Anda di halaman 1dari 26

Laporan Kasus

Hernia Inguinalis
Lateralis Sinitra
dr. K.M.Syarif Azhar

Pendamping:
dr. Zainab, M.Kes
dr. Sylvia Agestie

Pembimbing:
dr. Yanuar, Sp.B
Identifikasi Kasus
Bab I

page 2
Identitas Pasien
• Nama : An. EW
• Tanggal Lahir : 26-04-1975
• Nomor RM : 100637
• Tanggal Rawat : 24-11-2018
• Bangsal : P1

page 3
Riwayat Penyakit
• Keluhan Utama: Benjolan di lipat paha sebelah kiri
• Riwayat Perjalanan Penyakit: Alloanamnesis (ibu pasien)
• ± 6 jam SMRS, os datang dengan keluhan benjolan di lipat paha sebelah
kiri. Benjolan biasanya hilang timbul terutama apabila mengangkat benda
berat dan beraktifitas berat. Saat ini os mengeluh bahwa benjolan tidak
bisa hilang kembali. Os juga mengeluh nyeri pada saat benjolan tersebut
ditekan dan rasa penuh pada ulu hati. Os mengaku masih bisa untuk
melakukan buang angin.
• Os kemudian dibawa ke IGD RS Pelabuhan.

page 4
Riwayat Penyakit
• Riwayat Pengobatan : -
• Riwayat Penyakit Sebelumnya: -
• Riwayat Keluarga : -
• Riwayat Pekerjaan : -
• Riwayat Alergi obat-obatan : terdapat riwayat alergi obat-
obatan yang mengandung sulfa (+)

page 5
Pemeriksaan Fisik
• Status Generalisata :
• Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
• Kesadaran : Compos Mentis
• Tekanan Darah : 120/80 mmHg
• Laju Pernapasan : 18 x/mnt
• Nadi : 85 x/mnt isi dan tegangan cukup
• Suhu : 36,4oC
• Skala Nyeri : 5 (agak mengganggu)

page 6
Pemeriksaan Fisik
• Status Lokalis:
• Kepala: konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-)
• Thorax : Paru : Vesikuler (+) Normal, Wheezing (-), Rhonki (-)
• Jantung : Bunyi Jantung I-II normal, Murmur (-), Gallop (-)
• Abdomen: cembung, tegang, nyeri tekan ulu hati (+), bising usus (+) normal
• Ekstremitas : Akral hangat, CRT <2”
• Regio Inguinalis Sinistra : I : Benjolan di lipat paha sebelah kiri ukuran 3x3 cm
• P : Nyeri pada perabaan
• Status Neurologis:
• Motorik : Aktif seluruh ekstremitas
• Tonus : normal
• Refleks fisiologis : normal
• Refleks primitif :-
page 7
Pemeriksaan Penunjang :
24/11/18
• Hasil Laboratorium
• Leukosit : 8.600
• Ht : 25 %
• Hb : 8,5 gr/dl
• Trombosit: 250.000/uL
• Bss : 70 mg/dl
• CT : 12 menit
• BT : 2 menit page 8
Pemeriksaan Penunjang :
• Pemeriksaan Radiologi
• Foto Ro Thoraks
• Kesan : Cor dan Pulmo Tidak ada kelainan

• Pemeriksaan EKG
• Kesan : Sinus Rhytim

page 9
Diagnosis dan Tatalaksana
• Diagnosis : Hernia Inguinalis Lateralis Ireponible Sinistra

• Pengobatan :
• IVFD RL gtt XX /m
• Inj. Ketorolac 1 amp
• Rawat inap

page 10
page 11
page 12
page 13
Tinjauan Pustaka
Bab II

page 14
Definisi
• Hernia merupakan protrusi atau penonjolan isi suatu rongga
melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga
bersangkutan (fascia dan muskuloaponeurotik) yang menberi
jalan keluar pada alat tubuh selain yang biasa melalui dinding
tersebut.

