Anda di halaman 1dari 31

PUSKESMAS SINGOSARI 2017

 Pembangunan kesehatan sebagai bagian dari


upaya membangun manusia seutuhnya antara
lain melalui upaya kesehatan anak yg
dilakukan sedini mungkin sejak anak didalam
kandungan.
 Periode penting dalam perkembangan anak
adalah masa balita terutama pada usia 0 – 3
tahun
 Orang tua/ pengasuh merupakan orang
pertama yg seharusnya mengenali tahap –
tahap perkembangan anak
 Tujuan yg diharapkan adalah untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya
sekaligus meningkatkan kwalitas hidup anak
agar mencapai tumbang yg optimal baik fisik,
mental, emosional maupun sosial serta
memiliki intelegensi sesuai dg potensi
genetiknya.
 Otak balita lebih plastis.
 Masa lima tahun pertama kehidupan
merupakan masa yg sangat peka terhadap
lingkungan.
 Peranan keluarga terutama ibu dalam mengasuh
anak sangat menentukan tumbuh kembang anak
 Gangguan perkembangan yg serius dapat
mempengaruhi sistem syaraf yg tengah
berkembang dan menyebabkan keterlambatan
perkembangan.
 Kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini
penyimpangan tumbuh kembang anak
diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara
keluarga, masyarakat dengan tenaga profesional.
1. SASARAN LANGSUNG
Semua anak umur 0 – 6 tahun
2. SASARAN TIDAK LANGSUNG
- Tenaga kesehatan yg bekerja di lini
terdepan ( dokter, bidan, perawat, ahli gizi,
penyuluh kesehatan masyarakat, dll )
- Tenaga pendidik, PLKB, Petugas sosial yg
terkait dg tumbang
- Petugas sektor swasta dan profesi lainya
1. TUJUAN UMUM
Semua balita umur 0 – 5 tahun dan anak
prasekolah umur 5 – 6 tahun tumbuh dan
berkembang secara optimal sesuai dengan
potensi genetiknya shg berguna bagi nusa
dan bangsa serta mampu bersaing diera
global melalui kegiatan stimulasi, deteksi
dan intervensi dini.
 Terselenggaranya kegiatan stimulasi tumbang
pada semua balita dan anak prasekolah
 Terselenggaranya deteksi dini penyimpangan
tumbang pada semua balita dan anak
prasekolah
 Terselenggaranya intervensi dini pada semua
balita dan apras dengan penyimpangan
tumbang
 Terselenggaranya rujukan terhadap kasus
yang tidak dapat ditangani di Puskesmas
SELAMAT MENGIKUTI PERTEMUAN
GURU PAUD DAN TK

