Anda di halaman 1dari 127

Evaluasi Proyek

FAKULTAS TEKNIK
Kontrak Perkuliahan
1. Perkuliahan di mulai pukul WIB
2. Tugas dikumpulkan saat presentasi
3.Mahasiswa yang tidak mengikuti perkuliahan lebih dari 30% tidak dapat mengikuti
ujian.

NO JenisTagihan Bobot (%)


1 Partisipasi Kuliah 10
2 Presentasi dan Diskusi 20
3 Tugas-tugas 20
4 Ujian Tengah Semester 25
5 UjianAkhir Semester 25
Jumlah 100
MATERI POKOK
1
• Definisi, Tujuan dan Siklus Proyek
• Perencanaan proyek,
• Kerangka Proyek
• Analisis privat dan analisis sosial,
• Biaya dan benefit proyek,
• Pengaruh adanya inflasi terhadap benefit dan biaya

2
• Aspek-aspek Persiapan
• Penilaian proyek secara tradisional dan modern
• Ekonomi Kesejahteraan
• Pengukuran perubahan kesejahteraan
MATERI POKOK
3
• Definisi analisis ekonomis dan analisis finansial,
• Beberapa unsur unsur yang berbeda dalam analisis ekonomis dan analisis finansial
• Rekapitulasi penerimaan usaha,
• Contoh laporan analisis cashflow,
• Contoh proyeksi neraca dan rugi laba
• Analisis kelayakan financial.

4
• Teknik analisis ekonomis :
• Tangible dan intangible
• Tradetable dan non tradetable
• Harga paritas utk barang dan jasa
MATERI POKOK
5
• Hubungan antara biaya/manfaat dengan tujuan proyek
• Hubungan Jenis proyek
• Klasifikasi Tujuan proyek
• Klasifikasi biaya dan manfaat proyek
• Perbedaan Proyek Pemerintah dan Proyek Komersil
Evaluasi Proyek

Yusuf Enril Fathurrohman


Agribisnis
FP Universitas Muhammadiyah Purwokerto
DEFINISI
-KADARIAH, EVALUASI PROYEK-
Proyek adalah kegiatan/aktivitas yang menggunakan sumber-sumber untuk mendapatkan
benefit (manfaat).

Suatu kegiatan denganpengeluaran biaya dengan harapan untuk memperoleh hasil pada
waktu yang akan datang dan yang dapat direncanakan, dibiayai, dan dilaksanakan sebagai
satu unit.

Aktivitas suatu proyek:


- mencapai suatu tujuan (objective)
- mempunyai suatu titik tolak (starting point)
- mempunyai suatu titik akhir (ending point)
- biaya maupun hasilnya biasanya dapat diukur.
IRIGASI Kredit Pedesaan Pemukiman Tanah

Mesin Pertanian Pendidikan Pertanian Peternakan


Proyek :
- Investasi baru
- Perluasan
- Perbaikan program yang sedang berjalan

Evaluasi proyek merupakan suatu kegiatan yang menilai dan memilih berbagai investasi
yang mungkin dikembangkan sesuai dengan kemampuan investasi yang dimiliki. Penilaian
proyek didasarkan pada aspek ekonomi, teknis, finansial, pemasaran, organisasi, dan
aspek manajemen.
TUJUAN

Analisis proyek bertujuan untuk:


1. Mengetahui tingkat kemanfaatan yang dapat dicapai.
2. Menghindarkan terjadinya pemborosan terkait dengan penggunaan sumberdaya.
3. Menentukan prioritas investasi
4. Menentukan proyek yang dipilih untuk dilaksanakan.

MANFAAT

Manfaat proyek adalah penerimaan (revenue) yang dihasilkan suatu proyek


sebelum dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan.
• Manfaat langsung (direct benefits)
• Manfaat tidak langsung (indirect benefits)
• Manfaat tidak kentara (intangible benefits)
1. Manfaat Langsung
Manfaat yang diterima sebagai akibat adanya proyek, seperti
naiknya nilai hasil produksi barang atau jasa, perubahan bentuk,
turunnya biaya, dll.

Kenaikan nilai hasil produksi dapat disebabkan karena


meningkatnya jumlah produk dan kualitas dari produk sebagai
akibat adanya proyek. Misal:
– Kenaikan produksi padi karena adanya irigasi,
– Turunnya biaya pengankutan karena perbaikan jalan,
– Membaiknya job description diantara tenaga kerja karena
perbaikan cara kerja.
2. Manfaat Tidak Langsung

Manfaat yang timbul sebagai dampak yang bersifat multiplier effects dari proyek
yang dibangun terhadap kegiatan pembangunan lainnya.

Contoh: perbaikan jalan menyebabkan timbulnya berbagai kegiatan masyarakat


dalam memanfaatkan potensi ekonomi di sepanjang jalan yang dibangun.

3. Manfaat Tidak Kentara

Manfaat dari pembangunan proyek yang sulit diukur dalam bentuk uang, seprti
perubahan pola pikir masyarakat, perbaikan lingkungan, berkurangnya
pengangguran, peningkatan ketahanan nasional, kemantapan tingkat harga, dll.
PENYELENGGARA
1. Swasta
Proyek mikro: profitable bagi proyek itu sendiri. Menggunakan analisis finansial
2. Pemerintah
Proyek makro: growth, employment, equity, devisa. Mengunakan analisis ekonomi.

Evalusi proyek dilakukan:


- sebelum proyek dikerjakan
- saat proyek dilakukan
- ketika proyek telah selesai
Definisi perencanaan mengandung unsur-unsur (1) sejumlah kegiatan yang ditetapkan
sebelumnya, (2) adanya proses, (3) hasil yang ingin dicapai, dan (4) menyangkut masa
depan dalam waktu tertentu

Perencanaan tidak lepas dari pelaksanaan (pemantauan, penilaian, dan pelaporan)

Perencanaan Nasional adalah suatu proses perencanaan berskala nasional sebagai


konsensus dan komitmen seluruh rakyat Indonesia yang terarah, terpadu, menyeluruh
untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur, memperhitungkan dan memanfaatkan
sumber daya nasional dan memperhatikan perkembangan internasional.
Setiap negara berkembang mempunyai suatu perencanaan nasional yang terperinci secara
sistematis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan selanjutnya untuk mencapai
tujuan-tujuan sosial

Investasi Potensial

Informasi Pengaruh thd Pertumb. Nasional

Pengaruh thd Tujuan Nasional

Perencanaan Proyek Dipilih


yang Realistik
Alat
Penggunaan SD

Jumlah Pengeluaran Setiap Tahun


Pendapatan
SD yg dibutuhkan utk setiap jenis
Investasi

Pemilihan Proyek sebagian didasarkan kepada indikator-


indikator nilai-nilai biaya dan hasil-hasilnya
KERANGKA PROYEK
Kerangka proyek memberikan informasi secara terpadu dan disusun agar supaya banyak
orang dapat berpartisipasi dalam menyediakan informasi, menentukan asumsi-asumsi, dan
mengevaluasi ketepatan kerangka proyek tersebut

Kerangka proyek memberikan suatu gambaran mengenai biaya-biaya yang harus


dikeluarkan tiap-tiap tahun sehingga mereka yang bertanggung jawab dalam penyediaan
sumber-sumber daya yang dibutuhkan dapat melakukan perencanaan mereka sendiri

Analisa Proyek memberikan gambaran mengenai pengaruh-pengaruh investasi yang diusulkan


terhadap para peserta dalam proyek tsb. Dengan memperhatikan pengaruh-pengaruh tersebut
pada peserta secara individual, maka kita akan dapat memberikan insentif dan memutuskan
apakah peserta secara individu dapat ikut berpartisipasi
Benefit/manfaat berdasarkan evaluasi proyek lebih bersifat social benefit daripada financial
benefit. Sedangkan pada perhitungan kelayakan proyek lebih menitikberatkan pada
financial benefit.

Penilaian benefit pada evaluasi proyek menyangkut manfaat langsung yang diterima dari
proyek dan penilaian secara kualitatif terhadap perekonomian masyarakat secara
keseluruhan (sebagai multiplier effect).

Besar kecilnya dampak proyek terhadap perekonomian masyarakat secara keseluruhan


berkaitan dengan jumlah investasi yang ditanam dalam sebuah proyek.
Biaya Langsung: biaya yang berhubungan langsung dengan kepentingan proyek, seperti
biaya investasi (biaya pembangunan konstruksi, biaya peralatan), biaya operasi, dan biaya
pemeliharaan proyek (biaya penyusutan, bunga bank, tanah, modal kerja, biaya lain).

Biaya Tidak Langsung: biaya yang perlu diperhitungkan dalam menganalisis proyek (biaya
polusi udara, biaya penanganan pencemaran, bising, dll).
Inflasi mempengaruhi tingkat harga. Bila benefit dan biaya dinyatakan dalam satuan mata
uang menurut harga yang berlaku keduanya akan terpengaruh oleh laju inflasi.

Umumnya biaya proyek dikeluarkan diawal proyek (biaya investasi) dan benefit proyek
diperoleh diakhir tahun proyek, sehingga efek laju inflasi terhadap benefit berdasarkan
harga yang berlaku lebih besar daripada efek inflasi terhadap besarnya biaya.

Penggunaan harga berlaku (harga pasar) akan menimbulkan kekeliruan dalam


membandingkan benefit dan biaya.

