Anda di halaman 1dari 14

KESETIMBANGAN FASA

BINER (CAIR-UAP) DARI


ETANOL-AIR
OLEH KELOMPOK 5
• AGUSTIYANTI BR.GINTING : 4173331015
• DINDA APRILIA : 4173331003
• LILI ANDINI : 4171131021
• TIA UTAMI : 4171131033
PENDAHULUAN
 Kondisi kesetimbangan untuk sembarang sistem yaitu bahwa potensial kimia dari tiap
konstituen pada seluruh sistem harus sama. Bila ada beberapa fase dari tiap konstituen
maka potensial kimia dari konstituen pada tiap fase harus mempunyai nilai yang sama.
 Fasa adalah bagian sistem dengan komposisi kimia dan sifat – sifat fisik seragam, yang
terpisah dari bagian sistem lain oleh suatu bidang batas.
 Kesetimbangan Fasa adalah suatu keadaan dimana suatu zat memiliki komposisi yang
pasti pada kedua fasanya pada suhu dan tekanan tertentu, biasanya pada fasa cair
dan uapnya.
 Diagram Fasa adalah diagram yang menampilkan hubungan antara temperatur dimana
terjadi perubahan fasa selama proses pendinginan dan pemanasan yang lambat
dengan kadar karbon. Tidak seperti struktur logam murni yang hanya dipengaruhi oleh
suhu, sedangkan struktur paduan dipengaruhi oleh suhu dan komposisi
Teknik pemisahan fasa liquid–liquid ada beberapa macam yaitu distilasi, ekstrasi
dan absorbsi. Seperti halnya pemisahan komponen–komponen campuran etanol–air
yang dilakukan dengan proses distilasi. Distilasi adalah proses yang digunakan untuk
memisahkan campuran fluida berdasarkan titik didih yang diikuti oleh kondensasi.
Data yang diperlukan dalam penyelesaian persoalan distilasi adalah data
kesetimbangan antara fase liquid dan fase gas. Bentuk dan sumber data
ksetimbangan antara fase liquid dan fase gas diantaranya dapat digambarkan
dalam bentuk kurva kesetimbangan biner ataupun diperoleh dengan cara
eksperimen.
Kesetimbangan uap cair dapat ditentukan ketika ada variabel yang tetap
(konstan) pada suatu waktu tertentu. Saat tercapainya kesetimbangan, kecepatan
antara molekul-molekul campuran yang membentuk fase uap sama dengan
kecepatan molekul-molekulnya membentuk cairan kembali. Data kesetimbangan
uap cair merupakan data termodinamika yang diperlukan dalam perancangan dan
pengoperasian kolom-kolom distilasi. Adapun hal – hal yang berpengaruh dalam
sistem ksetimbangannya yaitu : Tekanan (P), Suhu (T), konsentrasi komponen A
dalam fase liquid (x) dan konsentrasi komponen A dalam fase uap (y).
DIAGRAM FASA
 Pada kesetimbangan, struktur paduan ini dapat digambarkan dalam suatu diagram yang
disebut diagram fasa (diagram kesetimbangan) dengan parameter suhu (T) versus
komposisi (mol atau fraksi mol). Diagram fasa khususnya untuk ilmu logam merupakan
suatu pemetaan dari kondisi logam atau paduan dengan dua variabel utama umumnya
(Konsentrasi dan temperatur). Diagram fasa secara umum dipakai ada 3 jenis :
a. Diagram fasa tunggal/Uner ( 1 komponen/ Komposisi sama dengan Paduan )
b. Diagram fasa Biner ( 2 komponen unsur dan temperatur)
c. Diagram fasa Terner ( 3 komponen unsur dan temperatur)
 Diagram biner adalah diagram yang menggambarkan dua jenis fasa dan menunjukkan
sifat solubilitas timbal balik pada suhu tertentu dan tekanan yang sama.
 Diagram biner adalah diagram yang menunjukkan sistem 2 fasa dari dua zat dalam
campuran yang ditunjukkan oleh hubungan temperatur terhadap kosentrasi relatif zat.
Dimana pencampuran ini dapat dilakukan dengan menambahkan suatu zat cair ke
dalam cairan murni lain pada tekanan tertentu dengan variasi suhu. Pada diagram biner
akan terlihat adanya perubahan dari sistem dua fasa menjadi sistem satu fasa.
DIAGRAM FASA BINER
JURNAL 1
 Salah satu alat yang digunakan untuk memperoleh data kesetimbangan antara fase
liquida dan fase gas adalah Glass Othmer Still. Adapun hal – hal yang berpengaruh
dalam sistem ksetimbangannya yaitu : Tekanan (P), Suhu (T), konsentrasi kompo-nen A
dalam fase liquid (x) dan konsentrasi kompo-nen A dalam fase uap (y). Pada penelitian
ini digunakan bahan baku etanol dari hasil fermentasi rumput gajah dengan kadar
etanol 96% dan etanol Pro Analisis dengan kadar 99,8%. Dari data yang diperoleh,dibuat
kurva kesetimbangan uap – air sistem biner etanol – air. Dari penelitian sistem biner yang
telah dilakukan oleh peneliti terdahulu, dalam penelitian tersebut masih diperlukan
kesetimbangan uap-air sistem biner untuk menghasilkan data yang benar dan model
korelasi yang dapat di aplikasikan untuk memperkirakan kesetimbangan uap-air sistem
multikomponen
 Penelitian bertujuan memperoleh data kesetimbangan sistem biner uap-air dan etanol-air
dan membandingkan hasil eksperimen dengan data literatur.
Glass Othmer Still

