Anda di halaman 1dari 21

PERCOBAAN 6

ANALISA OBAT DALAM CAIRAN HAYATI (DARAH) SECARA


IN VIVO MELALUI RUTE INTRAVENA

FARMAKOKINETIK
KELOMPOK 5
1. NOVIA HENJANI
2. NURLISANI
3. NURUL HIKMAH
4. OLMI NOR NAZRIAH
OUTLINE
01 TEORI

02 HASIL

03 PEMBAHASAN

04 KESIMPULAN
TEORI
Kompartemen farmakokinetik dari obat pada
setiap tahap perlu ditetapkan secara
kuantitatif dan dijelaskan dengan bantuan
parameter farmakokinetik

Parameter farmakokinetik ditentukan dengan


perhitungan matematika dari data kinetika obat di
dalam plasma atau di dalam urin yang diperoleh
setelah pemberian obat melalui berbagai rute
pemberian, baik secara intravaskular atau
ekstravaskular (Sukmadjaya, 2006).
PARAMETER-PARAMETER FARMAKOKINETIKA INTRA VENA BOLUS
Tetapan kecepatan eliminasi (Ke)
Ke adalah fraksi obat yang ada pada satuan waktu . Tetapan ke menunjukkan laju penurunan kadar obat setelah
proses kinetik mencapai keseimbangan

Volume distribusi (Vd)


Volume yang menunjukkan distribusi obat

Klirens (Cl)
Klirens adalah volumke darah yang dibersihkan dari kandungan obat per satuan waktu

Waktu paro eliminasi T ½


Waktu yang dibutuhkan untuk mengubah jumlah obat di dalam tubuh menjadi seperdua selama eliminasi
PARAMETER-PARAMETER FARMAKOKINETIKA INTRA VENA BOLUS

Luas daerah di bawah kurva kadar obat dalalm sirkulasi sistemik

AUC berguna sebagai ukuran dari jumlah total obat yang utuh tidak berubah yang mencapai sirkulasi
sistemik

Cp (kadar plasma)

Volume yang menunjukkan distribusi obat


HASIL
Panjang Gelombang 249 nm

KURVA BAKU PARACETAMOL (P.A)


Konsentrasi Absorbansi Persamaan garis lurus
1 0,02 y=bx + a
3 0,03
5 0,05 a= 0,0035
7 0,08 b= 0,0105
9 0,1 r= 0,98
Waktu Absorbansi Absorbansi
Paracetamol Sanmol
10 0,898 0,917

20 0,799 0,877

30 0,698 0,712

60 0,549 0,649

90 0,365 0,385

120 0,212 0,230


Lanjutan…
Perhitungan Konsentrasi SediaanUji
𝑦−𝑎
Rumus: y = bx + a  x =
𝑏
Paracetamol
10 0,898 = 0,0105 x + 0,0035 60 0,549 = 0,0105 x + 0,0035
0,898 −0,0035 0,549 −0,0035
x= = 85,19 x= = 51,95
0,0105 0,0105

Ln 85,19 = 4,44 Ln51,95 = 3,95


20 0,799 = 0,0105 x + 0,0035 90 0,365 = 0,0105 x + 0,0035
0,799−0,0035 0,365 −0,0035
x= = 75,76 x= = 34,42
0,0105 0,0105

Ln75,76 = 4,32 Ln34,42 = 3,53


30 0,698 = 0,0105 x + 0,0035 120 0,212 = 0,0105 x + 0,0035
0,698 −0,0035 0,212−0,0035
x= = 66,14 x= = 19,85
0,0105 0,0105

Ln66,14 = 4,19 Ln19,85 = 2,98


Lanjutan…
Sanmol
10 0,917 = 0,0105 x + 0,0035 60 0,649 = 0,0105 x + 0,0035
0,917−0,0035 0,649 −0,0035
x = 0,0105 = 87 x= = 61,47
0,0105

Ln87 = 4,46 Ln61,47 = 4,11


20 0,877 = 0,0105 x + 0,0035 90 0,385 = 0,0105 x + 0,0035
0,877−0,0035 0,385 −0,0035
x = 0,0105 = 83,19 x= = 36,33
0,0105

Ln83,19 = 4,42 Ln36,33 = 3,59


30 0,712 = 0,0105 x + 0,0035 120 0,230 = 0,0105 x + 0,0035
0,712−0,0035 0,230−0,0035
x= = 67,47 x= = 21,57
0,0105 0,0105

Ln67,47 = 4,21 Ln21,57 = 3,07


Lanjutan…(PARACETAMOL)
 K = - slope  Cl = K . Vd
K = 0,01 menit = 0,01 menit . 5,02 L
𝐷𝑏 = 0,0502 menit/L
 𝑉𝑑 =
𝐶𝑝
𝐷𝑏
 𝐴𝑈𝐶 ∞ =
500 𝑚𝑔 𝐾 .𝑉𝑑
= 500 𝑚𝑔
99,48 =
0,01 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 .5,02 𝐿
= 5,02 L = 9960,15 mg menit/L
0,693
 t ½ el =
𝐾
0,693
=
0,01 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
= 69,3 / menit
Lanjutan… (SANMOL)
 K = - slope  Cl = K . Vd
K = 0,01 menit = 0,01 menit . 4,78 L
𝐷𝑏 = 0,0478 menit/L
 𝑉𝑑 =
𝐶𝑝
𝐷𝑏
 𝐴𝑈𝐶 ∞ =
500 𝑚𝑔 𝐾 .𝑉𝑑
= 500 𝑚𝑔
104,58 =
0,01 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 . 4,78 𝐿
= 4,78 L = 10460,25 mg menit/L
0,693
 t ½ el =
𝐾
0,693
=
0,01 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
= 69,3 / menit
PERBANDINGAN KONSENTRASI SEDIAAN UJI ANTAR
RUTE
T (menit) Konsentrasi