Kekeliruan ini dapat dihindari dengan menggunakan harga konstan( yaitu harga berlaku
dalam satu tahun tertentu) sebagai patokan atau tahun dasar.
Evaluasi Proyek

Yusuf Enril Fathurrohman


Agribisnis
FP Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Tahapan Siklus Proyek
Dimulai dengan
gagasan suatu proyek
Identifikasi

Formulasi
(persiapan) dan
Evaluasi
Analisis
(Appraisal)

Operasi Penilaian

Impelemntasi/
Pelaksanaan
GAGASAN
• Siklus proyek dimulai dari munculnya
gagasan pengusulan proyek.
• Sumber gagasan bersumber dari:
– Pemimpin mayarakat
– Tenaga teknis
– Perintis pembangunan
– Lembaga pemerintah dan atau swasta
– Usulan yang telah ada
JENIS GAGASAN
• Gagasan yang motivasinya untuk
mendapatkan keuntungan dan suatu
investasi bagi investor
• Gagasan yang motivasinya untuk manfaat
atau kegunaan bagi masyarakat, seperti
tersedianya lapangan kerja, perbaikan
kesehatan dan peningkatan kecerdasan

6
IDENTIFIKASI
 Yaitu menentukann calon-calon proyek yang
perlu dipertimbangkan untuk dilaksanakan
 Mengacu pada beberpa pertanyaan sbb:
 Apakah proyek merupakan sektor yang
diprioritaskan?
 Apakah proyek secara garis besar akan
menguntungkan?
 Apakah terdapat bantuan dari pemerintah bagi
jenis peroyek tsb?

7
FORMULASI
 Yaitu penyusunan atau persiapan dengan
melakukan prastudi kelayakan dengan meneliti
sejauh mana calon-calon proyek tsb dapat
dilaksanakan menurut aspek teknis,
administratif atau manajerial, organisasi,
komersial, finansial dan ekonomi.
 Studi kelayakan proyek yang ideal akan
mencakup: ringkasan proyek; studi teknis; studi
pemasaran; studi manajemen/ organisasi; studi
finansial; studi sosial ekonomi

8
ANALISIS
• Yaitu mengadakan penilaian atau evaluasi
(appraisal) terhadap laporan studi kelayakan
yang ada.
• Dilakukan untuk memilih yang terbaik diantara
beberapa alternatif proyek berdasar ukuran
tertentu

9
PENILAIAN
• Setelah Proyek dipersiapkan, biasanya dilakukan
suatu pengkajian/penilaian
• Penilaian memberikan kesempatan untuk
memeriksa kembali tiap aspek dari rencana suatu
proyek (akan melibatkan informasi baru bila
diperlukan)
• Apabila proyek masuk akan  Investasi
diteruskan
• Apabila tidak  analis merubah rencana
proyek/mengembangkan proyek baru
9
IMPLEMENTASI
• Merupakan tahap pelaksanaan proyek
• Pada tahap ini, tanggung jawab para
perencana serta penilai proyek adalah
mengadakan pengawasan terhadap
pelaksanaan pembangunan fisik proyek agar
sesuai dengan final designnya

10
OPERASI
• Tahap ini dipertimbangkan penggunaan
metode-metode pembuatan laporan atas
pelaksanaan operasinya.
• Laporan tersebut diperlukan untuk
kelanjutan peroyek berikutnya

11
EVALUASI HASIL
• Tahap ini membandingkan antara yang
direncanakan dengan hasil yang dicapai.
• Hasil penilaian selanjutnya digunakan untuk
perbaikan bagi proyek berikutnya dan
mengembangkan gagasan baru dalam memilih
proyek-proyek baru

12
Aspek Persiapan Analisa Proyek
Aspek persiapan perencanaan proyek yang harus
diperhatikan serta dipertimbangkan pada setiap
proyek yaitu :
• Aspek Teknis
• Aspek Manajerial dan Administrasi
• Aspek Organisasi
• Aspek Sosial
• Aspek Komersial
• Aspek Finansial
• Aspek Analisis Ekonomi
Aspek Persiapan Analisa Proyek
Aspek Analisis Teknis
yakni berkaitan dengan masalah input barang-barang dan
jasa atau menyangkut masalah penyediaan dan
ketersediaan sumber daya proyek, meliputi analisis tentang
input dan output yang diperlukan dan dihasilkan oleh
proyek

Pada hakikatnya analisis ini merupakan analisis agronomis


atau mekanis walaupun semua aspek dari teknologi yang
digunakan pada proyek bersangkutan juga harus
diperhitungkan
Aspek Persiapan Analisa Proyek
Aspek Manajerial dan Administrasi

Yakni suatu aspek yang cukup sulit untuk dinilai, walaupun


demikian dua aspek ini mungkin sebagai kunci berhasil atau
gagalnya suatu proyek.

Aspek ini menyangkut kemampuan staf atau sumber daya


manusia yang berada dalam/terkait dalam proyek untuk
menjalankan administrasi kegiatan dalam ukuran besar (large
scale activities).

Adapun keahlian manajemen hanya dapat dievaluasi secara


subyektif. Apabila hal ini tidak mendapat perhatian yang khusus,
dikhawatirkan akan terjadi pengambilan keputusan yang kurang
baik dalam suatu proyek yang direncanakan itu.
Aspek Persiapan Analisa Proyek
Aspek Organisasi

Berbeda dengan aspek manajerial, dalam aspek organisasi perlu


diperhatikan hubungan antara organisasi proyek dengan unsur-
unsur pemerintah. Antara lain mencakup :
• Apakah wewenang dan tanggung jawab cukup jelas mata
rantainya.
• Bagaimana dengan persiapan-persiapan training.
• Dapatkah pengeluaran-pengeluaran dilakukan dengan cepat.
• hubungan administrasi proyek dengan administasi di luar proyek,
• sejauh mana regulasi/deregulasi menjadi penghambat atau
pendukung proyek
• Reaksi berbagai elemen masyarakat berkaitan dengan
keberadaan proyek
Aspek Persiapan Analisa Proyek
ASPEK SOSIAL
menggambarkan tujuan-tujuan proyek yang sifatnya khusus bersifat
sosial,

Misalnya
• Dampak proyek thd penyediaan kesempatan kerja,
• Bagaimana pengaruh proyek terhadap pemerataan distribusi
pendapatan
• Pengaruh proyek terhadap penyerapan tenaga kerja
• Pengaruh dan dampaknya terhadap lingkungan
• Perubahan kualitas hidup masyarakat
Aspek Persiapan Analisa Proyek
Aspek Komersial
Dalam suatu proyek termasuk usaha-usaha mengenai
pemasaran dari hasil-hasil proyek yang bersangkutan dan survai
bahan-bahan baku serta jasa-jasa yang dibutuhkan dan
melaksanakan proyek.
Menganalisis penawaran input yang dibutuhkan proyek
selama proses pelaksanaan
Kondisi-kondisi pasar harus diperhatikan dalam
memutuskan mengenai jadi tidaknya suatu proyek.

Bagaimana rencana pemasaran outputnya dan rencana


penyediaan input demi kelangsungan hidup proyek
Produk untuk kepentingan domestik atau ekspor
Aspek Persiapan Analisa Proyek
Aspek Finansial

• Di sini berkaitan dengan rasio antara pengeluaran dan


penerimaan (cost dan revenue earnings) yang diperoleh dari
suatu proyek.

• Hal ini berkaitan dengan masalah apakah proyek yang


bersangkutan sanggup menjamin dana yang dibutuhkan dan
apakah sanggup membayar kembali serta apakah proyek
tersebut bisa menjamin kelangsungan hidupnya secara
finansial.
Aspek Persiapan Analisa Proyek
Aspek Finansial

Analisis ini hampir sama dengan analisis pihak bank bila akan memberikan
pinjaman pada perusahaan yang hendak mendirikan proyek baru.

Misalnya yang berkenaan dengan biaya-biaya apa saja yang diperkirakan akan
muncul berdasarkan analisis teknis. Bagaimana dengan perkiraan
pendapatan yang akan diperoleh dari hasil penjualan yang berdasarkan
analisis komersial. Dengan anggapan adanya kemampuan manajerial yang
tetap, bagaimana kemungkinannya untuk memperoleh laba.

Ada dua pertimbangan khusus yang harus diperhatikan pada masa analisis
finansial. Yang harus dititik beratkan yakni :
– Pertama, harus dilihat pengaruh finansial terhadap usaha
– Kedua, analisis finansial harus dihubungkan dengan hasil yang diperoleh
untuk kepentingan umum ataupun organisasi-organisasi komersial
seperti koperasi, bank ataupun penyalur-penyalur (distributor) swasta.
Aspek Persiapan Analisa Proyek
Aspek Analisis Ekonomi

Dalam aspek ini perlu dipertimbangkan apakah proyek tersebut akan


banyak membantu dalam pembangunan ekonomi secara keseluruhan.

Apakah kontribusinya cukup besar hingga penggunaan sumber-sumber


produksi langka yang dibutuhkannya bisa dibenarkan.

Adapun penyusutan analisis ekonomi dimulai dengan analisis finansial


mengenai perkiraan laba yang mungkin akan diperoleh.

