Anda di halaman 1dari 80

1.

PENGERTIAN
Perjanjian
adalah
adalah suatu ikatan
ikatan atau
atau hubungan
hukum mengenai
mengenai benda-benda
benda-benda
(barang) atau
atau kebendaan
kebendaan (jasa)
(jasa)
antara dua pihak
pihak atau
atau lebih, dimana
para
para pihak
pihak tersebut
tersebut saling
saling berjanji
atau dianggap saling berjanji untuk
melakukan sesuatu atau tidak
melakukan sesuatu.
sesuatu.
2. UNSUR-UNSUR
PERJANJIAN/KONTRAK

a. Adanya para pihak yaitu pihak pejabat


pembuat komitmen dan pihak
penyedia barang/jasa;
b. Adanya kesepakatan dari para pihak;
c. Obyek perjanjian yaitu barang/jasa;
3. JENIS PERJANJIAN PENGADAAN
BARANG/JASA :
a.Berdasarkan bentuk imbalan :
1)Lump sum;
2)Harga satuan;
3)Gabungan lump sum dan
harga satuan;
4)Terima jadi (Turn Key).
5)Prosentase.
Lanjutan 3. Jenis…

3. JENIS PERJANJIAN PENGADAAN


BARANG/JASA : (lanjutan)
b. Berdasarkan jangka waktu
pelaksanaan :
1) Tahun tunggal;
2) Tahun jamak.

c. Berdasarkan jumlah pejabat pembuat


komitmen :
1) Kontrak pengadaan tunggal;
2) Kontrak pengadaan bersama.
BAGIAN KESEBELAS
KONTRAK PENGADAAN BARANG/JASA
PARAGRAF KEDUA JENIS KONTRAK
PASAL 30

(2) KONTRAK LUMP SUM:

> Penyelesaian seluruh pekerjaan,


> Batas waktu tertentu,
> Harga pasti dan tetap,
> Semua resiko ditanggung Penyedia
Barang/Jasa.
Definisi lain

Kontrak Harga Pasti (Fixed


Lump Sum Price Contract):
adalah suatu kontrak dimana
volume pekerjaan yang
tercantum dalam kontrak tidak
boleh diukur ulang.
Penjelasan Pasal 21 ayat (1)
Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000
tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi,
tertulis :

“Pada pekerjaan dengan bentuk Lump Sum,


dalam hal terjadi pembetulan perhitungan
perincian harga penawaran, karena adanya
kesalahan aritmatik maka harga penawaran total
tidak boleh diubah.

Perubahan dan semua resiko akibat perubahan


karena adanya koreksi aritmatik menjadi
tanggung jawab sepenuhnya Penyedia Jasa,
selanjutnya harga penawaran menjadi harga
kontrak/harga pekerjaan”
Lanjutan Kontrak Lump Sum…

Pengertian harga pasti dalam kontrak


lump sum adalah harga tidak berubah
selama berlakunya kontrak dan tidak
dapat diubah kecuali karena perubahan
lingkup pekerjaan atau kondisi
pelaksanaan dan perintah tambahan dari
pejabat pembuat komitmen.

Untuk menghitung pekerjaan tambah /


kurang didasarkan pada volume yang
tercantum dalam kontrak dan bukan
volume yang sebenarnya (hasil
pengukuran ulang.
Contoh Kasus pada Kontrak Lump Sum :

1. Volume pekerjaan beton yang tercantum dalam


kontrak = 1.000 m3.
Hasil pengukuran ulang volumenya 989 m 3.
Kemudian diperintahkan pengurangan volume
sebesar 100 m3.
Pengguna wajib membayar 1.000 m3 – 100 m3 = 900
m3, dan bukan 989 m3 - 100 m3 = 889 m3 x harga
satuannya.
2. Setelah pekerjaan selesai 100%, atas permintaan
Auditor dilakukan pengukuran ulang seluruh volume
pekerjaan dan ternyata volume beberapa pekerjaan
lebih kecil dari kontrak dan setelah selisih volume ini
dikalikan harga satuannya diperoleh nilai + Rp.200
juta dari nilai kontrak Rp. 4 miliar dan pihak Auditor
memerintahkan jumlah tersebut dikembalikan kepada
negara.
BAGIAN KESEBELAS
KONTRAK PENGADAAN BARANG/JASA
PARAGRAF KEDUA JENIS KONTRAK
PASAL 30

(3) KONTRAK HARGA SATUAN:


> Penyelesaian seluruh pekerjaan,
> Batas waktu tertentu,
> Harga satuan pasti dan tetap,
> Spesifikasi teknis tertentu,
> Volume pekerjaan perkiraan sementara,
pembayaran didasarkan hasil pengukuran
pekerjaan yang dilaksanakan.
Penjelasan Pasal 21 ayat (2) PP No. 29/2000 tentang
Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, tertulis :
“Pada pekerjaan dengan bentuk imbalan harga satuan,
dalam hal terjadi pembetulan perhitungan perincian
harga penawaran dikarenakan adanya kesalahan
aritmatik, harga penawaran total dapat diubah, tetapi
harga satuan tidak boleh diubah.
Koreksi aritmatik hanya boleh dilakukan pada perkalian
antara volume dengan harga satuan.
Semua resiko akibat perubahan karena adanya koreksi
aritmatik menjadi tanggung jawab sepenuhnya Penyedia
Jasa.
Penetapan pemenang lelang berdasarkan harga
terkoreksi.
Selanjutnya harga penawaran terkoreksi menjadi harga
kontrak/harga pekerjaan. Harga satuan juga menganut
Lanjutan Kontrak Lump Sum…

Persoalan dalam Penerapan Kontrak Harga


Satuan :
a.Menuntut pemantauan ketat dan verifikasi
terhadap jumlah satuan sesungguhnya dan
dampaknya pada kecukupan/ketersediaan
anggaran
b. Banyaknya pekerjaan pengukuran ulang yang
harus dilakukan bersama antara pengguna jasa
dan penyedia jasa untuk menetapkan volume
pekerjaan yang benar-benar dilaksanakan.
c. Adanya opname hasil pekerjaan secara
bersama-sama menimbulkan peluang kolusi
antara petugas pengguna jasa dan petugas
penyedia jasa.
BAGIAN KESEBELAS
KONTRAK PENGADAAN BARANG/JASA
PARAGRAF KEDUA JENIS KONTRAK