Keterangan Gambar :
1. Boiling Still
2. Kondensor
3. Kondensat Chamber
4. Cock
5. Thermometer
6. Heater
Hasil penelitian

 Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar fraksi mol umpan


etanol, maka temperatur pada dew point dan bubble point semakin
menurun, hal ini disebabkan karena komponen etanol bersifat volatile
dengan titik didih 78,32oC, sebaliknya un-tuk komponen air yang bersifat
non-volatile dengan titik didih 100oC.
 untuk sistem biner etanol-air berdasarkan data hasil penelitian dengan
menggunakan etanol pro analitis. Menunjukkan bahwa semakin besar
fraksi mol maka temperatur pada dew point dan bubble point semakin
menurun. Hal ini disebabkan karena komponen eta-nol bersifat volatile
dengan titik didih 78,32oC sedangkan air bersifat non-volatile dengan titik
didih 100 oC. hal ini disebabkan karena kadar bahan yang digunakan pa-
da penelitian adalah 99,8% sedangkan pada litera-ture adalah etanol
absolut. Karena salah satu faktor yang mempengaruhi titik didih adalah
kadar etanol.
Skema penelitian
Jurnal 2 (journal international)
 Data kesetimbangan uap-cair diukur dengan menggunakan ebulliometer tipe-Fischer.
Operasi didasarkan pada sirkulasi cairan dan menguap fase kontak satu sama lain
sampai mereka mencapai kesetimbangan. Suhu keseimbangan adalah diukur
menggunakan termometer PT-100 dengan resolusi ± 0,05 K. Sampel dari fase cair dan uap
adalah diambil baik melalui aktivasi katup, ketika suhu keseimbangan telah tercapai.
 Hukum Raoult yang dimodifikasi diadopsi untuk mewakili
 VLE equilibrium pada tekanan rendah sesuai dengan Persamaan
= 𝑦𝑖𝑃=𝑥𝑖𝛾𝑖𝑃𝑖𝑣𝑎𝑝 dimana 𝑥𝑖 dan 𝛾𝑖 adalah komponen uap dan cairan komposisi (fraksi mol),
sedangkan 𝑃 dan 𝑃𝑖𝑣𝑎𝑝 mewakili tekanan uap total dan komponen. Fase cair non-idealitas
dihitung berdasarkan aktivitas komponenkoefisien (𝛾𝑖)
ebulliometer tipe-Fischer
Hasil dan Pembahasan

 Dalam rangka untuk meningkatkan kinerja biodiesel proses produksi dan


pemurnian, keseimbangan tahapan kondisi yang terlibat dalam setiap
langkah dari proses ini biasanya harus diidentifikasi. Oleh karena itu, studi
tentang uap kesetimbangan cair (VLE) ditemukan dalam pemulihan
alkohol dan proses pemurnian biodiesel sangat penting dalam rangka
untuk memperoleh desain yang sukses dan analisis operasi untuk kolom
distilasi. Pemisahan ini diatur oleh perbedaan titik didih antara alkohol dan
alkuna ester .
 Ketika etanol digunakan sebagai pengganti metanol perhatian diperlukan
dalam proses pemurnian biodiesel terutama, karena semakin besar
kelarutan etil alkohol dalam fase biodiesel. Karena etanol lebih larut
daripada metanol dalam fase ini.
Eksperimental dan titik-gelembung yang dihitung
data suhu menggunakan model UNIFAC dan NRTL untuk
sistem (a) etanol + SB dan (b) etanol + FB.

Data kesetimbangan uap-cair untuk campuran etanol + biodiesel dari minyak kedelai dan etanol + biod
minyak goreng pada 101,32 kPa diukur. Mendidih suhu dalam grafik komposisi menunjukkan data VLE set
dengan data yang dilaporkan untuk minyak kedelai dan bunga matahari minyak biji dalam kondisi tekan
Itu pemodelan termodinamika menggunakan model NRTL diperoleh nilai rendah, memastikan kondisi ke
yang lebih baik di langkah-langkah desain dan simulasi untuk pabrik produksi biodiesel.
DAFTAR PUSTAKA

 DOGRA,S.K.(1990).KIMIA FISIK DAN SOAL-SOAL.UI-PRESS:JAKARTA.


 KALVALAGE,PMS.,dkk.(2017). (Vapor + Liquid) Equilibrium for Mixtures
Ethanol + Biodiesel from Soybean Oil and Frying Oil. International Journal of
Thermodynamics (IJoT) . Vol.30(3): 159-164.
 SARI,NK. (2012). DATA KESETIMBANGAN UAP-AIR DAN ETHANOL-AIR DARI
HASIL FERMENTASI RUMPUT GAJAH. JURNAL TEKNIK KIMIA. Vol.6(2).