Setelah itu baru membuat beberapa penyesuaian untuk menyesuaikan


hasilnya menjadi suatu perhitungan sosial (social accounting) untuk
perekonomian secara keseluruhan.
Ekonomi Kesejahteraan
Kegiatan ekonomi yang tidak terlepas dari pasar pada dasarnya
mementingkan keuntungan pelaku ekonomi dari pasar tersebut.
Sehingga sangat sulit menemukan ekonomi yang menyejahterakan
jika dilihat dari mekanisme pasar yang ada. Kesejahteraan adalah
salah satu aspek yang cukup penting untuk menjaga dan membina
terjadinya stabilitas sosial dan ekonomi, kondisi tersebut juga
diperlukan untuk meminimalkan terjadinya kecemburuan sosial
dalam masyarakat.
Ekonomi Kesejahteraan

Definisi ekonomi kesejahteraan


• Ekonomi kesejahteraan merupakan suatu
cabang ilmu ekonomi yang mempelajari
keinginan (desirability), efisiensi dan
pemilihan berbagai penggunaan
sumberdaya oleh masyarakat
Efisiensi Pareto
Masalah dalam ekonomi adalah keterbatasan sumber daya (scarcity). Dengan asumsi
bahwa sumber daya terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang terbatas maka ilmu
ekonomi mempelajari alokasi sumber daya agar efisien. Dalam ilmu ekonomi dipelajari
bagaimana keputusan ekonomi diambil oleh para pelaku ekonomi yang
memaksimalkan tujuan melalui kompetisi di pasar, sehingga sumber daya dialokasikan
secara efisien

Konsep efisiensi dalam literatur ekonomi, biasanya mengacu pada sebuah konsep
yang disebut dengan efisiensi pareto (pareto efficiency) atau pareto optimal
Efisiensi Pareto

Pareto optimal didefinisikan sebagai sebuah


kondisi di mana sudah tidak mungkin lagi
mengubah alokasi sumber daya untuk
meningkatkan kesejahteraan pelaku ekonomi
(better off) tanpa mengorbankan pelaku
ekonomi yang lain (worse off).

Model ini menjelaskan proses tercapainya


keseimbangan (harga dan kuantitas) di seluruh pasar
atau industri secara simultan
Efisiensi pertukaran (eficiency in exchange)

Efisiensi pertukaran fokus pada distribusi barang, diasumsikan semua barang telah
terdistribusi, sehingga dalam efisiensi pertukaran tidak ada pelaku ekonomi yang
menjadi lebih baik (better off) tanpa mengorbankan pelaku ekonomi lainnya
(worse off). Efisiensi pertukaran juga berarti tidak ada cakupan untuk perdagangan
atau bisa dikatakan pertukaran tersebut saling menguntungkan.
Efisiensi pertukaran (eficiency in exchange)
Efisiensi pertukaran diilustrasikan dengan Gambar Kurva dibawah atau yang biasa disebut
Edgeworth Bowley diasumsikan bahwa OA dan OB merupakan konsumsi pelaku X dengan
dua barang. Sedangkan OA’ dan OB’ merupakan konsumsi pelaku Y dengan dua barang.
Pareto efisiensi merupakan tangen dari kurva indiferen (E) di mana marginal rate of
substitution (MRS) dari kedua barang A atau B sama.

Tingkat substitusi marginal (MRS) adalah besarnya pengorbanan/pengurangan jumlah konsumsi barang yang satu
untuk menaikkan konsumsi satu satuanbarang lainnya, dengan tetap mempertahankan tingkat kepuasannya.
Efisiensi Produksi
Efisiensi produksi adalah efisiensi menyangkut biaya yang dikeluarkan untuk
menghasilkan output tertentu. Jika produsen tidak efisien secara produktif berarti
dapat memproduksi barang lebih banyak tanpa mengurangi produksi dari barang
yang lain. Dikatakan efisien semua unit kegiatan ekonomi (UKE) yang beroperasi
sepanjang kurva batas produksi (production frontier). Selain dengan pendekatan
Production Possibility Frontier (PPF), efisiensi produksi juga melalui pendekatan
kendala anggaran (budget constraint) di mana terdapat isocost line yang
memberikan kombinasi input dari biaya Gambar Kurva isquants & isocost
menjelaskan kombinasi 2 input yaitu X (tenaga kerja) dan Y (tanah) yang
memproduksi input yang sama.
Efisiensi Pareto
Efisiensi Produksi dan Production Possibility Frontier

Batas Kemungkinan-kemungkinan Produksi


(Production Possibilities Frontiers) merupakan
grafik yang memperlihatkan kombinasi hasil
produksi yang beraneka ragam yang dapat
dihasilkan suatu perekonomian dengan
ketersediaan faktor-faktor produksi dan teknologi
produksi yang dapat digunakan oleh perusahaan
untuk merubah faktor-faktor produksi menjadi hasil-
hasil produksi.
Efisiensi Pareto
Isoquants dan Isocost isoquant adalah kurva yang merupakan tempat kedudukan
titik-titik yang menunjukan kombinasi dua factor produksi
guna menghasilkan tingkat produksi yang sama.
Isocost adalah kurva yang menunjukan kedudukan dari titik-
titik yang menunjukan kombinasi factor produksi yang dibeli
oleh produsen dengan sejumlah anggaran tertentu.
MRTS adalah suatu tingkatan dimana tenaga
kerja (labour) dapat disubstiutsikan dengan
modal (capital) sementara output tetap konstan di
sepanjang isoquant.
Ex :MRTS = 4 berarti apabila terjadi penambahan satu unit
nilai tertentu suatu modal, maka harus terjadi penambahan
empat (4) tenaga kerja

Kurva Q1 memproduksi output yang lebih tinggi daripada Q2. Slope dari kurva isoquant disebut
marginal rate of technical substitution (MRTS). Kurva isocost merupakan kombinasi input di
mana biaya untuk memproduksi barang dengan jumlah yang sama. Slope dari kurva isocost
merepresentasikan harga relatif dari dua input. Suatu UKE memaksimisasi jumlah output yang
diproduksi, dengan memberikan tingkat pengeluaran dari input di mana isoquant merupakan
tangen dari isocost sehingga MRS sama untuk harga relatif. Dalam ekonomi persaingan, semua
UKE menunjukkan harga yang sama karena UKE dalam menggunakan input tenaga kerja dan
tanah mengatur agar MRTS sama untuk harga yang relatif.
Efisiensi Pareto
Efisiensi Produksi

Pada Gambar Kurva


disamping atau yang
disebut kotak Edgeworth
Bowley dengan garis
horisontal adalah
penggunaan input tenaga
kerja, sedangkan garis
vertikal adalah
penggunaan input tanah.
Evaluasi Proyek

Yusuf Enril Fathurrohman


Agribisnis
FP Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Di dalam analisis finansial proyek dilihat dari sudut badan atau orang yang
menanam modalnya dalam proyek atau yang berkepentingan langsung dalam
proyek.

Di dalam analisis ini yang perlu diperhatikan ialah hasil dari modal saham
(equity capital) yang ditanam di dalam suatu proyek.

Adapun hasil dari finansial ini biasanya dikenal dengan istilah "private returns".

Analisis Financial ini penting artinya dalam memperhitungkan rangsanagan


(incentive) bagi mereka yang turut serta dalam mensukseskan pelaksanaan
proyek dan perlu “memperhatikan waktu didapatkan hasil”.
Di dalam analisis ekonomi, suatu proyek dilihat dari sudut pandang
perekonomian sebagai keseluruhan.

Yang harus diperhatikan di dalam analisis ekonomi yakni hasil total, yang
digunakan dalam suatu proyek untuk kepentingan masyarakat atau
perekonomian sebagai suatu keseluruhan, tanpa melihat siapa yang
menyediakan sumber-sumber tersebut dan tanpa melihat siapa-siapa di dalam
masyarakat yang akan menerima hasil-hasil dari proyek tersebut. Hasil ini
biasa dikenal dengan istilah "the social return" atau "the economic return" bagi
proyek.
Perbedaan Penilaian antara
Analisa Finansial dan Analisa Ekonomi

HARGA
Di dalam analisis ekonomi selalu digunakan harga bayangan (shadow prices) atau
accounting prices) yakni harga yang menggambarkan nilai sosial atau nilai ekonomi
yang sesungguhnya bagi unsur-unsur biaya maupun hasil, sedangkan didalam
analisis finansial selalu menggunakan harga pasar.

BIAYA
Di dalam analisis ekonomi biaya bagi input suatu proyek adalah manfaat yang hilang
(the benefitforegone) bagi perekonomian karena input itu digunakan dalam proyek,
atau "the opportunity cost" bagi input.
Perbedaan Penilaian antara
Analisa Finansial dan Analisa Ekonomi

PEMBAYARAN TRANSFER

Pajak
Di dalam analisis ekonomi pembayaran pajak tidak dikurangi/dikeluarkan dari
manfaat proyek. Pajak adalah bagian dari hasil neto proyek yang diserahkan kepada
pemerintah untuk digunakan bagi kepentingan masyarakat sebagai keseluruhan.
Oleh karena itu pajak tidak dianggap sebagai biaya.
Perbedaan Penilaian antara
Analisa Finansial dan Analisa Ekonomi

Subsidi
Subsidi menimbulkan persoalan di dalam perhitungan biaya suatu proyek. Subsidi ini
sesungguhnya sebagai suatu pembayaran transfer dari masyarakat kepada proyek,
Sehingga :
• Dalam Analisis Finansial subsidi mengurangi (menurunkan) biaya proyek, jadi berarti
menambah manfaat proyek
• Dalam analisis ekonomi harga pasar harus disesuaikan (adjusted) untuk menghilangkan
pengaruh subsidi. Jika subsidi ini menurunkan harga barangbarang input, maka besarnya
subsidi harus ditambahkan ke harga pasar barang-barang input tersebut.
Perbedaan Penilaian antara
Analisa Finansial dan Analisa Ekonomi

