Anda di halaman 1dari 43

PENGANTAR ILMU

FARMASI

KELOMPOK 9
ANGGOTA
AYU MULIA
ITA NURHADISAH
ERIKA SARI ARMA
HAL-HAL YANG
AKAN DI BAHAS

1. Peraturan perundang-
undangan
2. Pendidikan farmasi
3. Lapangan kerja bidang
farmasi
4. Organisasi farmasi
1. PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

 Profesi farmasi adalah profesi yang


menyangkut manusia sehingga diatur melalui
peraturan perundang undangan yang
sangat rinci. Banyak sekali peraturan yang
menyangkut profesi dan kegiatan profesi.
Oleh sebab itu, sebaiknya apoteker memiliki
buku peraturan perundang undangan
farmasi yang telah di terbitkan oleh
Departemen Kesehatan Republik Indonesia
(Himpunan Peraturan Perundang undangan
bidang kesehatan khusus farmasi)
Peraturan perundang undangan yang sangat
penting dan satu peraturan menteri
kesehatan
 Peraturan Pemerintah RI No 51 tahun 2009
Tentang Pekerjaan Kefarmasian
 Undang Undang RI No 25 Tahun 2009
Tentang Narkotika, dan
 Peraturan Mentri Kesehatan RI Nomor HK
02.02/MENKES/068/I/2010 tentang
kewajiban menggunakan obat Generik.
Ketiga peraturan dan perundang undangan ini
memandu Apoteker dalam melakukan kegiatan
profesionalnya dan diharapkan dapat bekerja
secara profesional dengan hasil optimal. Peraturan
Pemerintah RI No. 51 tahun 2009 merupakan pula
panduan untuk pelaksanaan racikan obat secara
baik. Undang Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang
narkotika mengingatkan apoteker untuk lebih
berhati hati dalam menangani obat narkotika yang
marak disalah gunakan. Peraturan MENKES RI No.
HK.02.02/MENKES/068/I/2010 tentang kewajiban
menggunakan obat Generik difasilitas pelayanan
kesehatan pemerintah (14 januari 2010) merupakan
dasar hukum penggunaan obat generik pada
fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah.
Sebagai profesi pemerintah telah mengeluarkan
dan menetapkan peraturan pemerintah republik
indonesia Nomor 51 tahun 2009 tentang
pekerjaan kefarmasian yaitu:
Pasal 1 ayat 3
 Tenaga kefarmasian adalah tenaga yang
melakukan pekerjaan kefarmasian yang
terdiri dari apoteker dan Tenaga Teknis
Kefarmasian
Pasal 1 ayat 4
 Pelayanankefarmasian adalah suatu
pelayanan langsung dan bertanggung
jawab kepada pasien yang berkaitan
dengan sediaan Farmasi dan bermaksud
mencapai hasil yang pasti untuk
meningkatkan mutu kehidupan pasien.
Pasal 1 ayat 5
 Apoteker adalah sarjana farmasi yang
telah lulus sebagai Apoteker dan telah
mengucapkan sumpah jabatan
apoteker.

