Anda di halaman 1dari 38

Edukasi DM Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan

TUJUAN PENGOBATAN
DIABETES

1. Menghilangkan keluhan atau gejala


2. Mempertahankan rasa nyaman dan sehat
3. Mencegah timbulnya komplikasi atau
mencegah berlanjutnya komplikasi yang
sudah ada
4. Menurunkan angka kesakitan dan kematian
akibat diabetes.
OBAT ANTI DIABETES ORAL (ADO)

 Pemakaian obat anti diabetes oral (= obat


penurun kadar gula darah) digunakan untuk
menurunkan kadar gula darah pada
penderita DM tipe II.
 Obat Anti Diabetes Oral (ADO) hanya
diberikan apabila terapi nutrisi medik (diet)
yang dilakukan ditambah dengan latihan
jasmani / aktifitas fisik gagal mencapai target
yang ditentukan.
OBAT ANTI DIABETES ORAL (ADO)

 Pemberian Obat Anti Diabetes Oral


(ADO) tetap harus disertai dengan
Pengaturan Pola Makan (Diet) dan
latihan jasmani (olah raga) yang teratur.
 Yang dimaksud dengan Obat Anti
Diabetes Oral (ADO) bukanlah sama
dengan insulin yang diberikan secara
oral.
OBAT ANTI DIABETES ORAL (ADO)

Berdasarkan cara kerjanya, ADO dibagi sbb :


1. Pemicu Sekresi Insulin
2. Penambah Sensitivitas Insulin
3. Penghambat Alfa Glukosidase (enzim yang
membantu absorbsi karbohidrat kompleks)
4. Golongan Incretin (yang akan
meningkatkan sekresi insulin)
1. ADO – Pemicu Sekresi Insulin

 Obat golongan menambah jumlah produksi insulin


oleh pankreas.
 Merupakan pilihan kedua setelah metformin
 Obat golongan ini antara lain :
– Glibenclamide (Daonil, Euglucon)
– Gliquidone (Glurenorm)
– Glimepirid (Amaryl, Matrix)
 Pemberiannya harus hati-hati pada penyakit hati, ginjal
dan tiroid (harus rutin melakukan test fungsi hati)
 Efek samping : hipoglikemia dan kenaikan berat
badan.
2. ADO - Penambah sensitivitas insulin

 Bekerja di hati dengan cara mengurangi


pengeluaran glukosa dari dalam hati dan
menurunkan kadar glukosa darah sampai normal.
 Memperbaiki fungsi kepekaan sel-sel tubuh
 Merupakan ADO pilihan pertama
 Tidak pernah menyebabkan hipoglikemia
 Obat golongan ini adalah :
– Metformin (Glucophage, Diabex, Neodipar)
– Glitazon (Pioglitazon, Rosiglitazone)
 Efek samping : perut kembung
3. ADO Penghambat Alfa Glukosidase

 ADO jenis ini akan mengurangi pencernaan


dan absorbsi karbohidrat kompleks sehingga
dengan demikian akan mengurangi
peningkatan kadar glukosa sesudah makan.
 Obat ini hanya mempengaruhi kadar glukosa
darah pada waktu makan dan tidak
mempengaruhi kadar glukosa darah setelah
itu.
 Obat golongan ini yaitu : Acarbose
 Efek samping : perut kembung
4. ADO Golongan Incretin

 Obat golongan ini bekerja dengan cara


menghambat sekresi glucagon sehingga
dengan demikian akan meningkatkan sekresi
insulin.
 Obat golongan ini yaitu :
– Sitagliptin (Januvia)
– Vildagliptin (Galvus)

Sekresi glucagon dihambat


HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
DALAM MEMILIH OBAT ADO :