Bunga
Dalam analisis ekonomi bunga modal tidak dipisahkan atau dikurangi dari hasil
bruto. Untuk masalah bunga terdapat perbedaan dalam analisis finansial, perbedaan
tersebut antara lain:
• Bunga yang dibayarkan kepada orang-orang dari luar yang meminjamkan uangnya kepada
pmyek. Bunga ini dianggap sebagai biaya (cost) sedangkan pembayaran kembali utang dari
luar proyek dikurangi dari hasil bruto sebelum arus manfaat diperoleh.
• Bunga atas modal proyek (inputed or paid to the entry) tidak dianggap sebagai biaya (cost),
karena bunga merupakan bagian dari "financial returns" yang diterima oleh modal proyek.
Perbedaan Penilaian antara
Analisa Finansial dan Analisa Ekonomi
Analisa Financial Analisa Ekonomi
Dilihat dr sudut investor, pemilik Dilihat dari sudut pemerintah,
proyek, perusahaan, lembaga, badan yg perekonomian scr keseluruhan
memp. Kepentingan langsung

Biaya dan manfaat individu Biaya dan manfaat sosial (masyarakat


scr keseluruhan)
Harga : harga pasar Harga bayangan (shadow price/
accounting price)
Pajak dihitung sbg biaya proyek, Pajak tidak dikurangkan dlm benefit
mengurangi benefit
Subsidi : mengurangi biaya Ditambahkan pd harga pasar, tidak
mengurangi biaya
Biaya investasi saat permulaan mrp Biaya investasi baik dr modal sendiri/
biaya modal sendiri pinjaman dihitung saat dikeluarkan
Perbedaan Penilaian antara
Analisa Finansial dan Analisa Ekonomi

Analisa Financial Analisa Ekonomi


Investasi dr pinjaman saat permulaan Pelunasan pinjaman diabaikan dlm
tdk dihitung, yg dihitung arus biaya ekonomi kec bl investasi dr
pelunasan pinjaman + bunga pd saat pinjaman hanya utk proyek tsb, arus
produksi berjalan pelunasan + bunga dihitung pd tahap
produksi berjalan
Biaya Finansial Proyek yang Tidak Dihitung sebagai Biaya
dalam Analisis Ekonomi

Sunk Cost
Yakni biaya yang telah dikeluarkan pada waktu lampau untuk suatu proyek, atau biaya
yang telah dikeluarkan sebelum diambil keputusan untuk melaksanakan proyek.

Biaya ini tidak dihitung di dalam analisis ekonomi proyek dan tidak berpengaruh
terhadap pilihan proyek. Yang dihitung sebagai pengeluaran proyek hanya biaya-biaya
dalam waktu yang akan datang (future costs) yang akan mendatangkan manfaat di
dalam jangka waktu yang akan datang (future benefits).
Biaya Finansial Proyek yang Tidak Dihitung sebagai Biaya
dalam Analisis Ekonomi

Penyusutan
Sesungguhnya penyusutan/depresiasi hanya merupakan pengalokasian biaya investasi
setiap tahun sepanjang umur ekonomik proyek untuk menjamin bahwa biaya modal
itu diperhitungkan di dalam laporan/neraca rugi-laba tahunan (profit and loss
statement).

Walau sesungguhnya penyusutan itu bukan merupakan pengeluaran biaya riil, karena
yang betul-betul sebagai pengeluaran biaya yakni investasi semula. Atau apabila
investasi proyek itu dibiayai dengan pinjaman terikat, maka yang dianggap sebagai
biaya yakni arus pelunasan kredit atau angsurannya beserta bunganya pada waktu
kedua arus itu benar-benar dilaksanakan.
Biaya Finansial Proyek yang Tidak Dihitung sebagai Biaya
dalam Analisis Ekonomi

Pelunasan Hutang Beserta Bunganya


Apakah pelunasan utang (angsuran) dan bunganya itu dihitung sebagai biaya ekonomik
atau bukan, hal itu tergantung pada apakah pelunasan itu merupakan beban sosial atau
bukan. Dalam hal "pinjaman untuk investasi" ada pengeluaran yang dihitung sebagai
biaya (cost) yakni :

Pada Waktu Diadakan Investasi


Yakni jika pinjaman itu tidak terikat pada suatu proyek tertentu, maka dana itu sesungguhnya dapat digunakan untuk
melaksanakan berbagai macam proyek. Ini berarti, jika dana itu digunakan untuk investasi dalam suatu proyek. Misalnya
proyek irigasi, di mana pada waktu pengeluaran untuk investasi tersebut perekonomian kehilangan kesempatan untuk
menggunakan dana tersebut untuk proyek-proyek lain misalnya sehaiusnya dana itu bisa digunakan untuk proyek
jembatan, jalan dan sebagainya, yang dapat memberi manfaat pada perekonomian. Artinya, pada waktu penggunaan
pinjaman tersebut untuk proyek irigasi, terdapat manfaat yang hilang (benefit foregone)
Biaya Finansial Proyek yang Tidak Dihitung sebagai Biaya
dalam Analisis Ekonomi

Pada Waktu Pelunasan Hutang Beserta Bunganya


Jika suatu proyek dibiayai dad pinjaman/kredit terikat, maka pinjaman/kredit itu hanya diberikan
untuk pelaksanaan/suatu proyek tertentu. Misalnya untuk proyek rumah sakit. Artinya jika rumah
sakit itu tidak jadi dilaksanakan, pinjaman itu akan batal dan tidak dapat digunakan untuk proyek
lain. Hal ini berarti bahwa pada waktu dana/sumber itu diinvestasikan pada proyek rumah sakit
tersebut, bagi perekonomian tidak ada proyek lain yang dikorbankan (tidak ada "benefitforegone"
), sehingga investasi pada proyek rumah sakit itu dilihat dari sudut perekonomian/masyarakat
bukan merupakan pengorbanan (cost). Untuk proyek-proyek seperti ini beban sosial/ekonomi
baru terasa pada waktu pelunasan pinjaman dan bunganya di kemudian hari dan bukan pada
waktu investasi.
Biaya Finansial Proyek yang Tidak Dihitung sebagai Biaya
dalam Analisis Ekonomi

Studi Teknis dan Studi Kelayakan


Studi kelayakan dilakukan untuk menentukan apakah suatu proyek akan dilaksanakan atau
tidak, artinya, pengeluaran untuk studi kelayakan diadakan sebelum ada keputusan (decision
making) tentang pelaksanaan proyek. Sehubungan dengan itu, maka bagi proyek biaya tersebut
dianggap sebagai "sunk cost", karena yang dianggap biaya proyek yakni biaya-biaya yang
dikeluarkan sesudah pengambilan keputusan.

Studi teknis (engineering studies) mencakup:


*Desain pendahuluan (preliminary) yang dibuat pada waktu mengadakan studi kelayakan.
Karenanya tidak dimasukkan dalam biaya investasi proyek. Sebaliknya:
*Desain akhir (final design) dibuat sesudah ada keputusan bahwa proyek akan dilaksanakan.
Karenanya biaya untuk membuat desain akhir dimasukkan dalam biaya investasi proyek. Kecuali
kalau desain akhir itu dibiayai dengan kredit terikat, maka berlaku peraturan seperti poin 3
Alat perhitungan arus dana (cash flow):
1. Perhitungan rugi – laba
2. Neraca
3. Laporan Perubahan Modal
Perhitungan rugi - laba
• Perhitungan arus dana sebagai hasil
investasi
• Menggambarkan semua penerimaan
& pengeluaran dlm jangka waktu
tertentu
• Laporan keuangan yg meringkas
penerimaan & pengeluaran suatu
perusahaan selama periode akuntansi
Neraca
• Perhitungan sumber dan arus dana melalui
perubahan dana pada neraca
• Menggambarkan kekayaan perusahaan pd
tahun tertentu
• Terdiri atas aktiva (kekayaan perusahaan) dan
pasiva (hutang, equity pemegang saham,
modal yg ditanam & laba yg ditahan)
• Perubahan nilai kekayaan perusahaan dlm
neraca dr tahun ke tahun perubahan
sumber dan penggunaan
Perubahan Modal
• Perkiraan sumber dan penggunaan dana
• Perkiraan rugi laba, neraca dan arus dana
 Arus masuk mrp sumber dana
Arus keluar mrp penggunaan dana
Penyeimbang mrp kas bank akhir tahun
analisa & tahun sebelumnya
• Sisa dana tahun lalu + arus masuk – arus
keluar tahun ini mrp sisa dana akhir tahun ini
Evaluasi Proyek

Yusuf Enril Fathurrohman


Agribisnis
FP Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Berbagai Biaya dalam Proyek
Di samping biaya-biaya yang disebut sebelumnya masih ada biaya-biaya lainnya yang
termasuk di dalam terbiaya ekonomik. Di antaranya ada yang termasuk di dalam biaya
finansial, ada juga yang tidak termasuk.

Untuk itu misalnya, jika sebidang tanah milik negara digunakan dalam suatu proyek,
maka untuk penggunaan tanah itu biasanya tidak ada biaya finansial, tetapi harus
diperhitungkan suatu "opportunity cost" sebagai biaya ekonomik. Karena dengan
digunakannya tanah dalam proyek, perekonomian/masyarakat kehilangan kesempatan
untuk menggunakan tanah tersebut untuk proyek lain. Artinya ada manfaat yang hilang
(benefit foregone) atau ada "opportunity cost-nya".
Berbagai Biaya dalam Proyek
Di dalam suatu proyek sudah pasti membutuhkan antara lain
1. tanah,
2. tenaga kerja,
3. peralatan dan bahan-bahan untuk konstruksi,
4. bunga pinjaman selama konstruksi,
5. biaya operasi dan pemeliharaan (O&P) atau biaya operating and maintenance
(O&M);
6. biaya pengganti (replacement cost).
Berbagai Biaya dalam Proyek
1. Tanah

Yang dihitung sebagai biaya tanah yakni produksi yang dikorbankan (production foregone) karena tanah
digunakan dalam proyek. Artinya kalau tanah yang digunakan dalam proyek itu sebelumnya sudah
menghasilkan, maka yang dihitung sebagai biaya tanah adalah nilai sekarang neto (the net present
value/NPV) bagi produksi yang dikorbankan itu berdasarkan harga pasar yang merupakan the opportunity
cost bagi tanah.

