Anda di halaman 1dari 18

PENGANTAR MANAJEMEN

KELOMPOK I
• Jane Sugeha
• Rizka Damayanti Putri
• Khoirul Listiani
• Putri Andrinita
• Rukmayanti
• Muhammad Risky
PELAKSANAAN ( ACTUATING)
DAN MOTIVASI
Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua
anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan
perencanaan manejerial dan usaha-usaha organisasi. Actuating adalah
Pelaksanaan untuk bekerja.

Menurut George R. Terry (1986),dalam Dimas 2010, mengemukakan


bahwa actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota
kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha
untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota
perusahaan tersebut, oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai
sasaran-sasaran tersebut.
PENTINGNYA ACTUATING
Actuating menjadi penting karena dapat berfungsi :
1. Mempenagruhi orang-orang, agar bersedia melakukanm apa
yang diinginkan, atau apa yang tidak diinginkan.
2. Menaklukkan daya tolak seseorang, jika ada anggota/karyawan
yang enggan mengerjakan tugasnya, melalui fungsi acctuating itu
sebagai solusinya.
3. Membuat orang dapat mengerjakan tugasnya dengan baik.
MOTIVASI
Motivasi berasal dari kata 'movere' yang dalam bahasa
Indonesia indentik dengan : bergerak, dorongan, yang
peruntuknya hanya di tujukan pada sumber daya manusia
( Manusianya), Khususnya bawahan.
perusahaan tidak hanya mengharapkan karyawan mampu,
cakap dan terampil saja, tetapi yang terpenting bagi
perusahaan bagaimana actuating mereka mau bekerja giat,
gigih, dan memiliki kemampuan untuk mencapai output
( hasil kerja )yang optimal.
MOTIVASI
• Para ahli mendefinisikan motivasi itu adalah :
1. Sebagai faktor yang mempengaruhi, menyalurkan, memelihara prilaku individu, ( Stoner,
Freeman dan Gilbert )
2. Sebagai suatu kekuatan dari dalam individu yang mempengaruhi tingkatan
3. Proses pengembangan dan pengarahan perilaku atau kelompok itu menghasilkan keluaran
( output ) yang diharapkan, sesuai dengan sasaran atau tujuan yang ingin dicapaiorganisasi, (
Ensiklopedi Manajemen, Ekonomi dan Bisnis 1993:432 )
4. Pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka
mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintergrasi dengan segala daya upayanya untuk
mencapai kepusan, ( Melayu, S.P Hasibuan, 2005:143 )
5. Daya pendorong yang mengakibatkan seorang anggota organisasi mau dan rela untuk
mengerahkan kemampuan, dalam bentuk keahlian atau keterampilan, tenaga dan waktunya
untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan
kewajibannya, dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah
ditentukan sebelumnya. (Sondang P SIagian 1986:132)
FUNGSI DAN TUJUAN MOTIVASI
• Skill yang tinggi, kecakapan, dan bkemampuan yang memadai dari karyawan tidak memiliki
arti apa-apa bagi perusahaan jika mereka malas, tidak memiliki keinginan untuk bekerja
melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik.
• Fungsi dari Pelaksanaan (actuating adalah sebagai berikut: (James Stoner, 1993) :
• 1.Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi
kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan
2) Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan
• 3) Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan
• 4) Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi
serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya
dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.
TEORI MOTIVASI
• Disaat tertentu apa bila kita melihat mutu pekerjaan seorang karyawan didapat kurng
baik/kurang memuaskan, tugas dari seorang pepimpin lah untuk mencari tahu, apa yang
menjadi penyebab mutu pekerjaan karyawannya menjadi kurang baik/kurang memuaskan.
• Awal mula terdapat 3 teori motivasi yaitu :
1. Teori Hierarki Kebutuhan
2. Teori X dan Y
3. Teori dua faktor

