Anda di halaman 1dari 15

PERSALINAN PRETERM

Persalinan Preterm
FAKTOR RESIKO
PERSALINAN PRETERM
ETIOLOGI
Komplikasi Medis dan Obstetrik

Abortus Iminen

Gaya Hidup

Faktor Genetik

Chorioamnionitis
Identifikasi Pasien Yang
Memiliki Resiko Tinggi
Terjadinya Persalinan Preterm
Sistem Skoring

Riwayat Persalinan Preterm

Inkompetensia Servik

Dilatasi Servik
Panjang Serviks

Fibronectine

Vaginosis Bakterial

Infeksi Traktus Genitasil Bagian Bawah

Infeksi Periodontal
GEJALA DAN TANDA
1. Kontraksi uterus dengan atau tanpa rasa
sakit
2. Rasa berat dipanggul
3. Kejang uterus yang mirip dengan
dismenorea
4. Keluarnya cairan pervaginam
5. Nyeri punggung
DIAGNOSA PERSALINAN
PRETERM
American College of Obstetricians and
Gynecologist 1997 menyampaikan kriteria
diagnosa persalinan preterm :
1. Terdapat 4 kontraksi uterus dalam waktu
20 menit atau 6 dalam 60 menit disertai
dengan perubahan yang progresif pada
servik
2. Dilatasi servik > 1 cm
3. Pendataran servik > 80%
Kontraindikasi Penghentian Persalinan Preterm

Faktor Maternal :
• Hipertensi Berat ( ekaserbasi akut hiperensi kronis, preeklampsia berat ,
eklampsia)
• Penyakit Jantung / paru (edema paru, ARDS, penyakit katub jantung,
takiaritmia)
• Dilatasi servik > 4 cm
• Perdarahan antepartum (solusio plasenta, plasenta previa, DIC

Faktor Janin
• Janin mati atau kelainan kongenital berat
• Gawat janin
• Infeksi intrauterin (chorioamnionitis)
• Therapy adversly affecting the fetus (eg. fetal distress due to attempted
suppression of labor)
• Estimated fetal weight ≥ 2500 g
• Erythroblastosis fetalis
• PJT berat
PENATALAKSANAAN PERSALINAN
PRETERM
1. Kortikosteroid
• Diberikan untuk percepatan pematangan paru
• Betamethasone 12 mg IM tiap 24 jam selama 48
jam
• Dexamethasone 6 mg IM tiap 12 jam selama 48 jam
• Efek optimal terjadi 24 jam setelah pemberian terakhir
mencapai puncak dalam waktu 48 jam dan bertahan
sampai 7 hari.
• Pemberian ulangan kortikosteroid tak berguna oleh
karena dapat mengganggu perkembangan psikomotor
janin
2. Tokolitik
Tokolitik merupakan agen farmakologis yang merelaksasi
miometrium uterus dan menghambat kontraksi uterus sehingga
menggagalkan persalinan preterm. Tokolitik beraksi melalui
berbagai mekanisme untuk menurunkan availabilitas ion kalsium
intraseluler yang akan menghambat interaksi aktin-myosin.

3. Antibiotika
Untuk mencegah infeksi yang terjadi selama persalinan
berlangsung
REKOMENDASI PENATALAKSANAAN
PERSALINAN PRETERM
1. Konfirmasi diagnosa persalinan preterm.
2. Kehamilan < 34 minggu dengan kemajuan persalinan progresif
( dilatasi servik > 4 cm) tanpa disertai indikasi ibu dan atau anak
untuk terminasi kehamilan → Observasi ketat kontraksi uterus dan
DJJ dan lakukan pemeriksaan servik serial untuk menilai kemajuan
persalinan.
3. Kehamilan < 34 minggu : beri kortikosteroid untuk pematangan
paru.
4. Kehamilan < 34 minggu pada wanita dengan kemajuan persalinan
yang tidak progresif [ dilatasi servik < 4 cm] cegah kontraksi uterus
dengan pemberian tokolitik dan berikan kortikosteroid serta
antibiotika profilaksis untuk GBS.
5. Pada kehamilan > 34 minggu : lakukan observasi kemajuan
persalinan dan kesehatan janin intrauterin.
6. Pada kasus dengan persalinan aktif yang progresif (dilatasi servik >
4 cm) berikan antibiotika untuk profilaksis infeksi GBS pada
neonatus.