Adapun the opportunity cost dapat berupa :


1. Nilai Neto Produksi yang Hilang (The Net Value of Production Foregone)
2. Nilai Sewa Tanah (The Rental Value of The Land)
3. Estimasi Langsung tentang Kemampuan Tanah untuk Berproduksi (The Productive Capability of
The Land)
Berbagai Biaya dalam Proyek
1. Nilai Neto Produksi yang Hilang (The Net Value of Production Foregone)
a. Nilai Neto Produksi yang Hilang dipakai jika tanah yang digunakan dalam proyek itu adalah tanah yang
sebelumnya sudah menghasilkan.

b. Di beberapa negara tanah jarang dijual, tetapi ada pasaran yang luas untuk penyewaan tanah. Sewa
tanah ini dianggap sebagai ukuran yang baik bagi nilai neto produksi tanah. Dengan demikian juga bagi the
opportunity cost jika penggunaan tanah berubah. N'ilai sewa tanah ini dapat di-capitalized dengan cara
membagi sewa (financial) dengan the economics rate of return atau the opportunity cost of capital (OCC).
Jika OCC-nya 15% dan sewa tanah yang berlaku Rp 52,500 per hektar per tahun, maka nilai kapital satu
hektar tanah sebesar Rp 52,500 dibagi 0,15 sama dengan Rp 350.000,.
Berbagai Biaya dalam Proyek
c. Adakalanya baik harga pembelian (the purchase price) maupun nilai sewa bukan merupakan suatu
perkiraan/estimasi yang baik. Dalam hal ini harus dibuat suatu estimasi langsung mengenai kemampuan
tanah untuk ber-operasi (the productive capability of the land).
Estimasi langsung semacam itu tidak sukar jika umpamanya ada tanah kosong akan digunakan
untuk proyek pemukiman (a settlement project). Tanpa adanya proyek tersebut tanah itu sama sekali tidak
akan menghasilkan sesuatu yang mempunyai nilai ekonomik, sehingga nilai neto produksi yang hilang (net
value of production foregone) sama dengan Nol. Dengan demikian dalam perhitungan ekonomik tidak
dimasukkan atau diperhitungkan nilai bagi tanah.
Berbagai Biaya dalam Proyek
2. Tenaga Kerja

Dalam menentukan biaya tenaga kerja harus dibedakan antara yang terdidik/terlatih (skilled labour) dan
tenaga kerja tak terlatih (unskilled labour). Karena tenaga kerja yang tidak terlatih dinilai dengan tingkat
upah bayangan (shadow wage rate).

Penilaian Tenaga Kerja yang tidak terlatih jika terdapat persaingan bebas sempurna (perfect competition),
maka harga/upah buruh ditentukan oleh nilai produk marginaklproduktivitas marginal tenaga kerja.

nilai produk marginak/produktivitas marginal tenaga kerja adalah nilai produk tambahan yang dihasilkan
dengan bertambahnya satu orang tenaga kerja.
Berbagai Biaya dalam Proyek
2. Tenaga Kerja

Dalam menentukan biaya tenaga kerja harus dibedakan antara yang terdidik/terlatih (skilled labour) dan
tenaga kerja tak terlatih (unskilled labour). Karena tenaga kerja yang tidak terlatih dinilai dengan tingkat
upah bayangan (shadow wage rate).

Penilaian Tenaga Kerja yang tidak terlatih jika terdapat persaingan bebas sempurna (perfect competition),
maka harga/upah buruh ditentukan oleh nilai produk marginaklproduktivitas marginal tenaga kerja.

nilai produk marginak/produktivitas marginal tenaga kerja adalah nilai produk tambahan yang dihasilkan
dengan bertambahnya satu orang tenaga kerja.
Berbagai Biaya dalam Proyek
Misalnya jika upah buruh di daerah pedesaan pada musim sibuk sebesar Rp 1.000; per had, biasanya
bekerja pada masa itu selama 90 hari dengan upah bayangan tahunannya menjadi 90 x Rp 1.000 sama
dengan Rp 90.000,-, upah bayangan menggambarkan nilai ekonomik penghasilan tahunan buruh tanpa
proyek. Perlu diingat bahwa upah yang betul-betul diterima buruh yang dimasukkan dalam biaya finansial
adalah jauh lebih besar daripada jumlah tersebut.

Tingkat upah bayangan tidak berlaku secara nasional.

Meskipun Tingkat Upah Bayangan Mungkin Tidak Setinggi pada Peak Season NAMUN tingkatnya
juga tidak serendah di daerah OFF Season
Berbagai Biaya dalam Proyek
3. Biaya Peralatan dan Bahan-Bahan untuk Kontruksi

Dalam hal ini perlu dilihat apakah ada yang merupakan barang yang diperdagangkan (traded
goods). Jika bahan-bahan tersebut merupakan barang yang diperdagangkan (traded goods),
maka yang harus diperhitungkan sebagai biaya yakni harga perbatasan (borderprices) bahan-
bahan tersebut. Artinya harga c.i.f (cost insurance and freight) untuk bahan-bahan yang diimpor
atau harga f.o.b. (free on board) untuk bahan-bahan yang diekspor. Dalam perhitungan harus
diingat apakah biaya ini harus dibebankan pada waktu dikeluarkan sebagai investasi atau pada
waktu pembayaran kembali angsuran pinj aman beserta bunganya. Yang penting ialah jangan
sampai terjadi perhitungan ganda (double counting) dalam biaya proyek
Berbagai Biaya dalam Proyek

Nilai salvage (salvage value). Di dalam menghitung biaya investasi perlu diperhatikan apakah
pada akhir umur proyek akan ada nilai salvage yakni suatu nilai sisa (residual) berupa
barang modal yang tak habis digunakan. Nilai salvage ini dapat menambah manfaat pada
tahun terakhir umur proyek beroperasi. Walaupun jumlah nilai salvagenya tidak besar tetapi
dapat mempengaruhi hasil penilaian proyek yakni :
1. jika periode analisis waktunya pendek
2. jika nilai capital item itu sangat besar dibandingkan dengan arus manfaat.
Berbagai Biaya dalam Proyek
4. Bunga Selama Masa Kontruksi

Sama halnya dengan bunga pada umumnya, maka untuk biaya investasi
dibebankan pada waktu diadakan investasi: Bunga selama masa konstruksi
tidak dihitung sebagai biaya ekonomik (bunga modal itu termasuk dalam
discount rate yang digunakan untuk mendiskonto semua biaya dan manfaat
sehingga menjadi nilai sekarang/the present value. Tetapi kalau biaya investasi
diperhitungkan pada waktu pelunasan pinjaman dan bunga cicilan, maka
pembayaran bunga selama konstruksi perlu diperhitungkan dalam biaya
ekonomik.
Berbagai Biaya dalam Proyek
5. Biaya Operasi dan Pemeliharaan (O & P)

Sesudah masa konstruksi ada biaya tahunan untuk kebutuhan rutin selama
umur ekonomik proyek yakni biaya operasi dan pemeliharaan (operating and
maintenance cost).

6. Biaya Pengganti (Replacement Cost)

Banyak proyek membutuhkan investasi dengan panjang umur yang berbeda-


beda. Misalnya investasi pertama (initial investment) yang besar tahan untuk 40
tahun, tetapi ada bagian-bagian yang perlu diganti (replaced) tiap sepuluh tahun
sekali.
Berbagai Biaya dalam Proyek
Misalnya investasi semula memerlukan waktu dua tahun sebesar Rp. 400 juta
dan Rp. 600 juta berturut-turut dan sesudah itu tiap 10 tahun sekali harus
diadakan penggantian (replacement) sebesar Rp. 150 juta. Biaya operasi dan
pemeliharaan adalah sebesar Rp. 100 juta setahun dan pada tahun terakhir
umur ekonomik proyek itu mendatangkan hasil/pendapatan total (total revenue).
Sebesar Rp. 350 juta per tahun, dan umur ekonomik proyek mulai berproduksi
adalah 40 tahun.
Berbagai Biaya dalam Proyek
Tahun Biaya Investasi Biaya O & P (Rp. Hasil Total (Rp.
(Rp. Juta) Juta) Juta)
1 400 - -
2 600 - -
3-11 - 100 350
12 150 100 350
13-21 - 100 350
22 150 100 350
23-31 - 100 350
32 150 100 350
33-41 - 100 350
42 - 100 400
Berbagai Biaya dalam Proyek
7. Biaya Tidak Terduga (Contingencies)

Karena semua biaya dihitung/diperkirakan jauh sebelum waktu dikeluarkan,


biasanya selalu ada kemungkinan terdapat kesalahan dalam perhitungan. Untuk
itu butuh diadakannya tambahan suatu jumlah pada biaya konstruksi. Biaya-
biaya dapat lebih besar daripada yang diperkirakan semula. Misalnya karena
pekerjaan temyata lebih sulit, atau membutuhkan waktu yang lebih lama
daripada yang diduga semula.
Berbagai Biaya dalam Proyek
Biaya yang Tidak Dapat Dinayatakan dengan Jelas
(Intangible Cost)

Selain biaya-biaya tersebut di atas juga sering dijumpai biaya yang tidak
dapat dinyatakan dengan jelas (intangible) misalnya pencemaran udara,
pencemaran air, pencemaran suara/bising, kerusakan pemandangan
karena adanya jaringan listrik dan sebagainya. Biaya ini memang riil, tetapi
sulit dihitung di dalam ukuran uang.
MANFAAT PROYEK
Manfaat proyek dapat dibagi tiga yakni
• pertama, manfaat langsung,
• kedua, manfaat tidak langsung.
• ketiga, manfaat yang tidak dapat dinyatakan
dengan jelas (intangible).
MANFAAT PROYEK
1. Manfaat Langsung

Manfaat ini dapat berupa kenaikan dalam nilai hasil/output dan


penurunan biaya.

