar (esensial).
 Sumber vitamin A bisa didapat dari
produk hewani seperti susu, kuning
telur, hati, dan ikan.
 Sedangkan karoten yang berfungsi
sebagai prekursor vitamin A
terkandung di dalam buah-buahan
dan sayur-sayuran seperti, daun
singkong, daun kacang, kangkung,
bayam, kacang panjang, buncis,
wortel, tomat, pepaya, mangga,
nangka masak, dan jeruk.
 Vitamin ini berfungsi untuk penglihatan,
pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan
tubuh terhadap penyakit. (Depkes RI, 2005)
 Vitamin A dapat membantu daya penglihatan
malam/warna, serta mempertahankan kesehatan
kulit dan rambut.
 Dan untuk ibu nifas berguna untuk mempercepat
pemulihan kesehatan ibu dan meningkatkan
kandungan vit A dalam Asi
 Vitamin A penting untuk kesehatan mata
dan mencegah kebutaan, dan lebih penting
lagi, vitamin A meningkatkan daya tahan
tubuh. Anak-anak yang cukup mendapat
vitamin A, bila terkena diare, campak atau
penyakit infeksi lain, maka penyakit-
penyakit tersebut tidak mudah menjadi
parah, sehingga tidak membahayakan jiwa
anak.
1. rabun senja
2. Katarak
3. infeksi saluran
pernapasan
4. menurunnya daya
tahan tubuh
5. kulit yang tidak
sehat.
 Kekurangan vit A adalah suatu keadaan
dimana simpanan vit A dalam tubuh
berkurang. Pada tahap awal ditandai dengan
gejala rabun senja atau kurang dapat melihat
pada malam hari. Pada tahap selanjutnya
terjadi kelainan jaringan epitel dari organ
tubuh seperti paru-paru, usus, kulit dan
mata.
 Penyakitmata lain yang dapat terjadi bila
kekurangan vit A adalah seroftalmia
(xeropthamia). Seroftalmia adalah keadaan
bila orang mengalami KVA, mula-mula
konjungtiva mata mengalami keratinisasi
kemudian korneanya juga terpengaruh. Bila
tidak diobati, mata akan menjadi buta.
 Menurut Depkes RI (2005) Pencegahan KVA
dapat dilakukan dengan cara :
1. Memberikan ASI Ekslusif kepada bayi sampai
berumur 6 bulan dan ASI hingga berumur 2
th disertai dengan pemberian makanan
pendamping ASI yang cukup dan berkualitas
2. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang
dan kaya vit A dalam menu makanan sehari-
hari
3. Mencegah kecacingan dengan berPerilaku
Hidup Bersih Sehat (PHBS)
4. Konsumsi kapsul vit A sesuai kebutuhan
sasaran.
1. Bayi
 Kapsul vitamin A 100.000 SI (kapsul biru)
diberikan kepada semua anak bayi (umur 6-11
bulan) baik sehat maupun sakit.
2. Anak Balita
 Kapsul vitamin A 200.000 SI (kapsul merah)
diberikan kepada semua anak balita (umur 1-5
tahun) baik sehat maupun sakit.
3. Ibu Nifas
 Kapsul vitamin A 200.000 SI (kapsul merah)
diberikan kepada ibu yang baru melahirkan
(nifas) sehingga bayinya akan memperoleh
vitamin A yang cukup melalui ASI.
 Bulan Februari dan Agustus
 Ibu-ibu setelah melahirkan (masa nifas),
segera beri satu kapsul vitamin A.
 Pemberian secara serentak dalam bulan
Februari dan Agustus mempunyai beberapa
keuntungan yaitu salah satunya untuk
Memudahkan dalam memantau kegiatan
pemberian kapsul, termasuk pencatatan dan
pelaporannya, karena semua anak
mempunyai jadwal pemberian yang sama.