PASAL 30

(4) KONTRAK GABUNGAN LS (Lump Sum)


dan HS (Harga Satuan):

GABUNGAN LS (Lump Sum) dan HS


(Harga Satuan) DALAM SATU
PEKERJAAN.
BAGIAN KESEBELAS
KONTRAK PENGADAAN BARANG/JASA
PARAGRAF KEDUA JENIS KONTRAK

PASAL 30
(5) KONTRAK TERIMA JADI (TURN KEY):
> Penyelesaian seluruh pekerjaan,
> Dalam batas waktu tertentu,
> Jumlah harga pasti dan tetap,
> Seluruh bangunan/konstruksi,
peralatan, jaringan utama/penunjang
berfungsi baik sesuai kriteria kinerja
yang ditetapkan.
Lanjutan Kontrak Terima jadi):

Berdasarkan sistem kontrak FIDIC (Federation


Internationale des Ingenieurs Counsels),
dalam kontrak terima jadi :
• Penyedia jasa memiliki tugas membuat suatu
perencanaan proyek yang lengkap dan
sekaligus melaksanakan pekerjaan konstruksi
dalam satu kontrak;
• Apabila dilakukan oleh penyedia jasa yang
berbeda, hubungan kontraktual konsultan
perencana tidak mengikatkan diri dengan
pengguna jasa tetapi dengan penyedia jasa
(kontraktor);
Lanjutan Kontrak Turn Key…

• Pengguna jasa tidak lagi menempatkan


pengawas di lapangan, tetapi cukup
menunjuk wakil (owner’s representative);

• Berita Acara Prestasi Pekerjaan per bulan


atau sertifikat pembayaran tidak
diperlukan, karena pembayaran dilakukan
sekaligus setelah seluruh pekerjaan
selesai;
Lanjutan Kontrak Turn Key…

• Penyedia jasa menuntut adanya jaminan


pembayaran (payment guarantie) dari pengguna
jasa minimal senilai harga kontrak yang berlaku
selama masa pelaksanaan. Jaminan pembayaran
ini bukanlah instrumen pembayaran tetapi ‘alat
pengaman’ bagi penyedia manakala pengguna jasa
cidera janji.
• Bonafiditas penyedia jasa sangat diperlukan, karena
keberhasilan proyek langsung bergantung pada
stabilitas keuangan, pengawasan, dan efektivitas
operasional perusahaan tersebut. Begitu sesuatu
terbukti tidak memuaskan, sulit untuk mencabut
kontrak proyek tanpa biaya besar, jadual, dan
dampak teknis.
BAGIAN KESEBELAS
KONTRAK PENGADAAN BARANG/JASA
PARAGRAF KEDUA JENIS KONTRAK
PASAL 30

(6) KONTRAK PERSENTASE:


> Jasa konsultansi konstruksi atau pekerjaan
pemborongan tertentu,
> Imbalan jasa berdasarkan persentase nilai
pekerjaan.

(7) KONTRAK TAHUN TUNGGAL:


> Mengikat dana 1 tahun anggaran.
Lanjutan Kontrak Turn Key…

(8) KONTRAK TAHUN JAMAK:


> Mengikat dana > 1 Tahun anggaran,
> Memerlukan persetujuan Menteri
Keuangan/Gubernur/Bupati/Walikota.

(9) KONTRAK PENGADAAN TUNGGAL:


> Kontrak antara satu unit kerja/proyek dengan
penyedia barang/jasa tertentu.

(10) KONTRAK PENGADAAN BERSAMA:


> Kontrak antara beberapa unit kerja/proyek
dengan penyedia barang/jasa tertentu,
> Sesuai kegiatan dan pendanaan bersama,
> Dituangkan dalam MOU.
4. PENYUSUNAN KONTRAK
a. Bentuk Kontrak Pengadaan Barang /
Jasa :
1) Kuitansi pembayaran yang dibubuhi
materai untuk pengadaan sampai
dengan Rp. 5 juta
2) Surat Perintah Kerja (SPK) untuk
kontrak dengan nilai pengadaan > 5
s.d 50 juta
3) Kontrak pengadaan barang/jasa untuk
kontrak dengan nilai pengadaan > 50
juta .
Lanjutan 5. Penyusunan…

b. SISTEMATIKA KONTRAK PENGA-


DAAN BARANG / JASA :
1) INTI KONTRAK
a) Komparisi (Pembukaan).
i. Judul/nama kontrak
• Menjelaskan judul kontrak;
• Menjelaskan jenis pekerjaan
(B/JP/JK/JL).
ii. Nomor kontrak
• Menjelaskan nomor kontrak;
• Bila berupa perubahan kontrak, nomor
kontrak harus berurutan sesuai berapa
kali perubahan .
Lanjutan inti kontrak…

iii. Tanggal kontrak


• Menjelaskan hari, tanggal, bulan,
dan tahun kontrak ditandatangani;
• Tanggal penandatanganan kontrak
tidak boleh mendahului tanggal
surat penunjukan (SPPBJ).

iv. Kalimat Pembuka


• Menjelaskan bahwa para pihak
pada hari, tanggal, bulan, dan
tahun membuat dan
menandatangai kontrak.
Lanjutan inti kontrak iv. Para pihak

v. Para pihak dalam kontrak


• Menjelaskan identitas para pihak yang
menandatangani kontrak, meliputi : nama,
jabatan, alamat, dan kedudukan para pihak.

