Anda di halaman 1dari 36

Patologi Anatomi

Modul Gangguan Sistem


Reproduksi
Narasumber : dr. Herlina Eka Shinta, M.Biomed, Sp.PA
Kelompok 4
1. Dandy Akbar Maulana
2. Reza Kurnia Rahmawati
3. Fitma Dara Mahesti
4. M. Isa Mahendra
5. Golda Natalia
6. Widya Dwi Astuti
7. Juan Ortega Putra
8. Kadek Novitasari
9. Bella Ayu Septyana
10. Nurfadhillah Hasanah Sitepu
Leiomioma
Definisi

 Leiomioma adalah tumor jinak yang berasal dari sel otot polos
pada miometrium. Karena bersigat padat, secara klinis sering
disebut fibroid.
 Leiomioma merupakan tumor jinak paling lazim pada wanita,
mengenai 30 % sampa 50 % wanita usia reproduktif, lebih sering
dijumpai pada wanita berkulit hitam dibandingkan pada yang
berkulit putih.
 Tumor ini bersifat monoklonal dan berhubungan dengan
abnormalitas berbagai kromosom yang berulang-ulang, termasuk
pengaturan kembali kromosom 6 dan 12.
 Estrogen dan mungkin kontrasepsi oral dapat menstimulasi
pertumbuhan leiomioma; sebaliknya, tumor ini berkerut saat
menopause.
Morfologi

 Leiomioma secara khas berbatas tegas.


 Massa berwarna putih abu-abu dengan gambaran khas
serabut otot yang tersusun melingkar.
 Tumor multipel yang tersebar dalam uterus, dari nodul kecil
hingga tumor besar sehingga menekan besar uterus.
 Pada jenis subserosum , tumor dapat tumbuh membentuk
tangkai dan dapat melekat pada organ disekitarnya.
 Pemeriksaan histologis, tumor ditandai oleh berkas serabut
otot polos menyerupai penampilan miometrium normal. Fokus
fibrosis, perkapuran dan degenerasi perlunakan dapat
dijumpai.
Makroskopik Mikroskopik

A. Uterus dibelah untuk menunjukkan tumor multipel


subserosum, miometrium dan berwarna abu-abu
putih, masing-masing memberikan gambaran khas B. Gambaran mikroskopik leiomioma menunjukka
sebagai pusaran pada potongan melintang jaras sel mirip otot polos normal
Leiomiosarkoma
Definisi

 Leiomiosarkoma timbul de novo dari sel mesenkim


miometrium, bukan dari leiomioma yang terjadi sebelumnya.
Hampir selalu bersifat soliter dan sering terjadi pada wanita
postmenopause, yang berlawanan dengan leiomioma, yang
sering multipel dan dijumpai premenopause.
Morfologi

 Leiomiosarkoma secara khas berbentuk massa lunak, hemoragik,


nekrotik. Gambaran histologis menunjukkan berbagai bentuk, mulai dari
tumor yang sangat mirip leiomioma hingga neoplasma yang anaplastik dan
bersifat ganas.
 Perangai diagnostik leiomiosarkoma yang jelas termasuk nekrosis tumor,
atypia sitologik, dan aktivitas mitosis. Karena aktivitas mitosis
kadangkadang dijumpai pada tumor otot polos jinak, khususnya pada wanita
muda, penilaian ketiga perangai tersebut perlu untuk menegakkan diagnosis
keganasan.
Penyakit Tuba Fallopii
Definisi

 Kelainan paling lazim adalah radang ( salpingitis).

 Salpingitis merupakan komponen penyakit radang pelvis;


mengakibatkan jaringan parut dinding tuba fallopii dan
meningkatkan risiko kehamilan ektopik tuba.
Etiologi

- Hampir selalu adalah mikroba


- Organisme non-gonokokus : seperti Chlamydia, Mycoplasma
hominis, kuman berbentuk koli dan pada keadaan
postpartum.
- Sekarang penyebab utama : streptokokus dan stafilokokus.
MANIFESTASI KLINIS

- Demam
- Nyeri abdomen bawah atau nyeri pelvis dan massa pelvis
terjadi karena pembengkakan tuba dengan eksudat atau
sisa-sisa radang.
MAKROSKOPIK MIKROSKOPIK
-Tuba dan ovarium sebelah kiri tertutup -Dinding kista biasanya mengandung banyak
sempurna oleh massa radang hemoragik. stroma pada ovarium
Kista folikel
Definisi

 Kista folikel dan luteum pada ovarium dijumpai dan dapat


dianggap sebagai varian fisiologi normal. Lesi tidak berbahaya
ini terjadi dari folikel Graaf yang tidak mengalami ruptur atau
dari folikel yang telah mengalami ruptur dan kemudian segera
tertutup. Kista demikian sering multipel dan terbentuk dekat
serosum yang melapisi ovarium. Secara khas kecil (diameter 1
sampai 1,5 cm) dan terisi dengan cairan serosum jernih.
 Saat kecil, kista tersebut dilapisi sel granulosa dan luteum,
tetapi ketika terjadi akumulasi cairan, tekanan akan
meningkat dan menyebabkan atrofia sel tersebut.
Kista luteum

