Anda di halaman 1dari 44

MAPUSDIKKES KODIKLAT

TNI AD JAKARTA

SELAMAT DATANG PRAJURIT


KESEHATAN LAPANGAN
1
PENGANTAR HUKUM KESEHATAN

UNTUK

SUSBAWATKESLAP
TA. 2016
PENGANTAR HUKUM KESEHATAN

Tujuan kurikuler agar Basis memahami tentang


hukum kesehatan dan medico legal dalam
memberikan pelayanan kesehatan

Jumlah JP 7 JP
6 JP TEORI DAN 1 JP UJIAN TEORI
Ruang lingkup
1. Pendahuluan
2. Sumber hukum dan
perundangan kesehatan
3. Hak dan kewajiban tenaga
kesehatan
4. Aspek medicolegal dalam yankes
5. evaluasi
6. penutup
PENGANTAR HUKUM KESEHATAN
BAB l
PENDAHULUAN

- UU NO 23/1992 KES
- UU NO 32 1996 TENAGA KES
- UU NO 8 PERLINDUNGAN UU/PERPPU
KONSUMEN
- UU NO 29 /2004 PRAKTEK PERATURAN
KEDOKTERAN PEMERINTAH

PERATURAN
PRESIDEN

PERDA PROPINSI

PERDA
KABUPATEN/KOTA
BAB II
SUMBER HUKUM DAN PERUNDANGAN
KESEHATAN

Vertical Horisontal
paternalistik kontaktual
BAB ll
SUMBER HUKUM DAN PERUNDANGAN KESEHATAN

SUMPAH
SUMPAH HIPPOCRATES
HIPPOCRATES 460-377 SM
A. DEKLARASI JENEWA 1948
B. DECLARATION OF HUMAN RIGHTS PBB
C. INTERNATIONAL CODE OF MEDICAL ETHICS
D. KONSTITUSI WHO
E. DEKLARASI HELSINKI DARI WNA

DUNIA INTERNASIONAL
KESEHATAN
SUMPAH HIPPOCRATES
SUMPAH HIPPOCRATES
Peraturan Perundang-undangan
tentang Kesehatan dan Kedokteran
1.UU No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan.
2.UU No. 29 tahun 2009 tentang Praktek Kedokteran.
3.PP No. 10 tahun 1966 tentang Wajib Simpan Rahasia
Kedokteran.
4.Permenkes 1419 tahun 2005 tentang Penyelenggaraan
Praktek Kedokteran.
5.Permenkes 585 tahun 1989 tentang Perlindungan
Tindakan Medik.
6.Permenkes 749.a tahun 1989 tentag Rekam Medik /
Medical Record.
7.SK Konsil Kedokteran Indonesia/KKI no. 17 tahun 2006
tentang Pedoman Penegakan Disiplin Profesi
Kedokteran.
BAB lll
HAK DAN KEWAJIBAN TENAGA KESEHATAN