• Para pihak dalam kontrak :


 Pihak pertama : pejabat pembuat komitmen
 Pihak kedua : penyedia barang/jasa
 Menjelaskan para pihak bertindak untuk
dan atas nama siapa dan dasarnya
 Identitas para pihak harus jelas, terinci, dan
benar
 Bila pihak kedua konsorsium, KSO/JO/JV,
harus dijelaskan bentuk kerjasama,
anggotanya, dan yang memimpin/mewakili
kerjasama.
Lanjutan 5. Penyusunan…

b) Isi kontrak.
i. Pernyataan bahwa para pihak
sepakat mengadakan kontrak
mengenai obyek/jenis pekerjaannya
ii.Pernyataan bahwa para pihak
menyetujui harga kontrak yang
ditulis dengan angka dan huruf
serta sumber pembiayaannya
iii.Pernyataan bahwa ungkapan dalam
perjanjian mempunyai arti dan
makna seperti yang tercantum
dalam kontrak
Lanjutan b) isi kontrak

Isi Kontrak (lanjutan)

iv.Pernyataan bahwa kontrak meliputi


beberapa dokumen dan merupakan satu
kesatuan yang disebut kontrak

v.Pernyataan bahwa apabila terjadi


pertentangan ketentuan yang dipakai
dokumen yang urutannya lebih dulu

vi.Pernyataan persetujuan para pihak


untuk melaksanakan kewajiban masing-
masing
Lanjutan 5. Penyusunan…

Isi Kontrak (lanjutan):

vii.Pernyataan jangka waktu pelaksanaan


pekerjaan, kapan dimulai dan berakhir

viii.Pernyataan kapan mulai efektifnya


kontrak
c) Penutup kontrak.
i. Pernyataan bahwa para pihak menyetujui
untuk melaksanakan perjanjian sesuai
dengan peraturan di Indonesia
ii. Tanda tangan para pihak dibubuhi materai
Lanjutan 5. Penyusunan…

2) Syarat Umum Kontrak (SUK):


a) Ketentuan umum :

i. Definisi.
Uraian/pengertian istilah yang
digunakan, dijelaskan dan diberi
arti/tafsiran sehingga mudah dipahami
dan tidak ditafsirkan/diartikan lain

ii. Penerapan.
SUK diterapkan secara luas tetapi tidak
boleh melanggar ketentuan dalam
kontrak
Lanjutan a) ketentuan umum

Ketentuan umum (lanjutan)

iii. Asal barang/jasa.


Negara asal barang/jasa (tempat diperoleh
= ditambang, tumbuh, atau diproduksi).

iv. Penggunaan dokumen kontrak dan


informasi.
Penggunaan dokumen kontrak/dokumen
lainnya oleh penyedia barang/jasa harus
dengan ijin pejabat pembuat komitmen
Ketentuan umum (lanjutan)

v. Paten, Hak Cipta dan Merek.


Kewajiban penyedia barang/jasa melindungi
pejabat pembuat komitmen dari segala
tuntutan/klaim pihak ketiga atas pelanggaran
hak paten, hak cipta, dan merek
vi. Jaminan.
- Jaminan uang muka, min. 100% besarnya
uang muka yang diberikan;
-Jaminan pelaksanaan 5%. Untuk penawaran
terlalu rendah, dinaikan menjadi 5% x 80% x
HPS;
- Jaminan pemeliharaan (5%);
- Bentuk dan masa berlaku jaminan
Lanjutan a) ketentuan umum

Ketentuan umum (lanjutan)

vii.Asuransi
- Asuransi barang dan peralatan yang
mempunyai resiko tinggi kerusakan,
- Pelaksanaan pekerjaan, termasuk
kegagalan bangunan
- Pekerja atas segala resiko
- Pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan.
vii.Pembayaran.
Cara pembayaran disesuaikan dengan
ketentuan dalam dokumen anggaran
(termin atau sertifikat bulanan).
CARA PEMBAYARAN
1. Cara Pembayaran Bulanan (Monthly Payment)

– Prestasi penyedia jasa dihitung setiap akhir


bulan
– Kelemahan cara pembayaran ini adalah
berapapun kecilnya prestasi penyedia jasa pada
suatu bulan tertentu, tetap harus dibayar. Untuk
menutupi kelemahan cara pembayaran ini sering
dimodifikasi dengan mempersyaratkan jumlah
pembayaran minimum yang harus dicapai untuk
setiap bulan diselaraskan dengan prestasi yang
harus dicapai sesuai jadual.
Cara Pembayaran (Lanjutan)

- Seringkali penyedia jasa mengkompensasi


kurangnya prestasi kerja dengan prestasi
bahan dengan cara menimbun bahan di
lapangan.
- Untuk mengatasinya bisa dipersyaratkan
bahwa bahan yang ada di lapangan tidak
dihitung sebagai prestasi, kecuali
pekerjaan yang betul-betul
selesai/terpasang atau bisa juga barang-
barang setengah jadi.
Lanjutan Cara Pembayaran…

2. Cara Pembayaran Termin atau Prestasi


(Stage Payment)

– Pembayaran dilakukan atas dasar


prestasi/kemajuan pekerjaan yang telah
dicapai sesuai dengan ketentuan dalam
kontrak.
– Besarnya prestasi dinyatakan dalam
persentase.
Contoh :
No. Nilai Prestasi Pekerjaan Nilai Pembayaran

1. 20% x nilai kontrak 20% x nilai kontrak

2. 20% x nilai kontrak 20% x nilai kontrak

3. 20% x nilai kontrak 20% x nilai kontrak

4. 20% x nilai kontrak 20% x nilai kontrak

5. 20% x nilai kontrak 15% x nilai kontrak

100% x nilai kontrak 95% x nilai kontrak

– Seringkali prestasi yang diakui penyedia jasa bukan


saja prestasi fisik (pekerjaan selesai) tetapi
termasuk pula prestasi bahan mentah dan setengah
jadi walaupun barang-barang tersebut sudah
berada di lapangan (front end loading).
Masa Pemeliharaan & Cara Pembayaran untuk
Pekerjaan Pemborongan
a. Masa Pemeliharaan (Psl. 36)
Min. 6 bulan untuk pekerjaan permanen (jika
umur rencananya > 1 tahun)
Min. 3 bulan utk pekerjaan semi permanen
(umur rencananya < 1 tahun)

b.Cara pembayaran (Bab II Butir D.2.f) dapat


dilakukan :
Dibayar 95%, sedangkan Retensi 5% (ditahan
selama masa pemeliharaan)
Dibayar 100%, tapi penyedia harus
menyediakan jaminan pemeliharaan sebesar
5%
• Di dunia internasional, Masa Pemeliharaan
(Maintenance Period) sekarang diganti dengan
istilah Masa Tanggung Jawab atas Cacat (Defect
Liability Period) merupakan bentuk tanggung
jawab penyedia jasa atas pekerjaan-pekerjaan
yang cacat dan kurang sempurna dalam suatu
periode tertentu setelah pekerjaan selesai
(serah terima pertama pekerjaan)

• Setelah Masa Tanggung Jawab atas Cacat, hasil


pekerjaan diserahkan kepada pengguna jasa
dengan kerusakan dan keausan wajar diterima.
Lanjutan 5. Penyusunan…

Ketentuan umum (lanjutan)

viii.Harga
Harga kontrak harus jelas, pasti, dan
dirinci dari sumber pembiayaannya
(FOB, C&F, CIF, dll).

ix. Amandemen kontrak.