1. Cara pemberian obat ADO selalu harus dimulai dengan


dosis rendah dan kemudian dinaikkan secara bertahap
2. Bila dengan menaikkan dosis obat tetap belum mencapai
target gula darah yang diinginkan maka obat dapat
dikombinasi dengan jenis obat yang lain.
3. Bila dengan terapi kombinasi masih tetap belum mencapai
target yang diinginkan, maka dapat menambahkan insulin
basal atau beralih ke penggunaan insulin.
4. Pemilihan obat haruslah yang harganya terjangkau oleh
penderita.
5. Dilakukan test fungsi hati dan fungsi ginjal secara berkala.
ADO YG DIGUNAKAN DI PUSKESMAS INI :

 METFORMIN
– Sediaan yang ada 500 mg dan 850 mg.
Puskesmas hanya memiliki Metformin 500 mg
– Diminum sesudah makan
– Lama kerja obat : 6 – 8 jam
– Frekuensi pemberian obat : 1 sampai 3 kali / hari
– Dosis optimal : 2000 mg / hari
– Nama dagang paten : Glucophage / Glumin.
ADO YG DIGUNAKAN DI PUSKESMAS INI :

 GLIBENCLAMIDE :
– Sediaan yang ada 2,5 mg dan 5 mg. Yang
tersedia di puskesmas yaitu Glibenclamide 5 mg.
– Diminum sebelum makan
– Lama kerja obat 12 sampai 24 jam
– Frekuensi pemberian obat : 1 sampai 2 kali / hari
– Nama dagang paten : Daonil / Euglucon
ADO YG DIGUNAKAN DI PUSKESMAS INI :

 GLIQUIDONE :
– Sediaan yang ada 30mg.
– Diminum sebelum makan
– Mempunyai efek hipoglikemik yang sedang shg
jarang menyebabkan hipoglikemia.
– Hampir seutuhnya dikeluarkan melalui empedu
sehingga dapat diberikan pada pasien dengan
gangguan fungsi hati dan ginjal yang lebih berat.
– Frekuensi pemberian obat : 1 sampai 3 kali / hari
– Nama dagang paten : Glurenorm
ADO YG DIGUNAKAN DI PUSKESMAS INI :

 GLIMEPIRIDE :
– Sediaan yang ada 1mg, 2 mg, 3 mg dan 4 mg.
Yang tersedia di puskesmas yaitu Glimepiride 2 mg.
– Mensekresi insulin bila terdapat asupan makanan
sehingga lebih jarang menimbulkan hipoglikemia.
– Dapat diberikan pada penderita gangguan ginjal,
kaum lansia atau yang melakukan aktivitas berat
– Diminum sebelum makan
– Frekuensi pemberian obat : 1 kali / hari
– Nama dagang paten : Amaryl / Matrix
ADO YG DIGUNAKAN DI PUSKESMAS INI :

 ACARBOSE (Penghambat alfa glukosidase) :


– Sediaan yang ada 50mg dan 100mg.
– Mengurangi pencernaan dan absorbsi karbohidrat
kompleks sehingga mengurangi peningkatan kadar
gula darah sesudah makan .
– Diminum pada saat makan
– Frekuensi pemberian obat : 3 kali / hari
– Nama dagang paten : Glucobay
– Efek samping : perut kembung, diare.
Hal-hal yang perlu diingat :

 Janganlah mengubah dosis ataupun merek


obat tanpa seizin dokter.
 Taatilah jadwal pemberian obat secara tepat
setiap hari.
 Jangan menambah obat ekstra bila kadar
gula darah meningkat.
 Obat tetap harus diminum meskipun kadar
gula darah sudah normal kembali.
INSULIN

 Insulin adalah suatu hormon yang diproduksi


oleh sel beta kelenjar pancreas.
 Pada penderita DM tipe I, produksi insulin
oleh sel beta pancreas tidak ada atau hampir
tidak ada sehingga tergantung pada
pemberian insulin dari luar tubuh.
 Pada sebagian penderita DM tipe II yang
tidak berespons baik thd terapi kombinasi,
membutuhkan tambahan insulin.
MANFAAT INSULIN DALAM TUBUH:

 Insulin meningkatkan sintesa protein.


