Anda di halaman 1dari 25

AUTOZONE, INC

Oleh :

ASEP KURNIA
GITA PRATAMA
M. FATHIN PANGESTU
SALSABILA FARAH
CASE SUMMARY
Pada 1 Februari 2012, Mark Johnson, manajer portofolio di Johnson &
Associates, meninjau kepemilikan saham terbesarnya, termasuk AutoZone, pengecer
suku cadang mobil aftermarket. Pemegang saham AutoZone telah menikmati
apresiasi harga yang kuat sejak 1997, dengan pengembalian tahunan rata-rata
sebesar 11,5%. Harga saham tumbuh di $ 348, tetapi Johnson khawatir tentang
berita baru mengenai bahwa Edward Lampert, pemegang saham utama AutoZone,
dengan cepat melikuidasi sahamnya di perusahaan.
Sejak 2004, pemegang saham AutoZone telah menerima distribusi besar arus
kas perusahaan dalam bentuk stock repurchase. Ketika sebuah perusahaan membeli
kembali sahamnya sendiri, ia meningkatkan laba per saham dengan mengurangi
jumlah saham yang beredar, dan itu juga berfungsi untuk mengurangi book value dari
ekuitas pemegang saham.
Johnson merasa bahwa Lampert merupakan kekuatan pendorong di belakang
strategi stock repurchase AutoZone karena dimulai sejak waktu Lampert mengakuisisi
sahamnya dan dipercepat ketika ia membangun posisinya. Namun, setelah Lampert
mengurangi kepemilikannya, Johnson bertanya-tanya apakah AutoZone akan terus
membeli kembali sahamnya atau apakah perusahaan akan mengubah kepemilikannya.

CASE
Profile AutoZone
Toko pertama AutoZone dibuka pada tahun 1979 dengan nama Auto Shack di
Forrest City, Arizona. Pada tahun 1987, namanya diubah menjadi AutoZone, dan perusahaan
menerapkan katalog suku cadang elektronik Pada tahun 1991, setelah empat tahun
pertumbuhan yang stabil, AutoZone go public dan terdaftar di New York Stock Exchange di
bawah simbol ticker AZO.
Auto Part Business
Penjualan suku cadang mobil Aftermarket dipecah menjadi segmen Do-It-Yourself
(DIY) dan Do-It-For-Me (DIFM). Di segmen DIY, suku cadang mobil dijual langsung ke
pemilik kendaraan yang ingin memperbaiki atau memperbaiki kendaraan mereka sendiri.
Di segmen DIFM, bengkel mobil menyediakan suku cadang untuk kendaraan yang tersisa
dalam perawatan mereka untuk diperbaiki.

Recent Trend
Pada tahun 2008, ekonomi A.S. telah mengalami resesi terburuk sejak Depresi
Hebat, dan pemulihan setelahnya sangat lambat. Akibatnya, bisnis ritel suku cadang mobil
menikmati pertumbuhan top-line yang kuat.

CASE
Operating Cash Flow
AutoZone secara historis membeli kembali saham dengan arus kas operasi, Mark
Johnson merasa bahwa berkurangnya saham Edward Lampert di perusahaan dapat
mendorong manajemen untuk meninggalkan pembelian kembali dan menggunakan arus
kas untuk tujuan lain.

Dividen vs Stock Repurchase


Dividen dipandang sebagai cara untuk memberikan uang tunai kepada pemegang
saham yang ada, hanya para pemegang saham yang kebetulan menjual saham mereka
yang akan menerima uang tunai dari. Di sisi lain, dividen dikenakan pajak pada tingkat
pemegang saham pada tahun yang diterima, sedangkan jika program stock repurchase
berhasil meningkatkan harga saham, pemegang saham yang tidak menjual dapat
menunda pembayaran pajak sampai mereka menjual saham.

Organic Growth
AutoZone dapat mempertimbangkan untuk menggunakan arus kas operasi untuk
meningkatkan jumlah toko baru yang dibuka setiap tahun.