- perubahan lingkup pekerjaan
- perubahan jadual pelaksanaan
pekerjaan
- perubahan harga kontrak
- persetujuan kedua belah pihak
Lanjutan 5. Penyusunan…

Ketentuan umum (lanjutan)


x. Hak dan kewajiban para pihak.
- hak dan kewajiban pihak pengguna:
mengawasi, meminta laporan, membayar,
dan memberikan fasilitas
- hak dan kewajiban pihak penyedia:
menerima pembayaran, berhak meminta
fasilitas, melaporkan, melaksanakan
pekerjaan, memberikan keterangan, dan
menyerahkan hasil pekerjaan

xi. Jadwal pelaksanaan pekerjaan.


- kapan kontrak mulai berlaku
- kapan pekerjaan mulai dilaksanakan
- kapan penyerahan hasil pekerjaan
Ketentuan umum (lanjutan)

xii. Pengawasan.
Kewenangan pengguna untuk mengawasi
pelaksanaan pekerjaan yang sedang dan
sudah dilaksanakan

xiii.Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan /


pembayaran.
Sanksi keterlambatan, kecuali akibat keadaan
kahar
Keterlambatan pekerjaan sanksi berupa denda 1
o/ooo per hari (Pasal 37 ayat (1)
Keterlambatan pembayaran sebesar suku bunga
(Bank Indonesia) terhadap nilai tagihan yang
terlambat dibayar (Lamp. I Bab II Butir D.1.h)
Lanjutan 5. Penyusunan…

xiv.Keadaan kahar.
Keadaan diluar kehendak para pihak
sehingga kewajiban tidak dapat dipenuhi.
Akibat kerugian dan tindakan untuk
mengatasi keadaan kahar merupakan
kesepakatan para pihak.

xv. Itikad baik.


Asas saling percaya.

xvi.Penyelesaian perselisihan.
Musyawarah, mediasi, konsiliasi, arbitrasi,
dan pengadilan.
PENJELASAN PASAL 38 AYAT (1):
 Penjelasan Arbitrase sudah benar, namun kurang tegas
memberikan ketentuan bahwa keputusan Arbiter pada
dasarnya mengikat kedua belah pihak dan bersifat final.
 Penjelasan Mediasi – mestinya untuk memberikan penjelasan
pada pengertian “Konsiliasi atau Adjudikasi”, dengan
tambahan pemahaman bahwa keputusan
konsiliator/adjudikator pada dasarnya mengikat, sepanjang
kedua belah pihak menerima, namun bila ada yang tidak
menerima, maka keputusan konsiliator/adjudikator dan
penyelesaian selanjutnya pada umumnya naik ke arbitrase
 Penjelasan mengenai Mediasi tidak ada. Mediasi adalah
penyelesaian dengan menggunakan mediator guna memberi
nasihat kepada kedua belah pihak. Mediator tidak mengambil
keputusan, sifatnya hanya memberi saran, tidak mengambil
keputusan
Lanjutan 5. Penyusunan…

xvii.Bahasa dan hukum.


Bahasa Indonesia dan hukum yang
berlaku di Indonesia.

xviii.Perpajakan.
Disesuikan dengan peraturan yang
berlaku, biasanya menjadi kewajiban
penyedia.

xviii.Korespodensi.
Korespondensi dapat berbentuk surat,
telex, kawat (fax).
Lanjutan 5. Penyusunan…

b) Ketentuan khusus :
(1)Ketentuan khusus pengadaan barang :
• Standar
• Pengepakan.
• Pengiriman.
• Transportasi.
• Pemeriksaan dan pengujian.
• Layanan tambahan (after sales service,
dll).
(2)Ketentuan khusus pengadaan konsultansi
• Kewenangan anggota konsultan.
• Kewajiban penyedia jasa.
• Personil konsultan dan sub konsultan.
Lanjutan 5. Penyusunan…

(3)Ketentuan khusus pengadaan jasa


pemborongan :
• Personil.
• Penilaian pekerjaan sementara oleh pejabat
pembuat komitmen.
• Penemuan-penemuan.
• Kompensasi.
• Penangguhan.
• Hari kerja.
• Pengambilalihan.
• Pedoman pengoperasian dan perawatan.
• Penyesuaian biaya
Sub Penyedia Jasa (Sub Kontraktor)

(a) Penyedia jasa pemborongan dengan nilai kontrak


> Rp.25 miliar wajib bekerjasama dengan sub
penyedia jasa (subkontraktor) golongan usaha
kecil/lkoperasi kecil, dengan ketentuan :
o Bukan pekerjaan utama (major item)
o Tetap mengacu pada kontrak awal
o Dengan persetujuan pengguna jasa
o Tetap bertanggung jawab terhadap kualitas dan
hasil seluruh pekerjaan (termasuk yang
disubkontrakkan)
o Persyaratan bagi subkontraktor sama dengan
kontraktor utama (memiliki ijin usaha, Sertifikat
Badan Usaha (klasifikasi dan kualifikasi),
kepemilikan sertifikat keahliaan bagi tenaga ahli
dan ketrampilan bagi tenaga teknis)
(b)Permintaan pembayaran yang diajukan
oleh kontraktor utama harus
melampirkan bukti penyelesaian
pembayaran kepada sub kontraktor sesuai
dengan perkembangan kemajuan
pekerjaannya (Lamp. I Bab II Butir D.1.f.5))
(c) Pelanggaran ketentuan tersebut di atas
dapat dikenakan sanksi berdasarkan
Pasal 35 ayat (2) Keppres No 80 Tahun
2003 mengenai ketentuan penghentian
dan pemutusan kontrak
Lanjutan 5. Penyusunan…
3) Syarat Khusus Kontrak :
a. Ketentuan Umum :
• Definisi.
• Asal barang/jasa
• Jaminan.
• Asuransi.
• Pembayaran.
• Harga.
• Hak dan kewajiban para pihak.
• Penyelesaian perselisihan.
b. Ketentuan Khusus :
• Pengadaan barang : menjelaskan layanan tambahan.
• Pengadaan jasa konsultasi
• Pengadaan jasa pemborongan
Lanjutan 5. Penyusunan…