Kista ovarium> 3 cm, dilapisi oleh granulosa luteinized dan sel teka
Jika <3 cm, disebut cystic corpus luteum

Insidensi :
Sering pada wanita usia reproduktif termasuk ibu hamil dan
jarang pada wanita postmenopause
Mikroskopik

Lapisan kista berbelit-belit, terdiri dari sel granulosa luteinized dan lapisan luar sel teka
Lapisan dalam jaringan fibrosa yang menonjol
Makroskopik

Kista unilokular tunggal Dinding dan lapisan kista berwarna kuning; kista
biasanya diisi dengan darah
PCOS
Definisi

 Suatu kelainan di mana folikel kistik multipel


dari ovarium menghasilkan kelebihan
androgen dan estrogen.
 Biasanya baru menjadi perhatian setelah
menarke pada gadis remaja atau dewasa
muda yang mengalami keluhan
oligomenorea, hirsutisme,infertilitas, dan
kadang-kadang obesitas
 Kedua ovarium biasanya dua kali ukuran biasa, warna putih abu-
abu, dengan korteks luar halus dan penuh dengan kista subkorteks
dengan diameter 0,5 sampai 1,5 cm.
 Pemeriksaan histologis :menunjukkan kapsul ovarium yang
menebal, fibrotik meliputi banyak kista folikel yang dilapisi oleh
sel granulosa dengan teka interna yang mengalami
hiperplasia dan luteinisasi. Secara menyolok tidak terdapat
korpus luteum pada ovarium.
Tumor ovarium
Definisi

 Epidemiologi: merupakan penyebab kematian kanker urutan


ke-lima pada wanita, dengan perkiraan 14.000 kematian
tahun 2010.
 Tumor ovarium :tiga jenis sel ovarium
 normal: epitel permukaan multipoten (selomik), sel benih
totipoten, dan sel stroma genjel seks (sex cord-stromal cells),).
 Neoplasma yang berasal dari epitel pemukaan merupakan
sebagian besar dari tumor primer ovarium dan dalam bentuk
ganas, mencakup hampir 90% dari kanker ovarium
 Sel benih dan tumor sel stroma genjel seks lebih jarang
dijumpai;walaupun hampir meliputi 20% sampai 30% tumor
ovarium,
Tumor epitel permukaan
Definisi

 Neoplasma ovarium sebagian besar berasal dari epitel selomik


yang melapisi permukaan ovarium.
 Dengan ovulasi dan terjadinya jaringan parut berulang, epitel
permukaan terperangkap oleh korteks ovarium, membentuk
kista epitel kecil. Ini dapat menjadi metaplastik dan
mengalami transformasi untuk membentuk berbagai tumor
epitel.
 Lesi jinak biasanya bersifat kistik (kistadenoma) dan mungkin
disertai komponen stroma (kistadenofibroma).
 Tumor ganas mungkin juga bersifat kistik (kistadenokarsinoma)
atau padat/ so/id (karsinoma). Beberapa tumor epitel ovarium
termasuk dalam golongan perantara, jenis perbatasan
(borderline) dan kini disebut sebagai tumor dengan potensi
keganasan rendah.
 Tumor ini lebih baik dianggap sebagai kanker derajat
keganasan rendah dengan potensi invasif terbatas dan oleh
karena itu mempunyai prognosis yang lebih baik dibanding
dengan kanker ovarium yang jelas keganasannya.
Tumor Serosum
Definisi

Tumor ovarium epitel tersering. Sekitar 60% jinak, 15% merupakan


tumor dengan potensi keganasan rendah, dan 25% ganas. Lesi
jinak biasanya dijumpai pada penderita usia antara 30 dan 40
tahun, dan tumor serosum ganas lebih lazim dijumpai pada usia
antara 45 dan 65 tahun. Keduanya digabungkan, tumor serosum
derajat menengah (borderline) dan ganas merupakan
keganasan ovarium yang paling lazim, meliputi sekitar 60% dari
seluruh kanker ovarium.
Morfologi

 Tumor serosum umumnya besar, bentuk bulat atau oval, kistik


hingga mencapai diameter 30 sampai 40 cm. Sekitar 25% tumor
jinak dijumpai bilateral. Rongga kista biasanya terisi cairan serosum
jernih. Pertumbuhan papiler menonjol ke dalam rongga kista, yang
tampil lebih menonjol pada tumor ganas.
Prognosis kistadenokarsinoma serosum buruk, bahkan setelah
tindakan bedah, radiasi, dan kemoterapi, dan sangat
bergantung kepada stadium saat diagnosis. Bila tumor hanya
terbatas pada ovarium, karsinoma yang jelas mempunyai laju
daya tahan hidup selama 5tahun sekitar 70%, sedangkan pada
tumor dengan potensi keganasan rendah berhubungan daya
tahan hidup hampir 100%. Bila kanker telah menembus kapsul
maka laju daya tahan hidup selama 10tahun kurang dari 15%.
Daftar Pustaka

1. Buku Ajar Patologi Robbins edisi 9


2. Pathology Outlines