Kenaikan dalam Nilai Hasil/Output dapat disebabkan Oleh :


1. Kenaikan dalam produk fisik,
2. Perbaikan mutu produk (quality improvement),
3. Perubahan dalam lokasi dan waktu penjualan
4. Perubahan dalam bentuk grading and processing
MANFAAT PROYEK
Kenaikan dalam Produk Fisik

Dalam hal ini diadakan asumsi bahwa permintaan adalah elastis artinya dengan turunnya harga
hasil produksi jumlah yang di minta naik sedemikian rupa sehingga hasil permintaan total naik.

Kalau Proyek tidak terlalu Besar untuk dapat mempengaruhi harga pasar, maka harga produk
akan tetap; tetapu kalau proyek relatif besar dibandingkan dengan pasar yang dihadapi atau
jumlah produk yang ditawarkan itu bertambah dengan pesat maka ada kemungkinan harga
produk akan turun. Dalam menghitung manfaat tidak boleh dilupakan produk yang dikonsumsi
sendiri (home-consumed product), terutama pada produk bahan makanan.
MANFAAT PROYEK
Perbaikan Mutu Produk

Dalam hal ini jumlah produk dapat tetap, tetapi kualitasnya lebih bagus, sehingga nilainya (harga
rata-rata) naik, dan dengan demikian jumlah penerimaan total juga naik.

Perubahan dalam Lokasi dan Waktu Penjualan


Proyek pemasaran atau pengangkutan (marketing or transport projects )dapat mengadakan
perbaikan pemasaran hasil produksi dengan cara mengubah lokasi dan waktu penjualan produk.

Perubahan dalam Bentuk Grading and Processing

Proyek – proyek seperti penggilingan padi, pengalengan sayur-sayuran dan buah-buahan,


penggergajian kayu, dapat mengubah bentuk produk dan dengan demikian menaikkan nilai
produk dan mempermudah pengangkutan dan penyimpanan.
MANFAAT PROYEK
Penurunan Biaya dapat Berupa :
1. Keuntungan dari mekanisasi,
2. Penurunan Biaya Pengangkutan,
3. Penurunan atau Penghindaran Kerugian

Keuntungan dari Mekanisasi

Seperti: Penggunaan pompa listrik untuk mengairi sawah sebagai pengganti sumur timba,
penggilingan padi untuk mengganti proses penumbukan padi dengan tangan, penggunaan
traktor untuk mengganti tenaga kerbau. Semuanya dapat menyebabkan turunnya biaya per unit
produk.
MANFAAT PROYEK
Penurunan Biaya Pengangkutan
Karena adanya alat pengangkutan yang lebih baik untuk mengangkut produk dari daerah
produksi ke daerah pasar.

Penurunan atau Penghindaran Kerugian

Seperti proyek pengawetan tanah untuk menghindari erosi tanah ; proyek penyimpanan atau
pergudangan ( storage projects ) untuk menghindari kerusakan barang.
MANFAAT PROYEK
2. Manfaat Tidak Langsung/Manfaat Sekunder Proyek

Manfaat yang timbul atau dirasakan di luar proyek karena adanya realisasi suatu
proyek.

Ada tiga macam manfaat tidak langsung/sekunder yakni :


• Manfaat yang disebabkan (induced) oleh adanya proyek yang biasa disebut efek
multiplier dari proyek, dan
• Manfaat yang disebabkan oleh adanya keunggulan skala besar (economies of scale),
serta
• Manfaat yang muncul karena adanya pengaruh sekunder dinamik (dynamic
secondary effects), misalnya berupa perubahan di dalam produktivitas tenaga kerja
yang disebabkan oleh adanya perbaikan kesehatan atau pendidikan (health and
education).
MANFAAT PROYEK
3. Manfaat yang Tidak Dapat Dinayatakan dengan Jelas (Intangible Benefits)

Manfaat suatu Proyek yang sulit dinilai dengan uang

Contoh Intangible Benefits dari suatu Proyek seperti :


1. Perbaikan lingkungan hidup,
2. Perbaikan pemandangan karena adanya tanaman-tanaman dan
taman yang indah,
3. Adanya perbaikan distribusi pendapatan,
4. Integrasi nasional serta pertahanan nasional dan sebagainya.
Manfaat dan biaya proyek dinyatakan di dalam ukuran uang. sar.

Kalau terjadi inflasi, biasanya diikuti kenaikan harga input/biaya, sehingga inflasi
menyebabkan manfaat neto proyek nampaknya makin besar jika diukur atas dasar
harga yang berlaku.

Oleh karena itu di dalam analisis proyek baik arus manfaat maupun arus biaya harus
diukur berdasarkan harga konstan pada tahun pengambilan keputusan tentang
dilaksanakan atau tidaknya suatu proyek.

Hanya apabila diperkirakan ada unsur manfaat atau biaya yang perkembangan
harganya akan menyimpang dari laju perkembangan harga pada umumnya, maka hal
ini perlu diperhitungkan.
Evaluasi Proyek

Yusuf Enril Fathurrohman


Agribisnis
FP Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Barang-Barang yang Diperdagangkan

Jika bahan-bahan atau peralatan yang dipakai dalam proyek


merupakan barang yang diperdagangkan (traded goods), maka yang
harus diperhitungkan sebagai biaya adalah harga diperbatasan (the
border price) daripada bahan/peralatan tersebut.

Artinya harga c.i.f untuk barang-barang yang diimpor atau harga f.o.b
untuk barang yang dapat diekspor
Barang-Barang yang Diperdagangkan
Perincian Unsur-Unsur
Cost.Insurance.Freight -Biaya F.O.B pada saat Ekspor
-Biaya Pengangkutan ke tempat impor
-Biaya Asuransi
-Biaya Bongkar dari Kapal ke Dermaga Pelabuhan

Tidak Termasuk :
-Pajak Impor dan Subsidi
-Biaya masuk pelabuhan impor seperti : pajak, pengangkutan
lokal, penggudangan, biaya agen, dan semacamnya
Free on Board -Semua Biaya untuk Mendapatkan Barang yang akan
diekspor-tetapi masih di pelabuhan negara pengekspor
-Biaya Pemasaran dan Pengangkutan Lokal
-Biaya di pelabuhan lokal seperti : pajak, peyimpanan,
pengangkutan ke kapal, fumigasi, keagenan dan biaya
semacamnya.
-Pajak dan Subsidi Ekspor
-Harga di lingkungan Proyek/harga perbatsan proyek
-Harga di Tempat Usaha/harga perbatasan tanah pertanian
Barang-Barang yang Diperdagangkan
Yang dimaksud barantg yang diperdagangkan (Traded Goods)

Pada Barang Ekspor :


1. Jika Harga f.o.b lebih tinggi dari biaya produksi di dalam negeri
2. Barang ekspor dengan campur tangan pemerintah dengan
mendapat subsidi ekspor dan semacamnya

Pada Barang Impor :


1. Jika Biaya Produksi dalam negeri lebih tinggi daripada harga c.i.f
Barang-Barang yang Tidak Diperdagangkan
Yang dimaksud barantg yang TIdak diperdagangkan (Non-Traded
Goods)

a. Dengan harga c.i.f lebih tinggi daripada biaya produksi dalam negeri
dam biaya produksi dalam negeri lebih tinggi daripada harga f.o.b

b. Yang tidak diperdagangkan karena adanya campur tangan


pemerintah berupa larangan impor, kuota dan semacamnya.

Ex : barang ‘bulky’ seperti batu bata dsb (lebih murah diproduksi


dalam negeri drpd impor tetapi harga ekspornya lebih murah daripada
biaya produksi dalam negeri)
Barang-Barang yang Tidak Diperdagangkan
Barang yang Tidak Diperdagangkan dapat berupa barang yang lekas
busuk (higly perishable) seperti sayuran segar untuk dikonsumsi.
Biasanya barang-barang yang tidak diperdagangkan dihasilkan dalam
suasana persaingan bebas oleh pengusaha/petani kecil/ oleh
pengusaha dalam industri yang mudah dimasuki pengusaha baru
sehingga harga produk tidak dapat naik jauh di atas harga kompetitif.

Pembatasan Kuota Impor


Barang-Barang yang Diperdagangkan Secara
Tidak Langsung (Indirectly Traded Goods)

Barang yang tidak diperdagangkan dengan penggunaan sejumlah


bahan yang impor. Barang tersebut disebut barang yang
diperdagangkan secara tidak langsung.
Barang-Barang yang dapat Diperdagangkan
tetapi tidak diperdagangkan (Tradable but
nontraded goods)
Dikarenakan adanya peraturan pemerintah karena adanya kuota
impor atau adanya larangan impor terhadapnya.
Nilai Tukar Bayangan Bagi Valuta Asing

Penentuan Premium Bagi Valuta Asing

Penyesuaian neraca Financial menjadi neraca Ekonomik menyangkut


penentuan premium yang tepat bagi valuta asing.

