Anda di halaman 1dari 15

TIME SAMPLING

Kelp 5:
Aini
Amanda Hurin
Ella
Syafira
Yusvi
TIME SAMPLING

• Mengambil sampel perilaku dan mencatat setiap perilaku yang terjadi


dalam periode observasi (catatan dalam bentuk frekuensi, bukan
deskripsi)

• Perilaku target harus spesifik & observable (perilaku yang nampak/overt


behavior)

• Perilaku ering muncul setidaknya dalam waktu setiap 15 menit


(frekuensi kemunculan sedang-tinggi)

• Waktu dan perilaku yang telah ditetapkan harus terjadi secara


bersamaan. Apabila perilaku terjadi diluar waktu yang ditentukan, maka
perilaku tersebut diabaikan.

• Sering digunakan sebagai metode untuk mengevaluasi perilaku.


PANDUAN & PRINSIP
TIME SAMPLING

Hal-hal yang perlu ditentukan terlebih dahulu:

1. Target perilaku spesifik yang akan diobservasi, sertakan definisi


operasional agar dipahami orang lain
2. Tujuan observasi
3. Jumlah waktu yang dibutuhkan untuk mengobservasi perilaku
4. Total lamanya periode observasi
5. Berapa periode observasi akan diselenggarakan
6. Panjang atau lamanya setiap interval waktu untuk mengobservasi
7. Panjang atau lamanya setiap interval waktu untuk mencatat
8. Metode pencatatan data
PANDUAN & PRINSIP
TIME SAMPLING

• Satu periode observasi sebaiknya berlangsung sekitar 10-30 menit.

• Usia anak, setting (lokasi & waktu), dan alasan melaksanakan observasi
=> mempengaruhi berapa kali harus mengobservasi, total lamanya
periode, dan kapan sebaiknya melakukan observasi.

Oleh karena itu, tepatkanlah waktu untuk mengobservasi sehingga akan


memperoleh sampel yang representatif tentang target perilaku.
PANDUAN & PRINSIP
TIME SAMPLING

• Lama interval waktu observasi => kapan perilaku dimulai dan kapan
perilaku berakhir.

• Interval pendek => perilaku berlangsung pada waktu singkat


• Interval panjang => perilaku dalam waktu lama (mulai awal hingga
selesai)

• Lama waktu mencatat => bergantung pada jumlah atau banyaknya


perilaku yang akan dicatat. Makin banyak => makin lama.
• Berikan jeda waktu ketika mengobservasi dan mencatat (minimal 5
detik)
METODE PENCATATAN

• Menggunakan kertas & alat tulis


• Menggunakan pencatat elektronik (visual/audio recorder, stopwatch,
jam)
• Menggambarkan grafik data apabila dibutuhkan

TEKNIK PENCATATAN

Observer menandai di form obeservasi ketika observee menampilkan


perilaku yang dimaksud.
FORMAT PENCATATAN

CHECK-MARKS

Sesi &
Jenis Perilaku Agresif
Waktu
Menendang Memukul Mendorong Mencengkram
I
- V V -
(5 mnt)
II
- - V -
(5 mnt)
III
V - - V
(5 mnt)
IIV
- V - V
(5 mnt)
FORMAT PENCATATAN

TALLY-MARKS

Sesi &
Jenis Perilaku Agresif
Waktu
Menendang Memukul Mendorong Mencengkram
I
- I II -
(5 mnt)
II
- - I -
(5 mnt)
III
I - - III
(5 mnt)
IIV
- I - II
(5 mnt)
FORMAT PENCATATAN

DURATION

Sesi &
Jenis Perilaku Agresif
Waktu
Menendang Memukul Mendorong Mencengkram
I
- 2 detik 4 detik -
(5 mnt)
II
- - 2 detik -
(5 mnt)
III
1 detik - - 5 detik
(5 mnt)
IIV
- 1 detik - 3 detik
(5 mnt)
PROSEDUR
TIME SAMPLING

• Partial-Interval Time Sampling


Observer mencatat perilaku hanya sekali selama interval waktu yang telah
ditentukan dengan mengabaikan seberapa lama atau seringnya perilaku
muncul.

• Whole-Interval Time Sampling


Observer mencatat perilaku yang muncul ketika awal interval waktu dan
berlanjut terus hingga akhir interval tersebut. Metode ini umumnya
digunakan ketika kita ingin mengetahui perilaku mana yang dimunculkan
subjek secara terus menerus dalam satu interval.
PROSEDUR
TIME SAMPLING

• Point Time Interval Sampling


Observer mencatat perilaku hanya pada waktu spesifik dalam interval
tertentu. Contoh : observer mungkin mencatat perilaku yang spesifik
seperti gerakan-gerakan tangan dan ekspresi wajah apabila perilaku itu
muncul pada 10 detik pertama dalam waktu satu jam.

• Momentary Time Interval Sampling


Observer mencatat perilaku hanya pada momen saat interval dimulai atau
diakhiri. Sebagai contoh, apabila interval waktu 30 detik, kamu mencatat
hanya perilaku target yang nampak pada akhir interval 30 detik tersebut.

• Variabel Interoccasion Interval Time Sampling


Observer mencatat perilaku hanya ketika perilaku itu terjadi selama waktu
yang dipilih secara acak dalam interval yang sudah ditentukan.
KELEBIHAN
TIME SAMPLING

• Efesien => mengatur secara tepat perilaku yang akan diobservasi dan
jumlah waktu yang di butuhkan.

• Dapat melihat hubungan dari waktu dan perilaku yang muncul.

• Formatnya terstruktur
KEKURANGAN
TIME SAMPLING

• Kurang mendalam karena interval waktu cenderung singkat.

• Tidak menggunakan frekuensi dan durasi yang aktual sehingga


perbedaan pembagian interval waktu dapat membuat keadaan
sesungguhnya tidak tertangkap & tergambarkan dengan baik.
CONTOH:
PERILAKU AGRESIF MURID TK A KELAS B

Tabel 2. Time Interval (tiap 5 menit)


Tanggal: 20 Mei 2018 Observer: Amanda
Waktu: 09.00-09.20 WIB Observee: Reyhan
Usia: 5 tahun

Sesi &
Jenis Perilaku Agresif
Waktu
Menendang Memukul Mendorong Mencengkram
I (5 mnt) - I II -
II (5 mnt) - - I -
III (5 mnt) I - - III
IV (5 mnt) - I - II

Pada interval waktu setiap sesi terdapat 5 detik jeda utk mencatat
PERBANDINGAN

EVENT SAMPLING TIME SAMPLING

Dapat mencatat sebab perilaku, Hanya mencatat frekuensi/durasi


akibat perilaku, maupun gambaran perilaku target muncul
lain tentang perilaku yang ditarget

Menggabungkan teknik narasi & Tidak diperkaya dengan narasi


time sampling mengenai hal-hal yang berkaitan
artinya menggunakan teknik time dengan target perilaku
sampling tapi diperkaya dengan
mencatat hal-hal lain yang
berkaitan dengan target perilaku.

Tidak ada batasan waktu dalam Ada batasan waktu dalam


mencatat perilaku target yang mencatat perilaku target yang
muncul muncul