CASE
Growth by Aquisition
Johnson mencatat bahwa pada tahun 1998 AutoZone telah mengakuisisi lebih dari
800 toko dari pesaing dan beralasan bahwa cara lain untuk dengan cepat meningkatkan
pendapatan adalah dengan AutoZone untuk mengakuisisi toko ritel suku cadang mobil
lainnya.
Debt Retirement
Pertimbangan terakhir adalah apakah AutoZone dapat menggunakan sebagian
atau seluruh arus kas operasionalnya untuk menarik sebagian hutang yang telah
diakumulasi perusahaan selama bertahun-tahun.

CASE
PROBLEM OF THE CASE
Inti Permasalahan
• Lampert merupakan pemegang saham utama AutoZone melikuidasi Sahamnya secara
bertahap hingga pada tahun 2011. saham yang dimiliki Lampert kurang dari setengah saham
awalnya. ini menjadi isu dan menjadi perhatian bagi johnson

• Lampert menjual sahamnya secara bertahap di autozone membuat sahamnya semakin kecil
tetapi disisi lain membuat stock price performance terus meningkat.

• Strategi yang digunakan autozone selama ini menggunakan Stock Repurchase yang dimana
stock repurchase yang dilakukan autozone menggunakan hutang dan mengakibatkan hutang
autozone meningkat, di sisi lain walaupun hutangnya meningkat tetapi Net Income yang
dihasilkan pun meningkat tetapi balance sheet dari tahum ke tahun semakin menurun bahkan
di tahun 2009-2011 negatif.

PROBLEM OF THE
PROBLEM OF THE
Rumusan Masalah :

1. Apa kemungkinan strategi terbaik yang dilakukan oleh AutoZone agar menguntungkan
bagi investor? Apakah tetap melakukan stock repurchase atau beralih dengan pembagian
dividen?

2. Apa yang sebaiknya Johnson lakukan terhadap investasinya di AutoZone? Apakah tetap
akan mempertahankan sahamnya atau melepasnya?

PROBLEM OF THE
CASE ANALYSIS
Kondisi Perusahaan

• Lampert pemegang
saham utama
melikuidasi
sahamnya secara
bertahap
• Pada quarter
terakhir 2011 saham
Lampert hanya
tersisa kurang dari
setengah sahamnya
di tahun 2002
CASE ANALYSIS
• Di sisi lain, stock price performance semakin meningkat
• Karena ROIC yang semakin meningkat (exhibit 9)

CASE ANALYSIS
Stock Repurchase
• Aktivitas dimana perusahaan melakukan pembelian kembali atas saham
mereka yang telah beredar di pasar bursa, yang telah dimiliki oleh para
pemegang saham

• Untuk mendistribusikan cashflow yang dimilik perusahaan kepada para


pemegang saham selain bentuk dividen

• Biasanya, perusahaan membeli kembali sahamnya dengan harga diatas


pasar

• Pemegang saham akan menerima yang disebut capital gain

CASE ANALYSIS
Share Outstanding
Share Outstanding
• Share outstanding 70000
65960
AutoZone semakin 60000 59608
menurun. 50000 50801

• Hal tersebut merupakan 45107

LEMBAR
40000 40109

pengaruh dari stock 30000

repurchase yang 20000


dilakukan AutoZone 10000

0
2007 2008 2009 2010 2011
Share Outstanding

CASE ANALYSIS
Earning Per Share (EPS)
• EPS AutoZone meningkat dari
tahun ketahun
• Stock repurchase juga
mempengaruhi EPS.
• AutoZone melakukan stock
repurchase yang mengakibatkan
share outstanding semakin turun
• Jika share outstanding semakin
sedikit maka EPS akan
terpengaruhi yaitu meningkat
(sinyal positif bagi investor)

CASE ANALYSIS
Price Per Earning Ratio (P/E)
𝑃𝑟𝑖𝑐𝑒 𝑃𝑒𝑟 𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒
• 𝑃/𝐸 𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜 = P/E ratio
𝐸𝑃𝑆 16.00