Medical
law
Hospital
law Nurse law
BAB ll
HAK DAN KEWAJIBAN TENAGA KESEHATAN

1. Jenis tenaga kesehatan. Menurut UU NO. 36 tahun


1996 Bab ll pasal 2 tenaga kesehatan tdd :
a. Tenaga medis : dokter dan dokter gigi
b. Tenaga keperawatan : perawat dan bidan
c. Tenaga kefarmasian : apoteker,analis farmasi dan
asisten apoteker
d. Tenaga kesehatan masyarakat : epidemologi
kesehatan,etnomolog kesehatan,mikrobiolog
kesehatan,penyuluh kesehatan,administrator
kesehatan,sanitarian
e. Tenaga gizi : nutrisionis dan dietisien
f. Tenaga keterapian fisik :
fisioterapis,okupasiterapis,dan terapis wicara
g. Tenaga keteknisan medis :
radiografer,radioterapis,teknisi gigi,teknisi
elektromedis, analis kesehatan,refraksionis
optisien,otorik protetik, teknisi transfusi, dan
perekam medis.
2. Kewajiban tenaga kesehatan :
a. Kewajiban dokter :
1). Memberikan yanmedis sesuai standart profesi dan
standart prosedur operasional serta kebutuhan
medis pasien.
2). Merujuk pasien ke dokter atau dokter gigi lain yg
mempunyai keahlian atau kemampuan yg lbh
baik,apabila tdk mampu melakukan suatu
rik/pengobatan.
3). Menjamin kerahasiaan pasien
4). Pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan,
kecuali bila yakin ada orang lain yg bertugas dan
mampu
5). Menambah /ikut perkembangan iptek kedokteran
b. Kewajiban Perawat dan Bidan :
1).Mematuhi semua peraturan RS dgn hubungan
hukum antara perawat bidan dgn pihak RS.
2). Mengadakan perjanjian tertulis dengan pihak RS
3). Memenuhi hal-hal yg telah disepakati/perjanjian
yg telah dibuatnya
4). Memberikan pelayanan atau asuhan keperawatan
atau kebidanan sesuai dgn standart profesi dan batas
kewenanganya atau otonomi profesi.
5). Menghormati hak-hak pasien
6). Merujuk pasien kepada perawat lain atau tenaga
kesehatan lain yg mempunyai keahlian /kemampuan
yg lebih baik.
7). Memberikan kesempatan kepada pasien agar
senantiasa dpt berhubungan dgn keluarganya dan
dapat menjalankan ibadah sesuai dgn
agama/keyakinanya sepanjang tidak bertentangan
dgn ketentuan yankes.
8). Bekerjasama dgn tenaga medis/tenaga kesehatan
lain yg terkait dalam memberikan yankes/asuhan
kebidanan kpd pasien/klien.
9). Memberikan informasi yg adekuat tentang
tindakan keperawatan atau kebidanan kpd
klien/pasien atau keluarganya sesuai dgn batas
kewenanganya.
10). Membuat dokumen asuhan keperawatan atau
kebidanan secara akurat dan berkesinambungan
11). Meningkatkan mutu yan keperawatan atau
kebidanan sesuai standart profesi keperawatan atau
kebidanan dan kepuasan pasien/klien.
12). Mengikuti IPTEK keperawatan/kebidanan secara
kontiniu
13). Melakukan pertolongan darurat sebagai tugas
perikemanusiaan sesuai dgn batas kewenangnyaa.
14). Merahasiakan segala sesuatu yg diketahuinya
tentang pasien/klien bahkan juga setelah pasien tsb
meninggal kecuali jika diminta keteranganya oleh yg
berwenang.
C. Kewajiban rumah sakit :
Sesuai UU NO. 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit
sbb :
1).Memberikan informasi yg benar tentang
pelayanan rumah sakit kpd masyarakat
2). Memberi yankes yg aman,bermutu,tidak
diskriminasi, dan efektif dgn mengutamakan
kepentingan pasien sesuai standart pelayanan rumah
sakit.
3). Memberikan yan gawat darurat kpd pasien sesuai
dgn kemampuan pelayanannya
4). Berperan aktif dalam memberikan yankes pada
bencana sesuai dgn kemampuan pelayanannya
5). Menyediakan sarana dan pelayanan bagi
masyrakat tidak mampu atau miskin.
6). Melaksanakan fungsi sosial antara lain dengan
memberikan fasilitas yan pasien tidak
mampu/miskin.
7). Membuat ,melaksanakan dan menjaga standar
mutu pelayanan kesehatan di RS sebagai acuan
dalam melayani pasien
8). Menyelenggarakan rekam medis
9). Menyediakan sarana dan prasarana umum yg
layak antara lain sarana ibadah,parkir, ruang
tunggu,sarana utk orang cacat,wanita
menyusui,anaks dan lansia.
10). Melaksanakan sistem rujukan
11). Menolak keinginan pasien yg bertentangan dgn
standart profesi dan etika serta peraturan
perundang-undangan.
12). Memberikan informasi yg benar, jelas dan jujur
mengenai hak dan kewajiban pasien
13). Menghormati dan melindungi haks pasien
14). Melaksanakan etika rumah sakit
15). Memiliki sistem pencegahan kecelakaan dan
penanggulangan bencana
16). Melaksankan program pemerintah di bidang
kesehatan baik secara regional maupun nasional.
17). Membuat daftar tenaga medis yg melakukan
praktek kedokteran atau kedokteran gigi dan tenaga
kesehatan lainya.
18). Menyusun dan melaksanakan peraturan
internal rumah sakit ( hospital by laws)
19). Melindungi dan memberikan bantuan hukum
bagi semua petugas RS dlm melaksankan tugas.
20). Memberlakukan seluruh lingkungan rumah
sakit sebagai kawasan tanpa rokok.