SDIDTK
(STIMULASI DETEKSI DAN INTERVENSI DINI
TUMBUH KEMBANG ANAK )
1. Pengertian
Stimulasi adalah Kegiatan merangsang
kemampuan dasar anak umur 0 – 6 tahun agar
anak tumbuh dan berkembang secara optimal
2. Setiap anak perlu mendapat stimulasi rutin
sedini mungkin dan terus menerus pada setiap
kesempatan
3. Stimulasi tumbuh kembang anak dilakukan oleh
ibu dan ayah atau orang terdekat dg anak
4. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan
penyimpangan tumbuh kembang bahkan
gangguan yg menetap
5) Prinsip dasar dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang
anak :
- Stimulasi dilakukan dg dilandasi rasa cinta dan kasih sayang
- Selalu tunjukkan prilaku yg baik
- Berikan stimulasi sesuai dg kelompok umur anak
- Lakukan stimulasi dg cara mengajak anak bermain,
bernyanyi, menyenangkan, tanpa paksaan dan tdk ada
hukuman
- Lakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan
- Gunakan alat bantu permainan yg sederhana, aman dan ada
disekitar anak
- Berikan kesempatan yg sama pada anak laki – laki dan
perempuan
- Anak selalu diberi pujian, bila perlu diberi hadiah atas
keberhasilanya
1. Masa dalam kandungan
2. Masa bayi 0 - 12 bulan :
Umur 0 – 3 bulan
Umur 3 – 6 bulan
Umur 6 – 9 bulan
Umur 9 – 12 bulan
3. Masa anak balita 12 – 60 bulan :
Umur 12 – 15 bulan
Umur 15 – 18 bulan
Umur 18 – 24 bulan
Umur 24 – 36 bulan
Umur 36 – 48 bulan
Umur 48 – 60 bulan
4. Masa prasekolah umur 60 – 72 bulan
1. Pengertian
adalah kegiatan / pemeriksaan untuk
menemukan secara dini adanya
penyimpangan tumbuh kembang pada balita
dan anak prasekolah
2. Ada 3 jenis deteksi dini tumbang :
a. Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan
b. Deteksi dini penyimpangan
perkembangan
c. Deteksi dini penyimpangan mental
emosional
Tingkat Pelaksana Alat yg
pelayanan digunakan
Keluarga, - Orang Tua - KMS
masyarakat - Kader - Timbangan
kesehatan Dacin, injak
- Petugas - alat ukur TB
PAUD, BKB, TPA,
guru TK
Puskesmas - Dokter - Tabel BB/TB
- Bidan - Grafik LK
- Perawat - Timbangan
- Ahli Gizi - Alat ukur TB
- Petugas - Pita pengukur
Lainya LK
1. Tujuan :
adalah utk menentukan status gizi anak,
normal, kurus, kurus sekali atau gemuk
2. Jadwal pengukuran disesuaikan dg jadwal
deteksi dini tumbang
3. Pengukuran berat badan :
a. Menggunakan timbangan bayi/ dacin
b. Menggunakan timbangan injak
4. Pengukuran Panjang badan dan tinggi badan
a. Mengukur dg posisi berbaring
b. Mengukur dg posisi berdiri
1. Timbangan bayi digunakan utk menimbang
anak sampai umur 2 tahun
2. Letakkan timbangan pada meja yg datar
3. Lihat posisi jarum harus menunjuk angka 0
4. Bayi sebaiknya telanjang
5. Baringkan bayi dg hati – hati
6. Lihat jarum timbangan sampai berhenti
7. Baca angka yg ditunjukkan oleh jarum
8. Bila bayi terus menerus bergerak, perhatikan
gerakan jarum, baca angka ditengah – tengah
antara gerakan jarum kekanan dan kekiri
1. Letakkan timbangan dilantai yg datar
2. Lihat posisi jarum harus menunjuk angka nol
3. Anak sebaiknya memakai baju sehari hari yg
tipis
4. Anak berdiri diatas timbangan tanpa
dipegangi
5. Lihat jarum timbangan sampai berhenti
6. Baca angka yg di tunjukkan oleh jarum
7. Bila anak terus bergerak, perhatikan gerakan
jarum, baca angka di tengah – tengah antara
gerakan jarum
1. Sebaiknya dilakukan oleh 2 orang
2. Bayi dibaringkan terlentang pada alas yg datar
3. Kepala bayi menempel pada pembatas angka 0
4. Petugas 1 : kedua tangan memegang kepala
bayi agar tetap menempel pada pembatas angka
0
5. Petugas 2 : tangan kiri menekan lutut bayi agar
lurus, tangan kanan menekan batas kaki ke
telapak kaki
6. Petugas 2 membaca angka di batas kepala
1. Anak tidak memakai sandal atau sepatu
2. Berdiri tegak menghadap kedepan
3. Punggung, pantat dan tumit menempel pada
tiang pengukur
4. Turunkan batas atas pengukur sampai
menempel di ubun – ubun
5. Baca angka pada batas tersebut
1. Ukur tinggi/ panjang dan timbang BB anak
2. Lihat kolom tinggi/ Panjang badan anak yg
sesuai dengan hasil pengukuran
3. Pilih kolom BB utk anak laki – laki ( kiri )
atau perempuan ( kanan ), cari angka BB yg
terdekat dg BB anak
4. Dari angka BB tersebut, lihat bagian atas
kolom utk mengetahui angka standar deviasi
( SD )
 Normal : - 2 SD s/d 2 SD atau gizi baik
 Kurus : < - 2 SD s/d – 3 SD atau gizi kurang
 Kurus sekali : < - 3 SD atau gizi buruk
 Gemuk : > 2 SD atau gizi lebih
Contoh :
Seorang anak laki – laki dg PB 71 cm dan BB 6,8
kg. pada kolom PB anak laki – laki 71 cm, apabila
ditarik garis lurus kekiri ternyata BB 6,8 kg
terletak pada kolom 6,0 – 6,9 kg. kolom < - 2 SD
s/d – 3 SD, interprestasinya anak kurus
 Tujuan :
Untuk mengetahui lingkaran kepala anak
dalam batas normal atau diluar batas normal.
- Jadwal pengukuran :
Umur 0 – 11 bulan : 3 bl sekali
Umur 12 – 72 bl : 6 bl sekali
- Penilaian lingkar kepala anak dilakukan oleh
tenaga kesehatan yg terlatih.
 Alat pengukur dilingkarkan pada kepala anak
melewati dahi, menutupi alis mata diatas kedua
telinga, dan bagian belakang kepala yg menonjol,
tarik agak kencang
 Baca angka pada pertemuan dengan angka 0
 Tanyakan tanggal lahir bayi/ anak, hitung umur
bayi/ anak
 Hasil pengukuran dicatat pada grafik lingkaran
kepala menurut umur dan jenis kelamin
 Buat garis yg menghubungkan antara ukuran yg
lalu dg yg sekarang.
 Bila ukuran lingkaran kepala anak berada
didalam “ jalur hijau “ maka lingkaran kepala
anak normal
 Bila lingkaran kepala anak berada diluar “ jalur
hijau “ maka lingkaran kepala anak tidak normal
 Lingkaran kepala anak tidak normal ada 2 yaitu
makrosefal bila berada diatas “ jalur hijau “ dan
mikrosefal bila berada dibawa “ jalur hijau “
 Bila ditemukan makrosefal maupun mikrosefal
rujuk ke rumah sakit.
TINGKAT PELAKSANA ALAT YG
PELAYANAN DIGUNAKAN
Keluarga dan - Orang tua Buku KIA
masyarakat - kader
kesehatan,
BKB, TPA
- Guru TK - KPSP
- Petugas PAUD - TDL
- TDD