Sumpah
apoteker
Pasal 1 ayat 11
 Fasilitas
pelayanan kefarmasian adalah
sarana yang digunakan untuk
menyelenggarakan pelayanan kefarmasian
yaitu apotik , instalasi farmasi rumah sakit ,
puskesmas, klinik , toko obat , atau peraktek
bersama
Pasal 1 ayat 13
 Apotik
adalah sarana pelayanan
kefarmasian tempat dilakukan
peraktek kefarmasian
Pasal 1 ayat 15
 Standar
profesi adalah pedoman untuk
menjalankan praktek profesi secara baik
Pasal 1 ayat 16
 Standarprosedur operasional adalah
prosedur tertulis berupa petunjuk
operasional tentang pekerjaan
kefarmasian.
Pasal 1 ayat 17
 Standar
kefarmasian adalah pedoman
untuk melakukan pekerjaa kefarmasian
pada fasilitas produksi, distribusi , atau
penyaluran dan pelayanan kefarmasian.
Pasal 1 ayat 18
 Surat Tanda Registraai Apoteker,
selanjutnya disingkat , STRA adalah bukti
tertulis yang diberikan oleh menteri
kepada Apoteker yang sudah di registrasi
Pasal 1 ayat 22
 Surat izin praktek Apoteker selanjutnya
disingkat SIPA adalah surat izin yang
diberikan kepada Apoteker untuk dapat
melaksanakan pekerjaan kefarmasian
pada apotik atau instalasi farmasi rumah
sakit.
Pasal 1 ayat 23
 Surat Izin Kerja selanjutnya disingkat SIK
adalah surat izin yang diberikan kepada
apoteker dan tenaga teknis kefarmasian
untuk dapat melaksanakan pekerjaan
kefarmasian pada fasilitas produksi dan
fasilitas distribusi atau penyaluran
2. Pendidikan farmasi
 Sistem Akademik di Sekolah Farmasi
Sistem Pendidikan di Sekolah
Farmasi terdiri dari empat tahap
atau strata, yaitu:

 Sarjana atau Strata-1 (S1) yang


dirancang selesai dalam 4 tahun
dengan,gelar Sarjana Sains/S.Si
(Prodi Sains dan Teknologi
Farmasi), Sarjana,Farmasi/S.Farm
(Prodi Farmasi Klinik dan
Komunitas).
Profesi Apoteker yang dirancang selesai
dalam 1 (satu) tahun dengan gelar Apt.
(Apoteker).

Magister atau Strata-2 (S2) yang


dirancang selesai dalam 2 tahun
dengan gelar Magister Sain.

 Program Doktoral yang dirancang


selesai dalam 3 tahun dengan gelar
Doktor.
Program Sarjana di ITB mempunyai beban
sekurang-kurangnya 144 SKS dan
sebanyak-banyaknya 160 SKS yang terbagi
dalam:

 Tahap Persiapan Bersama dengan


beban minimal 36 (tiga puluh enam) SKS.
 Tahap Sarjana Muda dengan beban
minimal 72 (tujuh puluh dua) SKS.
 Tahap Sarjana dengan beban minimal
36 (tiga puluh enam) SKS.
Mahasiswa Program Sarjana yang
menunjukkan prestasi akademik tinggi dapat
memilih untuk mengikuti pendidikan Program
Magister sebagai bagian yang menyatu
dengan Program Sarjana. Lulusan pendidikan
Program Sarjana dengan prestasi akademik
tinggi dapat memilih untuk mengikuti Program
Doktor secara langsung. Jika tidak ada bagian
atau persyaratan Program Magister yang harus
dipenuhi maka bagian atau persyaratan
tersebut menjadi bagian yang menyatu
dengan Program Doktor.
Program Profesi Apoteker
Apoteker berlangsung dalam 2
(semester) selama 1 (satu) tahun
dengan beban studi sebanyak
32 sks. Pendidikan profesi terbagi
ke dalam 2 tahap, yaitu tahap
perkuliahan profesi (16 sks) dan
tahap kerja praktek profesi
(2×8 sks).
Pendidikan Program Magister
adalah kelanjutan linear Program
Sarjana, atau merupakan interaksi
beberapa disiplin ilmu yang terbentuk
sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan atau tuntutan kebutuhan.
Pendidikan Program Magister setelah
Program Sarjana mempunyai beban
sekurang-kurangnya 36 (tiga puluh
enam) SKS dan sebanyak-banyaknya 50
(lima puluh) SKS.
Pendidikan Program Doktor

setelah Program Magister


mempunyai beban SKS yang
ditentukan oleh Program
Pascasarjana sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
3. Lapangan kerja farmasi

???
Bidang pemerintahan
 Departemen Kesehatan,
 Dinas Kesehatan,
 Puskesmas dan pada
 Badan Pengawas Obat
dan Makanan (BPOM)
Bagian administrasi pelayanan obat
di instansi pemerintahan

 Polri
 Maupun TNI.
 Dan lain-lain
Menjadi dosen pada departemen
pendidikan nasional

 sebagai dosen di bidang farmasi.