• Cenderung menurun, tetapi 14.00


14.62

12.76
di tahun 2011 mulai menaik 12.00 11.93
11.19

• Investor senang jika P/E ratio 10.00 10.18

(TIMES)
nya semakin kecil 8.00

6.00
• Hal tersebut menunjukkan 4.00
bahwa jika semakin rendah 2.00
P/E rasionya, dari sisi
0.00
investor semakin bagus 2007 2008 2009 2010 2011

karena akan menerima EPS P/E rasio

lebih banyak
CASE ANALYSIS
ROA dan ROE AutoZone
350.00%

300.00%

250.00% 279.34%

200.00%

• ROA pada tahun 2011100.00%


150.00%
147.74%

adalah 14,46% 50.00%


12.40% 12.20% 12.35% 13.25% 14.46%

• ROE pada tahun 2011 -50.00%


0.00%
-67.69%
adalah (-67,69%) -100.00%
-99.94%

-151.72%
-150.00%

-200.00%
2007 2008 2009 2010 2011
ROA 12.40% 12.20% 12.35% 13.25% 14.46%
ROE 147.74% 279.34% -151.72% -99.94% -67.69%

ROA ROE

CASE ANALYSIS
Liquid Ratio AutoZone
Current Ratio Quick Ratio Cash Ratio
• Current Ratio yang cukup
baik, (81,39 %)

102.66%
99.32%
• Current Ratio =

94.64%
Current Assets

85.24%
Current Liabilities

81.39%
• Quick Ratio cukup kecil, asset

PERSENTASE
didominasi oleh inventories.
(9,51%)
• Quick Ratio =
Current Assets−Inventories
Current Liabilities

17.31%

13.09%
11.51%

10.03%
• Cash Ratio kecil,

9.62%

9.51%
3.79%

3.42%

3.21%
menandakan kas tidak cukup

2.84%
tersedia (2,84%)
• Cash Ratio = 2007 2008 2009 2010 2011
Cash and cash equivalents
Current Liabilities
CASE ANALYSIS
Debt Ratio AutoZone
2500.00%
2188.82%

• Debt Ratio pada 2011 diatas 2000.00%


100% menandakan bahwa 1091.64%
1500.00%
total hutang lebih besar
daripada total asset 1000.00%
(121,37%)
500.00% 95.63% 108.14% 113.26% 121.37%
Total Liabilities 91.61%
• Debt Ratio =
Total Assets
0.00%
2007 2008 2009 2010 2011

-500.00%
• Debt to Equity Ratio negatif,
dikarenakan total ekuitas -1000.00% -567.98%

yang negatif (-567,98%) -854.18%


-1500.00%
Total Liabilities -1328.06%
• DER =
Total Equity -2000.00%
Debt Ratio Debt to Equity Ratio

CASE ANALYSIS
Time Interest Earned Ratio Autozone

• TIER 2011 menunjukkan


8.76 kali
8.86 kali
nilai 8,76 kali,
menandakan bahwa
EBIT perusahaan dapat
membiayai beban bunga 8.30 kali
9.63 kali
hutang
EBIT
• TIER =
Interest 8.26 kali

2007 2008 2009 2010 2011

CASE ANALYSIS
Dividend Per Share Autozone
$40.00
$37.22
$35.00

$30.00

• Beban DPS perusahaan terus $25.00


$21.81
bertumbuh setiap tahunnya. $20.00

$15.00 $10.24
• DPS = $10.00 $7.31
Net Income−Retained Earnings
Shares Outstanding $5.00
$0.75
$-
2007 2008 2009 2010 2011
Dividen per saham $0.75 $7.31 $10.24 $21.81 $37.22
Dividen per saham

CASE ANALYSIS
RECOMMENDATION
Keadaan Ekonomi
Memburuk

Stock
Pajak yang lebih
Repurchase rendah

Meningkatkan harga saham

RECOMMENDATION
TERIMA KASIH !