page 15
Klasifikasi
• Berdasarkan terjadinya, hernia terbagi atas hernia kongenital
dan akuisita. Menurut letaknya bisa disebut hernia inguinal,
umbilical, femoral, insisional (sering) dan hernia epigastrik,
gluteal, lumbal, obturator (jarang).
• Dari sifatnya dikenal hernia reponibel dan ireponibel. Bila terjadi
gangguan pada pasase usus yang terjepit hernia yang ireponibel,
maka disebut hernia inkarserata. Sementara bila hernia tersebut
mengakibatkan gangguan vaskularisasi maka disebut hernia
strangulata.

page 16
Hernia Inguinalis

page 17
Diagnosis
• Gejala dan tanda klinis hernia banyak ditentukan oleh keadaan isi
hernia :
• adanya benjolan di lipat paha yang muncul waktu berdiri, batuk,
bersin, mengangkat benda berat atau mengedan, dan
menghilang saat berbaring.
• Keluhan nyeri jarang dijumpai; kalau ada biasanya dirasakan di
daerah epigastrium atau paraumbilikal berupa nyeri visceral
karena regangan pada mesenterium sewaktu satu segmen usus
halus masuk ke dalam kantong.
• Nyeri yang disertai mual dan muntah baru muncul kalau terjadi
inkarserata karena ileus atau strangulasi karena nekrosis.

page 18
Berdasarkan anatomi, hernia dapat dibagi menjadi :
• Hernia inguinalis medialis (direk)
• Disebut direk karena menonjol langsung ke depan melalui trigonum
hasselbach. Disebut medialis karena tidak keluar melalui kanlis inguinalis
dan tidak ke scrotum.
• Tipe ini hampir selalu disebabkan oleh faktor peninggian tekanan
intraabdomen kronik dan kelemahan otot dinding di trigonum hasselbach.
Oleh karena itu hernia ini umumnya bilateral. Hernia direk tidak dikontrol
oleh tekanan pada annulus internus, secara khas mengakibatkan benjolan
kedepan, tidak turun ke skrotum.3
• Hernia inguinalis lateralis
• Tipe ini disebut juga indirek karena keluar melalui dua pintu yaitu annulus
dan kanalis inguinalis. Tidak seperti hernia medialis yang langsung menonjol
di trigonum hasselbach. Tonjolan pada tipe lateralis biasanya lonjong,
sementara tipe medialis biasanya bulat

page 19
• Secara klinis HIL dan HIM dapat dibedakan dengan tiga teknik
pemeriksaan sederhana yaitu finger test, Ziemen test dan Tumb
test. Cara pemeriksaannya sebagai berikut :

• Pemeriksaan Finger Test :


• Menggunakan jari ke 2 atau jari ke 5.
• Dimasukkan lewat skrortum melalui anulus eksternus ke kanal
inguinal.
• Penderita disuruh batuk:
• Bila impuls diujung jari berarti Hernia Inguinalis Lateralis.
• Bila impuls disamping jari Hernia Inguinnalis Medialis.

page 20
Secara klinis HIL dan HIM dapat dibedakan dengan tiga teknik pemeriksaan
sederhana yaitu finger test, Ziemen test dan Tumb test. Cara pemeriksaannya
sebagai berikut :

page 21
page 22
page 23
Tatalaksana
• Pengobatan konservatif terbatas pada tindakan melakukan reposisi dan pemakaian
penyangga atau penunjang untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi. Reposisi
dilakukan secara bimanual. Tangan kiri memegang isi hernia dan membentuk corong, tangan
kanan mendorongnya ke arah cincin hernia dengan sedikit tekanan perlahan yang tetap
sampai terjadi reposisi.
• Langkah operatif adalah pengobatan satu-satunya yang rasional. Indikasi operasi sudah ada
sejak diagnosa ditegakkan. Prinsip dasar operasi terdiri dari herniotomi dan hernioplasti.
• Herniotomi adalah membebaskan kantong hernia sampai ke lehernya, kantong dibuka dan isi
hernia dibebaskan kalau ada perlekatan, kemudian direposisi. Kantong hernia dijahit ikat
setinggi mungkin lalu dipotong.
• Hernioplasti ialah melakukan tindakan memperkecil annulus inguinalis internus dan
memperkuat dinding posterior kanalis inguinalis. Hernioplasti lebih penting dalam mencegah
terjadinya residif.

page 24
page 25
Thank You
dr. K.M.Syarif Azhar

081273408265
Syarif_haha@yahoo.com
Internsip RS Pelabuhan Palembang
page 26