Bagian apotek atau instalasi farmasi pada
berbagai Rumah Sakit.

Pada bidang industri obat-obatan


 misalnya: Kalbe Farma,
 Bayer,
 mead Johnsons,
 dan lain-lain.
Pada bidang industri Kosmetik

 seperti Mustika ratu,


 martha Tilaar,
 Wardah, dan
 Dan lain-lain

Pada bidang industri makanan

 seperti Wings Food,


 Indofood, dan
 lain-lain.
Pada bidang jamu dan obat tradisional
 seperti air mancur,
 sido muncul,
 Nyonya meneer,
 atau deltomed.

Pada bidang industri dan perdagangan


yang menjadi penjamin mutu, standar
keamanan dan kualitas produk makanan,
obat-obatan maupun kosmetik
Seperti Sucofindo misalnya.
Tak hanya yang disebutkan diatas, bahkan seorang
farmasis bisa sampai diterima bekerja di bank. Hal ini
terjadi karena lulusan farmasi lebih sering didapatkan
sebagai orang yang terbiasa untuk teliti dan terlatih
untuk tekun. Tentu saja jenis orang seperti inilah yang
dicari oleh bidang perbankan.Dari penjelasan di
atas kita bisa melihat bahwa ternyata prospek
seorang lulusan farmasi untuk mendapat lapangan
pekerjaan sekaligus mengabdikan diri kepada
masyarakat tidak sekedar pada satu tempat di
apotek atau rumah sakit saja tapi bisa lebih luas dari
itu.
4. Organisasi farmasi

Rumah sakit
Universitas
Industri
Umum
Organisasi farmasi di rumah sakit
 IFRS(Instalasi farmasi rumah sakit)

Suatu bagian/unit/divisi atau fasilitas


di RS tempat semua kegiatan
pekerjaan kefarmasian yang
ditujukan untuk keperluan RS itu
sendiri.
Struktur organisasi farmasi rumah sakit

Kepala
instalasi
rumah sakit ADM
IFRS

Pelayanan
Pengelolaan Manajem
farmasi mutu
pembekalan
klinik
Pengelolaan perbekalan farmasi

 Mulai perencanaan,
 pengadaan,
 penyimpanan,
 penyiapan,
 peracikan,
 Pelayanan langsung dan
 pengendalian
Pelayanan Klinik

 berkaitan langsungdengan
penderita seperti
Pemantauan Terapi Obat,
 Evaluasi penggunaan obat,
 konseling,dan lain-lain
Manajemen mutu
 Kriteria kualitas pelayanan yang
diinginkan.
 Penilaian kualitas pelayanan
berdasarkan Pendidikan personel
dan peningkatan fasilitas bila
diperlukan.
 Penilaian ulang pelayanan
Organisasi farmasi di universitas
 HIMAFI
 HMF
 ISMAFARSI
 Dan lain-lain
Struktur organisasi farmasi di universitas

Ketua
himpunan
Wakil
Sekretaris himpunan

Bendahara Anggota
Organisasi farmasi industri
Organisasi Farmasi umum
 Pafi(Persatuan Ahli farmasi Indonesia)

Adalah organisasi yang menghimpun


seluruh rakyat indonesia yang bhakti dan
karyanya di bidang farmasi khususnya
tenaga ahli farmasi profesi Asisten
Apoteker(AA).
Next....
Pafi merupakan organisasi tertua di
indonesia,bahkan profesi apoteker.Hal ini di
sebabkan karena pada masa
pemerintahan kolonial belanda,hanya
pendidikan Asisten Apoteker yang mampu
di jalankan ,bahkan rintisannya harus di
didik langsung di negeri belanda