4) Lampiran-Lampiran :
a) Pengadaan pemborongan :
• Spesifikasi umum
• Spesifikasi khusus.
• Data penawaran.
• Gambar-gambar.
• Adendum-adendum proses penawaran.
• Dokumen lainnya.

b) Pengadaan jasa konsultansi :


• Syarat umum kontrak.
• Syarat khusus kontrak.
• KAK.
• Hasil negosiasi.
• Gambar-gambar
• Adendum-adendum proses penawaran.
• Dokumen lainnya.
5. PENANDATANGANAN KONTRAK
A.
A. PENANDATANGAN
PENANDATANGAN KONTRAK
KONTRAK PALING
PALING LAMBAT
LAMBAT 14
14 HARI
HARI
SETELAH
SETELAH PENUNJUKAN
PENUNJUKAN

B.
B. JAMINAN
JAMINAN PELAKSANAAN
PELAKSANAAN SUDAH
SUDAH DISAMPAIKAN
DISAMPAIKAN KEPADA
KEPADA
PENGGUNA
PENGGUNA SEBELUM
SEBELUM PENANDATANGANAN
PENANDATANGANAN KONTRAK,
KONTRAK,
DENGAN
DENGAN KETENTUAN
KETENTUAN ::

1)
1) NILAI
NILAI
:: 5%
5% UNTUK
UNTUK KONTRAK
KONTRAK DGN DGN PENAWARAN
PENAWARAN >>
80
80 %
% HPS
HPS
:: MINIMAL
MINIMAL 5%
5% xx 80%
80% xx HPS
HPS UNTUK
UNTUK KONTRAK
KONTRAK
DENGAN
DENGAN PENAWARAN
PENAWARAN << 80 80 HPS
HPS
:: NILAI
NILAI KONTRAK
KONTRAK << 50
50 JUTA
JUTA RUPIAH
RUPIAH TANPA
TANPA
JAMINAN
JAMINAN
:: PEKERJAAN
PEKERJAAN KONSULTANSI,
KONSULTANSI, TANPA
TANPA JAMINAN
JAMINAN
PELAKSANAAN
PELAKSANAAN

3)
3) MASA
MASA LAKU
LAKU ::
SEKURANG-KURANGNYA
SEKURANG-KURANGNYA SEJAK SEJAK TANDA
TANDA TANGAN
TANGAN
KONTRAK
KONTRAK SAMPAI
SAMPAI DENGAN
DENGAN 1414 HARI
HARI SETELAH
SETELAH
FINAL
FINAL HAND
HAND OVER
OVER (FHO)
(FHO)
C. BILA PENYEDIA JASA MENGUNDURKAN DIRI :
1) ALASAN DAPAT DITERIMA
- TIDAK DI BLACK LIST

2) ALASAN TIDAK DAPAT DITERIMA


- JAMINAN PENAWARAN DISITA
- DI BLACK LIST
D. MEMERIKSA KONSEP KONTRAK (SUBTANSI,
REDAKSI, ANGKA DAN HURUF, DAN
MEMBUBUHKAN PARAF LEMBAR DEMI
LEMBAR)

E. TIDAK BOLEH MENGUBAH DOKUMEN


PENGADAAN SECARA SEPIHAK SEBELUM
TANDA TANGAN KONTRAK
Lanjutan 5. Penandatangan…

D.
D. MENETAPKAN
MENETAPKAN URUTAN
URUTAN HIRARKI
HIRARKI DALAM
DALAM PERJANJIAN
PERJANJIAN
KONTRAK
KONTRAK

1)
1) SURAT
SURAT PERJANJIAN/KONTRAK
PERJANJIAN/KONTRAK
2)
2) SURAT
SURAT PENAWARAN
PENAWARAN
3)
3) AMANDEMEN
AMANDEMEN DOKUMEN
DOKUMEN LELANG
LELANG
4)
4) KETENTUAN
KETENTUAN KHUSUS
KHUSUS KONTRAK
KONTRAK
5)
5) KETENTUAN
KETENTUAN UMUM
UMUM KONTRAK
KONTRAK
6)
6) SPESIFIKASI
SPESIFIKASI KHUSUS
KHUSUS
7)
7) SPESIFIKASI
SPESIFIKASI UMUM
UMUM
8)
8) GAMBAR-GAMBAR
GAMBAR-GAMBAR
9)
9) DOKUMEN
DOKUMEN LAINNYA
LAINNYA (JAMINAN-JAMINAN,
(JAMINAN-JAMINAN, SURAT
SURAT
P
PENUNJUKAN
ENUNJUKAN BERDASARKAN
BERDASARKAN URUTAN
URUTAN HIRARKI
HIRARKI YANG
YANG
DITETAPKAN)
DITETAPKAN)

BILA
BILA TERJADI
TERJADI PERTENTANGAN
PERTENTANGAN YANG
YANG BERLAKU
BERLAKU
BERDASARKAN
BERDASARKAN URUTAN
URUTAN HIRARKI
HIRARKI YANG
YANG DITETAPKAN
DITETAPKAN
Lanjutan 5. Penandatangan…