Paracetamol Sanmol

10 - 85,19 - 87

20 - 75,76 - 83,19

30 5,28 66,14 2,52 67,47

60 9,95 51,95 0,04 61,47

90 1,47 34,42 3,95 36,33

120 13,09 19,85 5,19 21,57


GRAFIK HUBUNGAN ANTARA WAKTU DAN KONSENTASI
PADA SEDIAAN PARACETAMOL DAN SANMOL SECARA INTRA VENA
PEMBAHASAN
Pada percobaan kali ini menganalisis obat
secara in vivo pada rute i.v dengan obat Ambil 0,5 ml di
Pengambilan
generik yaitu paracetamol dengan dosis awal dalam flakon yg
darah kelinci pada
500 mg dan obat paten yaitu sanmol dengan sdh dimasukkan
vena marginalis
dosis awal 500 mg. antikoagulan

Kenapa menggunakan plasma?


•Karena plasma mengandung protein dan
sering kali protein memiliki afinitas yang
besar dengan obat namun sifat ikatannya Campurkan cairan
Pisahkan plasma
reversibel. darah dengan
dengan sentifuse
vortex
•Beberapa literature mengatakan obat
dalam bentuk bebas yang dapat aktif
secara fisiologis, namun karena obat-
obatan tersebut biasanya terikat protein
sehingga kadar dalam bentuk bebas Ukur absorbansi
sangat rendah sehingga pengukuran Plasma dengan
dilakukan pada plasma karena dapat diencerkan dgn spektrofotometer
menggambarkan seberapa besar obat aquadest ad 1 ml
yang terkandung (249 nm)
Untuk perbandingan tmaks, cp maks dan AUC. Bisa
dilihat pada kurva, bahwa t maks pada kedua
sediaan sama yaitu pada menit ke-10

Sedangkan untuk Cp maks pct yaitu 85,19 mg/L


dan sanmol 87 mg/L terdapat perbedaan Cp maks
tetapi perbedaan ini tidaklah besar

Cp maks merupakan parameter yang digunakan


untuk melihat efek terapi suatu obat bekerja secara
maksimal dan melihat jika kemungkinan adanya
kadar toksik pada obat
Perbandingan Nilai AUC (jumlah obat yang tersedia di dalam darah) pada pct dan sanmol

Nilai AUC pada Paracetamol adalah 9960,15 menit.mg/L dan nilai AUC sanmol adalah
10460,25 menit.mg/L.

Tablet sanmol memiliki nilai AUC lebih besar dibandingkan dengan tablet pct.

Sehingga sanmol memiliki jumlah obat yang tersedia di dalam darah lebih besar dibandingkan
dengan pct

Untuk nilai k dan t ½ pada kedua sediaan sama yaitu nilai k adalah 0,01 menit dan t ½ 69,3/
menit
Faktor lainnya sepeti kondisi
fisiologis dari hewan uji, sifat
Perbedaan dapat disebabkan karena fisikokimia suatu sediaan juga dapat
adanya pengaruh dari perbedaan mempengaruhi, tetapi karena
formulasi pada kedua sediaan pengujian ini tidak benar dilakukan,
sehingga mempengaruhi maka faktor yang benar dapat
bioavailabilitas obat mempengaruhi tidak dapat diketahui
hanya dapat diketahui faktor yang
mempengaruhi secara umum.
Dapat dilihat dari hasil perbandingan konsentrasi sediaan uji antara rute
oral dan rute intra vena terlihat pada data yang tertera bahwa rute intra
vena memiliki konsentrasi lebih besar dari pada rute oral

Pada rute pemberian secara intravena obat akan masuk ke dalam


darah secara langsung dan tidak melalui first pass effect, sehingga
konsentrasi obat didalam darah lebih besar dari pada rute oral yang
obatnya dapat dapat hilang karena harus melalui first pass effect

Penurunan konsentrasi obat dalam plasma dapat diukur dengan


mengambil sampel darah secara berulang dari waktu ke waktu

Rute intravena langsung masuk ke dalam sirkulasi tidak melewati fase


absorpsi, sehingga konsentasi obat dalam darah maksimum dan dicapi
efek terapi yang cepat, sehingga dapat dilihat Cmaks dan pada waktu
yang biasanya segera setelah pemberian dapat di katakan adalah t
maks

Sehingga pada rute i.v dapat memberikan keuntungan seperti


terhindarnya perusakan obat dalam saluran GI, tidak melalui first pass
effect, efek obat yang dihasilkan atau onset lebih cepat dan dapat
diberikan pada pasien dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk
pemberian terapi dengan rute oral.
KESIMPULAN Selain rute penggunaan Bentuk
Hasil yang didapatkan
menunjukan bahwa hubungan sediaan yang diberikan juga dapat
rute pemberian obat dengan mempengaruhi efek terapi obat
bioavailabilitas merupakan tergantung waktu yang dibutuhkan
salah satu faktor yang dapat suatu obat tersebut untuk mencapai
mempengaruhi efek terapi sirkulasi sistemik dan kadar obat
obat tersebut didalam sirkulasi sistemik

Perbedaan bioavalabilitas dari sediaan


generik seperti parasetamol dan sediaan
merek dagang seperti sanmol dipegaruhi
oleh perbedaan formulasi atau fabrikasi
suatu obat.
Thank You