 Insulin meningkatkan penyimpanan lemak dan
mencegah penggunaan lemak sebagai bahan
energi
 Insulin merangsang sel-sel tubuh untuk
menyerap gula yang akan digunakan sebagai
sumber energi
 Insulin membantu penyimpanan gula dalam hati.
MANFAAT TERAPI INSULIN :

 Sebagai pengganti / penambah insulin alami


tubuh yang semakin berkurang pada DM
tahap lanjut
 Meringankan kerja pancreas yang sudah
kepayahan, sehingga diabetes menjadi lebih
terkendali dan mengurangi resiko komplikasi.
 Memperbaiki kualitas hidup dan memper-
panjang umur pasien DM.
TERAPI INSULIN DIBERIKAN PADA:

1. Semua penderita DM tipe I


2. DM tipe II yang tidak dapat mencapai target
pengendalian gula darah dengan obat ADO
3. DM tipe II dengan stres berat, misalnya
pada infeksi berat, luka yang besar di kaki,
tindakan pembedahan, sakit jantung atau
stroke, TBC
4. DM pada kehamilan
TERAPI INSULIN DIBERIKAN PADA:

5. Ketoasidosis diabetik
6. Adanya gangguan fungsi hati ataupun
gangguan fungsi ginjal yang berat
7. Pasien tahap lanjut yg baru terdiagnosa
8. Adanya penurunan berat badan yang cepat
9. Kontraindikasi atau alergi terhadap Obat
Anti Diabetik Oral (ADO)
SEDIAAN INSULIN :

Berdasarkan jangka waktu kerjanya, insulin


dibagi atas 4 tipe, yaitu :
 Insulin kerja cepat (rapid acting)
 Insulin kerja pendek (short acting)
 Insulin kerja menengah (intermediate acting)
 Insulin kerja panjang (long acting)
 Insulin campuran tetap, kerja pendek dan
menengah (premixed insulin)
SEDIAAN INSULIN :

Berdasarkan lama kerjanya insulin terbagi


Menjadi 4 jenis yaitu :
 Insulin kerja cepat (rapid acting insulin)
 Insulin kerja pendek (short acting insulin)
 Insulin kerja menengah (intermediate acting
insulin)
 Insulin kerja panjang (long acting insulin)
+ Insulin campuran tetap, kerja pendek dan
menengah (premixed insulin)
Insulin kerja cepat (rapid acting)

 Cepat diabsorbsi tubuh


 Digunakan untuk pengendalian gula darah
sesudah makan
 Merupakan insulin analog
 Merk Dagang : Novorapid, Humalog, Apidra
Insulin kerja pendek (short acting)

 Cepat diabsorbsi tubuh


 Digunakan untuk pengendalian gula darah
sesudah makan
 Merk Dagang : Actrapid, Humulin-R
Insulin kerja menengah (intermediate insulin)
& Insulin kerja panjang (long acting insulin):

 Insulin kerja menengah bersama dengan


insulin kerja panjang sering disebut sebagai
“insulin basal” karena digunakan untuk
menekan produksi glukosa hati sehingga
menurunkan kadar gula darah puasa dan
sebelum makan
 Insulin basal dapat memenuhi kebutuhan
basal insulin selama 24 jam.
 Merk dagang: Levemir dan Lantus
PENILAIAN HASIL TERAPI

1. Pemeriksaan kadar glukosa darah


Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah
sasaran terapi telah tercapai dan untuk
melakukan penyesuaian dosis obat bila sasaran
terapi belum tercapai.
Pemeriksaan kadar glukosa darah dilakukan
minimal 1 kali dalam 1 bulan, dan dapat
dilakukan beberapa kali dalam satu hari pada
penderita yang menggunakan insulin
PENILAIAN HASIL TERAPI

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan gula


darah puasa dan gula darah 2 jam sesudah makan, serta
gula darah sewaktu untuk pengguna insulin.