Keperluan untuk menentukan premium valuta asing ini timbul karena di


banyak negara sebagai akibat adanya kebijaksanaan perdagangan –
termasuk tarif atas barang impor dan subsidi atas ekspor – orang harus
membayar premium untuk barang yang diperdagangkan.
Nilai Tukar Bayangan Bagi Valuta Asing
Jika barang yang diperdagangkan dihitung berdasarkan perkalian harga-
harga perbatasan (border prices) dengan nilai tukar resmi tanpa
penyesuaian premium valuta asing, maka barang impor akan kelihatan
terlalu murah. Sedang barang domestik kelihatan terlalu mahal. Hal ini
akan mendorong investasi yang berlebihan dalam proyek yang
menggunakan barang impor.

Ada 2 Cara yang sebanding (ekuivalen) untuk memperhitungkan premium bagi


valuta asing dalam analisa ekonomik

1. Nilai Tukar Bayangan Valuta Asing (Shadow Rate of Foreign Exchange) Trade Goods
2. Faktor Konversi (Conversion Factor) Non Trade goods
Nilai Tukar Bayangan Bagi Valuta Asing
1. Nilai Tukar Resmi (The Official of Exchange Rate) = OER
2. Premium Valuta Asing (The Foreign Exchange Premium) = FX Premium
3. Nilai Tukar Bayangan (The Shadow Exchange Rate) = SER
4. Faktor Konversi Baku (The Standard Conversion Factor) = SCF

𝟏
OER x (1 + FX Premium) = SER = 𝑺𝑪𝑭
𝟏 + 𝑭𝑿 𝑷𝒓𝒆𝒎𝒊𝒖𝒎

Menurut Squire & v.d Tak :

𝑶𝑬𝑹 𝑶𝑬𝑹
= 𝑺𝑬𝑹 = 𝑺𝑪𝑭
𝑺𝑪𝑭 𝑺𝑬𝑹
Nilai Tukar Bayangan Bagi Valuta Asing
Jika nilai tukar resmi (OER) = Rp. 1.600 = $ 1,00
FX Premium = 8%
Maka Nilai Tukar Bayangan (SER) = Rp. 1.600 x (1 + 0.08) = Rp. 1.728 per $ 1,00

Penerapan SER pada barang yang diperdagangkan ini ditujukan untuk membuat semua barang
yang diperdagangkan relatif lebih mahal daripada barang yang tidak diperdagangkan atau
membuat barang yang tidak diperdagangkan relatif lebih murah daripada barang yang
diperdagangkan dalam neraca ekonomik.

Tujuan yang sama juga dapat dicapai bukan dengan menaikan nilai relatif barang yang
diperdagangkan melainkan menurunkan nilai semua barang yang tidak diperdagangkan yang
terdapat dalam neraca financial, sehingga neraca ekonomik mereka secara relatif menjadi 8%
lebih murah. Dihitung menggunakan rumus SCF= (1/1,08= 0,926).
Untuk memperoleh nilai ekonomik, semua harga finansial barang yang tidak
diperdagangkan dikalikan dengan faktor konversi baku ini.
Penyesuaian Harga-Harga Finansial dengan nilai-nilai Ekonomis

Penyesuaian yang diperlukan untuk mengkonversikan harga finansial menjadi nilai


ekonomi dibagi dalam 3 langkah :

1. Penyesuaian Pembayaran Transfer Langsung


2. Penyesuaian Ketimpangan harga barang-barang yang diperdagangkan
3. Penyesuaian ketimpangan harga barang yang tidak diperdagangkan

Pada barang yang diperdagangkan secara tidak langsung seperti barang-barang yang di produksi
dalam negeri yang menggunakan bagian besar input yg impor/ekspor maka langkah 2&3
dikerjakan pada waktu yang sama.
Penyesuaian Harga-Harga Finansial dengan nilai-nilai Ekonomis

1. Penyesuaian Pembayaran Transfer Langsung

Langkah pertama dengan menghilangkan pembayaran-pembayaran transfer langung


(pengeluaran yang bukan untuk penggunaan sumber riil melainkan hanya berupa transfer
tuntutan (claim) terhadap sumber-sumber riil dari seseorang dalam masyarakat kepada orang
lain).

Pembayaran transfer yg paling umum adalah pajak, subsidi langsung, transfer kredit (pinjaman,
penerimaan, angsuran pinjaman pokok dan pembataran bunga). Selain itu ada dua transaksi
kredit (jumlah yg masih harus dibayar/accounts payable dan jumlah yang masih harus
diterima/accounts receivable). Semua masukan ini harus dikeluarkan sebelum neraca finansial
disesuaikan untuk mencerminkan nilai-nilai ekonomisnya.
Penyesuaian Harga-Harga Finansial dengan nilai-nilai Ekonomis

2. Penyesuaian Ketimpangan harga barang-barang yang diperdagangkan

Pertama-tama ditentukan besarnya harga perbatasan (border prices). Bagi barang impor
biasanya harga c.i.f, bagi barang ekspor biasanya harga f.o.b. Kemudian harga perbatasan ini
disesuaikan dengan memasukkan biaya pengangkutan domestik dan biaya pemasaran antara
tempat pelabuhan impor atau ekspor dan letak proyek.

EX : Alat Pertanian Impor dengan harga c..i.f sebesar $ 45.000

Dalam neraca Finansial harga ini dikonversikan ke dalam mata uang domsetik dengan
menggunakan nilai tukar resmi (Rp. 1.600 =$1),
1. Rp.1.600 x $ 45.000 = Rp. 72.000.000 (harga c.i.f dalam mata uang domestik )
2. Bea Masuk (10%) 0,1 x Rp. 72.000.000 = Rp. 7.200.000
3. Sehingga alat pertanian dalam neraca finansial menjadi :
Rp. 72.000.000 + Rp. 7.200.000 = Rp. 79.200.000
Penyesuaian Harga-Harga Finansial dengan nilai-nilai Ekonomis

Dalam Neraca Ekonomi :


1. Jika menggunakan pendekatan faktor konversi untuk memperhitungkan premium valuta
asing : $ 45.000 x Rp. 1.600 = Rp. 72.000.000 (Jumlah ini tidak ditambah pajak impor yg
merupakan pembayaran transfer).
2. Jika menggunakan pendekatan nilai tukar bayangan (shadow exchange rate approach) :
Misalkan premium valuta asing = 8%; maka nilai tukar bayangan menjadi 1,08 x Rp. 1.600 =
Rp. 1.728 per dollar. Dengan demikian harga alat pertanian yang diimpor menjadi : $ 45.000
x Rp. 1.728 = Rp. 77.760.000 ATAU cara (2) : 1,08 x Rp. 72.000.000 = Rp. 77.760.000
Penyesuaian Harga-Harga Finansial dengan nilai-nilai Ekonomis

3. Penyesuaian Ketimpangan harga barang-barang yang tidak diperdagangkan

TANAH
1. Jika Sewa Tanah yang berlaku adalah Rp. 52.500 per hektar per tahun dan ‘the opportunity
cost of capital’ (=OCC) adalah 15%, maka nilai modal (the capital value) dari satu hektar tanah
adalah (Rp. 52.500/0k,15) Rp. 350.000. Jumlah ini yang dianggap sebagai nilai ekonomis tanah
dalam proyek jika dipakai cara pendekatan (the shadow exchange rate approach).

2. Jika dipakai pendekatan ‘faktor konversi’, maka nilai modal (capital value) kemudian dikalikan
dengan suatu faktor konversi. Misalkan faktor konversi baku adalah 0,926 (=1/1,08), maka tanah
itu mempunyai nilai ekonomik sebesar Rp. 350.000 x 0,926 = Rp. 324.100.
Penyesuaian Harga-Harga Finansial dengan nilai-nilai Ekonomis

Tenaga Kerja
Jika Upah Buruh Tani pada musim panen/tanam adalah Rp. 750 per hari dan selama musim
sibuk kebanyakan tenaga kerja di daerah pedesaaan dapat memperoleh pekerjaan selama 90
hari, maka :

1. Jika dipakai cara pendekatan nilai tukar bayangan, maka upah bayangan tahunan buruh
tersebut adalah sebesar 90 x Rp. 750 = Rp. 67.500

2. Jika dipakai pendekatan ‘faktor konversi’, maka upah bayangan tahunan buruh tersebut adalah
sebesar 0,926 x Rp. 67.500 = Rp 62.505 (atau Rp. 67.500 : 1,08 = Rp 62.500)
Penyesuaian Harga-Harga Finansial dengan nilai-nilai Ekonomis

Barang yang Diperdagangkan Secara Tidak Langsung


Dalam analisa ekonomi barang yang diimpor secara tidak langsung dipecah menjadi bagian yang
diproduksi di dalam negeri dan bagian yang diimpor dan masing-masing dinilai secara terpisah.