Puskesmas - Dokter - KPSP


- Bidan - TDL
- Perawat - TDD
JENIS 3 6 9 12 15 18 21 24
KEMAMP BULAN BULAN BULAN BULAN BULAN BULAN BULAN BULAN
UAN
GERAK Tengkura Memperta Duduk Berdiri Membung Berjalan Berjalan Berjalan
KASAR p, hankan sendiri selama 1 kuk tanpa mundur 5 naik
mengangk kepala detik kemudian jatuh dan langkah tangga
at kepala tetap berdiri terhuyunh
tegak kembali huyung
GERAK Kepala Menggeng Mengambi Mengambi Memperte Mengambi Menggelin Menumpu
HALUS menoleh ggam l 2 benda, l benda mukan l benda dingkan k 2 kubus
kekanan pensil kedua kecil dua benda kecil dg bola ke
kekiri tangan dengan yg ibu jari arah
pegang gerakan dipegang dan jari sasaran
benda meraup telunjuk
BICARA Mengoceh Mengeluar Menengok Mengucap Memanggi Menunjuk Mengucap Menyebut,
DAN kan suara , bereaksi 2 suku l mama atau 3 kata menunjuk
BAHASA gembira terhadap kata yg atau papa mengeluar atau lebih dg benar
bernada suara sama kan suara ( yg punya bagian
tinggi pelan ma…ma.. gembirath arti ) tubuh
atau Da..da.. dp apa yg
memekik Pa..pa.. d inginkan
SOSIALISA Melihat Tersenyu Makan Membeda Bertepuk Memegan Meniru Melepas
SI DAN dan m melihat kue kering kan dg atau g cangkir pekerjaan baju
KEMANDIR menatap mainan sendiri orang yg melambai atau gelas rumah
IAN wajah lucu blm kenal kan tangga
tangan
JENIS 30 36 42 48 54 60 66 72
KEMAMP BLN BLN BLN BLN BLN BLN BLN BLN
UAN
GERAK Menendan Melempar Melompat Berdiri 1 Berdiri 1 Melompat Menangka Berdiri 1
KASAR g bola bola 2 kaki kaki kaki 1 kaki p bola dg kaki 11
selama 1 selama 6 beberapa 2 tangan detik atau
detik atau detik atau kali lebih
lebih lebih

GERAK Mencoret- Menggam Menggam Menumpu Menggam Menggam Menggam Menggam


HALUS coret bar garis bar k 8 kubus bar tanda bar tanda bar org 3 bar kotak
kertas lurus lingkaran silang silang atau lebih segi
bagian empat
tubuh

BICARA Bicara Menyebut Mengikuti Menyebut Menjawab Mengenal Mengenal Menjawab


DAN mengguna nama aturan nama pertanyaa warna lawan kata pertanyaa
BAHASA kan 2 kata benda,bin permainan lengkapny n n
atang,atau a
org sesuai
gambar
SOSIALISA Makan Mengerjak Mencuci Memakai Menganci Bereaksi Berpakaia Berpakaia
SI DAN sendiri an dan baju ngkan tenang n sendiri n sendiri
KEMANDIR pakai perintah mengerin sendiri baju atau tdk
IAN sendok sederhana gkan sendiri rewel
tangan ketika d
tinggal
1. Bila semua sektor yang di periksa dapat
dilaksanakan maka hasilnya : S ( sesuai/normal )
2. Bila terdapat 1 sektor atau lebih tidak dapat di
laksanakan maka hasilnya : P ( penyimpangan/ tidak
normal )
3. Catat tugas perkembangan yang tidak bisa
dilaksanakan
4. Sampaikan pada ibu/ pengasuh anak hasil
pemeriksaan perkembangan
5. Anjurkan ibu/ pengasuh untuk memberikan
stimulasi perkembangan
6. Catat semua hasil pemeriksaan pada buku regester
DDTK
7. Membuat laporan DDTK setiap bulan.