2. Pemeriksaan HbA1C
Merupakan pemeriksaan untuk menilai efek terapi
jangka panjang (8-12 minggu sebelumnya)
Pemeriksaan ini dianjurkan dilakukan minimal 2 kali
dalam setahun (tiap 6 bulan sekali)
Target yang diharapkan adalah kadar HbA1C < 6,5
KRITERIA PENGENDALIAN DM

Untuk dapat mencegah timbulnya komplikasi


kronik, diperlukan pengendalian DM. Yang
dimaksud dengan pengendalian DM tidak
hanya semata-mata mengendalikan kadar
gula darahnya saja, tapi juga mengendalikan
faktor-faktor resiko lain seperti kadar
cholesterol dalam darah, tekanan darah dan
index masa tubuh.
KRITERIA PENGENDALIAN DM

 Gula darah puasa < 100


 Gula darah 2 jam PP < 145
 HbA1C < 6,5
 Cholesterol Total < 200
 Cholesterol LDL < 100
 Cholesterol HDL pria: > 40, wanita > 50
 Trigliserida < 150
KRITERIA PENGENDALIAN DM

 Index Massa Tubuh < 23


 Tekanan Darah < atau = 130 / 80
Catatan :

 Pemberian Obat Anti Diabetes


Oral (ADO) dan atau insulin
pada keadaan-keadaan ter-
tentu dapat menyebabkan
terjadinya hipoglikemia.
HIPOGLIKEMIA
Keadaan yang dapat menyebabkan hipoglikemia:
1. Makan kurang dari aturan yang ditentukan
2. Berat badan turun
3. Sesudah berolahraga
4. Sesudah melahirkan
5. Baru sembuh dari sakit
6. Makan obat yang mempunyai sifat serupa
7. Pemberian suntikan insulin yang tidak tepat.
TANDA-TANDA HIPOGLIKEMIA

1. Stadium parasimpatik : lapar, mual, tekanan


darah turun.
2. Stadium gangguan otak ringan : lemah, lesu,
sulit bicara, kesulitan menghitung sederhana.
3. Stadium simpatik : berkeringat dingin pada
muka – terutama di hidung, bibir, atau
tangan, berdebar-debar.
4. Stadium gangguan otak berat : koma (tidak
sadarkan diri), dengan atau tanpa kejang.
PENCEGAHAN HIPOGLIKEMIA

 Tidak memberikan obat / insulin secara


berlebih.
 Apabila menggunakan insulin, jangan
menyuntik terlalu dalam (ingat, hanya boleh
dibawah kulit) – caranya : cubit kulit anda,
suntikkan sejajar dengan bagian dasarnya.
 Kurangi dosis obat / insulin apabila makan
agak kurang, sesudah berolah raga, sesudah
melahirkan, atau sesudah operasi.
APA YANG HARUS DILAKUKAN
BILA MENGALAMI HIPOGLIKEMIA:

 Segera hentikan pekerjaan yang


sedang dilakukan
 Segeralah minum teh manis atau
permen
 Bila pingsan, harus segera dibawa ke
rumah sakit.
UNTUK MENJAGA AGAR GULA
DARAH TETAP TERKENDALI :

1. Mengatur makanan yang sehat, rendah


lemak dan cukup hidrat arang
2. Menjalani pemeriksaan gula darah secara
berkala
3. Berolah raga secara teratur
4. Menjaga keseimbangan berat badan
5. Menggunakan obat sesuai anjuran dokter
6. Berkonsultasi pada dokter, perawat, ahli gizi
“ JANGAN MAU DIKENDALIKAN OLEH
DIABETES, JUSTRU SEBALIKNYA,
KITALAH YANG HARUS
MENGENDALIKANNYA.”