G. RAPAT PERSIAPAN KONTRAK

1) DILAKUKAN SEBELUM PENANDATANGANAN KONTRAK


2) MENGKONFIRMASIKAN JAMINAN PELAKSANAAN,
ASURANSI, ESKALASI, HS TIMPANG,

H. JUMLAH RANGKAP KONTRAK

1) SEKURANG-KURANGNYA 2 (DUA) ASLI BERMATERAI


2) JUMLAH LAINNYA SESUAI KEBUTUHAN

I. AHLI HUKUM KONTRAK

1) NILAI > 50 MILYAR RUPIAH DAN PEKERJAAN BERSIFAT


KOMPLEKS, DITANDATANGANI SETELAH MEMPEROLEH
PENDAPAT AHLI HUKUM KONTRAK

2) DALAM HAL KESULITAN MEMPEROLEH AHLI HUKUM


KONTRAK, DAPAT DIGANTI OLEH PEJABAT YANG
MENANGANI BIDANG HUKUM DAN BIDANG
PENGADAAN
PARAGRAF KEEMPAT
HAK DAN TANGGUNG JAWAB PARA PIHAK
DALAM PELAKSANAAN KONTRAK
PASAL 32
1. SETELAH PENANDATANGANAN KONTRAK, PENGGUNA &
PENYEDIA B/J SEGERA MELAKUKAN PEMERIKSAAN
LAPANGAN DAN MEMBUAT BA KEADAAN
LAPANGAN/SERAH TERIMA LAPANGAN.
2. PENYEDIA B/J BERHAK MENERIMA UANG MUKA.
3. PENYEDIA B/J DILARANG MENGALIHKAN TANGGUNG
JAWAB SELURUH PEK. UTAMA/MENSUBKONTRAKKAN
KEPADA PIHAK LAIN.
4. PENYEDIA B/J DILARANG MENGALIHKAN TANGGUNG
JAWAB SEBAGIAN PEK. UTAMA, KECUALI
DISUBKONTRAKKAN KEPADA PENYEDIA B/J SPESIALIS.
5. PELANGGARAN LARANGAN AYAT (3), DIKENAKAN
SANKSI DENDA SESUAI KETENTUAN KONTRAK.
PARAGRAF KELIMA
PEMBAYARAN UANG MUKA DAN PRESTASI
PEKERJAAN
PASAL 33

1. UANG MUKA DAPAT DIBERIKAN:


a. UNTUK USAHA KECIL MAX. 30% NILAI KONTRAK;
b. UNTUK USAHA NON KECIL MAX. 20% NILAI
KONTRAK.

2. PEMBAYARAN:
> ATAS DASAR PRESTASI PEKERJAAN
> SISTEM SERTIFIKAT BULANAN/TERMIJN,
> MEMPERHITUNGKAN ANGSURAN UANG MUKA
DAN PAJAK.
6. PELAKSANAAN KONTRAK

A.
A. PALING
PALING LAMBAT
LAMBAT 14
14 HARI
HARI SEJAK
SEJAK TANDA
TANDA TANGAN
TANGAN KONTRAK
KONTRAK
HARUS
HARUS DITERBITKAN
DITERBITKAN SSURAT
URAT P
PERINTAH
ERINTAH M
MULAI
ULAI K
KERJA
ERJA
(SPMK)
(SPMK)

B.
B. MOBILISASI
MOBILISASI PALING
PALING LAMBAT
LAMBAT DILAKUKAN
DILAKUKAN DALAM
DALAM WAKTU
WAKTU
30
30 HARI
HARI
LINGKUP
LINGKUP KEGIATAN
KEGIATAN MOBILISASI
MOBILISASI ::
1)
1) JASA
JASA PEMBORONGAN
PEMBORONGAN ::
-- MENDATANGKAN
MENDATANGKAN PERALATAN
PERALATAN
-- MEMPERSIAPKAN
MEMPERSIAPKAN FAILITAS
FAILITAS KERJA
KERJA
-- MENDATANGKAN
MENDATANGKAN PERSONIL
PERSONIL
2)
2) PEKERJAAN
PEKERJAAN KONSULTANSI
KONSULTANSI
-- MENDATANGKAN
MENDATANGKAN TENAGA
TENAGA AHLI
AHLI
-- MENYIAPKAN
MENYIAPKAN PERALATAN
PERALATAN PENDUKUNG
PENDUKUNG
3)
3) PENGADAAN
PENGADAAN BARANG/JASA
BARANG/JASA LAINNYA
LAINNYA TIDAK
TIDAK
DIPERLUKAN
DIPERLUKAN MOBILISASI
MOBILISASI
LANJUTAN 6. PELAKSANAAN
PELAKSANAAN KONTRAK

C. PEMERIKSAAN
C. PEMERIKSAAN BERSAMA,
BERSAMA, DAPAT
DAPAT DIBENTUK
DIBENTUK
PANITIA
PANITIA PENELITI
PENELITI PELAKSANA
PELAKSANA KONTRAK
KONTRAK

D.
D. PEMBAYARAN
PEMBAYARAN UANG UANG MUKA
MUKA
1)
1) AAdanya
danya permohonan
permohonan dari dari penyedia
penyedia
barang/jasa
barang/jasa
2)
2) P
Pengajuan
engajuan S
Surat
urat P
Perintah
erintah PPembayaran
embayaran (SPP)
(SPP)
3)
3) Penyedia
Penyedia menyediakan
menyediakan jaminan
jaminan uang
uang muka
muka
minimal
minimal sama
sama dengan
dengan uang
uang muka
muka yang
yang
diterima
diterima
4)
4) P
Pengembalian
engembalian uang
uang muka
muka dilakukan
dilakukan secara
secara
berangsur-angsur
berangsur-angsur dan
dan harus
harus lunas
lunas pada
pada saat
saat
prestasi
prestasi pekerjaan
pekerjaan mencapai
mencapai 100%
100%
Lanjutan 6. Pelaksanaan…

E.
E. PEMBAYARAN
PEMBAYARAN PRESTASI
PRESTASI

F. PERUBAHAN
F. PERUBAHAN KEGIATAN
KEGIATAN PEKERJAAN
PEKERJAAN
-- MENAMBAH/MENGURANGI
MENAMBAH/MENGURANGI VOLUME
VOLUME
-- MENAMBAH/MENGURANGI
MENAMBAH/MENGURANGI JENIS
JENIS PEKERJAAN
PEKERJAAN
-- MENGUBAH
MENGUBAH SPESIFIKASI
SPESIFIKASI TEKNIS
TEKNIS SESUAI
SESUAI
KEBUTUHAN
KEBUTUHAN LAPANGAN
LAPANGAN
-- MELAKSANAKAN
MELAKSANAKAN PEKERJAAN
PEKERJAAN TAMBAH
TAMBAH YANG
YANG
BELUM
BELUM TERCANTUM
TERCANTUM DALAM
DALAM KONTRAK
KONTRAK AWAL
AWAL
-- PEKERJAAN
PEKERJAAN TAMBAH
TAMBAH TIDAK
TIDAK BOLEH
BOLEH LEBIH
LEBIH
DARI
DARI 10%
10% HARGA
HARGA KONTRAK
KONTRAK AWAL
AWAL
G. PERPANJANGAN WAKTU PELAKSANAAN