d. Kewajiban tenaga medis menurut kode etik


Rumah sakit indonesia meliputi :
1). Kewajiban umum rumah sakit terdiri dari
mentaati kode etik rumah sakit indonesia,
mengawasi dan bertanggung jawab semua kejadian
di RS ( corporate liability) memberi pelayanan yg
baik ( duty of due care), memberi pertolongan
darurat tanpa meminta pembayaran uang muka,
memelihara rekam medis pasien,memelihara
peralatan dgn baik dan siap pakai dan merujuk ke
RS lain bila perlu.
2). Kewajiban rumah sakit kepada masyarakat
terdiri dari berlaku jujur dan terbuka,peka thd saran
dan kritik masyarakat,berusaha menjangkau pasien
di luar dinding RS lain bila perlu.

3). Kewajiban rumah sakit kepada pasien adalah


mengindahkan haks asazi pasien , memberikan
penjelasan kpd pasien ttg derita pasien dan
tindakan medis atasnya , meminta informed
consent, mengindahkan hak pribadi (privacy)
,menjaga rahasia pasien . Dan menurut UU NO.
8/1999 Tentang perlindungan konsumen yaitu
mematuhi standart profesi dan menghormati hak
pasien.
3. Hak tenaga kesehatan
a. Dokter dalam UU NO. 29 Tahun 2004 pasal 50
tentang praktek kedokterang di sebutkan haks
dokter sbb :
1). Memperoleh perlindungan hukum sepanjang
sesuai standart profesi dan SOP

2). Memberikan layanan medis menurut standar


profesi dan SOP

3). Memperoleh imfo yg jujur dan lengkap dari


pasien atau keluarga pasien

4). Menerima imbalan jasa.


b. Hak perawat dan bidan sesuai SK Dirjen yanmed
no YM 00.03.2.6.956 Thn 1997 ) sbb :
1). Memperoleh perlindungan hukum dalam
melaksankan tugas sesuai dgn profesinya
2). Mengembangakan diri melalui kemampuan
spesialisasi sesuai latar belakang pendidikan
3). Menolak keinginan pasien yg bertentangan
pertaturan perundang-undangan serta standar
profesi dan kode etik profesi
4). Mendapatkan informasi lengkap dari pasien yg
tidak puas tehadap pelayananya.
5). Meningkatkan pengetahuan berdasarakan
perkembangan IPTEK dalam bidang keperawatan
/kebidanan /kesehatan secara kontiniu.
6). Diperlakukan adil dan jujur oleh rumah sakit
maupun pasien atau keluarganya
7). Mendapatkan jaminan perlindungan terhadap
risiko kerja yg berkaitan dgn tugasnya.
8). Diikutsertakan dalam penyusunan /penetapan
kebijakan pelayanan kesehatan di rumah sakit
9). Diperhatikan privacynya dan berhak menuntut
apabila nama baiknya dicemarkan oleh pasien dan
atau keluarganya serta tenaga kesehatan lain
10). Menolak pihak lain yg memberi
anjuran/permintaan tertulis untuk melakukan
tindakan yg bertentangan dgn perundang-undangan
,standart profesi dan kode etik profesi.
6). Diperlakukan adil dan jujur oleh rumah sakit
maupun pasien atau keluarganya
7). Mendapatkan jaminan perlindungan terhadap
risiko kerja yg berkaitan dgn tugasnya.
8). Diikutsertakan dalam penyusunan /penetapan
kebijakan pelayanan kesehatan di rumah sakit
9). Diperhatikan privacynya dan berhak menuntut
apabila nama baiknya dicemarkan oleh pasien dan
atau keluarganya serta tenaga kesehatan lain
10). Menolak pihak lain yg memberi
anjuran/permintaan tertulis untuk melakukan
tindakan yg bertentangan dgn perundang-undangan
,standart profesi dan kode etik profesi.
11). Mendapatkan penghargaan imbalan yg layak
dari jasa profesinya sesuai peraturan/ketentuan yg
berlaku di RS.
12). Memperoleh kesempatan mengembangakan
karir sesuai dengan bidang profesinya.
RUMAH SAKIT
UU NO 44 THN 2009 DAN PUSKESMAS
KETENTUAN KEMENMES HOSPITAL
POLINDES
LAIN LAW
KLINIK

