Anda di halaman 1dari 23

Bimbingan OSCE

Tropical Medicine & Basic Medical Procedure


Tropical Medicine
Tourniquet Test
• Pahami dulu demam dengue!
• Prosedur Tourniquet Test
KURVA SUHU DENGUE
Besredka
• Pahami penyakit difteri!
• Tujuan besredka
• Prosedur pemberian terapi ADS dengan besredka
DEFINISI:

• penyakit infeksi toksik akut


• sangat menular
• penyebab: Corynebacterium diphtheriae
• pembentukan pseudomembran pada kulit dan/atau
mukosa
ETIOLOGI \
Corynebacterium diphtheriae:
batang gram positif, tidak bergerak, pleiomorphic,
. tdk berkapsul, tdk membentuk spora, mati pd 60°C,
tahan beku & kering, tumbuh aerob, media
mengandung K-telurit/ Loeffler
Pathogenesis

 Early stages:
Sore throat, Low fever, Swollen neck glands.
 Late stages:
Airway obstruction and breathing difficulty. Shock
Diphtheria Toxin (DT)
• Cleaved to yield A/B fragment, joined by S-S bond
- A (catalytic domain)
- B (transmembrane and receptor binding domains)
• Toxin diffuses throughout body via blood
pseudomembrane Bull neck

Cutaneous Diphteria
Treatment
Therapy Children Adults
First Choice •Antitoxin •As for children
Pharyngeal/laryngeal disease (<48 h), 20,000- (erythromycin, 2 g/d in 4
40,000 U IV doses)
Nasopharynx disease, 40,000-60,000 U IV
Extensive disease or >3 d, 80,000-120,000 U IV
PLUS
Erythromycin, 40-50 mg/kg/d (max, 2 g/d)

Second Penicillin G, 100,000-150,000 U/kg/d divided As for children


choice every 6 h (max 1.2 million U) (penicillin G,
OR 12 -20 million U/d
Penicillin aqueous procaine, divided every 4-6 h)
25,000-50,000 U/kg/d divided every 12 h
(max 1.2 million U)
Penicillin Erythromycin Erythromycin
Allergic
ADS
• Antitoksin difteri atau Anti-difteri serum (ADS) adalah obat penetral
toksin Corynebacterium diphtheriae
• ADS diproduksi dari serum darah kuda  resiko anafilaksis tinggi!
Prosedur
1. Pembukaan benjolan 3mm
• Tunggu 15-30 menit
2. Pre Injeksi: • (-) tidak ada perubahan
1. Riwayat injeksi serum • (+) ada perubahan  diameter/benjolan >2mm
2. Riwayat alergi obat
3. Informed consent 4. Terapi ADS
1. Jika uji sensitivitas (+)  lakukan
3. Uji Sensitivitas pemberian ADS dg desensitisasi Besredka
Alat dan bahan 2. Jika uji sensitivitas (-)  langsung berikan
• ADS vial terapi ADS 20.000 IM dan atau ADS IV Drip
• NS dalam larutan D5 ¼ NS habis dalam 4-6 jam
 28 tpm makro
• Spuit 3cc + jarum 26G
• Alcohol swab 5. Penutup
Prosedur
• Ambil ADS 0,05cc+1cc NS
• Injeksi Intradermal di deltoid hingga ada
Prosedur Desensitisasi Besredka
1. 0,1 ml larutan 1:20 (ADS:NS)SC
2. 0,1 ml larutan 1:10, SC
3. 0,1 ml tanpa dilarutkan, SC
4. 0,3 ml tanpa dilarutkan, IM
5. 0,5 ml tanpa dilarutkan, IM
6. 0,1 ml tanpa dilarutkan, IV
7. Bila tidak ada reaksi -> sisanya IV

Np: tiap step di jeda 20 menit


Basic Medical Procedure
OWATI dan Pemasangan Infus
OBAT-OBATAN DENGAN
KEWASPADAAN TINGGI (OWATI)

• Elektrolit konsentrat: KCl, NaCl 3%


• Sitostatika
• Obat-obatan emergency: heparin, insulin,
adrenalin, norepinefrin, dopamin, atropin
• NORUM (nama obat ucapan mirip)
POTASSIUM CHLORIDA (KCl)
NAMA OBAT RUTE CARA PEMBERIAN

KCl 7.46% IVFD pelan Larutan KCl harus dilarutkan terlebih


(7.46 mg/ml) dahulu dengan pelarut yang sesuai
sebelum diinfuskan konsentrasi
maksimal 40 mEq/L

STABILITAS KOMPATIBILITAS KETERANGAN

Larutan stabil pada D5% Hindari ekstravasasi


suhu ruangan (20-25 D10%
oC) dan aman Ringer Dextrose 5%
digunakan selama Ringer Laktat
cairan tidak berwarna NaCl 0.9%
(jernih) NaCl 3%
KALKULASI DEFISIT KALIUM

Rumus:

Goal K – Serum K x 100 = total meq K required


serum Cr

10meq of KCL will raise the serum K by ~.1meq/L


Prosedur Pemasangan
Infus + Koreksi
Hipokalemia
Koreksi Hipokalemia
• Drip KCL 25mEq dalam 500cc cairan infus (NS) habis dalam 6-8 jam 
20 tpm
• Cek SE ulang 4 jam post koreksi
• Pastikan identitas pasien
• Jangan lupa LABEL!!!
• nama obat : Larutan infus -> obat (x) dalam larutan (y)
• kapan dibuat (larutan IVFD)
• kekuatan obat