Perpanjangan waktu pelaksanaan dapat


diberikan pejabat pembuat komitmen dengan
pertimbangan :

• Adanya pekerjaan tambah


• Perubahan disain
• Keterlambatan yang disebabkan pihak
pengguna
barang/jasa
• Keadaan diluar kendali penyedia barang/jasa
• Keadaan kahar (force majeur)
Lanjutan 6. Pelaksanaan…

H. DENDA
H. DENDADAN
DAN GANTI
GANTI RUGI
RUGI

Denda keterlambatan karena kelalaian penyedia


barang/jasa sekurang-kurangnya 1 o/oo (satu
perseribu) per hari dari nilai kontrak, dan
besarnya denda tidak dibatasi dan pengguna
berhak untuk memutuskan kontrak apabila denda
keterlambatan sudah melampaui nilai jaminan
pelaksanaan [Psl 35 (4) dan Psl 37(1)]

Dapat diberikan kompensasi atas keterlambatan


pembayaran karena kelalaian pejabat pembuat
komitmen dikenakan denda sebesar suku bunga
(Bank Indonesia) terhadap nilai tagihan yang
terlambat dibayar (Lamp. I Bab II Butir D.1.h)
I. PENYESUAIAN HARGA
(Peraturan Menteri Keuangan No.
105/PMK.06/2005 tentang Penyesuaian
Harga Satuan dan Nilai Kontrak Kegiatan
Pemerintah Tahun Anggaran 2005 dan Surat
Edaran Menteri Pekerjaan Umum No.
11/SE/M/2005 tentang Pedoman
Penyesuaian Harga Satuan dan Nilai
Kontrak

J. KEADAAN KAHAR (FORCE MAJEUR) :


KERUSAHAN, BENCANA ALAM,
PEPERANGAN, PEMOGOKAN,
KEBAKARAN, KEBIJAKAN PEMERINTAH
Lanjutan 6. Pelaksanaan…

K.
K. PENGHENTIAN
PENGHENTIAN DAN DAN PEMUTUSAN
PEMUTUSAN KONTRAK
KONTRAK
1)
1) P
Pekerjaan
ekerjaan selesai
selesai
2)
2) K
Keadaan
eadaan kahar,
kahar, penyedia
penyedia barang/jasa
barang/jasa wajib
wajib
dibayar
dibayar sesuai
sesuai dengan
dengan prestasi
prestasi pekerjaan
pekerjaan
3)
3) P
Penyedia
enyedia barang/jasa
barang/jasa cidera
cidera janji.
janji. S
Sanksi
anksi
ditentukan
ditentukan dalam
dalam kontrak
kontrak..
4)
4) Terbukti
Terbukti adanya
adanya KKN
KKN dalam
dalam proses
proses pemilihan
pemilihan
penyedia
penyedia maupun
maupun dalam
dalam pelaksanaan
pelaksanaan pekerjaan,
pekerjaan,
maka
maka ::
 BBagi
agi penyedia
penyedia barang/jasa
barang/jasa :: jaminan
jaminan
pelaksanaan
pelaksanaan dicairkan,
dicairkan, sisa
sisa uang
uang muka
muka
harus
harus dilunasi,
dilunasi, dan
dan dimasukkan
dimasukkan dalam
dalam
daftar
daftar hitam
hitam selama
selama 22 (dua)
(dua) tahun
tahun
 BBagi
agi pengguna/panitia/pejabat
pengguna/panitia/pejabat
pengadaan
pengadaan,,dikenakan
dikenakan sanksi
sanksi sesuai
sesuai PP
PP N0.
N0.
30/1980
30/1980 tentang
tentang DDisiplin
isiplin P
Pegawai
egawai NNegeri
egeri
ADENDUM
KONTRAK
ADENDUM/ AMANDEMEN KONTRAK

DEFINISI ADENDUM/ AMANDEMEN


Amandemen kontrak adalah ketentuan mengenai
perubahan kontrak. Perubahan kontrak dapat terjadi
apabila:
a) Perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu
hal yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak
sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam
kontrak;

b) Perubahan jadual pelaksanaan pekerjaan akibat


adanya perubahan pekerjaan;
LANJUTAN…

c) Perubahan harga kontrak akibat


adanya perubahan pekerjaan
dan perubahan pelaksanaan
pekerjaan;

d) Amandemen bisa dilaksanakan


apabila disetujui oleh para pihak
yang membuat kontrak tersebut.
A. PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/ JASA
PEMBORONGAN/ JASA LAINNYA
PELELANGAN UMUM
PENJELASAN LELANG (Aanwijziing)
Dalam acara penjelasan lelang, harus dijelaskan
kepada peserta lelang mengenai:
a) Metoda pengadaan/penyelenggaraan
pelelangan;
b) Cara penyampaian penawaran (satu sampul
atau dua sampul atau dua tahap);
c) Dokumen yang harus dilampirkan dalam
dokumen penawaran;
d) Acara pembukaan dokumen penawaran;
LANJUTAN…

e) Metoda evaluasi;
f) Hal-hal yang menggugurkan penawaran;
g) Jenis kontrak yang akan digunakan;
h) Ketentuan dan cara evaluasi berkenaan
dengan preferensi harga atas
penggunaan produksi dalam negeri;
i) Ketentuan dan cara sub kontrak sebagian
pekerjaan kepada usaha kecil termasuk
koperasi kecil;
j) Besaran, masa berlaku dan penjamin
yang dapat mengeluarkan jaminan
penawaran.
LANJUTAN…

Pemberian penjelasan mengenai pasal-pasal


dokumen pemilihan penyedia barang/jasa yang
berupa pertanyaan dari peserta dan jawaban
dari panitia/pejabat pengadaan serta
keterangan lain termasuk perubahannya dan
peninjauan lapangan, harus dituangkan dalam
Berita Acara Penjelasan (BAP) yang
ditandatangani oleh panitia/pejabat pengadaan
dan minimal 1 (satu) wakil dari peserta yang
hadir, dan merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari dokumen pemilihan penyedia
barang/jasa;
LANJUTAN…