UU NO 29 THN 2004 MEDICAL


PRAKTEK KEDOKTERAN LAW
DAN KODE ETIK
KEDOKTERAN
PERATURAN
PEEMERINTAH RI NO
32/1996 DAN NURSE LAW
KETENTUAN KEMENMES
LAIN
BAB IV
ASPEK MEDICOLEGAL DALAM PELAYANAN KESEHATAN

ASPEK MEDICO LEGAL

MELALUI PERJANJIAN PERATURAN PERUNDANG2AN


( IUS CONTRACTU) (IUS DELICTO)
Landasan Hukum.

1) Undang –undang no: 23 tahun 1992 tentang kesehatan.

a) Pasal 1 angka 3 : tenaga kesehatan adalah setiap orang yang


mengabdikan dirinya di bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan
atau ketrampilan melaluipendidikan di bidangkesehatan yang untuk jenis
tertentu memerlukan kewenagan untuk melakukan upaya kesehatan.
b) Pasal 32 ayat 2, ayat 3 dan ayat 4 yang berbunyi :

(1) Ayat 2 : penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan dilakukan


dengan pengobatan dan atau perawatan.
(2) Ayat 3 : Pengobatan dan atau perawatan dilakukan berdasarkan ilmu
kedokteran dan ilmu keperawatan atau cara lain yang dapat dipertanggung
jawabkan.
(3) Ayat 4 : Pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan berdasarkan
ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan hanya dapat dilakukan oleh tenaga
kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenagan untuk itu.
Pasal 53 ayat 1 dan ayat 2.

(1) Ayat 1 : Tenaga kesehatan berhak memperoleh


perlidungan hukumdalammelaksanakantugas sesuai dengan
profesinya.
(2) Ayat 2 : Tenaga kesehatandalam melakukan tugasnya
berkewajiban untuk memenuhi standart profesi dan
menghormati hak-hak pasien.

2) Peraturan Pemerintah no. 32 tahun 1998 tentang


tenaga kesehatan. (peraturan pemerintah inimengatur seluruh
tenaga kesehatan termasuk perawat), beberapa pasal yang
berkaitan dengan perawat :
a) Pasal 21 ayat 1 : setiap tenaga kesehatan dalam melakukan
tugasnya berkewajiban memenuhi standart profesi tenaga
kesehatan.
b) Pasal 22 ayat 1 : Setiap tenaga kesehatan dalam melakukan
tugasnya mempunyai keharusan untuk menghormatihak-hak
pasien,menjaga kerahasian identitas pasien, memberikan informasi
yang benar, meminta persetujuan terhadap tindakan yang akan
dilakukan, serta membuat dan memelihara rekam medis.

3) Keputusan presiden no.56 tahun 1995 tentang Majelis


Disiplin Tenaga Kesehatan.(Kepres ini mengatur keberadaan
majelis), diantaranya tugas majelis adalah :

a) Meneliti dan menentukan ada tidaknya kesalahan atau


kelainan dalam menetapkan standart profesi yang dilakukan oleh
tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Pasal 21 ayat 1 : setiap tenaga kesehatan dalam
melakukan tugasnya berkewajiban memenuhi
standart profesi tenaga kesehatan.
Pasal 22 ayat 1 : Setiap tenaga kesehatan dalam
melakukan tugasnya mempunyai keharusan untuk
menghormatihak-hak pasien,menjaga kerahasian
identitas pasien, memberikan informasi yang benar,
meminta persetujuan terhadap tindakan yang akan
dilakukan, serta membuat dan memelihara rekam
medis.