Misalkan, traktr buatan dalam negeri. Harga pasar : Rp. 6.500.000 (30% komponen lokal; 70%
komponen impor dengan bea masuk 15%. Maka :
- Komponen Lokal =0,3 x Rp. 6.500.000 = Rp. 1.950.000
- Komponen Impor (termasuk bea masuk) = 0,7 x Rp. 6.500.000 = Rp. 4.550.000

- Untuk menentukan nilai ekonomis komponen-komponen traktor, maka pertama harus


dikeluarkan bea masuk dengan membagi nilai komponen impor termasuk bea masuk dengan
1 + presentase bea masuk sehingga menjadi nilai komponen impor tanpa bea masuk yaitu
Rp. 4.550.000/1,15 = Rp. 3.956.522. Jumlah ini adalah harga c.i.f yang dikonversikan
berdasarkan nilai tukar resmi (The official exchange rate).
Penyesuaian Harga-Harga Finansial dengan nilai-nilai Ekonomis

1. Jika dipakai cara pendekatan nilai tukar bayangan, maka diambil harga c.i.f yang di
konversikan dengan nilai tukar resmi dan kemudian jumlah ii dikalikan dengan (1 + premium
valuta asing).
Jika
Nilai Tukar Resmi = Rp. 1.600 = $1,00
FX Premium = 8%
Maka nilai komponen impor dalam traktor Rp. 3.956.522 x 1,08 = Rp. 4.273.044
Sehingga harga bayangan traktor adalah sebesar harga bayangan komponne impor + harga
pasar komponen domsetik. = Rp. 4.273.044 + Rp. 1.950.000 = Rp. 6.223.044
Penyesuaian Harga-Harga Finansial dengan nilai-nilai Ekonomis

2. Jika dipakaicara pendekatan faktor konversi, maka nilai ekonomik komponen impor adalah
sebesar harga c.i.f yang dikonversikan berdasarkan nilai tukar resmi sesudah dikeluarkan bea
masuk adalah Rp. 3.956.522.
Untuk mendapatkan nilai ekonomik komponen domestik maka jumlahnya harus dikalikan dengan
faktor konversi . Untuk harga efisiensi dipakai faktor konversi baku sebesar 1/1.08 = 0,926,
sehingga komponen domsetik trakroe menjadi Rp. 1.950.000 x 0,926 = Rp. 1.805.700. Dengan
demikian maka harga bayangan traktor menjadi Rp. 3.956.522 + Rp. 1.805.700 = Rp. 5.762.222
Penyesuaian Harga-Harga Finansial dengan nilai-nilai Ekonomis

Faktor Konversi Khusus (Specific Conversion Factor)


Jika Barang yang diperdagangkan secara tidak langsung yang sering dipakai dalam berbagai
proyek maka akan lebih mudah kalau ada suatu faktor konversi khusus yang sudah satu kali
hitung dapat terus dipakai/diterapkan pada barang-barang yang diperdagangkan secara tidak
langsung.

Misalkan direncanakan sejumlah proyek-proyek yang akan menggunakan jasa traktor yang
diimpor dan diperlukan suatu faktor konversi khusus untuk jasa-jasa traktor tersebut. Sekali
diperoleh faktor konversi maka harga pasar domestik jasa tersebut di dalam tiap proyek dikalikan
dengan faktor konversi khusus tersebut untuk memperoleh nilai ekonomisnya.

a. Nilai Tukar Resmi =Rp. 1.600 = $ 1,00


b. Premium Valuta Asing = 8%
c. Nilai Tukar Bayangan = Rp. 1.728 = $ 1,00
d. Faktor Konversi Baku 1/1,08 = 0,926
e. Tingkat upah bayangan = 50% dari tingkat upah yang berlaku.
Penyesuaian Harga-Harga Finansial dengan nilai-nilai Ekonomis

Nilai Finansial Nilai Ekonomis

Rp $ Nilai Tukar Faktor


Bayangan Konversi
Rp RP
a. Nilai Bruto produk 168.000 105 181.440 168.000
(substitusi impor)
b. Biaya (Input)
-TK tidak trampil 60.000 37,5 30.000 27.780
-Input yang diimpor 32.000 20 34.560 31.000
-jasa traktor
75% komponen impor 14.400 9 15.552 14.400
25% komponen domestik 4.800 3 4.800 4.444
Biaya Total 19.200 12 20.352 18.844

c. Manfaat Neto 56.800 35,5 96.528 89.376

d. Rasio Manfaat/Biaya 1,51 1,51 2,14 2,14


Penyesuaian Harga-Harga Finansial dengan nilai-nilai Ekonomis

Dalam perhitungan berdasarkan faktor konversi baku dinyatakan nilai komponen impor bagi jasa
faktor adalah sebesar Rp. 14.400 yang dikonversikan dengan nilai tukar resmi. Komponen
domestik dikonversikan dengan faktor konversi baku menjadi nilai ekonomik sebesar Rp. 4.444.
Jika jumlah ini diterima sebagai estimasi yang baik bagi nilai komponen domestik, maka jumlah
nilai kedua komponen tersebut = Rp. 14.400 + Rp. 4.444 = Rp. 18.844, dianggap sebagai nilai
ekonomis dari jasa traktor.
Jika nilai ekonomis ini dibagi dengan harganya di dalam negeri diperoleh suatu faktor konversi
khusus (Specific Conversion Factor) sebesar Rp. 18.844/Rp. 19.200 = 0,981
Ketika sudah diperoleh faktor konversi khusus ini maka harga pasar jasa traktor dapat dikalikan
dengan angka tersebut unutk mendapatkan nilai ekonomisnya secara langsung
Penyesuaian Harga-Harga Finansial dengan nilai-nilai Ekonomis

Economic Export Parity Value


Hasil ekonomik barang yang diekspor sampai di perbatasan tanah pertanian (farm gate) atau di
perbatasan proyek (project boundary)

Economic Import Parity Value


Nilai ekonomik barang yang diimpor sampai di perbatasan tanah pertanian (farm gate) atau di
perbatasan proyek (project boundary)

Cara untuk mendapatkan import parity value dan export parity value adalah sejajar (pararel).
Disini akan ditunjukan cara memperoleh import parity value sebagai contoh’ karena lebih sukar
daripada export parity value.
Penyesuaian Harga-Harga Finansial dengan nilai-nilai Ekonomis
Untuk barang yang diimpor oleh proyek.
Pada neraca FINANSIAL harga c.i.f = $ 45.000 (Rp. 1.600 = $ 1,00)
Ditambah 10% pajak impor
Biaya penanganan dan pemasaran = Rp. 150.000
Biaya pengangkutan dalam negeri sampai ke letak proyek = Rp. 225.000
Sehingga the import parity value sampai ke perbatasan tanah pertanian (farm gate) =
(45.000 x 1.600) + (45.000 x 1.6000 x 0,1) + 150.000 + 225.000 = Rp. 79.575.000

Mendapatkan import parity value pada perbatasan tanah pertanian atau perbatasan protek
dengan pendekatan nilai tukar bayangan (shadow exchange rate approach) :
 Premium valuta asing = 8% Nilai tukar bayangan = Rp. 1.728 per $ 1,00
 Semua biaya penanganan, pemasaran, dan pengangkutan barang sampai ke letak proyek
merupakan unsur yang tidak diperdagangkan maka the economic import parity value nya :
(45.000 x 1.728) + 150.000 + 225.000 = Rp. 78.135.000
Penyesuaian Harga-Harga Finansial dengan nilai-nilai Ekonomis

Jika dipakai cara pendekatak Faktor Konversi maka the economic import parity value nya :
(45.000 X 1.600) + (150.000 x 0,926) + (225.000 x 0,926) = Rp. 72.347.250

Dalam kedua perhitungan tersebut, pajak impor dikeluarkan dari perhitungan karena
merupakan transfer

Kadang-kadang yang diketahui adalah :


1. Nilai barang impor sampai di letak proyek dalam ukuran mata uang lokal
2. Tingkat Pajak Impor
3. Biaya Penanganan, pemasaran, pengangkutan darii pelabuhan sampai ke letak proyek

Dalam hal ini maka untuk menentukan nilai ekonomik barang tersebut diperlukan :
1. Perhitungan harga c.i.f nya
2. Pengeluaran pajak impor
3. Perhitungan biaya penanganan, pemasaran, pengangkutan domestik.
Penyesuaian Harga-Harga Finansial dengan nilai-nilai Ekonomis
Misalkan diketahui :
1. Harga barang sampai di letak proyyek Rp. 79.575.000 (Finansial)
2. Pajak Impor 10%
3. Biaya penanganan, pemasaran, pengangkutan dalam negeri dari pelabuhan sampai ke letak
proyek = Rp. 375.000
4. Nilai Tukar Resmi = Rp. 1.600 = $ 1,00
5. Premium Valuta Asing = 8% maka : Nilai Tukar Bayangan (Rp. 1.728 per $ 1,00) dan Ffaktor
konversi baku = 0,926

Untuk memperoleh nilai FINANSIAL di pelabuhan (at the poit entry) :


• harus dikeluarkan biaya lokal untuk pengangkutan, penanganan, pemasaran (79.575.000 –
Rp. 375.000 = Rp. 79.200.000)
• Kemudian dihilangkan pajak impor 10% (Rp. 79.200.000/1,1 = Rp. 72.000.000)
• Nilai Rp. 72.000.000 atau $ 45.000 merupakan harga c.i.f
Penyesuaian Harga-Harga Finansial dengan nilai-nilai Ekonomis

Pendekatan Nilai Tukar Bayangan :


• Harga c.i.f x nilai tukar bayangan = $ 45.000 x Rp. 1.728 = Rp. 77.760.000
• Biaya pengangkutan dan lain-lain dalam negeri sampai perbatasan tanah pertanian atau letak
proyek = Rp. 375.000
• Import parity Value sampai perbatasan tanah pertanian/letak proyek = Rp. 77.760.000 + Rp.
375.000 = Rp. 78.135.000

Pendekatan Faktor Konversi :


• Harga c.i.f x nilai tukar resmi = Rp. 72.000.000
• Biaya lokal x konversi baku = Rp. 375.000 x 0,926 = Rp. 347.250
• Import parity Value sampai perbatasan tanah pertanian/letak proyek = Rp. 72.347.250
Penyesuaian Harga-Harga Finansial dengan nilai-nilai Ekonomis

Untuk mendapatkan the import parity value dan export parity value dalam analisa ekonomi
harus :
1. Dihilangkan pembayaran-pembayaran transfer
2. Diperhitungkan premium valuta asing
3. Dipakai harga bayangan bagi barang dan jasa domestik yang harganya tidak menunjukkan
indikator yang baik bagi opportunity cost