Kemudian berkembang teori motivasi kontemporer yaitu


1. Teori ERG
2. Teori Kebutuhan McClelland
3. Teori Penetapan Tujuan
4. Teori Keadilan
5. Teori Ekspektasi
6. Teori Perkuatan
1. TEORI HIRARKI
• Teori Hirarki kebutuhan ini dikembangkan oleh Abraham
Maslow,sehingga disebut dengan teori Maslow. Maslow
mengatakan bahwa kebutuhan di dalam diri manusia itu
membentuk semacam tingkatan-tingkatan kebutuhan
manusia, yaitu tingkatan yang paling mendasar dalam diri
manusia itu adalah kebutuhan untuk memenuhi
Physiological needs (kebutuhan fisik)
TEORI HIRARKI
• Kebutuhan Physiological : bernafas, makan, minum, tidur, sex
• Kebutuhan Safety Needs : keamanan tubuh, rasa aman dalam
bekerja, sumber daya, moralitas, keluarga, kesehatan, properti
• Kebutuhan Love/Belonginess : Persahabatan, keluarga, keintiman.
• Kebutuhan Esteem : Harga diri, kepercayaan diri, prestasi, rasa
hormt dari oranglain
• Kebutuhan Self Actualization : Moralitas, kreatifitas, spontanitas,
pemecahan masalah, kurangnya prasangka
TEORI X DAN Y
• Teori ini menyatakan bahwa dua pandangan yang berbeda
tentang manusia, yaiyu X berpandangan negatif (negative
thingking) bahwa rata-rata manusia malas dan berusaha
menghindari pekerjaan,orang harus diawasi,dipaksa, dan
diancam. Sedang teori Y berpandangan positif (positif
thingking),kebalikan dari pandangan negatif,bahwa dia selalu
memandang pekerjaan adalah bagian dari hidup ,dengan
pekerjaan kita bisa hidup,pekerjaan ibadah,bekerja merupakan
kewajiban untuk mencapai suatu tujuan,dan pekerjaan
merupakan amanah, dan tidak perlu diawasi baru
bekerja,pekerjaan harus dapat dipertanggungjawabkan,dan hal-
hal positif lainnya.
TEORI DUA FAKTOR (MOTIVATION -
HYGIENE THEORY)
• Teori imi dikembangkan oleh seorang psikolog Fredrick Harzberg,dia
mengemukakan ada dua faktor yang dapat menyebabkan timbulnya rasa
puas atau tidak puas yaitu: Motivasi (pemotivasian) - Higiene (pemeliharaan)
• faktor motivasi disebut pula motivators,satisfiers,job content,instrinsic factors
yang meliputi dorongan prestasi (advancement),pekerjaan itu sendiri (the
work it self),kesempatan berkembang (the possibility of growth) dan
tanggung jawab (responsibility). Sedang fsktor yang kedua adalah faktor
pemeliharaan (hygienes) disebut pula dissatisfiers,job context,extrinsic
factors yang meliputi administrasi dan kebijakan perusahaan,kualitas
pengawasan,hubungan dengan pengawas,hubungan dengan
subordinate,upah/gaji,keamanan kerja,kondisi kerja dan status
Teori kebutuhan Mc.Clelland
Teori kebutuhan Mc.Clelland ini mengfokuskan pada tiga kebutuhan
saja,yaitu:
-kebutuhan untuk prestasi (need for achievement - nAch):kebutuhan
untuk meraih kesuksesan.
-kebutuhan untuk afiliasi(needs for affiliation-nAff):kebutuhan
pertemanan.motif ini mengacu pada kebutuhan karyawan akan
penerimaan dan dukungan dari atasan dan rekan kerja.Adanya
kerja sama dan kalaborasi dalam bekerja menjadi poin utama dalam
dimensi ini,yang terbagi menjadi 2 sub-dimensi yaitu:relasi dengan
atasan dan relasi antar-pekerja.
-kebutuhan untuk kekuasaan (needs for power-nPow):kebutuhan
akan kekuasaan.
Teori Penetapan Tujuan (Goal Setting
Theory)
• Teori penetapan tujuan (goal) setting theory ini
memotivasi seseorang karyawan dengan memberikan
suatu tantanganatau target yang menantang, yang
diimbangi pemberian berupa imbalan jasa yang sesuai
dengan harapannya. Karena menurut teori ini - orang
akan termotivasi lebih besar apa bila melihat tujuan yang
jelas dan lebih menantang, apa lagi didukung dengan
rewards/insentif yangakan didapatnya sangat luar biasa
besarnya pula, dan sebeliknya.
Teori Keadilan (Equity Theory)
• Teori keadilan (Equity Theory) berpandangan bahwa
orang cenderung akan membandingkan insentif atau
reward yang diperolehnya dengan insentif yang diterima
oleh orang lain yang mempunyai beban kerja yang serupa
atau tidak jauh berbeda. Apa bila besarnya insentif/reward
antara dua orang itu sama, maka akan timbul motivasi
kerja, namun apabila insentif/reward yang diperolehnya
lebih kecil, maka akan timbul rasa kecewa yang kemudian
akan mengurangi motivasinya untuk bekerja dengan baik
Teori ERG (ERG Theory)
Teori ERG ini dikembangkan oleh Clayton Alderver dari Universitas
Yale.Dia mengkaji u;lang tentang teori herarki kebutuhan
Maslow,yang semula maslow membagi 5 (lima),Clayton Alderfer
membagi hanya 3 saja,yaitu:Existense (keberadaan),relatedness
(hubungan),dan Growth (bertumbuhan),disingkat ERG Theory.
-Existance (keberadaan):kebutuhan fisiologis dan rasa aman.
-Relatedness (hubungan):Adanya keinginan untuk memelihara
hubungan antar sesama:Kasih sayang/cinta.
-Growth (bertumbuhan):Adanya keinginan untuk mengembangkan
diri:pada teori maslow identik dengan penghargaan dan Aktualisasi
diri.
Teori Ekspektasi ( Expectancy Theory)
Teori motivasi ini mengatakan bahwa kekuatan dari
seseorang untuk bertindak atau mengerjakan sesuatu
berhasil baik atau tidak baik, dipengaruhi oleh kuat atau
lemahnya pengharapan yang akan dia dapatkan. Orang
akan termotivasi untuk bekerja dengan baik apabila ada
peluang mendapatkan insentif, bonus, kenaikan gaji, atau
promosi dan pengharapan itu akan memuaskan tujuan
pribadi karyawan tersebut.
Teori Perkuatan (Reinforcement Theory)
Teori ini menjelaskan bagaimana 'konsekuensi dari perilaku'
dimasa yang lalu atau pada masa saat ini akan
mempengaruhi hasil yang akan dituai di masa depan
sebagai proses pembelajaran. Artinya, kitalah yang dapat
menentukan, memilih dan mengambil keputusan dalam
dinamika kehidupan sebagai pembelajaran hidup kita
sendiri.
Kesimpulan
Dari teori motivasi apapun itu, tujuan akhir adalah agar para
pekerja mau dan rela mengerahkan segala kemampuan
yang ada pasa dirinya untuk bekerja dan terus bekerja
dengan giat demi mewujudkan perencanaan menjadi
kenyataan, agar tujuan organisasi / perusahaan dapat
tercapai cepat waktu dan tepat sasaran.