Keputusan presiden no.56 tahun 1995 tentang Majelis


Disiplin Tenaga Kesehatan.(Kepres ini mengatur
keberadaan majelis), diantaranya tugas majelis adalah :

Meneliti dan menentukan ada tidaknya kesalahan


atau kelainan dalam menetapkan standart profesi
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dalam
memberikan pelayanan kesehatan.
Keputusan majelis ini akan menjadi
dasar/landasan bagi pejabat kesehatan
untuk menjatuhkan saksi disiplin terhadap
tenaga kesehatan yang salah dalam
menjalankan tugas profesinya.
Berbagai Aspek legal.
Kredensial praktek keperawatan
Kredensial merupakan proses untuk
menentukan dan mempertahankan
kompetensi praktik keperawatan.
Kredensial dilakukan sebagai upaya profesi
untuk mempertahankan standart praktik
dan akuntabilitas persiapan pendidikan
profesi.
Kredensial dilakukan dengan : pemberian
ijin praktik (lisensi), Pendaftaran
(regristasi), pemberian sertifikat (sertifikasi)
dan akreditasi.
2) Liabilitas dalam praktik keperawatan

a) Liabilitas adalah tanggungan yang dimiliki


oleh seorang tenaga professional terhadap
tindakan atau kegagalan melakukan tindakan.
b) Liabilitas dapat berasal dari : tindakan
kriminal, kecerobahan (tort), kelalaian
(negligence) , dan mal praktek.
c) Sangsi yang diberikan mulai dari sangsi
administrasi, sangsi dari komite keperawatan,
atau bahkan tindakan hukum.
Beberapa masalah hukum dalam praktik keperawatan.

Menandatangani pernyataan hukum : pernyataan perawat


harus jujur, dan menghilangkan interpretasi yang salah , dan
mengacu kepada kode etik profesi, kebijaksanaan RS dan
kebijaksanaan atasan.
Format persetujuan (consent) : Format ini mengandung
pernyataan kesanggupan klien untuk dilakukan suatu tindakan.
Sebelum menandatangani consent tsb klien harus mendapat
penjelasan dan informasi yang sejelas-jelasnya dari tim medis
atau perawat yang bertanggung jawab.
Incident report : Laporan yang di tulis oleh perawat setiap kali
menemukan suatu kecelakaan terhadap klien,pengunjung,
atau tenaga kesehatan lainnya di wilayah/ruangan yang
menjadi tanggung jawab dan tanggung gugat perawat yang
bersangkutan. Pada incident report ini dituliskan apa
kejadiannya, siapa korbannya dan keadaabn korban saat
ditemukan , waktu, tempat, dan saksi-saksi berkaitan dengan
Pencatatan : Pendokumentasian segala kegiatan perawat yang berkaitan dengan
asuhan keperawatan kepada klien. Pencatatan ini dilakukan setelah perawat
melakukan tindakan tersebut.

Yang harus dilakukan


Catatan harus obyektif.
Catatan harus detail/lengkap.
Harus Akurat.
Harus Spesifik.
Catat setiap perkembangan klien.
Catat setiap perubahan perilaku Abnormal klien.
Mengunakan tinta.
Mengunakan singkatan yang standart.
Catat tanggal dan jam .
Cantumkan TT dan nama jelas

Yang harus dihindari


Memakai pensil.
Tidak Obyektif terhadap kondisi klien.
Data tidak lengkap.
Membuat perkiraan.
Meminta tolong siapapun untuk membuat catatan
Bagi dokter yang melanggar UU No. 29 tahun
2004 tentang Praktek Kedokteran diberikan
sanksi sebagai berikut:
 Pemberian peringatan terlebih dahulu.
 Rekomendasi pencabutan STR / Izin
Praktek baik sementara atau tetap.
 Kewajiban menjalani pendidikan /
pelatihan di instansi pendidikan
kedokteran.
Penetapan administrasi
pelanggaran Disiplin atau tidak
dilaksanakan oleh MKDKI (Majelis
Kehormatan Disiplin Kedokteran
Indonesia)
MASUK KARENA KEHORMATAN
PRAJURIT
JADI MENJALANKAN KEHORMATAN
PRAJURIT
M’AKHIRI
DINAS DENGAN KEHORMATAN
PRAJURIT