Apabila dalam BAP sebagaimana dimaksud di atas


tersebut terdapat hal-hal/ketentuan baru atau perubahan
penting yang perlu ditampung, maka panitia/pejabat
pengadaan harus menuangkan ke dalam adendum
dokumen pemilihan penyedia barang/jasa yang menjadi
bagian tak terpisahkan dari dokumen pemilihan penyedia
barang/jasa dan harus disampaikan dalam waktu
bersamaan kepada semua peserta secara tertulis setelah
disahkan oleh pengguna barang/jasa. Bila ketentuan baru
atau perubahan penting tersebut tidak dituangkan dalam
adendum dokumen pemilihan penyedia barang/jasa maka
bukan merupakan bagian dari dokumen pemilihan
penyedia barang/jasa dan yang berlaku adalah dokumen
pemilihan penyedia barang/jasa awal (asli).
LANJUTAN…

Data pendukung yang diperlukan untuk


menetapkan pemenang lelang adalah:
a) Dokumen pemilihan penyedia
barang/jasa beserta adendum (bila ada);
b) Berita acara pembukaan penawaran
(BAPP);
c) Berita acara hasil pelelangan (BAHP);
d) Ringkasan proses pelelangan dan
hasil pelelangan;
LANJUTAN…

e) Dokumen penawaran dari calon pemenang


pelelangan dan cadangan calon pemenang
yang telah diparaf panitia/pejabat pengadaan
dan 2 (dua) wakil peserta lelang;
f) Apabila terjadi keterlambatan dalam
menetapkan pemenang lelang dan
mengakibatkan penawaran/ jaminan
penawaran habis masa berlakunya, maka
dilakukan konfirmasi kepada seluruh peserta
lelang untuk memperpanjang surat
penawaran dan jaminan penawaran. Calon
pemenang lelang dapat mengundurkan diri
tanpa dikenakan sanksi.
B. PELAKSANAAN PENGADAAN JASA KONSULTASI

SELEKSI UMUM

PENJELASAN

Berita acara dan adendum dokumen seleksi


umum wajib disampaikan kepada seluruh
peserta dalam waktu yang memadai;
C. PELAKSANAAN KONTRAK

1. KETENTUAN UMUM
PERUBAHAN KEGIATAN PEKERJAAN
1) Untuk kepentingan pemeriksaan, pengguna
barang/jasa dapat membentuk panitia/pejabat
penelitipelaksanaan kontrak;
2) Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara
kondisi lapangan pada saat pelaksanaan dengan
gambar dan spesifikasi yang ditentukan dalam
dokumen kontrak, maka pengguna barang/jasa
bersama penyedia barang/jasa dapat melakukan
perubahan kontrak yang meliputi antara lain:
LANJUTAN…

a) menambah atau mengurangi volume


pekerjaan yang tercantum dalam kontrak;
b) mengurangi atau menambah jenis
pekerjaan;
c) mengubah spesifikasi pekerjaan sesuai
dengan kebutuhan lapangan;
d) melaksanakan pekerjaan tambah yang
belum tercantum dalam kontrak yang
diperlukan untuk menyelesaikan seluruh
pekerjaan.
LANJUTAN…

3) Pekerjaan tambah tidak boleh melebihi 10%


(sepuluh persen) dari harga yang tercantum
dalam perjanjian/kontrak awal;
4) Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh
pengguna barang/jasa secara tertulis kepada
penyedia barang/jasa, ditindaklanjuti dengan
negosiasi teknis dan harga dengan tetap
mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam
perjanjian/kontrak awal; ketentuan
5) Hasil negosiasi tersebut dituangkan dalam berita
acara sebagai dasar penyusunan adendum
kontrak.
LANJUTAN…

2. JASA PEMBORONGAN
PERPANJANGAN WAKTU PELAKSANAAN
1) Perpanjangan waktu pelaksanaan dapat diberikan oleh
pengguna barang/jasa atas pertimbangan yang layakdan
wajar;
2) Yang dimaksud hal-hal yang layak dan wajar untuk
perpanjangan waktu pelaksanaan adalah sebagai berikut:
a) pekerjaan tambah;
b) perubahan disain;
c) keterlambatan yang disebabkan oleh pihak
pengguna barang/jasa;
d) masalah yang timbul di luar kendali penyedia
barang/jasa;
e) keadaan kahar (force majeur).
LANJUTAN…

3) Pengguna barang/jasa dapat


menyetujui perpanjangan waktu
pelaksanaan atas kontrak setelah
melakukan penelitian dan evaluasi
terhadap usulan tertulis yang
diajukan oleh penyedia barang/jasa;

4) Persetujuan perpanjangan waktu


pelaksanaan dituangkan di dalam
adendum kontrak.
D. TATA CARA PERHITUNGAN PENYESUAIAN
HARGA (Price Adjestment)

PERSYARATAN PENGGUNAAN RUMUSAN


PENYESUAIAN HARGA
a. Penyesuaian harga diberlakukan bagi kontrak
yang masa pelaksanaannya lebih dari 12 (dua
belas) bulan dan diberlakukan mulai bulan
pertama pelaksanaan pekerjaan;
b. Penyesuaian harga satuan berlaku bagi seluruh
kegiatan/mata pembayaran kecuali komponen
keuntungan dan overhead sebagaimana
tercantum dalam penawaran
LANJUTAN…

c. Penyesuaian harga satuan diberlakukan


sesuai dengan jadual pelaksanaan yang
tercantum dalam kontrak/addendum.
Bagian kontrak atau pekerjaan yang
terlambat dilaksanakan karena kesalahan
rekanan, penyesuaian harga satuan dan nilai
kontrak menggunakan indeks harga sesuai
jadual pelaksanaan pekerjaan yang
ditetapkan pada kontrak awal;
d. Penyesuaian harga satuan bagi komponen
pekerjaan yang berasal dari luar negeri dan
dibayar dengan valuta asing menggunakan
indeks penyesuaian harga dari negara asal
barang tersebut.
“Give a silly answer to a silly
question, and the one who asked will
realize that he’s not as clever as he
thinks”